NovelToon NovelToon
Istri Seksi Tuan Arnold

Istri Seksi Tuan Arnold

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Putrichou

"Menikahlah dengan ku dan berikan aku keturunan. Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, termasuk kesejahteraan,"

Anjani tidak menyangka di usianya dua puluh tahun, harus menghadapi tawaran gila dari pria konyol yang dia bantu. Di sisi lain ia ingin memperbaiki hidup, sedangkan di sisi lain ia tidak ingin melakukan hal bodoh itu.

Namun melihat pengorbanannya Arya, keputusan besar akhirnya ia ambil untuk mereka berdua, bersiap menikah dan memberikan Arnold keturunan. Akankah mereka berdua berubah pikiran dan menjalin hubungan tanpa aliansi apapun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putrichou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAWA DIA PULANG

Anjani merapihkan seluruh pakaian di koper ke dalam kamar mandi, Arnold ikut membantu dengan senang hati. Suasana mansion jauh lebih ramai karena kedatangan Anjani yang disambut sangat. Fero yang jauh lebih romantis dengan Jasmine, tapi istrinya lebih peduli dengan kedatangan menantunya.

"Istirahat lah, aku akan melanjutkan sisanya, Sayang."

Anjani menolak, ia sudah cukup beristirahat dan di jamin makan siang oleh ibu mertuanya. Arnold menatap gerakan gesit istrinya saat merapihkan baju mereka, pakaian Anjani tak terlalu banyak dan hanya beberapa helai baju serta celana.

"Bagaimana dengan Mama?"

"Mama sangat baik, Mas. Beliau begitu semangat mengajak ku berkeliling,"

Ada perasaan lega di hati Arnold, pria itu takut kalau Ibunya terlalu galak walaupun tidak seperti itu. Jasmine adalah wanita lembut dan penuh kasih, tak meninggikan oktaf bicaranya kalau tidak ada yang salah.

"Kalau Mama atau Papa memarahi mu, bilang saja kepada ku ya?" Arnold menarik Anjani ke dalam pelukannya. Gadis itu terkekeh geli dan mengangguk.

"Tapi siapa wanita bernama Tiara itu, Mas?"

"Dia datang? Dia tidak melukai mu kan? Kenapa Mama tidak memberitahu ku!"

Dari nada kesal pria di depannya, Anjani dapat menangkap sesuatu yang familiar, Tiara dan Arnold sudah saling mengenal. Walaupun dirinya dan Arnold menikah karena tujuan awalnya, namun tak dapat di pungkiri ada rasa mengganjal di hatinya.

Arnold mengusap wajahnya dengan waspada, "sayang, kalau Tiara datang lagi dan melukaimu. Segera telpon aku, okay?"

"Baiklah," jawabnya dengan bingung.

"Tiara itu sahabat ku sejak kecil, dia ..." ada sedikit jeda di sana, Anjani menaikkan alisnya bingung. "Dia baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena aku,"

"Hah?" Anjani sontak menutup mulutnya karena reflek. Arnold tersenyum dan mengecup kening istrinya.

"Aku akan memberitahu mu, tapi nanti ya." Arnold merapikan koper, dan menarik tangan Anjani keluar dari walk-in closet. mengangkat tubuh Anjani ke atas meja rias, mengapit tubuh mungil itu di bawah tubuh besarnya. Anjani menahan napas dan menahan dada Arnold.

Anjani sudah cukup hapal apa yang akan Arnold lakukan kepadanya setelah ini. Arnold menatap leher terbuka istrinya dan menelan ludahnya dengan berat. Ia sangat candu dengan tubuh Anjani, sangat-sangat candu.

"Jangan, aku malu." cicit Anjani dengan malu. Arnold hanya tersenyum tipis dan mengangkat dagu Anjani agar menatapnya.

"Aku harap segera ada Arnold Junior di sini," bisik Arnold seraya mengelus perut Anjani dengan tatapan penuh harap. Anjani pun terdiam, ia juga memikirkan hal itu namun ia tak cukup mengerti akan sesuatu hal.

"Tapi tentang kontrak itu?"

"Kita akan mengadakan resepsi besar," Anjani melongo mendengar jawaban itu. "Anjani, di antara kita sudah tidak ada kontrak apapun. Kita menikah sah, milikku semua adalah milik mu juga. Jangan membahas itu lagi Anjani, aku tulus menikahi mu bukan karena soal anak saja."

Arnold menarik napas panjang dan semakin mendekatkan wajahnya. "Aku mencintaimu,"

PRANG ....

"ARNOLD!"

Anjani dan Arnold sontak menoleh, seorang wanita menaruhkan nampan berisi gelas jus. Anjani sontak mendorong tubuh suaminya karena terkejut.

"APA YANG KAMU LAKUKAN DI KAMAR KU, TIARA?"

Tiara, wanita itu syok bukan main mendengar sekaligus melihat kemesraan Arnold dengan wanita yang ia kenal tadi siang. Tatapan itu begitu bengis membuat Anjani sedikit ketakutan. Ia tak pernah mendapatkan tatapan setajam itu, jauh lebih tajam dari tatapan Fika. Anjani secara reflek bersembunyi di belakang tubuh Arnold dan merasa dadanya sedikit sesak.

Sakit sekali. Batinnya memegangi dadanya dan merasa dunia berputar.

"Arnold," panggil Anjani dengan lirih. Pria itu menoleh dan mendapati istrinya sudah bergetar ketakutan.

...****************...

BRAK ....

"TIARA,"

Sepasang suami-istri datang dengan wajah gelisah. Jasmine dan Fero menatap kedatangan tamu yang tak di undang itu dengan tatapan yang aneh, Jasmine tidak terlalu menyukai anak dari kakaknya itu sedari dulu. Arnold dan Tiara adalah sahabat kecil, namun itu dulu.

"Kak, bawalah anak mu pulang. Aku pusing melihatnya melantur tidak jelas," kata Jasmine membuat pria paruh baya menoleh tajam.

"Kamu mengusir keponakan kamu sendiri, Jasmine?"

Jasmine menghela napas, "anakmu ini membuat masalah di rumah ku. Menantu ku jadi ketakutan,"

Arthur Irawan Gunawan dan Mira Santika, orang tua dari Tiara sekaligus keponakan dari Jasmine. Arthur dan Jasmine tidak memiliki hubungan darah, karena Arthur bukanlah kakak kandung Jasmine. Pria yang jauh lebih tua 10 tahun itu, adalah anak yang di adopsi oleh orang tua Jasmine dahulu, dan kini Jasmine bersaudara hanya bertiga selain dengan Arthur. Jasmine dan Arthur tak pernah akur, pria itu selalu mencari segala cara untuk mendapatkan apa ia inginkan.

"Menantu?" tanya Arthur terkejut.

"Putra ku sudah menikah, Arthur." kali ini Fero yang menyahut. Arthur menghela napas, Mira tampak menahan kesalnya.

"Bukankah kita sudah sepakat ...."

"Tidak pernah ada kesepakatan apapun antara keluarga Gunawan dan Darmawangsa, Mira." sela Jasmine santai. Ia tak pernah menjodohkan atau menaruh harapan kepada Mira maupun Arthur, menurut mereka Tiara sangat manipulatif.

"Ma, aku tidak terima di perlakukan tidak adil seperti ini!" rengek Tiara membuat Jasmine menjadi jengah. ia cukup hapal dengan tingkah laku keponakan nya.

"Tiara, kami memperlakukan kamu dengan sangat baik!"

Tiara menoleh dengan mata memelas, ia mengira kalau ucapan Jasmine hanyalah bualan semata-mata menakuti dirinya. Ia melihat dengan matanya sendiri, Arnold dengan gadis yang ia sebut pembantu sedang bermesraan. Tiara tidak terima dengan kenyataan itu.

"Pulang,"

Semua orang yang berada di ruang tengah menoleh ke arah anak tangga, terlihat Arnold berdiri dengan tatapan dingin, di belakangnya ada Anjani yang tertunduk dengan wajah pucat. Jasmine hendak mendekat, tapi Fero menahannya. dengan menggandeng tangan istrinya dengan erat, Arnold menuruni anak tangga.

"Pulanglah Tiara, kamu mengganggu kenyamanan rumah ku." ucap Arnold kembali, meminta Anjani untuk duduk di sofa. Ucapan itu menusuk bersamaan dengan tatapan tajam. Arnold menatap Tiara yang menatapnya sedari tadi, wanita itu menelan ludahnya dengan berat.

"SEHARUSNYA KAMU MENIKAH DENGN KU, ARNOLD!" hardik Tiara secara tiba-tiba. Arnold menutup kedua telinga istrinya dan sedikit berjongkok.

"Sayang, ikut Mama ke taman ya?"

Anjani hanya mengangguk dan menerima ajakan Jasmine. Arnold melipat lengan kemejanya dan menatap Mira sesaat. "Sepertinya anak kalian ini belum sepenuhnya sembuh?"

DEG ....

"Anak sialan! Tutup mulutmu!" hardik Arthur dan hendak melempar vas bunga di sebelahnya. Fero menahan tangan pria itu, vas bunga itu adalah vas bunga yang ia beli untuk Jasmine, harganya sangat fantastis dan juga ia mati-matian mendapatkannya itu. Ia juga tidak ingin karena ulah gegabah Arthur, Jasmine ikut marah kepadanya.

"Letakan! Kamu tidak akan pernah mampu mengganti vas bunga ini, Arthur!"

Arthur sedikit meringis saat cengkraman tangan Fero semakin menguat. Mira mengelus punggung suaminya, ia juga takut kalau harus berurusan dengan benda-benda mahal yang ada di setiap sudut mansion milik Fero dan Jasmine. Bila di bandingkan, mereka tidak ada apa-apanya di antara Fero dan Arnold. Mereka kalah jauh dari kuasa, harta, semuanya.

Tak jarang Mira menaruh rasa iri karena kehidupan Jasmine yang sangat sempurna. Putri tunggal keluarga Gunawan, memiliki putra tunggal, istri yang sungguh di cintai oleh seorang miliarder.

"Bawa dia pulang atau aku yang akan menyeret kalian keluar dari rumah ku,"

"ARNOLD!" suara itu menggema, Arnold melipat kedua tangannya dengan angkuh dan tertawa pelan, "aku adalah Paman mu, aku masih ada hal atas rumah ini."

"Nama Paman sudah di hapus dari ahli waris dan aset dari Keluarga Gunawan." Mira menelan ludahnya melihat tatapan Arnold yang penuh mengintimidasi kepadanya.

"BAWA DIA PULANG!"

Kesabaran Arnold sudah menghilang, pria itu menunjuk ke arah pintu rumah yang terbuka lebar, mengisyaratkan mereka bertiga untuk angkat kaki. Tiara menangis dan pergi begitu saja, Mira berdecih sinis dan menyusul Putrinya.

"Aku tidak terima kamu perlakuan seperti ini, Arnold." kata Arthur tak habis pikir. Arnold mengacak rambutnya dan menendang sofa di hadapannya hingga nyaris terbalik.

"Aku juga tidak terima karena pelaku pembunuhan Adik ku masih ada di hadapan ku,"

DEG ....

Bocah sialan.

1
partini
pesikopet dia mah ,najani the next korban berikutnya OMG moga aja ga methong
partini
tekdung
partini
dua puluh tahun masih SMA Thor sehhh
partini: ok ,, soalnya jarang sih Thor di tempat ku lulus SMA umur 20th kebanyakan 18 dan 19 th
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!