novel baru lagi ,semoga pada suka ya....
Di dunia ini ,banyak yang bilang wajah kita ada yang mirip di beberapa negara dan saat ini hal itu terjadi.
Aulia harus menjadi pengganti untuk menikahi seorang pria yang buta, dia harus menjadi wanita lain dengan paksaan karena wanita itu tak ingin terkurung di dalam sangkar emas bersama pria cacat.
Walaupun Aulia menolak nya, tapi Delia mencari cara untuk menjebak nya sehingga Aulia hanya bisa menerima nya karena keperawanan dan kehidupan dia di negara itu sudah di genggam oleh Delia.
Tapi apa jadi nya kalau akhirnya pria kaya raya itu tidak benar benar buta ? Apa dia akan menjadikan Aulia istri nya selama nya? Atau hanya pengganti saja ?
Yuk.....mulai baca novel ku ,semoga pada suka ya. Makasih 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sonia-Hari (curahan hati)
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Hari terdiam, dia menatap sonia yang sudah menangis senggugukan. Hati nya benar benar sakit ,dia tak menyangka kalau semua pria menganggap nya pelacur . Dia ingin bebas dari hal hal seperti itu ,tapi kini pria didepan nya pun menganggap nya seperti itu .
"Jangan menangis, maafkan aku karena berkata seperti itu" ucap Hari yang kini menarik tubuh sonia kedalam pelukan nya ,dia tak tau kalau perkataan nya akan menyakiti sonia.
"Hiks....hiks....aku memang bukan wanita suci pak ,anda tak perlu minta maaf. Memang saya yang salah karena tak bisa melawan takdir hiks hiks hiks " ucap Sonia dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya ,membuat kaos milik Hari di bagian dada nya ikut basah
"Aku ngak tau ,kalau kamu ngak keberatan. Aku akan menjadi pendengar yang baik,ceritakan semua nya pada ku " ucap Hari dan sonia pun mendorong dada bidang Hari ,dia menatap ke arah Hari dengan mata yang basah dan hidung yang memerah .
Tangan Hari tak bisa menahan nya untuk tak menghapus air mata di sudut mata sonia, dia menghapus nya dengan perlahan dan menatap ke arah sonia dengan lembut. Bahkan Hari tak segan mengecup kening sonia, memberikan kehangatan di sana membuat sonia memejamkan kedua mata nya .
"Semua akan baik baik saja ,jangan khawatirkan apa pun " ucap Hari dengan lembut, dia mengelus kepala belakang sonia sambil tersenyum.
Hati sonia berdesir ,senyuman lembut di bibir nya pun mulai terbentuk karena hati nya yang merasa nyaman dengan ucapan Hari tapi kemudian dia mengingat wajah sang paman . Wajah dimana paman nya sibuk meminta uang dan menuntut nya untuk menjual diri agar bisa memberikan uang yang banyak, dia pun menggelengkan kepala nya dengan cepat sambil kembali menangis mmebuat Hari terkejut dan bingung, hari yakin kalau hidup sonia tidak semudah kelihatan nya.
"Ada apa ? Berbagi lah dengan ku " tanya Hari dan lagi lagi sonia menggelengkan kepala nya, dia tau kalau Hari merupakan pria yang baik seperti Rega yang mau membantu nya padahal dia tau apa yang sudah sonia buat pada nya selama ini tapi Rega membiarkan semua nya dan kini setelah kedatangan Pingkan. Rega pun mengambil keputusan yang bijak ,sonia memaklumi hal itu.
Tapi kini ,sonia tak ingin Hari menjadi seperti Rega dan di anggap Atm berjalan oleh paman nya itu. Dia tak ingin ada Rega Rega lainnya yang akan membuat nya semakin merasa bersalah, dia tak ingin menambah penyesalan lainnya .
Hari pun turun dari mobil nya ,dia membuka pintu mobil nya dan mengangkat tubuh sonia membuat sonia terkejut dan dengan cepat mengalungkan kedua tangan nya di leher Hari. Wajah mereka berdekatan hingga hidung mereka saling bersentuhan,membuat nafas sonia tertahan .
Deg....deg.....
Pertama kali nya sonia merasakan jantung nya berdebar jika didekat pria ,dia tak menyangka kalau dirinya bisa merasakan hal ini juga. Selama ini dia hanya mendengar ucapan teman teman kerja nya dulu ,rasa jatuh cinta yang begitu indah .
"Pak....turun kan aku " ucap Sonia dengan pelan, jantung nya sudah tak karuan berdetak dengan kencang. Nafas mereka saling menerpa wajah nya ,membuat wajah kedua nya memerah .
Sonia terus bergerak, dia malu di lihat pelayan yang ada di rumah itu. Ada dua orang pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka, menunggu perintah dari sang majikan karena Hari memang jarang tinggal di rumah itu.
"Jangan bergerak sonia" ucap Hari sambil menggeram,dia menahan hasrat nya yang mulai naik.
Sonia yang merasakan sesuatu di bawah sana ,dia pun menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik Hari . Tubuh nya menegang ,dia benar benar merasakan hal berbeda dengan Hari tak seperti biasa nya bersama pria lain .
Hari membawa sonia ke dalam kamar tamu ,dia mendudukan nya di pinggiran tempat tidur kemudian dia berdiri didepan nya sambil membenarkan posisi miliknya yang sudah menegang dan terasa sempit di dalam celana nya . Hari pun menatap ke arah sonia dengan tatapan mata yang bingung ,dia tak mungkin menyergap Sonia saat ini
"Kamu istirahat disini dulu ,jangan pikirkan apa pun. Besok aku akan antarkan kamu ke rumah teman mu " ucap Hari dengan ramah ,dia sudah ingin pergi untuk menenangkan junior nya yang kini sudah terasa sesak di bawah sana tapi dia berhenti saat mendengar suara isak tangis sonia lagi .
"Pak....anda ngak perlu menolong aku ,aku ngak ingin nanti nya bapak terkena sial karena dekat dengan ku " ucap Sonia, dia takut jika paman nya mengetahui Hari yang dekat dengannya. Dia tak ingin Hari ikut terlibat dengan pamannya, karena dia yakin paman nya ngak akan melepaskan nya begitu saja .
"Kenapa ? Dengan siapa aku berhubungan ,kamu ngak perlu melarang nya " ucap Hari ,dia semakin penasaran dengan kehidupan sonia
Bukan nya berhenti menangis, sonia justru semakin kuat menangis nya membuat Hari yang tadi nya ingin pergi kini malah ikut duduk disamping sonia . Dia mengambil tangan sonia dan menggenggam nya, menatap wajah sonia yang sedari tadi menunduk.
"Aku ini bukan wanita baik baik pak ,aku ...Aku wanita yang hanya di jadikan alat pemuas nafsu oleh paman ku saja . Aku ....diriku bukan milikku " ucap Sonia sambil tetap menangis tersedu sedu, bukan di buat buat tapi memang sonia tak sanggup pagi menahan semua yang ada di hati nya selama ini.
"Jangan panggil aku bapak ,panggil aku seperti kamu memanggil Rega. Atau mungkin lebih baik dari itu " ucap Hari ,dia tak ingin di anggap tua karena mendapatkan panggilan bapak dari Sonia .
Sonia yang sedari tadi menunduk,kini menatap ke arah Hari dengan tatapan mata yang bingung. Panggilan lebih baik apa yang di ingin kan oleh Hari, dia pun bingung harus memanggil apa.
"Panggil sayang ,cinta atau my heart juga boleh " jawab Hari yang tau apa yang di pikirkan oleh sonia, dia pun tersenyum lebar sambil berusaha membuat sonia tersenyum
Wajah sonia memerah ,bibir nya pun akhirnya tersenyum tipis mendengar ucapan Hari. Dia menarik nafas nya dengan panjang, kemudian menghembuskan nya perlahan membuat Hari ikut tersenyum lega .
Rasa sesak didada nya sedikit mencair, dia pun menceritakan mengenai semua yang dia alami selama ini. Dari pertemuan nya dengan sang paman hingga di jual dan berakhir menjebak Rega, Hari tak berkomentar apa pun. Dia hanya diam mendengarkan penjelasan dari sonia dan sesekali mengerutkan dahi nya karena terkejut ,tapi tak mengeluarkan suara apa pun sampai sonia selesai menceritakan semua nya.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘