NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Acara lelang dan pertemuan pertama.

Ruangan luas berdesain klasik nan mewah kini mulai dipenuhi oleh orang-orang berpengaruh. Mulai dari pengusaha sukses, hingga para kolektor barang antik dari berbagai daerah. Suara obrolan dan tawa bercampur menjadi satu, hingga ketika pintu utama terbuka perlahan. Seketika itu juga, seluruh suara lenyap. Hening menyelimuti ruangan.

Zinnia Nora Cavendish melangkah masuk dengan penuh anggun. Ia mengenakan gaun satin warna soft pink model off-shoulder, dengan pita besar yang menawan terpasang di bahu kanannya. Tas tangan kecil, sepatu hak tinggi, semuanya senada. Perhiasan yang ia kenakan pun terlihat sederhana namun jelas berasal dari merek ternama, cukup untuk menunjukkan status sosialnya tanpa terlihat berlebihan.

Namun, apa yang membuat semua orang terpaku bukanlah barang-barang mewah yang ia kenakan, melainkan dirinya sendiri. Kecantikannya seolah memiliki kekuatan magis, membuat siapa saja yang melihat langsung terpesona, bahkan tanpa sadar rela memberikan apa saja yang gadis itu inginkan.

Di sisi lain ruangan, Rion dan Darren duduk bersebelahan. Kedua pengusaha muda sukses ini memang sudah sering mendengar cerita tentang sang Putri Cavendish, tapi baru hari ini mereka percaya bahwa semua pujian itu sama sekali tidak berlebihan.

“Jadi ini dia orangnya...” gumam Darren sambil menyandarkan punggungnya di kursi, bibirnya terukir senyum tipis yang sulit diterka.

“Hmm... Pantas saja banyak orang yang sampai tergila-gila padanya. Dia memang secantik itu. Luar biasa,” tambahnya lagi.

Rion hanya melirik sekilas ke arah sahabatnya itu, lalu tatapannya kembali tertancap tajam pada sosok yang berjalan menuju tempat duduk khusus. Suaranya berat dan datar, sama sekali tak ada perubahan nada.

“Omong kosong! Dia hanya cantik, tidak ada yang istimewa,” balasnya tak setuju.

Darren terkekeh pelan.

“Oh benarkah? Kalau begitu kenapa sejak tadi matamu tak pernah beralih menatapnya? Katakan saja kalau kamu juga tertarik kan, sama seperti aku.”

“Sudahlah... Kau terlalu banyak bicara.”

“Hahaha, maaf... maaf... Tapi kita lihat saja nanti. Aku dengar tuan putri manja itu menolak semua lamaran banyak pengusaha muda. Katanya dia tak mau terikat dengan siapa pun. Menarik, bukan?”

Rion tak menjawab, tapi tatapan tajamnya makin fokus. Ia diam-diam setuju dengan kata-kata sahabatnya itu.

 

Tak lama kemudian, acara lelang resmi dibuka. Barang pertama yang diangkat ke atas panggung langsung membuat suasana menjadi panas. Sebuah kalung besar dengan batu ruby berukuran jumbo, dihiasi berlian asli di sekelilingnya. Nilai awalnya sudah membuat orang biasa merasa pusing, karena harganya yang tak masuk akal.

Zinnia yang dari tadi terlihat santai, kini matanya langsung berbinar cerah. Inilah barang yang ia incar, sudah lama ia cari.

“Baiklah, kita mulai acaranya. Harga dimulai dari seratus lima puluh juta...”

“Dua ratus juta!” suara Zinnia terdengar jelas, lembut tapi penuh keyakinan, seolah jumlah itu hanyalah uang receh baginya. Ucapannya membuat semua orang kaget, bahkan ada yang melotot.

Beberapa penawar lain langsung ikut bersuara, angka terus naik melonjak tinggi.

“Dua ratus lima puluh juta!”

“Dua ratus delapan puluh juta!”

“Tiga ratus juta!”

Zinnia mengangkat kartu penawarannya lagi, wajahnya bersemangat.

“Tiga ratus dua puluh juta!”

Semua terdiam sejenak, seolah angka itu sudah menjadi batas kemampuan mereka. Zinnia tersenyum kecil, mengira ia sudah menang, hingga suara berat dan dalam terdengar dari arah samping.

“Empat ratus juta!”

Seketika Zinnia menoleh dengan kesal. Mata cokelat berkilaunya langsung bertemu dengan sepasang mata gelap milik Rion, yang menatapnya datar tanpa ekspresi.

“Empat ratus juta, dari Tuan Riondra Andreas Putra Rajasa! Ada yang mau menawar lebih tinggi?” seru pembawa acara.

Zinnia menggigit bibirnya, kesal tapi ia sadar diri, tak mau membuang uang lebih hanya karena gengsi. Ia menurunkan tangannya seraya membuang muka.

“Terjual! Kalung ruby jatuh ke tangan Tuan Riondra!”

Darren yang melihat kejadian itu menepuk bahu Rion sambil tertawa pelan.

“Kamu lihat reaksinya tadi? Lucu sekali saat dia kaget sekaligus kesal. Rion, kenapa tidak mengalah saja padanya?”

Rion meletakkan tangannya di atas meja, jari-jarinya mengetuk pelan.

“Aku hanya suka barangnya.”

“Benarkah? Atau... justru suka dengan orang yang menginginkan barang itu, hm?” goda Darren lagi.

“Diamlah, acara belum selesai,” ucap Rion mencoba membungkam mulut sahabatnya itu, bersamaan dengan kedua tangannya yang mulai ia lipat di dada. Padahal dalam hati, dia memang menginginkan Zinnia, jelas tertarik namun coba ia sembunyikan di balik wajah dingin dan datarnya.

“Hah, iya maaf... maaf...”

Acara berlanjut. Barang demi barang dihadirkan, tapi tak satu pun yang menarik hati Zinnia. Mulai dari patung perunggu antik buatan seniman terkenal, jam saku kuno dari abad ke-18, vas keramik biru langka yang hanya ada tiga di dunia, hingga pedang upacara peninggalan bangsawan zaman dulu. Semuanya bagus dan berharga, tapi bukan yang ia cari.

Zinnia hanya duduk bersandar, jari telunjuknya memutar-mutar gelas kristal di hadapannya, wajahnya terlihat jelas bosan. Kadang ia menguap kecil, kadang memainkan rambutnya, tak ada sedikitpun minat yang terlihat di matanya.

“Dia sepertinya benar-benar tak peduli dengan semua barang langka itu. Mungkin dia kemari hanya ingin koleksi perhiasannya saja ya...” ujar Darren yang terus mengamatinya dari tadi.

Rion mengangguk pelan.

“Dia terbiasa mendapatkan segalanya. Tentu saja barang biasa tak akan menarik perhatiannya.”

“Tapi lihatlah, Rion. Semakin dia bersikap seperti ini, justru semakin bikin orang tertarik dan ingin dia menoleh atau memperhatikan kita, kan?”

Sebelum Rion sempat menjawab, pembawa acara kembali bersuara dengan nada yang jauh lebih antusias.

“Dan inilah barang terakhir kita malam ini! Sebuah bros antik berbentuk bunga, dengan batu pusat blue sapphire seberat 25 karat, dikelilingi oleh berlian putih berkualitas terbaik. Nilai awal dua ratus juta rupiah!”

Seketika mata Zinnia yang sempat sayu langsung menyala terang. Inilah dia! Barang yang sudah ia cari sejak lama! Kali ini ia tak terburu-buru, ia ingin bermain santai saja, yakin barang ini pasti akan jadi miliknya.

“Kali ini aku harus mendapatkan barang yang satu ini. Harus dapat bagaimanapun caranya demi melengkapi koleksi perhiasan langkaku di rumah. Karena aku sudah punya emerald, jadi sapphire harus dapat, apalagi ruby tadi sudah jatuh ke tangan yang salah,” batin Zinnia sedikit kesal.

“Dua ratus sepuluh juta!” suaranya terdengar ringan.

“Dua ratus dua puluh juta!” seseorang menawar.

“Dua ratus tiga puluh juta,” balas Zinnia santai.

Penawar lain mulai berkurang, hingga hanya tinggal satu orang lagi yang bersaing dengannya.

“Tiga ratus juta!”

Zinnia mengangkat bahu, masih tersenyum tenang.

“Tiga ratus sepuluh juta.”

Dan lagi-lagi, suara lain memotong dengan nada santai namun pasti.

“Empat ratus juta!”

Zinnia menoleh cepat, dan kali ini ia melihat Darren yang duduk di samping Rion, tersenyum manis ke arahnya. Senyum yang terlihat ramah tapi entah kenapa membuat bulu kuduknya merinding.

“Empat ratus juta untuk Tuan Darren Pradikta Mahendra! Terjual!”

PLAK!

Zinnia meletakkan kartu penawarannya dengan agak keras, wajahnya memerah menahan kesal. Dua kali! Dua kali barang yang ia incar jatuh ke tangan orang lain, dan lebih parahnya lagi ke tangan dua orang yang duduk bersebelahan itu!

Ia tak mau tinggal lebih lama lagi. Tanpa menunggu acara selesai, Zinnia berdiri, membetulkan gaunnya, lalu melangkah keluar dengan langkah cepat namun tetap mempertahankan sikap anggunnya. Meski siapa saja yang jeli bisa melihat rahangnya yang sedikit mengeras, tanda sedang marah besar.

Setelah sosoknya menghilang di balik pintu, Darren tertawa puas sambil mengusap dagunya.

“Wahh... Sepertinya tuan putri mulai kesal ya... Kesalnya terlihat jelas sekali. Lucu, menggemaskan, dan bikin makin penasaran saja.”

Rion menatap pintu tempat Zinnia menghilang, matanya gelap menyimpan banyak maksud.

“Dia tak pernah kalah, dan selalu mendapatkan apa yang dia mau. Hari ini untuk pertama kalinya, dia mengalami kekalahan.”

“Benar sekali, kawan.” Darren menoleh ke arahnya, senyumnya makin lebar dan terlihat berbahaya.

“Pertemuan pertama saja sudah seru. Dan aku rasa... ini baru permulaan saja. Siapa ya kira-kira di antara kita yang akan jadi orang pertama yang bisa memiliki sang mahkota yang tak mau dimiliki itu?”

Rion berdiri, membenarkan jasnya. Ia berusaha bersikap acuh dengan pertanyaan sahabatnya itu, tapi dalam hati ia tak bisa menolak pesona Zinnia yang sering dibicarakan banyak orang.

“Entahlah...”

Rion mungkin tampak tak begitu tertarik di luar, tapi di dalam hati dia mencoba mengubur rasa tertariknya pada gadis itu. Bersikap dingin dan acuh, namun bagaimanapun caranya, pesona Zinnia memang ajaib dan sulit untuk diabaikan.

Sedangkan Darren yang terlihat sangat tertarik, sebenarnya tidak sepenuhnya begitu. Dia hanya merasa tertantang, karena belum ada cowok yang mampu menaklukkan sikap manja dan keras kepala Zinnia. Terlebih dia memang dikenal sebagai playboy yang suka menggodai cewek cantik.

 ***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!