BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lian Yumna
Di dalam mobil, Lian dan Yumna saling curi curi pandang. Entah kenapa mereka menjadi sedikit kaku. Lian sedikit grogi namun dia tetap harus fokus mengemudi.
"Yumna.. " sapa Lian memulai percakapan.
"Ya.." jawab Yumna singkat.
"Aku boleh nanya gak??"
"Tanya apa??" Yumna penasaran.
"Laki laki yang bersamamu tadi siapa??" tanya Lian hati hati. Akhirnya, dia tidak dapat menahan untuk tidak bertanya.
"Lho, kan kamu sudah tahu dan sudah berkenalan dengannya kemaren di rumahku.." jawab Yumna heran.
"Bukan! Maksudku, hubungan kamu dengannya, sudah lamakah kalian berteman?" Lian mulai mencari tahu.
"Sudah,, sejak pertama kali aku tinggal di Jakarta, dia lah orang pertama yang berteman denganku, dia tinggal di dekat rumahku, kami selalu main bersama bahkan sampai sekarang," ucap Yumna tanpa beban. Tanpa disadarinya kalau Lian sangat tidak senang akan jawabannya itu.
"Oh, begitu. Kalian akrab ya,, apakah sejak aku pergi meninggalkanmu, dia yang mengisi hari harimu??" tanya Lian hati-hati, dia takut Yumna tersinggung atas pertanyaannya.
"Maksudnya??" Yumna pura pura bingung dengan pertanyaan Lian. Sebenarnya dia tahu apa yang dimaksud Lian.
"Aku lihat kalian sangat dekat. Aku hanya takut dia akan menggantikan posisiku di hatimu," lirih Lian.
"Apa? Menggantikan posisimu?" Yumna terkesiap.
"Hahahaahaa.." Lian memaksakan dirinya untuk tertawa agar Yumna tidak merasa risih akan ucapannya tadi.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah taman yang sangat indah. Yumna turun dari mobil dengan semangat. Dia takjub melihat pemandangan yang ada di sekitarnya. Ada air pancur di tengah tengah taman dengan dikelilingi bunga bunga yang sangat indah, Suasana di sana sangat tenang karena tidak banyak orang yang berlalu lalang. Ditambah suara burung yang silih berganti hinggap dipepohonan yang rindang. Suasana yang begitu Asri. Sungguh sebuah taman yang sangat indah yang pernah ku lihat, pikir Yumna.
Lian turun dari mobilnya, dia menyandarkan sebelah tangannya ke atas mobil sportnya. Dia tersenyum lucu melihat tingkah Yumna saat itu.
"Wow.. Ini indah bangeeeet.." seru Yumna kegirangan.
"Kamu suka tempat ini??" tanya Lian menghampiri.
"Banget," jawab Yumna singkat.
"Syukurlah," Lian mengusap usap kepala Yumna.
"Sejak kapan tempat ini ada, kenapa aku gak pernah melihat sebelumnya ya.." Yumna mengernyitkan dahinya.
Lian tertawa mendengar ucapan Yumna yang sangat polos itu.
"Tentu saja. Taman ini memang baru saja selesai dibangun. Aku dan Papa akan membangun sebuah resort di sini, tapi belum tahu kapan, karena masih banyak saham yang belum kami selesaikan, jadi untuk sementara waktu kami tunda dulu.." jelas Lian.
"Ohhh..." ucap Yumna manggut manggut sok mengerti.
"Tapi aku gak mau dong lahan ini kosong begitu saja, jadi aku putuskan untuk membuat taman kecil di tengah tengahnya, karena aku ingat, selain pantai kamu juga suka taman dan sawah kan? untuk itu aku berusaha membuat ini,, sehari setelah aku balik dari Singapore, Papa mengajakku kemari untuk melihat lihat, tapi karena pembangunan resort ditunda untuk beberapa saat, maka aku mengusulkan ide ini dulu kepada Papa. Papa setuju setuju saja, asal itu tidak mengganggu sarana yang lain. Aku berniat suatu saat nanti aku akan mengajakmu kemari, aku sempat datang ke Sumatera karena ingin menemuimu tanpa sepengetahuan orang tuaku, tapi kamu ga ada. Aku gak pernah tau kalo kamu udah lama pindah kemari. Aku ingin bermain dan bercerita lagi bersamamu seperti dulu, Yumna. Aku ingin kamu merasakan semua yang ingin kamu rasakan, sama seperti yang kamu impikan saat kita masih kecil dulu!!" kata Lian sambil menyunggingkan senyuman mesra.
Yumna terkesima dengan ucapan Lian. Dia luluh saat mendengar penjelasan Lian tentang usahanya yang ingin menyenangkan hatinya. Sebisa mungkin dia mengelakkan wajahnya yang memerah. Lian yang menyadari itu hanya tersenyum gemas.
"Yumna.." sapa Lian lembut.
"Hem??" Yumna menoleh ke arah Lian.
"Ada yang mau aku bilang sama kamu," ucap Lian canggung.
"Apa itu??" Lagi lagi Yumna penasaran.
Lian mengambil kedua tangan Yumna dan menggenggamnya.
"Tentang hubungan kita yang belum jelas kemana arahnya, aku minta maaf karena telah membuatmu menunggu selama ini, aku yakin kamu udah tau maksudku kan?? aku ingin kita menjalin hubungan ini ke arah yang lebih serius," ucap Lian dalam.
Yumna canggung. Dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Lian yang sebenarnya dihatinya juga terselubung keinginan untuk menjalin hubungan lebih dari sekedar teman bersama laki-laki ini.
"Yumna, jadilah pacarku," ucap Lian yang membuat jantung Yumna berdegub kencang. "Jadilah pengantinku suatu hari nanti!! Ku mohon padamu!" kata Lian to the point.
Yumna terperanjat. Dia menatap Lian dan berusaha tersenyum walau canggung. Sungguh dia merasa gugup hingga tangannya menjadi dingin dan berkeringat, Lian dapat merasakannya. Bagaimana tidak, ucapan inilah yang ditunggu tunggu Yumna dari Lian sejak dulu. Kini dia mendapatkan kalimat itu langsung dari mulut Lian. Terlebih lagi didalam suasana yang seperti ini. Ohhh... Tuhan!! Yumna ingin menjawab dan berkata "IYA atau OKE atau apalah" yang mengartikan dia menerima cinta Lian, tapi sayang lidahnya keluh dan kaku. Yumna hanya menunduk sambil mengumpulkan kekuatannya untuk berbicara. Melihat itu, Lian tertawa lucu.
"Hahaha.. Kenapa kamu jadi kaku seperti ini, Yumna!! Aku jadi takut kamu bakal menolak cintaku!!" ucap Lian mencairkan suasana.
Yumna tersenyum malu malu. Perlahan dia melepaskan tangannya dari genggaman Lian. Dia menyibakkan anak rambutnya ke belakang telinga, padahal saat itu rambutnya sedang diikat ekor kuda. Dia membelakangi Lian karena wajahnya kembali memerah.
Tiba-tiba Lian memeluknya dari belakang. Sontak Yumna kaget bukan main. Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini seumur hidupnya. Dipeluk oleh lawan jenis terlebih yang melakukan itu adalah orang yang dicintainya.
"Kenapa gak dijawab? Apa kamu tidak mencintaiku??" tanya Lian pelan sembari tersenyum jahil.
Yumna merasa sedikit risih karena wajah Lian berada tepat di lehernya. Dia merasa geli, namun ada sensasi kenikmatan di sana yang membuatnya membiarkan Lian tetap pada posisi seperti itu.
"A-aku juga mencintaimu," ucap Yumna gelagapan. Perlahan Yumna melepaskan pelukan Lian. Dia berbalik menghadap Lian yang sedang tersenyum bahagia atas jawaban darinya.
Lian kembali menggenggam kedua tangan Yumna. Mereka saling menatap dengan perasaan yang sama.
"Jawabanmu itu sangat membuatku bahagia dan lega. Terima kasih karena kamu telah menerima cintaku. Berarti sekarang kita bukan lagi teman, ataupun sahabat, kita adalah sepasang kekasih.." kata Lian berbunga-bunga.
Namun Yumna menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak menyetujui perkataan Lian barusan. Lian bingung melihat Yumna yang menggelengkan kepalanya.
"Kok geleng??" tanya Lian heran.
Yumna tersenyum kecil.
"Sepasang kekasih yang tetap seperti sahabat, yang selalu bersama dalam suka dan duka, selalu ada jika salah satu dari kita membutuhkan bantuan, dan berjanji tidak akan pernah pergi meninggalkan pasangannya sendiri.." jelas Yumna.
Lian tertawa lucu mendengar semua syarat yang diajukan Yumna. Dia tahu Yumna sedang menyindir dirinya pada kalimat terakhir. Dia merasa semakin gemes melihat wanita ini.
"Ada lagi yang kamu lupakan??" kata Lian pelan.
"Apa itu??" tanya Yumna penasaran.
Lian melepaskan tangan Yumna yang dari tadi digenggamnya. Salah satu tangannya berpindah ke belakang leher Yumna. Membuat Yumna bergidik geli, bulu bulu halusnya seakan berdiri.
"Jangan pernah menolak, jika salah satu dari kita menginginkan ini...."
Lian mencium bibir Yumna dengan tiba-tiba. Membuat Yumna membelalakkan matanya karena kaget dengan perlakuan Lian. Yumna tidak dapat berbuat apa apa selain pasrah. Dia tidak pandai membalas ciuman Lian karena memang ini adalah ciuman pertamanya, begitu juga Lian. Namun, karena Lian adalah laki-laki normal yang selalu ingin berbuat seperti ini kepada pasangan, maka dia cukup mahir dalam adegan ini.
Selesai puas menikmati bibir Yumna, Lian melepaskan ciumannya dan kembali menatap wajah Yumna yang terlihat malu malu. Lian tersenyum gemas, dia memaklumi sikap Yumna saat ini. Hanya Yumna yang masih terlihat bingung bagaimana caranya agar dia dapat mengalihkan wajahnya ketika dipandang serius oleh orang yang baru saja mencium bibirnya. Lian kemudian memeluk tubuh sintal Yumna. Dia memeluk Yumna dengan sangat erat. Dia menumpahkan segala kasih sayang dan kerinduannya yang sempat tertunda selama ini. Hari ini adalah hari dimana mereka menjadi sepasang kekasih. Akhirnya penantian hubungan mereka yang sempat renggang kini telah sama sama mereka ikat kembali.
Sebelum mereka pulang. Lian menyempatkan diri untuk berfoto selfie dengan Yumna. Dia ingin menyimpan foto Yumna. Foto yang ada bersamanya hanya foto saat mereka kecil. Lian ingin terus menyimpan fotonya bersama Yumna untuk yang sekarang.
( Bersambung 😊 )
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa