Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.
Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.
Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.
Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.
"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Sesampainya di ruangan pribadi yang tenang dan tertutup rapat, Tuan Zhao dengan penuh penghormatan meletakkan kantung kain itu di atas meja kayu berukir yang bersih. Ia membuka ikatan tali tersebut dengan gerakan sangat hati-hati, seolah-olah sedang menangani benda yang paling rapuh dan suci di dunia.
Sebuah bola kaca bulat sempurna dikeluarkan dan diletakkan di atas bantalan beludru berwarna gelap.
Sinar matahari siang yang masuk melalui jendela kaca menembus permukaan bola yang bening dan licin itu. Di dalamnya, terdapat pola-pola rumit yang berwarna-warni seakan menyimpan sebuah dunia kecil yang magis.
Tuan Zhao mengangkat wajahnya dan menatap Shen Yu yang duduk dengan tenang di hadapannya. Namun, saat cahaya matahari membias sempurna melalui bola kaca tersebut...
Bang!
Seketika, seluruh ruangan seakan berubah warna! Cahaya-cahaya indah berwarna-warni pelangi terpantul ke dinding, ke lantai, dan bahkan ke pakaian mereka berdua.
Ruangan yang tadinya biasa saja kini dipenuhi oleh ribuan titik cahaya yang menari-nari dengan sangat indah dan memukau!
Tuan Zhao tertegun mematung di tempatnya. Mulutnya sedikit terbuka, napasnya tertahan. Ia benar-benar takjub bukan main.
"Luarr biasa..." gumamnya pelan dengan suara bergetar. "Ini bukan sekadar kaca atau kristal biasa... Ini adalah Permata Matahari! Barang langka yang hanya ada dalam legenda!"
Ia menatap bola itu lagi dengan mata berbinar-binar, lalu menatap Shen Yu dengan pandangan yang kini berubah menjadi sangat hormat dan serius.
Orang yang bisa membawa barang seindah dan seberharga ini, pasti bukan orang sembarangan!
"......"Shen Yu hanya diam mendengar pujian itu, mulutnya sedikit terbuka. Permata Matahari? Wah, nama panggungnya keren sekali.
Padahal aslinya cuma kelereng mainan seharga beberapa yuan di toko swalayan.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa benda yang dianggap mainan murahan di dunianya bisa dipandang setinggi langit dan diberi nama seagung itu di sini.
Untuk menutupi rasa kagetnya, Shen Yu hanya mengangguk pelan dan sedikit menundukkan topi jeraminya agar wajahnya tidak terlalu terlihat berseri-seri.
"Benar... barang ini memang unik," sahutnya singkat dengan nada datar.
Ia pun mulai menceritakan kisah buatannya dengan tenang.
"Saya mendapatkannya secara tidak sengaja saat sedang menjelajahi sebuah gua tua di pegunungan bagian selatan. Di sana ada banyak kristal aneh, dan ini adalah salah satu yang paling bulat dan indah yang berhasil saya temukan."
Tentu saja, gua tua itu sebenarnya adalah lorong rak barang di supermarketnya.
"Karena saya baru saja sampai di kota ini dan belum memiliki uang sepeser pun untuk biaya hidup, saya bermaksud melangitinya... menjual atau menitipkan untuk dilelang," jelas Shen Yu langsung pada intinya.
Tuan Zhao yang masih terpesona memandangi bola kaca itu mengangguk-angguk cepat.
"Wajar sekali... barang seindah ini memang pantas dimiliki oleh orang yang bisa menghargainya," ucap Tuan Zhao penuh semangat. "Jangan khawatir, Tuan muda Saya tidak akan mengecewakan Anda!"
Shen Yu menganggukkan kepalanya pelan, lalu menatap Tuan Zhao dengan tatapan serius.
"Karena barangnya istimewa, sebaiknya jangan dijual biasa saja," ucap Shen Yu tegas. "Lebih baik dilelang. Biarkan para pembesar dan kolektor yang memerebutkannya. Harganya pasti akan melambung tinggi."
Tuan Zhao tertegun sejenak, lalu segera mengangguk penuh kekaguman. "Benar! Tuan muda bijaksana sekali. Barang seindah 'Permata Matahari' ini memang pantas dilelang secara megah. Saya setuju."
Keduanya pun mulai membicarakan soal pembagian keuntungan.
Tuan Zhao merapikan jubahnya, lalu berkata dengan nada bisnis yang tegas, "Bagaimana kalau begini? Saya yang menanggung semua biaya acara, keamanan, dan promosi. Nanti dari hasil penjualan bersih, saya ambil 40 persen sebagai biaya operasional dan keuntungan toko. Sisanya 60 persen murni untuk Tuan."
Begitu kalimat itu keluar, alis Shen Yu langsung tertekuk rapat. Wajahnya langsung berubah masam.
'40%?!' batin Shen Yu meledak. 'Apa dia mengira aku anak kecil yang bodoh tidak tahu pasar?!'
Di dunia modern, komisi jual beli atau lelang biasanya hanya berkisar 10 sampai 15 persen paling tinggi. Ini bukan main-main, dia mau mengambil hampir setengah dari harga barangnya!
Shen Yu menatap tajam ke mata Tuan Zhao. Walaupun berpakaian lusuh, tatapan mata pemuda ini tiba-tiba berubah sedingin es dan sangat tajam, seolah bisa menembus pikiran orang di depannya.
"Tuan Zhao..." suara Shen Yu terdengar pelan namun sangat berwibawa, "Apakah Tuan mengira saya tidak tahu harga pasar, sehingga berani menawar semena-mena seperti itu?"
Tuan Zhao yang tadinya tersenyum santai langsung tersentak. Senyumnya memudar seketika saat merasakan aura menekan yang keluar dari diri pemuda desa ini.
Melihat tatapan tajam Shen Yu yang seolah mampu menembus isi kepalanya, senyum di wajah Tuan Zhao menjadi kaku dan canggung.
Ia sadar bahwa pemuda di hadapannya ini bukanlah orang bodoh yang bisa dipermainkan dengan mudah, meskipun penampilannya sederhana.
"Ehem... maafkan saya, Tuan muda" ucap Tuan Zhao sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal, berusaha mencairkan suasana."Saya hanya mengajukan usulan awal. Tentu saja kita bisa mendiskusikannya lagi agar sama-sama merasa puas. Lalu... menurut Tuan, pembagian yang bagaimana yang terasa adil bagi kedua belah pihak?"
Shen Yu menatapnya datar, lalu mengangkat satu jari telunjuknya.
"10 persen," ucap Shen Yu singkat dan padat.
"Hah?!" Tuan Zhao hampir tersedak ludahnya sendiri. "Hanya 10 persen? Tuan, ini bukan jual beli biasa. Lelang butuh biaya sewa tempat, undangan resmi, keamanan, dan promosi besar-besaran. 10 persen terlalu sedikit, saya bisa rugi besar!"
"Rugi?" Shen Yu mendengus pelan. "Tuan Zhao, barang ini adalah 'Permata Matahari' yang langka. Dengan barang ini, nama toko Tuan akan naik setinggi langit. Banyak orang kaya akan berduyun-duyun datang, dan Tuan bisa menawarkan barang-barang lain kepada mereka. Itu sudah keuntungan besar yang tak ternilai."
Shen Yu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, suaranya rendah namun meyakinkan.
"Baiklah, sebagai tanda niat baik dan karena Tuan yang akan mengurus segalanya... 15 persen. Itu batas tertinggi yang bisa saya berikan. Kalau Tuan tidak mau, tidak masalah. Saya bisa mencari tempat lain yang mungkin lebih mau bekerja sama dengan harga yang wajar."
Tuan Zhao terlihat berpikir keras, keringat tipis mulai muncul di pelipisnya. Ia tahu tawaran Shen Yu sangat masuk akal. Memang benar, keuntungan tidak langsungnya akan sangat besar bagi reputasi tokonya.
15 persen sebenarnya masih sangat lumayan untuk komisi.
"Baiklah! Tuan muda benar-benar pandai bernegosiasi!" Tuan Zhao akhirnya menghela napas dan tersenyum lebar, kali ini senyum yang tulus dan taktik. "Sepakat! 15 persen untuk saya, 85 persen murni untuk Tuan. Itu sangat adil!"
Mereka pun akhirnya berjabat tangan. Kesepakatan telah tercapai. Shen Yu merasa puas, setidaknya ia tidak dipermainkan hari ini.
Setelah kesepakatan tercapai, Shen Yu kembali mengambil bola kaca tersebut dan menyimpannya dengan aman ke dalam kantung kainnya. Ia memutuskan untuk tetap membawa barang itu bersamanya, dan akan menyerahkannya tepat sesaat sebelum acara lelang dimulai.
Meskipun sedikit merasa berat hati dan enggan melepaskan benda seindah itu dari pandangannya, Tuan Zhao pun mengangguk setuju. Ia mengerti bahwa pemilik barang berhak memegang hartanya selama belum ada transaksi yang terjadi.
"Baiklah, tiga hari lagi acara akan kami selenggarakan dengan kemegahan penuh," ujar Tuan Zhao sambil mencatat tanggal di atas kertas. "Saya akan menyuruh orang menjemput atau memberitahu Tuan tepat waktunya nanti. Tempatnya di Aula, tepat di pusat kota."
Sebagai bentuk penghormatan dan demi memudahkan komunikasi, Tuan Zhao segera memanggil pelayan.
"Antarkan Tuan Shen Yu ke penginapan 'Jade Cloud' yang tidak jauh dari sini. Beritahu pengelola bahwa itu adalah tamu saya, pastikan kamarnya bersih dan nyaman, serta semua kebutuhannya terpenuhi," perintah Tuan Zhao tegas.
Proses pembuatan perjanjian pun dilakukan secara resmi. Mereka menuliskan seluruh kesepakatan di atas kertas berkualitas baik, menandatanganinya, dan menekan cap sidik jari masing-masing sebagai tanda sah dan mengikat.
Masing-masing pihak membawa pulang satu salinan dokumen tersebut sebagai bukti yang kuat.
Setelah urusan selesai, Shen Yu pun berpamitan dan pergi diantar oleh pelayan yang sopan, meninggalkan gedung toko tersebut dengan perasaan yang jauh lebih ringan dan bahagia.
Sesaat setelah sosok Shen Yu hilang dari pandangan, wajah tenang Tuan Zhao seketika berubah menjadi sangat bersemangat dan serius. Ia tidak bisa menyembunyikan kilatan mata yang penuh ambisi.
"Cepat! Panggil semua kepala divisi!" seru Tuan Zhao kepada anak buahnya yang sedang berjaga di pintu.
"Siap, Tuan!" anak buahnya segera bergerak sigap.
Tuan Zhao berjalan mondar-mandir dengan penuh energi di dalam ruangan. Ketika seluruh kepala divisi berkumpul di depannya, ia mengangkat suara dengan penuh wibawa.
"Dengarkan perintahku! Sebarkan berita ini ke seluruh penjuru kota! Sampaikan kepada semua keluarga bangsawan, pedagang besar, dan kolektor barang antik yang pernah bekerja sama dengan kita!"
Suaranya menggema di ruangan, penuh keyakinan.
"Katakan bahwa tiga hari lagi, Toko Bao Qing Tang akan mengadakan Lelang Agung! Dan barang utamanya adalah... Permata Matahari, benda langka yang konon hanya ada dalam legenda! Beritahu mereka bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk memiliki barang surgawi ini!"
Para bawahan ternganga kaget namun segera menyebar untuk menjalankan perintah. Mereka tahu betul bahwa ketika Tuan Zhao bersemangat seperti ini, hal besar pasti akan terjadi.
Reputasi Toko Bao Qing Tang di Ibu Kota sangatlah baik dan terpercaya. Karena itulah, begitu berita ini terdengar oleh para orang kaya dan pembesar, suasana di kalangan elit kota langsung menjadi heboh!
Mereka yang pernah berbisnis dengan Tuan Zhao tahu betul bahwa pria ini tidak pernah main-main dan barang yang ditawarkannya pasti berkualitas tinggi.
"Wah! Permata Matahari? Sungguhan?"
"Aku harus hadir! Tidak peduli berapapun harganya, aku harus memilikinya!"
"Siapkan dana segar! Tiga hari lagi kita membawa pulang barang surgawi itu!"
Antusiasme meledak di mana-mana. Beberapa keluarga bangsawan bahkan mulai bersiap menyumbangkan barang berharga mereka untuk ditukar atau menjualnya agar bisa mengumpulkan dana yang cukup besar.
Tuan Zhao tersenyum lebar menyaksikan efek yang diciptakan hanya dari satu bola kaca kecil. Ia berdiri di depan jendela, memandangi keramaian kota di luar dengan pandangan penuh kebanggaan.
Ia tahu, lelang ini akan membuat namanya semakin harum dan kantongnya semakin tebal. Lebih dari itu, ini adalah awal dari kerja sama besar dengan pemuda misterius bernama Shen Yu—orang yang mampu membawa barang ajaib seperti Permata Matahari ke dalam tokonya.
"Sekarang tunggu saja, siapa yang akan jadi pembeli terpilih..." bisik Tuan Zhao dengan senyum licik.