hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih jalan baru
Aidan sedang membersihkan kelas karena hari ini jadwal dia piket, menghapus papan tulis dan setelah membereskan kursi dia hendak pulang.
" baa!! " dahlia yang menunggu Aidan di luar keluar mencoba membuat Aidan terkejut saat membuka pintu
" apa! " Aidan sedikit terkejut
" hehe kaget gak? " dahlia terlihat gembira melihat ekspresi terkejut Aidan
" kamu belum pulang? " Aidan bertanya
" kita nunggu kamu buat pulang bareng "
" kita? "
Aidan melihat kesamping dan melihat Imel sedang duduk sambil memalingkan mukanya
" kamu juga nungguin ketua kelas? "
" ti-tidak aku dipaksa dia " Imel mencoba menyembunyikan rasa malunya
" yaudah ayo pulang "
Di perjalanan pulang mereka banyak berhenti karena dahlia terus mengunjungi toko-toko yang menarik perhatiannya, sekarang mereka sedang membeli eskrim.
" beli eskrim coklat 1 dan vanilla 2 ya bang " Dahlia memesan
Dahlia membawa eskrim yang dipesannya tadi dan memberikan ke Aidan dan Imel.
" nih eskrim coklat buat kamu Imel dan eskrim vanilla buat kamu Aidan "
" terima kasih " Aidan dan Imel mengucapkan terima kasih berbarengan
" sama-sama "
Mereka melanjutkan perjalanan mereka kali ini sambil memakan eskrim.
di pertengahan jalan Imel berpisah karena berbeda jalan pulang, tinggal Aidan dan Dahlia mereka melihat kakek-kakek yang terlihat kesusahan dengan barang bawaannya.
" sini biar saya bantu kek " Aidan menawarkan bantuan kepada kakek itu
" terima kasih sudah mau menolong kakek "
" santai saja, kakek mau kemana emangnya "
" kakek mau menjual ini ke pengepul barang bekas yang disana "
" lumayan jauh juga, kakek melakukan ini setiap hari? "
kakek ini mengangguk, Aidan terus menarik gerobak yang dibawa kakek itu tadi diikuti oleh Dahlia yang ikut mendorong dari belakang.
Sampai kakek itu langsung menjual barang yang sudah dikumpulkannya dan mendapat sedikit uang.
" nih.. terima kasih sudah membantu kakek " kakek itu memberi Aidan uang yang kemudian di tolak Aidan
" gak usah aku ikhlas kok, uang kakek simpan saja "
" baiklah kalau begitu sekali lagi terima kasih "
akhirnya Aidan sampai dirumah dan berpisah dengan Dahlia didepan rumahnya.
****************
Di malam hari Inda sedang berada di kamarnya, setelah pulang dari sekolah Inda nampak pusing.
Di sekolahnya tadi berita tentang penangkapan Reval sudah menyebar begitu pula dengan cerita bahwa mori menjual dirinya.
Gosip-gosip menyebar begitu saja bagaikan api yang di siram bensin, inda terus ditanya oleh teman sekelasnya tentang mori.
walaupun Inda mencoba untuk tidak peduli dengan keadaan mori tapi dia tetap tidak bisa.
Inda terus mencoba menghubungi nomor telepon mori yang tidak aktif sejak insiden itu.
keesokan harinya sebelum Inda pergi ke sekolah dia mencoba mampir dulu kerumah mori seorang diri.
ting nong!!! Bel berbunyi,orang dari dalam rumah kemudian keluar
" oh Inda ternyata lama tidak bertemu "
" halo kak melin, mori nya ada? "
" kamu mau menemui mori? Dia sedang di kamarnya "
" boleh aku bertemu dia "
" tentu saja boleh, silahkan masuk "
Melin mempersilahkan Inda masuk dan mengantarnya ke kamar mori.
" mori temanmu berkunjung "
Pintunya terkunci, mori tidak langsung menjawab
Kemudian pintu terbuka memperlihatkan kondisi fisik mori yang cukup buruk.
" Inda? " mori tampak bingung melihat Inda berkunjung
" ya ini Inda, boleh aku masuk? "
Mori membuka pintu dengan lebar mempersilahkan Inda masuk, melin tidak ikut kedalam lalu pergi.
Didalam kamar mori sangat berantakan baju berserakan dan lampu yang tidak menyala manambah kesan suram.
tidak ada langsung percakapan diantara keduanya saling menatap.
" maaf aku minta maaf sudah bertindak kasar"
Mori memulai percakapan dengan permintaan maaf.
" gak apa-apa, aku udah maafin kok "
Kemudian air mengalir dari mata mori isak tangis terdengar membuat suasana sedih, Inda memeluk mori yang menangis.
setelah mori berhenti menangis Inda pamit pergi.
" kamu kapan masuk sekolah lagi? " Inda bertanya
" tidak tahu, aku malu harus bertemu dengan yang lain "
" kamu gak usah pedulikan mereka, aku tunggu di sekolah "
Inda mengajak mori bersekolah lagi.
" aku sekolah dulu ya bye-bye "
Inda meninggalkan kamar mori diluar dia di sambut melin yang membawa minum.
" sudah mau pergi? Baru saja kakak buatkan minuman "
" haha maaf sudah merepotkan, sudah jam segini soalnya aku takut telat "
" yaudah sana kamu berangkat "
Inda berpamitan dan meninggalkan rumah mori, di depan gerbang Inda melihat Aidan berjalan didepannya.
Aidan sedang berjalan bersama perempuan yang tidak dikenal Inda.
" pagi Aidan " Inda menepuk pundak Aidan dari belakang
Aidan menoleh kebelakang dan melihat Inda
" pagi Inda kamu sedang apa ada di sini "
" aku baru berkunjung bertemu dengan mori "
mendengar nama mori membuat Aidan sedikit pucat
" bagaimana keadaannya " Aidan bertanya
" dia sudah baik-baik saja mungkin sebentar lagi bisa pergi sekolah "
" baguslah kalau begitu "
" omong-omong dia siapa "
" ah dia Dahlia dia baru saja pindah kesini "
Dahlia tidak menjawab karena sedang memakan sarapannya.
" halo nama ko dahlia " dia menjawab dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
sampai di sekolah Aidan di panggil guru bersama Imel, mereka di suruh menulis nama murid yang ingin ikut lomba.
Aidan menerima selembar kertas yang berisi nama-nama lomba yang diadakan, setelah menerima kertas tersebut Aidan dan Imel keluar dari ruangan.
" kamu mau ikut lomba apa ketua kelas? " Aidan bertanya
" entahlah lagipula aku tidak berniat lomba apa pun "
" hmm padahal aku ingin melihat kamu ikut lomba fashion show "
" kenapa? "
" lupakan, ayo kelas "
Jam pelajaran dimulai para murid kembali tenang.
Di jam istirahat Aidan sedang berdiri didepan kelas
" oke guys minta waktunya sebentar "
Seisi kelas menatapnya kemudian Aidan melanjutkan ucapannya
" sebentar lagi kita ada lomba, aku mau nulis siapa aja yang mau ikut "
Para murid terlihat antusias, banyak yang mengajukan diri untuk ikut perlombaan.
dan yang paling bersemangat adalah Dahlia dia sudah mengajukan diri di semua perlombaan.
seisi kelas masih terus berdebat tentang siapa yang harus menjadi perwakilan kelas untuk lomba nanti.
Waktu terus bergerak keputusan masih belum juga didapat.
" oke oke tenang aku udah catat semua, lebih baik kalian istirahat dulu sebentar lagi waktu istirahat habis" Aidan terlihat kelelahan menghadapi seisi kelas yang bersemangat
akhirnya kelas tenang, Aidan kembali ke kursinya mengeluarkan bekal dari tasnya.
" wow terlihat enak " Dahlia kembali menghampiri meja Aidan
" mau? " Aidan menawarkan makanannya
" boleh? Kalau begitu aku mau yang itu "
Dahlia menunjuk ke sosis yang digoreng kecoklatan, dia kemudian membuka mulutnya
" suapin " Inda meminta ke Aidan dengan nada yang lembut
" apa, kamu makan saja sendiri "
Dahlia terus menatap Aidan dengan mata memelas.
Aidan melihat sekitar memohon supaya tidak ada yang memperhatikannya.l,setelah merasa aman Aidan menyuapi dahlia
" hmm, enaknya " dahlia terlihat menikmati makanan yang diberi Aidan
Saat kembali melihat sekitar padangan Aidan bertemu Imel yang sedang menyaksikan Aidan dan Dahlia, Imel memalingkan wajahnya berupaya terlihat tidak peduli.