NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. memulai ritual

Dengan keyakinan diri yang begitu tinggi makam Mbah Rejo malam ini juga mendatangi desa Bondowoso, tentu dengan tujuan ingin melihat keadaan yang ada di sana karena sekarang dia telah mendapat tugas untuk menghentikan kejahatan yang telah dibuat oleh arwah seseorang, padahal bu RT dan juga Maimunah telah menyarankan untuk dia datang siang saja.

Namun dukun ini seolah dengan kepercayaan diri penuh malah mengatakan bahwa lebih baik dia malam hari saja mencari arwah gadis itu, sebab Dia merasa mampu dan tidak akan pernah bisa di kalahkan oleh arwah tersebut, ambisi di dalam diri dia juga begitu besar karena dia berharap nanti semua orang akan mengetahui bahwa dia adalah dukun paten.

Sudah Mbah Rejo bayangkan bahwa nanti ketika dia telah berhasil mengusir arwah itu maka seluruh warga akan menganggap dia bukan dukun sembarangan, bahkan bisa saja apa mor dia akan mengalahkan pamor Purnama yang selama ini begitu di bicarakan oleh banyak orang di desa dia sendiri atau bahkan desa orang lain.

Ambisi itu yang membuat Dia sangat ingin menemui hantu Mirasih malam ini juga, pada seharusnya dia mencari tahu terlebih dahulu bagaimana kekuatan yang telah dimiliki oleh arwah tersebut, sebab Mbah Rejo ini juga manusia dan dia tidak bisa bersikap sembrono seperti itu.

Purnama yang setengah iblis saja tidak pernah langsung mengambil tindakan demikian, sebab mereka harus mempertimbangkan terlebih dahulu bagaimana kekuatan lawan yang akan mereka hadapi sehingga nanti bisa bersiap dengan cermat, kalau main asal serang saja maka justru akan mendapat kekalahan telak Karena tidak tahu kekuatan dari lawan yang sedang mereka kejar.

Ini Mbah Rejo malah dengan berani mendatangi desa Bondowoso saat malam hari, sementara itu warga yang ada di sana sama sekali tidak ada yang berani keluar dari rumah saat malam hari, kamu sekarang Pak RT justru mengajak para warga untuk keluar dari rumah agar bisa menemani Mbah Rejo di pohon kapuk tersebut.

Mereka sangat yakin bahwa nanti Dukun itu pasti akan bisa melindungi mereka semua dari gangguan arwah Mirasih, sehingga tidak masalah bila malam ini mereka keluar dan semua berkumpul untuk membantu doa agar Mbah Rejo juga semakin kuat ketika nanti akan melawan komplotan para setan di desa mereka.

Tanpa mereka sadari bahwa ini adalah keputusan yang sangat salah karena apa yang di lakukan oleh Mbah Rejo adalah hal yang begitu menantang sekali, namun apa mau dikata karena bu RT juga sudah sangat percaya kepada dukun ini sehingga para warga lain juga merasa percaya dan memutuskan untuk keluar rumah.

"Ah Kenapa mereka harus menemukan Dukun itu sekarang?!" Narti terlihat sangat tidak suka.

Hamdan hanya diam saja karena dia tahu bahwa Narti sangat tidak menyukai keberadaan dukun itu, sebab Narti sangat berharap bahwa nanti arwah Mirasih bisa membunuh semua orang yang sudah menyakiti mereka baik dari perlakuan atau dari ucapan para warga itu.

Ini sekarang malah kedatangan dukun dan melihat dari gaya dukun tersebut maka sudah pasti Narti juga merasa takut, tentu dia takut bila nanti arwah sang anak akan menghilang dan tidak akan pernah datang lagi untuk menuntut bala kepada orang yang telah menyakiti hati mereka selama ini.

"Mbah Rejo akan membuang arwah yang selama ini gentayangan dan membantai warga desa kita, jadi sekarang kita kumpul di sini untuk membantu beliau membaca doa." Pak RT menatap seluruh warga yang sudah hadir.

"Baik, kami akan membantu membaca doa agar arwah Mirasih bisa pergi dari sini." jawab warga serentak.

"Mbah." Hamdan maju dengan keadaan tubuh yang terasa begitu lemah sekali.

"Ya?" Mbah Rejo menatap pria yang ada di hadapan dia sekarang.

"Bila memang ini adalah arwah Mirasih, bisa tidak nanti aku berbicara dengan dia saat arwah itu muncul?" pinta Hamdan karena dia ingin sekali bertanya kepada sang anak.

"Kau siapa nya?" Mbah Rejo memang tidak tahu bahwa Hamdan adalah orang tua dari Mirasih.

"Aku Ayah Mirasih, tolong beri aku kesempatan berbicara dengan dia saat nanti arwah Mirasih muncul." pinta Hamdan memelas.

"Kau tenang saja karena aku sudah berbicara kepada Mbah Rejo, nanti dia yang akan berbicara dan menanyakan siapa yang sudah membunuh dirinya." Pak RT menghampiri Hamdan.

Hamdan mengangguk lega karena dia memang ingin berbicara kepada arwah Mirasih karena dia penasaran siapa yang sudah membunuh anak dia ini, barangkali bila bertanya langsung dengan korban maka bisa mendapat jawaban, lagi pula ini sedang melakukan ritual untuk pengusiran sehingga nanti sudah pasti Mirasih akan muncul.

Deng, Deng.

"Apa yang dukun tua itu lakukan?" Maharani bertanya kepada Nilam.

"Ya Dia sedang memulai ritual lah." Nilam menjawab santai saja karena mereka memang mendapat tugas untuk mengamati.

"Pakai panci begitu, tapi panci siapa yang sudah dia ambil ya untuk melakukan ritual ini?" Maharani ingin tertawa.

Mbah Rejo memang sudah mulai melakukan ritual untuk pemanggilan arwah yang ada di sekitar pohon kapuk, dengan memukul panci yang memang sudah terlihat begitu tua menggunakan gagang dari cangkul yang juga sudah tua, dia berkeliling sembari membaca mantra agar arwah yang ada di sini segera berkumpul menemui dirinya dan bisa berbicara.

Sementara itu para warga mulai membaca doa agar bisa membantu Mbah Rejo memanggil arwah Mirasih, mereka tidak mau bila nanti sampai ada yang celaka karena ini adalah ritual terakhir agar para warga juga bisa mendapat ketenangan bila ingin keluar malam hari, terkekang di dalam rumah tentu saja membuat mereka sangat tidak nyaman.

Selain merasa tidak nyaman maka mereka juga kehilangan sebagian mata pencaharian, terutama untuk para pedagang makanan yang ada di sekitar desa Bondowoso ketika malam hari datang, mereka tidak mendapat pembeli dan bahkan mereka juga sudah tidak berani berjualan karena takut nanti mendadak Mirasih muncul lalu membantai mereka.

Deng, Deng.

"Datang dan hadapi aku sekarang, jangan mengganggu manusia yang tidak bersalah." Mbah Rejo berteriak lantang.

Deng, Deng.

"Aku memanggil untuk kebaikan dirimu juga, datang dan temui aku Dan mari kita berbicara agar menemukan solusi untuk dirimu itu." ujar Mbah Rejo kembali sambil terus berkeliling di pohon kapuk.

"Ah tidak yakin aku dengan dukun ini." Maharani sudah mulai meragukan.

"Sudah lah nikmati saja dulu pertontonan ini karena kita datang juga bukan untuk ikut campur, kau harus ingat pesan dari Purnama bahwa kita tidak boleh mengganggu ritual mereka." Nilam mengingatkan Maharani yang kadang memang agak gila seperti Arya.

"Dengan dia melakukan tindakan seperti ini saja sudah sama mengantarkan nyawa." Maharani menoleh kepada sang Besti.

Nilam cuma diam saja karena pun dia sudah tahu bahwa Mbah Rejo sama saja mengantar nyawa ketika memulai ritual ini, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa dan Purnama juga tidak memberi perintah agar mereka menolong ketika nanti Mbah Rejo akan celaka.

Sebab Purnama juga ikut kesal karena dia telah mendengar bagaimana selama ini Mbah Rejo berusaha keras untuk mengalahkan Purnama, jadi sekarang mereka biarkan saja bagaimana dukun tua itu akan menghadapi arwah yang sedang bergentayangan di desa Bondowoso ini.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
liat tuh dukun yang katanya sakti aja modar ...gak percaya sih sok2an julid ke purnama
Apriyanti
lanjut thor 🙏
K & T K & T
MET mlm Bess..
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
Nurr Tika
masih penasaran siapa yang bunuh mirasih
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!