NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:585
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 – LAUTAN KABUT DAN KEMUNCULAN RAJA LAMA

Perjalanan menuju Lembah Bayangan Abadi telah memasuki minggu ketiga. Jalur yang mereka tempuh semakin sulit – jalan tanah berubah menjadi lembah berawa yang licin dan penuh dengan rerumputan tinggi yang menusuk kulit. Udara semakin dingin dan lembap, dengan kabut tebal yang muncul setiap saat tanpa peringatan, membuat pandangan mereka terbatas hanya beberapa meter ke depan. Namun berkat Energi Nol yang mengalir dalam tubuh Nam Ling dan Liya, mereka bisa merasakan aliran energi alam di sekitarnya, menjaga mereka dari bahaya tersembunyi seperti jurang atau hewan buas yang terpengaruh kekuatan aneh.

“Hati-hati di sini!” teriak salah satu anggota tim bernama Kael, yang berasal dari Sekte Gunung Tinggi. Ia menunjukkan ke arah tanah yang mulai bergoyang lembut di bawah kaki mereka. “Tanah longsor besar pernah terjadi di wilayah ini. Kita harus berjalan beriringan dan tidak boleh menyentuh rerumputan berwarna hitam itu – itu adalah tanaman beracun yang bisa membekukan darah dalam hitungan detik.”

Nam Ling dan Liya saling melihat, lalu mengangguk. Mereka mengikuti petunjuk Kael dengan cermat, berjalan di atas batu-batu besar yang terbentuk secara alami sebagai jalan aman. Saat mereka melintas di sepanjang tepi jurang yang dalam, mereka melihat sesuatu yang membuat semua orang terhenti sejenak – di dinding tebing jurang, terdapat ukiran besar yang menggambarkan sosok raksasa dengan sayap burung dan tubuh manusia, sedang berperang melawan pasukan bayangan yang tak terhitung jumlahnya.

“Itu pasti salah satu makhluk dari zaman kuno,” bisik Elara yang juga ikut dalam tim ini. Ia telah membawa buku catatan khusus untuk mencatat setiap penemuan penting selama perjalanan. “Ukiran ini sangat mirip dengan yang kita lihat di Candi Keseimbangan Dua Alam. Sepertinya wilayah ini pernah menjadi medan perang besar.”

Saat mereka ingin melanjutkan perjalanan, kabut tiba-tiba turun dengan sangat cepat dan tebal hingga mereka hampir tidak bisa melihat tangan di depan wajah. Udara menjadi sangat dingin, dan suara angin yang bertiup keras terdengar seperti nyanyian makhluk tak dikenal. Tanpa disadari, mereka telah masuk ke dalam apa yang disebut “Lautan Kabut Abadi” – wilayah yang dikenal sebagai tempat di mana waktu dan ruang bisa bercampur menjadi satu.

“Semua orang kumpul bersama!” teriak Nam Ling dengan suara yang kuat untuk mengatasi suara angin. “Jangan menyentuh apa pun yang muncul dalam kabut ini – itu bisa jadi ilusi yang dibuat oleh energi alam yang tidak stabil!”

Namun sudah terlambat. Seorang anggota tim bernama Mira tiba-tiba menjerit dan menunjukkan ke arah kejauhan. “Lihat! Ada orang di sana!”

Di tengah kabut yang tebal, muncul sosok-sosok manusia yang bergerak perlahan ke arah mereka. Namun ketika mereka semakin dekat, semua orang menyadari bahwa itu bukanlah manusia biasa – mereka adalah makhluk transparan dengan wajah yang kosong dan tubuh yang terbentuk dari kabut dan embun beku. Mereka adalah “Bayangan Waktu” – makhluk yang terbentuk dari energi orang-orang yang hilang di wilayah ini ribuan tahun yang lalu.

“Jangan menyerang mereka!” teriak Liya dengan cepat. Ia telah merasakan bahwa makhluk-makhluk ini tidak memiliki niat jahat, hanya mencari jalan keluar dari siklus yang tak berkesudahan. “Mereka hanya ingin diperhatikan!”

Nam Ling mengangguk, lalu mengeluarkan sedikit Energi Nol dari tangannya yang menyatu dengan tangan Liya. Cahaya ungu keemasan menyala lembut, menyebar ke sekeliling mereka seperti bola pelindung hangat. Ketika cahaya menyentuh Bayangan Waktu, mereka mulai berhenti dan tampak seperti merespon energi itu dengan tenang.

“Salah satu dari mereka ingin berbicara dengan kita,” ucap Nam Ling dengan suara pelan. Ia bisa merasakan pikiran dan perasaan makhluk itu melalui ikatan energi yang terbentuk.

Salah satu Bayangan Waktu mendekat lebih jauh, dan suara yang samar terdengar di dalam pikiran semua orang: “Kita adalah prajurit kerajaan Aetheria… kita terpaku di sini setelah perang melawan kekuatan gelap… tolong… bantu kita menemukan damai…”

Liya mengangkat tangannya dengan lembut, mengirimkan energi hangat dari tubuhnya ke arah makhluk itu. “Kita akan membantu kamu. Tapi kamu harus memberitahu kita apa yang terjadi di sini. Dimana kekuatan gelap itu sekarang?”

Bayangan itu mulai berbicara dengan lebih jelas: “Kekuatan gelap itu… ia adalah Raja Zephyr yang telah tersesat… dulu ia adalah teman terbaik Raja Aetheria… namun keinginannya akan kekuatan membuatnya terpengaruh oleh energi dari dimensi lain… ia tidak mati dalam perang… hanya tertidur di dalam gua bawah tanah di tengah lembah… jika ia bangun lagi… dunia akan menghadapi kehancuran yang lebih besar dari sebelumnya…”

Sebelum bisa berkata lebih banyak, bayangan itu mulai menghilang perlahan, bersama dengan makhluk-makhluk lainnya. Kabut juga mulai menipis, memperlihatkan jalan yang jelas menuju sebuah lembah yang dalam dengan tebing batu yang menjulang tinggi. Di tengah lembah itu, terdapat sebuah gua besar dengan mulut yang terbentuk seperti rahang makhluk buas.

“Itu pasti tempat yang mereka maksud,” kata Arjuna yang telah menjadi salah satu pembimbing utama dalam tim. Ia melihat ke arah Nam Ling dan Liya dengan pandangan penuh perhatian. “Kita harus berhati-hati. Jika Raja Zephyr benar-benar ada di sana dan telah bangun, kekuatannya akan sangat besar.”

Mereka bergerak maju dengan hati-hati, memasuki gua yang dalam dan penuh dengan batu stalaktit yang menjulang dari langit-langit. Udara di dalam gua sangat dingin, dan setiap langkah mereka mengeluarkan suara gema yang menusuk telinga. Saat mereka mencapai ruangan utama gua, mereka terkejut melihat sosok pria yang sedang duduk bersila di tengah ruangan, dikelilingi oleh energi gelap yang menyala lembut namun sangat kuat.

Sosok itu perlahan membuka matanya – mata yang berwarna kebiruan namun penuh dengan rasa sakit dan kesedihan. “Akhirnya ada orang yang datang ke sini,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh dengan kekuasaan. “Aku adalah Zephyr, mantan teman Raja Aetheria. Dan aku telah menunggu lama untuk bertemu dengan orang yang layak untuk menerima kekuatan yang kumiliki.”

Nam Ling berdiri di depan barisan, tangan masih menggenggam tangan Liya. “Kami tidak datang untuk mengambil kekuatan darimu, Zephyr. Kami datang untuk membantu kamu menemukan jalan kembali ke kebaikan, seperti yang telah kami lakukan dengan Arjuna.”

Zephyr tersenyum dengan rasa sakit. “Arjuna… aku tahu nama itu. Ia adalah salah satu dari banyak yang terpengaruh oleh kekuatan yang sama dengan yang kumiliki. Tapi kamu tidak mengerti – aku tidak bisa kembali lagi. Energi yang kumiliki telah menyatu dengan diriku, dan jika aku melepaskannya, aku akan lenyap selamanya.”

Liya mendekat dengan lembut, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki niat jahat. “Kamu tidak perlu melepaskan kekuatan itu, Zephyr. Kamu hanya perlu belajar untuk mengendalikannya dengan hati yang baik. Seperti kita – kita memiliki Energi Nol yang bisa menghancurkan dunia, tapi kita memilih untuk menggunakannya untuk melindungi.”

Zephyr melihat ke arah tangan mereka yang saling menyatu, lalu merasakan energi yang mengalir di antara mereka. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut dan harapan yang lama hilang. “Energi Nol… benar-benar ada. Raja Aetheria pernah bilang bahwa hanya pasangan yang dicintai oleh alam semesta yang bisa mengendalikan kekuatan itu. Aku tidak pernah menyangka akan melihatnya dengan mataku sendiri.”

Tanpa berlama-lama, Zephyr mulai mengangkat tangannya, mengumpulkan energi gelap yang ada di dalam dirinya. Namun kali ini, energi itu tidak lagi terlihat mengerikan, melainkan mulai berubah warna menjadi ungu muda yang lembut. “Aku telah menyesal dengan semua yang kudapatkan. Aku ingin memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Bantulah aku untuk menggunakan kekuatanku untuk kebaikan.”

Nam Ling dan Liya mengangguk dengan senyum hangat. Mereka berjalan maju dan menyatukan tangan mereka dengan tangan Zephyr. Energi Nol mulai mengalir dari tubuh mereka ke arahnya, membantu ia mengendalikan dan membersihkan energi yang ada di dalam dirinya. Cahaya terang memenuhi seluruh ruangan gua, membuat semua batu dan stalaktit bersinar seperti permata.

Setelah beberapa saat, proses selesai. Zephyr berdiri dengan wajah yang sudah lebih cerah dan penuh dengan kedamaian. “Terima kasih,” ucapnya dengan suara penuh rasa terima kasih. “Sekarang aku bisa melihat dengan jelas lagi. Aku akan membantu kalian menjaga dunia ini, seperti yang seharusnya kulakukan ribuan tahun yang lalu.”

Mereka semua keluar dari gua dengan hati yang lega dan bahagia. Matahari mulai terbenam di ufuk barat, menyinari langit dengan warna jingga dan merah yang indah. Zephyr menjelaskan bahwa ia akan tinggal di wilayah ini untuk menjaga dan membersihkan energi alam yang tidak stabil, serta untuk membantu orang-orang yang tersesat di Lautan Kabut Abadi menemukan jalan pulang.

“Sekarang kita tahu bahwa bahaya besar telah teratasi,” kata Nam Ling sambil melihat ke arah lembah yang kini tampak lebih tenang dan damai. “Tetapi kita juga tahu bahwa masih banyak hal yang harus kita lakukan untuk menjaga kedamaian dunia ini.”

Liya menyandarkan kepalanya pada bahunya dengan lembut. “Ya, tapi kita tidak akan pernah sendirian lagi. Kita memiliki teman-teman dan sekutu yang kuat, dan cinta yang akan selalu menguatkan kita.”

Mereka melanjutkan perjalanan dengan langkah yang lebih ringan dan penuh semangat. Meskipun mereka tahu bahwa masih banyak misteri dan tantangan yang akan datang, mereka merasa siap menghadapinya bersama-sama. Di langit yang mulai gelap, bintang-bintang mulai bersinar terang, seolah memberikan perlindungan dan harapan untuk masa depan yang penuh dengan kebaikan dan kedamaian.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!