NovelToon NovelToon
La'grimas

La'grimas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

PERHATIAN!!!

Meisa mencintai Refaldo, tapi ternyata cintanya bertepuk tangan dan malah ada seseorang yang mencintai nya tanpa dia sadari. Pria tampan yang misterius yang berani mengambil kesucian nya.

Siapa dia?

"Karena cinta ku hanya dia, bukan dirimu!"

_Meisalia Michelle Danuarga_

"Hanya aku yang berhak atas dirimu, jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku!"

_Aryatama Arbano Adiwijaya_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Perlahan kedua mata Salia terbuka. Dia mendapati Grace sedang berdandan. Di meja rias nya.

"Kau mau kemana? "

"Aku harus bekerja di rumah sakit"

"Tadinya aku mau mengajakmu berlibur" kata Salia dengan nada kecewa.

"Yah.. Gimana ya.. Abis aku gak boleh mangkir dari tugasku.. Oh ya.. Mungkin besok kita bisa berlibur "

"Benarkah? "

"Iya, Salia sayang "

Salia tersenyum. Dia bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.

Grace hanya tersenyum sambil menggeleng.

♡♥♡♥♡♥♡

Tama sedang menelepon seseorang.

"Kau saja yang mengurus perusahaan ku di Indonesia.. Aku akan cukup lama disini, jadi aku percayakan semuanya kepada mu"

Tama mengakhiri panggilan nya. Kemudian dia memakai jas hitam nya. Dia keluar dari apartemen nya. Namun dia mendengar pintu apartemen Salia terbuka. Dia pun kembali memasuki apartemen nya.

Salia dan Grace keluar dari apartemen .

"Jadi sekarang kau mau kemana? " tanya Grace.

"Aku mau keluar.. Jalan-jalan.. Daripada di apartemen terus.. Aku takut pria yang semalam akan mengintai ku lagi "

Grace menepuk bahu Salia. "Hati-hati ya.. Aku mau berangkat.. Sampai jumpa "

"Iya, Sampai jumpa "

Grace berlalu meninggalkan Salia.

Sementara itu, Tama mengintip dari dalam apartemen nya.

Salia berlalu ke parkiran. Dia tidak menyadari Tama mengikuti nya.

Salia mengemudi. Dia merapatkan jaketnya yang tebal. Karena New York mulai menitikkan salju nya.

Salia melihat  spion. Dia terkejut menyadari ada sport hitam yang mengikuti nya. Dia menautkan alisnya.

Antara takut dan kesal. Dia kembali memperhatikan jalan Raya.

Tama tersenyum melihat mobil Salia berhenti di depan kedai kopi.

Tama melihat  Salia keluar dari mobil nya memasuki kedai kopi itu.

Tama memakai jas kotak-kotak nya, syal dan kacamata hitam. Dia keluar dari mobil memasuki kedai. Pandangan nya di edarkan ke seluruh penjuru kedai.

Dia tidak menemukan Salia. Tama berjalan gontai sambil manik abu-abu nya bergerak mencari Salia.

Dia menemukan nya! Salia sedang berbicara dengan pelayan wanita. Salia sesekali tersenyum. Dia pun berlalu ke ruang VVIP.

"Ruangan VVIP? Apa tidak salah? Dia tidak pernah memakai fasilitas istimewa.. Tapi kali ini dia minum kopi saja harus di VVIP? " batin Tama merasa heran.

Tama melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut. Di dalam kosong. Tidak ada Salia ataupun orang lain.

Tama pun masuk. Tiba-tiba, sebuah pistol tertodong ke kepalanya.

Ternyata Salia bersembunyi di balik pintu. Dia menodongkan pistol ke bagian belakang kepala Tama.

Tama cukup terkejut. Dia menaikkan masker nya.

"Jangan bergerak! "

Tama menurut. Salia berjalan maju ke depan Tama tanpa menurunkan pistol nya.

Salia menatap Tama dengan tajam. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Tama. Karena Tama memakai masker.

"Siapa kau? Kenapa kau mengintai ku? "

Tama tersenyum di balik maskernya.

"Tindakan cukup bagus untuk ukuran seorang dokter pembantu polisi "

Deg

Salia menautkan alisnya. Dia mengenal suara itu. Suara pria yang semalam memasuki kamar nya.

"Dengar, aku tidak punya masalah dengan siapa pun, termasuk dirimu.. Jadi.. Lebih baik kau jangan ganggu aku.. Atau aku akan melaporkan mu pada polisi " ancam Salia.

"Laporkan saja, tidak ada bukti kan? "

Deg

Benar juga...

Salia bingung harus bagaimana menghadapi orang asing yang mengaku mengintai nya itu.

"Berhenti mengganggu ku, atau aku akan menembak mu! " ancam Salia.

"Tembak saja" kata Tama sambil maju. Salia terpundur.

Mana mungkin dia menembak orang. Yang ada dia yang bisa masuk penjara.

"Tembak" tantang Tama sambil terus mendekat. Salia mundur.

"Jangan mendekat!! "

"Aku tahu kau tidak bisa menembak ku, tugas mu mengobati luka bukan membuat luka"

Salia menggeleng. "Aku bisa sangat liar dan mencakarmu lalu mematahkan lehermu! Dan menghabisi mu!! " teriak Salia panik.

Tama tersenyum di balik maser nya. "Liar? Coba kita lihat seliar apa diri mu, cantik "

Tama semakin dekat. Salia terpojok ke dinding. Dia menendang dada Tama. Dengan gesit Tama menghindarinya.

Salia menyerang Tama. Tama menangkap tangan Salia yang membawa pistol. Dia berhasil menyingkirkan pistol itu dari tangan Salia.

Tama mendorong Salia cukup keras ke sofa yang berada disana. Tama menindihnya. Salia berontak. Namun apa daya tubuh Tama begitu besar dan berat menimpa nya.

"Hhh.. Tolooong!!! "

Tama membekap mulut Salia. "Jangan berteriak, pistol mu ada padaku.. Bagaimana jika aku benar-benar menembak kepala cantik mu? "

Seketika Salia bungkam. Dia menatap tajam manik abu-abu milik Tama. Sungguh mata yang Indah meski terkesan tajam.

"Bagus, aku lebih suka melihat  mu diam" kata Tama. Tama pun melepaskan bekapannya.

"Apa salah ku sehingga kau mau mengintai ku? " geram Salia.

"Kesalahan mu karena kau anak nya Michael.. Pria gila itu telah menghabisi adikku dan aku akan menghabisi mu karena itu.. Tapi setelah ku pikir-pikir, kau lebih pantas jadi milikku daripada menjadi korban pisau ku"

Deg

"Jika kau punya urusan dengan papa, selesaikan dengan papa! Aku tidak ada sangkut pautnya dengan itu! "

"Lalu, kenapa ayahmu membunuh adikku yang juga tidak ada sangkut pautnya dengan persaingan bisnis kami? "

"Itu urusan kalian! Aku tidak mau tahu!! "

Tama menatap manik hazel terang milik  Salia yang begitu menyejukkan dan membuat nya tenggelam.

"Apa kau keberatan? " tanya Tama.

"Iya!! Sangat keberatan! Menyingkir dariku! "

"Tidak akan.. Bukankah nanti kita juga akan seperti ini?"

Deg

"Apa maksudmu!! Sialan!! "

"Jangan berteriak padaku! "

"Kalau begitu menyingkir dariku! "

Tama pun bangkit dari Salia. Dia berlalu sambil membawa pistol milik Salia.

"Aku suka pistol ini, akan ku jadikan kenang-kenangan " kata Tama kemudian pergi.

"Ah! Sialan!! "

♡♥♡♥♡♥♡

By

Ucu Irna Marhamah

1
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
love buat karakter tama dan salia kalian the best, aku suka banget sama cerita kalian 😘😍
Bear
Thor? Kapan lagi sih up nya?🫠
Bear: Author?🙂
total 1 replies
Bear
Dari tadi nyari akhirnya salila🥹🫠🫠🫠
Rini Haryati
lnjut thor
bagus ceritanya
semangat
YuWie
Hiatus ya...mau baca gak jadi nih. krn ntar malah gantung di hati dan pikiranku
cici
lanjut ke sini setelah cerita emk nya ..🏍️🏍️🏍️
yuris ir
up lagi yg banyak thor biar ngk lupa jalan ceritanya
ძ⃝ᥱm᥆⃟ᥒᥱss⃝☯​᭄
Roberto dan mykhalista akan kah bersama? apa lagi ada Megan yg gatau siapa ayah nya,,,kasihan🥲
🌷
kangen bgt sama cerita ini tp up nya lama pake bgt 😢
Acih Afiqa
mampir
Putri Parameswara
udah hamil besar mbok Yo diem d rumah aja
Kandou Mhey
huuaaa aku kangen sama Author 😭
rajin up nya dong thor hampir lupa jalan cerita nya Salia dan Tama aku
Putri Parameswara
serem amat ya ampun
sampe senam jantung gini mlm2 😔
Putri Parameswara
itu hantu bkn sih
bikin takut aja 😩😩
Putri Parameswara
ya ampun serem amat🥲🥲
bacanya mlm2 lg 😭😭
Nur Hayatie
lanjut lg thor
funniesz
😍
Nayra Syafira Ahzahra
Alhamdulillah..... makasih Thor Upnya 😊😊😊
Senora Ahmad
astaha tuhan,,,, dpt notif langsung cuss aqoh...😘😍😁😀
Sri Ka
lama baru up, bacanya sambil ingat" nama tokohnya, semangat thor biar reader ndak pada lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!