" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"
Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.
Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.
Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.
Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.
Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.
Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.
GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENDERITAAN GENDIS
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
GENNNNDIIIIIIIIIIIIISSSSSSSSS !!!!!!!!!!!
Tak sanggup aku melihatmu berada dibalik jeruji besi itu Gendis. Siapa pun yang melihatnya tentu meringis perih, terluka batin, dan hati yang tersayat sayat. Aku juga manusia biasa, yang bisa merasakan apa yang kamu alami Gendis.
KENAPA KAMU DIAM SAJA!!!!!
KENAPA KAMU TIDAK MEMBELA DIRIMU GENDIS??!!!!!! KENAPA!!!!!!
Apa kamu senang meninggalkan aku disaat aku mulai mencintai dan menyayangimu, memulai kembali semuanya dari awal perjalanan cinta kita. Cinta yang haram berubah menjadi cinta suci yang halal.
Apa kamu senang melihatku menjadi berantakan seperti ini!!
Bisa aku bayangkan lantai yang dingin, dinding yang dingin, tidur tanpa alas dan bantal. Hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong. Hanya makan nasi cadong. Hanya melihat dinding dan pagar jeruji besi. Penuh, sesak dan pengab. Jauh dari kata bersih dan rapi. Sampah dan kotoran berserakan. Jemuran digantung disekitar kamar mandi. Astaghfirullah.......
SUNGGUH MIRIS HIDUPMU GENDIS........
SUNGGUH TRAGIS MASALAHMU GENDIS......
APA KAMU TIDAK KASIHAN MELIHAT DIRIMU GENDIS.
AKU TIDAK TAHU HARUS BERBUAT APA.
Aku akan mengeluarkanmu dari jeruji itu Gendis, akan aku cari bukti tentang siapa dalang dalam masalah ini.
Satu hari kemudian aku mendapat informasi, bahwa memang banyak nota nota fiktif, tapi bukti bukti itu hilang begitu saja sewaktu Gendis dilaporkan. Sudah dalam perencanaan, karena promosi jabatan yang akan diterima Gendis ke Pusat. Ada beberapa seniornya yang tidak terima. Anak baru seperti Gendis sudah dapat promosi jabatan sedangkan senior yang sudah 10 tahun tetep anteng di posisi staf. Sudah jelas ini PENJEBAKAN.
Gendis tidak bisa berbuat banyak, yang pertama Gendis tidak memakai jasa pengacara. Yang kedua semua bukti ada dikanyor Gendis, dan Gendis tidak berkutik di penjara. Yang ketiga INI SUDAH TAKDIR.. Sungguh konyol, apa yang ada dipikiran wanita itu.
"INI TAKDIRKU IQBAL, INI TEGURAN UNTUKKU, BIAR AKU MENJALANI HUKUMAN INI SEMUA DI DUNIA DENGAN IKHLAS SEBELUM AKU DIHUKUM OLEH ALLAH SWT DI NERAKA. SANGGUP TAK SANGGUP SEMUA HARUS KUJALANI IQBAL, AKU MOHON KERIDHOAN MU AGAR AKU KUAT MENJALANI HUKUMAN INI"
Tangisan Gendis pun pecah, suaranya pun mengering seperti sakit yang tertahan.
"Susah payah aku membangun karirku sampai dipuncak kalau pada akhirnya aku dijatuhkan begitu saja bagaikan sampah tak berguna, dengan cara kotor dan menjijikan seperti ini. Aku diam bukan berarti kalah, aku diam bukan berarti aku mengakui semua nya, tapi aku diam karena aku kasihan dengan mereka. Di penjara seperti ini tidak enak mas, disini dingin, tidur hanya dilantai, makanan pun tidak enak. Aku harus sabar, dosa yang aku perbuat lebih besar dari hukuman ini. Ini baru teguran mas Iqbal, kalo aku sudah tak sanggup, lalu bagaimana siksaan Allah SWT yang sesungguhnya. Apa aku sanggup dan siap?, kita harus ikhlas mungkin setelah ini kita akan bahagia." ucap Gendis dengan terbata bata karena Isak tangisnya.
"Aku akan cari cara Gendis, untuk bisa mengeluarkanmu dari sini, sebelum kamu berlayar dari sini. (Fyi, berlayar disini pindah ke Rumah Tahanan karena berkas sudah P21 atau siap untuk persidangan.).. Aku tidak akan memenjarakan orang yang berbuat ini padamu, tapi aku akan mengeluarkanmu dari sini.
Tepatnya Dua Minggu kemudian, Aku mengenalkan seorang Habib sekaligus pengacara, namanya Habib Al Jufri.
Aku mengenal dari salah seorang ustad yang juga adik sepupuku.
Dijelaskan semua duduk perkaranya, tanpa ada yang ditambah atau dikurangi.
Beliau memiliki kawan di POLRI yang minimal membantu meringankan hukumannya.
Tapi Iqbal bersikukuh untuk bisa mengeluarkan Gendis apapun caranya.
"Baik, ana akan bantu antum mengeluarkan harim antum, tapi antum harus mengikuti semua kata kata ana. Jangan bertindak gegabah dan konyol. Insya Allah 2 Minggu lagi, istri antum bisa bebas tanpa syarat." Ivan Habib Al Jufri.
Dua Minggu itu sama dengan 14 hari. Setiap hari ada saja yang harus dilakukan. Demi Gendis, tidak ada kata pantang mundur.
Mulai dari pukul 19.00 sampai jam 02 .00 sholawat nabi 1000x.
Ini dilakukan sampai dua Minggu kedepan.
"ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD"
Selama itu juga sering mengantarkan Habib ke POLDA ataupun ke POLRI berkunjung silaturahmi kepada teman temannya, dan membahas masalah Gendis.
Dari semua keterangan sudah tidak bisa membantu Gendis, karena masalah ini masalah besar dan Perusahaan Gendis sudah membayar mahal untuk kasus ini. Dan menginginkan Gendis tetap dipenjara dan kasusnya berlanjut sampai persidangan.
"Antum dengar sendiri sudah tidak ada cara lagi, menurut antum bagaimana?" ucap Habib.
"Ana yakin bisa keluar bib, bantu ana dan Gendis bib, dia seorang mualaf, berilah angin segar untuk menata hidupnya kembali." ucap Iqbal mantap dan penuh keyakinan.
"Baiklah antum ikut ana, ke rumah ana sekarang!" ucap Habib tegas.
"Baik bib." ucap Iqbal menurut.
Sesampai di rumah Habib Al Jufri, Iqbal dan Ustadz Ono sepupunya, dibawa masuk ke salah satu ruangan. Disana banyak terpasang foto dan lukisan Wali Allah, Kaligrafi ayat Alquran dan beberapa kitab.
"Duduk disini, ana mau berkomunikasi dengan salah satu Wali Allah, minta petunjuk untuk antum."
Habib pun memejamkan matanya, memegang tasbihnya, dan merapalkan doa doa, kemudian berbicara entah dengan siapa, seperti dengan sahabatnya, begitu mesra dan hangat.
Satu jam kami menyaksikan hal itu, dan benar benar nyata tidak ada rekayasa.
Mata Habib pun terbuka, dan bingung melihat kita yang juga melongo dengan kejadian tadi.
"Antum sudah dengar sendiri, Harim antum bisa dibebaskan dengan syarat SHODAQOH.
Bersedekah beras untuk anak yatim sebanyak 250 kg. Bungkus masing masing 2.5 kg. Lakukan hari ini juga dan selesaikan pembagiannya hari ini juga. Lihat besok apa yang akan terjadi. Sekarang lakukan." ucap Habib tegas.
"Iya bib, kita berdua permisi dulu."
Hati ini adalah hari kesebelas. Aku sangat yakin dengan ucapan Habib, semua memang di luar nalar kita, tapi semuanya itu benar.
Sekarang sudh Dzuhur waktu kita kurang lebih hanya 4 jam melakukan sedekah ini.
Alhamdulillah waktu 4 jam berlalu, selesai juga sedekah ini, Insya Allah, semua doa doa kita di Ka'bah oleh Allah SWT.
Keesokkan harinya..
Pagi pagi sekali Habib sudah telepon Iqbal.
"Assalamualaikum, gimana bib?" ucap Iqbal.
"Waalaikumsalam, ana ada kabar baik buat antum Iqbal. Harim antum bisa bebas hati ini setelah Dzuhur. Tadi malam teman ana di POLRI menghubungi ana, dia mau bantu ana, padahal sebelumnya dia gak mau bantu ana. Kita ketemu dirumah ana jam 8 ya iqbal." ucap Habib.
"Siap bib, ana kesana." ucap Iqbal penuh semangat.
Alhamdulillah.. Ya Allah perjuanganku tidak sia sia, begitu juga dengan pengorbanan Gendis yang sabar dan ikhlas pun membuahkan hasil.
Tepat satu bulan Gendis berada di balik jeruji yang dingin itu.
FLASHBACK ON
SEMUA KEKUASAAN DAN KEBESARAN ALLAH SWT, KUN FAYAKUN.
KITA SEBAGAI MANUSIA HARUS YAKIN HANYA ALLAH SWT PENOLONG HAMBANYA.
JADI JANGAN BERHARAP KEPADA SESAMA MANUSIA KARENA ITU AKAN BERUJUNG KESEDIHAN.
-------+++--------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
subhanalloh.....
wanita surga " Sayyidah Fatima Az-Zahra "
❤️❤️❤️
NEXT
bisa mampir lagi
apa kabar ?
alhamdulillah baru sempat mampir lagi 😊😊🤗🤗
mohon dukungan
My lovely Gea
Istriku dokter Cintaku