NovelToon NovelToon
Terpenjara Dendam Pengacara Lin

Terpenjara Dendam Pengacara Lin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:97.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Dia bukan pembunuh, namun dia di cap sebagai pembunuh oleh pria yang menjadikannya istri atas dasar dendam. Adiknya yang meninggal terjatuh dari atas gedung, dan menjadikan Laras sebagai tersangka pembunuhnya.

Kehidupan pernikahan yang tidak seperti Laras bayangkan. Hanya penuh dengan penderita dan siksaan. Namun, Laras tidak bisa terlepas dari Lin sampai dia puas melampiaskan dendamnya.

"Aku akan membuatmu menderita, sampai kau memilih untuk mengakhiri hidupmu sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menemukanmu, Arlin?!

Lin benar-benar seolah kehilangan sesuatu dalam dirinya. Sudah dua hari berlalu dan Laras benar-benar tidak menyapanya sama sekali. Dia bahkan selalu menghilang di saat Lin pulang bekerja dan bangun di pagi hari. Lin menyadari jika Laras benar-benar sedang menghindarinya. Dua hari ini, mereka benar-benar tidak bertemu meski hanya berpapasan saja. Laras benar-benar menghindari suaminya dengan sebisa mungkin.

"Ada apa denganku? Kenapa aku tidak nyaman seperti ini"

Lin menutup berkas yang sedang dia baca, melemparkan ke tumpukan berkas lain dengan kesal. Sungguh dirinya saat ini tidak bisa fokus bekerja. Bagaimana sekarang bahkan dia yang hanya memikirkan tentang istrinya.

Pintu ruangan yang tiba-tiba terbuka, membuat Lin langsung menoleh. Dia menghela nafas saat melihat Viona yang langsung masuk ke dalam ruangannya. Setiap jam makan siang, Viona selalu datang ke Kantornya ini.

"Bisa tidak untuk mengetuk pintu saat masuk?" ucap Lin.

Viona sedikit tertegun, melihat nada dingin dari Lin padanya. Sebenarnya sudah beberapa hari ini pria itu bersikap sedikit dingin padanya. Membuat Viona bingung kenapa Lin jadi seperti ini.

"Kak Lin kenapa? Kok kayak sedang banyak masalah" ucap Viona, dia menarik kursi di depan meja kerja Lin dan duduk disana.

Lin mengusap wajah kasar, dia tidak ingin membuat suasana kacau. Mau bagaimana pun Viona tetap adalah gadis yang dia cari selama ini. Jadi dia tidak akan pernah bisa terlalu dingin padanya.

"Aku hanya sedang banyak pekerjaan saja" ucap Lin.

Viona mengangguk mengerti, tapi dia jelas bisa melihat raut wajah Lin yang cukup gelisah saat ini. Mengingat tentang pembicaraan beberapa hari lalu, tentang Lin yang menceritakan Laras bertemu dengan seorang pria yang mengaku pacarnya. Lin terlihat sangat marah dan bahkan tidak bisa menahan dirinya. Viona cukup menyadari situasi ini.

"Yaudah, sekarang ayo kita makan"

Lin menahan tangan Viona yang sudah menarik tangannya untuk pergi makan siang. "Hari ini kau pergi makan siang sendiri saja. Aku ada janji dengan klien"

Viona juga tidak bisa memaksa Lin, jadi dia memilih untuk pergi saja. Sementara Lin juga tidak pergi bertemu klien, karena dia jelas tidak ada janji temu dengan rekan kerja manapun.

"Aku pulang lebih awal, kalau ada pekerjaan apapun hubungi aku saja" ucap Lin pada Sekretaris.

Entah sengaja atau apa, tapi Lin benar-benar ingin pulang lebih cepat sekarang. Dan ada harapan jika dia pulang siang seperti ini, maka bisa bertemu dengan istrinya. Lin benar-benar bingung dengan dirinya sendiri saat ini.

Benar, saat dia pulang ke rumah dia melihat Laras yang sedang makan siang di meja makan. Lin langsung menghampirinya dan Laras sedikit kaget dengan kedatangan Lin. Namun, dia berusaha biasa saja, sampai berpura-pura tidak melihat keberadaan suaminya disana.

"Kau masak? Aku lapar dan belum sempat makan siang" ucap Lin.

Laras sedikit tertegun, apalagi ketika suaminya duduk disampingnya. Laras segera berdiri, menoleh pada Reni yang sedang mencuci piring di wastafel.

"Mbak, Tuan Muda ingin makan siang disini. Tolong disiapkan ya" ucap Laras.

"Iya Nona"

Lin langsung terdiam melihat itu, bagaimana Laras yang benar-benar tidak menyapanya saat ini. Lin menahan tangan Laras yang sudah hampir pergi.

"Aku ingin kau yang menyiapkan makanan untukku" ucap Lin.

Laras langsung melepaskan pegangan tangan Lin di lengannya. "Bukannya tidak ingin dilayani oleh aku. Dan lagian aku hanya istri bayangan"

Lin terdiam mendengar itu, entah kenapa hatinya berdenyut sakit. Melihat Laras yang benar-benar berlalu pergi dari hadapannya.

Ada apa ini? Hatiku sakit sekali.

*

Satu minggu berlalu, Lin benar-benar merasa ada yang berbeda dengan dirinya ini. Melihat Laras yang bahkan tidak lagi menyapanya, dia yang tidak lagi mencoba membuat Lin luluh dengan membuatkan makanan atau menyambutnya pulang kerja. Sekarang Laras benar-benar tidak bisa melakukan hal itu.

Malam ini Lin baru saja pulang ke rumah, dia duduk sebentar di sofa ruang tengah. Lalu ada Reni yang datang menghampirinya. Lin sedikit bingung ketika melihat Reni yang seperti ingin mengatakan sesuatu, namun dia seolah ragu.

"Ada apa?"

Reni mengambil sesuatu dari dalam saku bajunya, lalu dia memberikan sebuah amplop putih pada Lin. "Dari Nona Laras"

Lin langsung mengerutkan keningnya bingung, dia mengambilnya dan melihat amplop putih itu dengan bingung. "Apa dia sengaja memberikan surat ini padaku? Kenapa tidak bicara sendiri saja, dimana dia sekarang?"

"Sebaiknya Tuan Muda baca dulu saja suratnya. Saya permisi dulu"

Setelah Reni berlalu, Lin segera membuka amplop putih itu. Dia mengambil kertas dari dalam amplop itu dan membukanya. Jelas tulisan tangan terlihat meruntut rapi disana.

Aku menemukanmu.

Terima kasih sudah menjadikan aku seorang istri. Meski bagimu aku hanya istri bayangan. Meski bagimu pernikahan ini hanya sebuah lelucon saja, tapi aku menganggap pernikahan ini serius.

Sebenarnya aku ingin terus berjuang demi pernikahan kita. Tapi apa daya ketika nyatanya aku tidak sekuat itu.

Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi, tapi aku senang bisa melihatmu kembali. Aku menemukanmu. Selama ini aku selalu mencarimu, dan aku menemukan jika pria yang aku cari adalah pria yang menikahiku. Satu alasan yang membuat aku ingin bertahan dan berjuang.

Tapi apa daya saat kamu saja tidak inginkan aku bertahan. Bukannya kamu pernah bilang, jika kamu tidak akan membunuhku jika bukan aku inginkan kematian itu sendiri.

Tidak. Jangan berpikir berlebihan, aku masih seorang manusia yang sadar dan berpikir jernih. Aku tidak akan mengakhiri hidupku sendiri. Tapi aku tidak bisa terus bertahan.

Semoga kamu selalu bahagia, Arlin.

Deg,, surat itu terjatuh begitu saja, terlepas dari genggaman tangannya. Hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu. Gadis masa kecilnya. Tapi, Viona pun tidak pernah memanggilnya seperti itu.

Lin menyadari masih ada sesuatu di dalam amplop itu, sebuah foto dirinya saat masih kecil. Entah darimana Laras menemukannya. Lin membalik foto itu dan menemukan tulisan disana.

Aku senang bisa menemukanmu, Arlin.

Tes,, air matanya menetes begitu saja mengenai foto itu. Apa ini? Mungkinkah memang Laras adalah gadis masa kecilnya?

"Apa kamu adalah gadis kecil itu?"

Lin mengusap air matanya dengan kasar, dia segera berdiri dan mencari Reni. Menemukan Reni di dapur. "Reni, dimana Laras sekarang? Katakan padaku!"

Reni sedikit gemetar melihat wajah dingin Tuannya itu. "Saya tidak tahu Tuan, Nona hanya izin pergi membeli barang ke supermarket dan menitipkan itu pada saya. Tapi sampai sekarang belum juga pulang"

Lin tidak menjawab apapun, dia berlari dengan menyambar kunci mobil di atas meja. Dia harus menemukan Laras sekarang.

Bersambung

1
Rahma Intan
Luar biasa
Mega Mega
g terbayang ya se menderitanya istri..tp anehnya di ajak balikan mau...
Ken L
nara & suaminya jg ada andil dlm kecelakaan Lin. harusnya mereka sdh dipertemukan sebelumnya
Nismawati
Luar biasa
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Ferayaty
manarik&jg menitikkan air mata sangat terharu thor
Ferayaty
menarik,ada sedihnya ikut menangis bacanya
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Nona Aan Chayank
Nyimak dulu
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Raditya
Luar biasa
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Raditya
Biasa
Aida Wulandari
Luar biasa
Eli Sugiarti
, geregetan sama Laras
Hairani Siregar
sedih thorrr. katanya pengacara hebat, kok tdk d selidiki kematian adiknya dgn benar. mlah lngsung mengambil ke smpulan bgitu. entar nyesal baru lu pusing guling2.
Dewi deww
lanjuuttt
dhianti wulandari
makasih thor...utk novel'y...😍😍😍
Nita.P: bulan depan relais cerita Reni dan Axel ya. pastinya gak kalah seru
total 1 replies
gempi
j
Ira Nadira
Luar biasa
Ira Nadira
tak terasa air mata ku mengalir meratapi nasip laras yg menyedihkan yg selalu disakiti suaminya sendiri😭
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
ya thor penasaran kisah reni alex,,,di tunggu ya,,,
Nita.P: Mampir di karya terbaruku.. judulnya CASANOVA TRUE LOVE.

Untuk cerita Reni dan Axel, ada di judul PERNIKAHAN TANPA RESTU
total 3 replies
Pujiastuti
akhirnya Laras mau juga ikut sama Lin, memang suami istri itu harus selalu bersama Laras dukana pun suami tinggal

lanjut kak tetap semangat ya upnya 💪💪🤗🤗
Pujiastuti
pasti hatimu makin lega kan Lin setelah mendengar apa yang oma mu katakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!