NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Mommy

Istri Pilihan Mommy

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Ibu Pengganti / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Menikah Karena Anak / Gadis nakal / Duda / Tamat
Popularitas:12.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

#TURUN RANJANG

Tiga tahun pasca sang istri meregang nyawa saat melahirkan putranya, Zeshan tetap betah menduda dan membulatkan tekad untuk merawat Nadeo sendirian tanpa berpikir sedikitpun untuk menikah lagi.

Namun, hal itu seketika berubah setelah Mommy-nya datang dan berusaha meluluhkan hati Zeshan yang telah berubah sebegitu dinginnya. Berdalih demi Nadeo, Amara menjanjikan akan mencarikan wanita yang pantas untuk menjadi istri sekaligus ibu sambung Nadeo.

Zeshan yang memang terlalu sibuk dan tidak punya kandidat calon istri pasrah dan iya-iya saja dengan siapapun pilihan Mommy-nya. Tanpa terduga, Mommy Amara ternyata merekrut Devanka, adik ipar Zeshan yang mengaku sudah bosan sekolah itu sebagai calon menantunya.

*****

"Ingat, kita menikah hanya demi Nadeo ... jangan berharap lebih karena aku alergi bocah bau ingus." -Zeshan Abraham

"Sama, aku juga alergi om-om bau tanah sebenarnya." - Devanka Ailenatsia

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

PLAGIAT/MALING = MASUK NERAKA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 - Dua Digit

Entah apa yang terjadi padanya, sudah dua kali dia mempermalukan diri sendiri. Pasca kemarin salah tanggapan karena mengira Devanka akan cemburu, kali ini dia kembali salah menduga tatkala mengira sang istri ingin berdua bersamanya.

Kendati begitu, sama seperti yang terjadi sebelumnya, pria itu tetap menolak sadar. Mana mau dia terlihat memalukan di hadapan sang istri, untuk masalah ini Zeshan adalah cerminan Devanka. Ego dan gengsi keduanya sama-sama besar.

"Aduh suap-suapan, Mommy jadi iri lihatnya."

Suara Mommy Amara menyadarkan keduanya, sontak Devanka tersenyum kikuk dibuatnya.

"Biar cepet, Mom ... Devanka belum terbiasa melakukan dua hal sekaligus," elak Zeshan yang hanya membuat Mommy Amara mencebikkan bibir.

Bisa saja putranya beralasan, padahal Zeshan tidak sedang terburu-buru, dan Mommy Amara tahu betul akan hal itu.

"Deo, ikut Oma mau?"

"Mau diajak kemana lagi, Mom? Masih pagi juga." Zeshan tahu akal bulus Mommy-nya, besar kemungkinan ada alasan tersembunyi dibalik Nadeo yang sengaja dibawa pergi pagi-pagi begini.

"Zain mau bawa anak-anak ke Ragunan hari ini, jadi sekalian saja ajak Deo," jelas Mommy Amara yang hanya ditanggapi helaan napas pelan oleh Zeshan.

"Ragunan?" tanya Zeshan mengerutkan dahi, lagi-lagi Ragunan.

"Iya, kenapa memangnya?"

"Apa tidak ada destinasi lain, Mom? Hampir tiap minggu ke Ragunan, ajak ke mall atau ke Playground lebih masuk akal menurutku." Sekian lama menahan, hari ini Zeshan menyampaikan apa yang dia pendam tentang kegiatan rutin Zain setiap minggunya.

"Anak-anaknya lebih suka lihat monyet di sana mau gimana, Nadeo juga ... iya, 'kan, Sayang?"

"Iya, Daddy ... Deo cuka monyed!!"

"Tuh, harusnya kamu bersyukur putramu mencintai alam sejak dini berkat Zain," jelas Mommy Amara sembari menggendong cucunya untuk dibawa ke rumah Zain.

"Oma, Onty ga itut?" tanya Nadeo mencebikkan bibir, dia menatap ke arah Devanka yang saat ini juga melihatnya.

"Ehm enggak."

"Napa ga itut?"

"Onty sama Daddy ... katanya Deo mau punya adek bayi, 'kan?" tanya Mommy Amara yang kemudian Nadeo angguki.

"Mau, Oma!! Mau cegini," jawab Nadeo seraya memperlihatkan sepuluh jarinya hingga Devanka terbatuk dibuatnya.

Buburnya yang baru saja masuk seperti berontak dan ingin keluar lewat hidung pasca mendengar pembicaraan antara Nadeo dan Mommy Amara. Sementara Zeshan yang juga malu, sontak menenggak habis air minum di gelas yang seharusnya dia berikan untuk Devanka.

"Mommy apa-apaan?"

"Apa? Dah kami pergi ya ... nikmati waktu kalian, mumpung Mommy masih sehat kalau mau nambah anak," pungkas Mommy Amara sebelum kemudian berlalu pergi meninggalkan Zeshan dan Devanka yang dicekam kecanggungan.

"Kenyang, Kak," tolak Devanka begitu Zeshan kembali menyuapinya.

"Satu suap lagi," pinta Zeshan dan tetap Devanka tolak hingga berakhir masuk ke mulut Zeshan sendiri.

Jelas saja mata Devanka membulat sempurna begitu melihat tindakan tak terduga yang Zeshan lakukan. "Kenapa dimakan, Kak?"

"Mubazir, sudah kubilang jangan dibiasakan."

"Tapi itukan sendoknya bekas mulutku," ucap Devanka menatap sang suami, kemarin memang Zeshan juga menghabiskan buburnya, tapi sendoknya berbeda.

"Bekas mulut istri tidak ada salahnya," ucap Zeshan kemudian beranjak dan megumpulkan piring kotor di hadapan mereka.

Entah sekadar pelarian agar tidak terlalu salah tingkah, atau memang dari hati Zeshannya tergerak karena tidak ingin merepotkan Bi Rosmana, Devanka tidak tahu juga.

Yang jelas, dia mengekor di balik punggung Zeshan yang kini justru menuju wastafel. Agaknya dia tidak akan hanya sekadar menyingkirkan, tapi juga mencuci piring kotornya.

"Aku saja, Kak." Sebelum Zeshan bertindak, secepat mungkin Devanka menawarkan diri.

"Lukamu belum sembuh sempurna nanti perih," tolak Zeshan yang kemudian menciptakan getar di hati Devanka tanpa terduga. "Aku lagi yang repot," tambahnya lagi sontak membuat wajah Devanka menjadi datar seketika.

Dia lupa jika yang kini sedang berada di hadapannya adalah Zeshan, sang suami yang mungkin hidup di zaman kerajaan. Jelas berbeda dengan Hero, cowok hangat dengan sejuta pesona dan bisa membuat pasangan terbang dengan sikap hangatnya. Sayang belum banyak uangnya saja hingga tidak memiliki keberanian kala Devanka mengajaknya kawin lari.

Sementara ini, Devanka biarkan saja Zeshan dengan kesibukannya, dia sudah sangat malas bicara pada pria yang usianya dua kali lipat lebih tua itu. Tak heran jika Zeshan kaku, beda generasi saja mungkin, begitu cara Devanka menyimpulkan.

"Kak Zeshan," panggil Devanka menatap lekat sang suami sembari bertopang dagu.

"Hem kenapa?"

"Soal uang jajanku ...."

Kegiatan Zeshan terhenti begitu mendengar topik pembicaraan yang Devanka bahas. Agaknya hal ini cukup serius hingga dia segera mencuci tangannya.

"Kenapa dengan uang jajanmu?" tanya Zeshan kini menatap serius sang istri.

"Beneran bakal dikasih dua digit, 'kan?"

Antusias sekali dia bertanya, Zeshan pikir sepenting apa tahunya hanya memastikan perjanjian pranikah yang sempat dia setujui. Uang jajan dua digit di luar nafkah sebagai istri, sebuah permintaan yang cukup fantastis, tapi Zeshan setujui.

Zeshan mendekat, perlahan mengikis jarak dan sedikit menunduk demi menyusuaikan tinggi badan istri kecilnya.

"Jangankan dua digit, tiga digit pun aku berikan kalau kamu mau, Devanka," ucap Zeshan yang membuat bola mata Devanka menghijau seketika.

"Wih beneran?" Devanka antusias, sama sekali tidak takut sekalipun saat ini embusan napas Zeshan sudah menyapu kulit wajahnya saking mereka begitu dekat.

"Hem, tapi hal itu tidak bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma," tutur Zeshan sembari melayangkan tatapan tak terbaca ke arah istrinya.

"Ma-maksudnya?"

"Satu hal yang perlu kamu ingat ... prinsip dunia adalah give and take, tidak ada sesuatu yang kamu terima tanpa memberikan sesuatu sebagai timbal baliknya, Devanka."

"Tiimbal balik?"

"Iya, timbal balik," ulang Zeshan sembari menatap Devanka yang kini mengerjap pelan.

.

.

- To Be Continued -

1
Mimi Sanah
di episode ini aku nangis sesenggukan Thor 😭
Mimi Sanah
rahang ku sakit ya Allah Thor 😄😄😄
Mimi Sanah
hahahaha
Mimi Sanah
hahahaha astaghfirullah sakit perut ku ketawa 😄😄😄😄
Mimi Sanah
hahahaha
zoeyy
🤣🤣🤣
Herlina Anggana
abangku nikah lagi sebelum genap 1 tahun istrinya meninggal dan semua story, wallpaper,akun appun msih almarhumah fto2 kluarga di dinding masih almarhumah... awalnya aku kesel pas tau2 Abangku nikah lagi tapi lama2 Mlah jadi kasihan sama istrinya sekarang
Herlina Anggana
sakit banget jadi devanka hidup seolah hanya bayangan kkaknya.... wanita Sholehah cerdas cantik nyaris sempurna mmang tempatnya di surga sedang devanka masih banyak yg perlu di benahi di dunia namun ya karena usianya juga bocil banget pasti dia justru merasa ingin meniru kakaknya
Herlina Anggana
aduh anak kecil itu baru juga 18tahun baru lulus SMA kan katanya.... 5tahun lalu aja baru 13 tahun pertama ketemu....
Herlina Anggana
manis sih iya kecilnya engga zeshan kan gede
Herlina Anggana
devanka tipe cewek yg bikin orang susah move on lho unik orangnya
Herlina Anggana
mmong bocah nih .. enak banget Zain sama zeshan dapet daun muda semua... apa lagi ini terlalu bocah untuk di jadikan istri, Untung mata duitan 🤣 jadi kesampingkan rasa ini itu
Herlina Anggana
aku dulu nikah udah lama aja,bojoku Ampe tanya kok aku gak pernah buang angin🤭🤭🤭 sangking malu sering ku tahan
Herlina Anggana
mereka lucu tapi aku memposisikan mereka sama2 nyesek
Herlina Anggana
Zain sama Nadin aja umurnya udah jauh ini berapa jauh lagi 😄... padahal waktu Zain nikah aja zhesan msh jomblo
Rahmawati Hulukiba
🤭🤭🤭
Diyah Saja
wadoh 🤣🤣🤣🤣
Diyah Saja
wkwkwk baru aja di omongin 😄😄
Diyah Saja
begitulah diaa nanti pas ketemu jodohnya mbak shanumm🤭🤭
Diyah Saja
astogeh 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!