NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Dompet Marisa Hilang

       Raka bingung mau mengembalikan dompet itu kemana, kalau ke alamat kantornya Marisa, dia tidak menemukan alamat kantor di dalam dompetnya. Sedangkan jika ke rumah orang tuanya, Raka takut kedatangannya justru menjadi pemicu gosip di kalangan tetangga rumah kedua mertuanya atau justru pemicu salah paham mantan mertuanya.

     "Aneh juga perempuan sesupel dia dan pergaulannya banyak dengan kaum cowok, tapi selama lima tahun masih betah menjanda." Raka tidak habis pikir dengan Marisa yang betah menjanda selama itu. "Tapi ada untungnya dia masih sendiri, itu artinya jika aku mendatanginya ke sana, tidak ada yang akan merasa cemburu. Duhhh, nasib sial apalagi yang menimpaku harus menemukan dompetnya di meja kasir?"

****

     "Sepertinya kalian itu jodoh, dipertemukan lagi secara tidak sengaja. Dan kini dompetnya tertinggal, lalu elu yang menemukannya. Apa lagi namanya kalau bukan jodoh?" seru Rama teman satu profesi Raka di agen properti.

     "Jodoh? Jodoh dari Hongkong? Gua tidak mau, ya, balikan lagi dengan mantan yang dulunya tidak bertanggung jawab, kelakuannya itu kayak ABG. Bisa-bisa gagal dua kali kalau gua nikah lagi sama dia," ucapnya sesumbar dan ngotot.

     "Ampun deh, sepertinya setelah elu ditinggal pergi sama Marsela, elu sensitif dan ambekan. Tapi, elu masih muda Ka, 35 tahun masih perlu belaian, terlebih elu udah ditinggal Marsela hampir tiga tahun, masa elu belum mau buka hati elu sama perempuan lain? Kalau elu nikah lagi, kan lumayan ada yang menjaga Cila dan mengantar jemput Cila sekolah. Atau kalau tidak, terima saja si Mardiah, dia ngebet juga, kan sama elu," celoteh Rama lagi membuat Raka illfeel. Soalnya kalau sudah menyangkut Mardiah, teman sekantornya yang selama ini ngejar-ngejar Raka, bawaannya illfeel dan rusak mood.

     "Jangan sebut lagi Mardiah, gua nggak suka nama dia disebut. Apalagi kalau dia sudah ngintil kemana gua pergi, gua enek," larang Raka tidak suka dengan wajah yang memberengut.

     "Gua belum bisa mencari pengganti Marsela. Marsela bagi gua perempuan sempura yang tidak ada duanya. Dia istri sekaligus Ibu yang baik dan bertanggung jawab pada keluarga. Sayangnya, Allah lebih sayang pada Marsela," ungkap Raka sembari menunduk sedih mengingat Marsela sang mantan istri yang sudah tiga tahun meninggalkan dirinya dan Cila anak semata wayangnya, karena sakit leukimia.

     "Sudah, jangan sedih lagi. Kasihan Marsela di surga sana, kalau dia melihat elu menangis, alangkah berat dan sedihnya dia berada di alam kubur." Rama mencoba membesarkan hati Raka yang hancur saat mengingat kembali Marsela sang mantan istri.

     Raka menghela nafasnya dalam-dalam, kemudian dikeluarkan perlahan.

 ****

     Sementara itu di rumah kediaman orang tua Marisa. Marisa yang sudah pulang dari liburan, tiba-tiba harus dikejutkan dengan dompetnya yang hilang. Sebab setelah dicari di dalam tasnya, ternyata dompet merek Deasy berwarna kuning mencolok itu raib entah kemana. Uang tiga juta lebih, KTP, katu ATM, kartu vaksin Covid juga beberapa foto yang diselip di dompet ikut raib.

      "Ya ampun, kok tidak ada sih, padahal kemarin diletak di sini, tapi kenapa bisa raib? Duhhhh, bahaya. Mana KTP juga ada di dalam dompet, kalau harus bikin lagi males. Belum ini itunya yang jadi persyaratannya, ribet," keluhnya sembari ngubek-ngubek isi tasnya mencari dompet itu.

"Kenapa, sih, Kak, dari tadi ngubek-ngubek isi tas seperti orang bingung?" tegur Marqisa yang kebetulan melewati kamarnya.

"Dompet aku raib. Qisa, kemarin kamu lihat, nggak, dompet aku di mana? Atau siapa tahu ada di tas koper kamu atau tas ransel kamu, coba cari dulu. Aku benar-benar sudah ngubek-ngubek tas dan koper aku, tapi hasilnya nihil," ujar Marisa seraya tangannya tidak henti menyuai-nyuai helaian baju yang ada di kopernya bekas kemarin.

"Seingat aku tidak ada di tas atau koper aku, sebab aku sudah membongkar isi koper dan tas aku. Jadi, dipastikan dompet Kak Risa tidak ada di aku. Kak Risa yang teliti carinya. Coba cari lagi, siapa tahu nyelip di sela baju," usul Marqisa.

"Sudah aku bongkar semua isi tas dan koper aku. Nih kalau tidak percaya." Marisa memperlihatkan aksinya yang sudah menguak isi kopernya. Dan hasilnya nihil. Marisa semakin dilanda bingung, dia benar-benar tidak ingat di mana dompetnya tertinggal ataukah jatuh. Dia hanya ingat bahwa dompetnya berada di dalam tas selendangnya.

"Huhhhh, sudah lelah, ditambah lagi dompet raib, dobel penderitaanku," keluhnya sembari berdiri dan merebahkan tubuhnya di kasur.

"Jadi dompet kamu hilang, Teh?" Tiba-tiba Pak Maryana menimpali dan masuk ke dalam kamar anak yang paling tuanya itu.

"Iya, Pak. Tapi Risa tidak tahu hilangnya di mana. Risa tahunya setelah di sini saat Risa mau ambil dompet, tapi saat dicari rupanya dompetnya tidak ada lagi," terang Marisa pada Pak Maryana.

"Pantesan kamarnya berantakan seperti ini, rupanya sedang mencari dompet." Pak Maryana mencoba memahami kamar Marisa yang berantakan setelah beliau tahu apa penyebabnya.

"Duhh ... kemana lagi aku harus mencari dompet itu?" Sementara di depan rumah terdengar suara seseorang mengucapkan salam. Semua terkejut dan penasaran siapa yang bertamu siang-siang begini?

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!