NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bad Boy

Cinta Sang Bad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Teen School/College / Romansa
Popularitas:54.7k
Nilai: 5
Nama Author: Indah R Y

Aldiro adalah pria nakal yang terkenal, hingga ia bertemu dengan Elina yang berhasil merubah hidupnya menjadi lebih baik. Bagi Aldiro, Elina adalah hidupnya bahkan segala-galanya.

Keduanya menjalin hubungan, dan disaat Aldiro merasakan kebahagiaan tiba-tiba Elina mengkhianatinya dengan seorang pria yang sangat Aldiro kenal.

Merasa di khianati dan di hancurkan, Aldiro kembali menjadi pria nakal. Ia ingin Elina kembali menjadi miliknya karena hanya wanita itu yang bisa memperbaiki hatinya yang hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Mata Elina bersinar menembus kegelapan. Dengkuran halus dari ketiga teman sekamarnya memecahkan keheningan malam. Di luar kamar terdengar suara gemericing dedaunan yang berasal dari pohon di dekat sana, menunjukan bayangan kaca yang menyusup kedalam ruangan.

Setelah menelepon untuk kelima kalinya tanpa mendapatkan jawaban, membuat Elina perlahan-lahan menyingkap selimutnya. Secarik kertas yang tadi Aldiro berikan hanya mengatakan kalau pria itu menunggu di dekat tangga. Lokasinya memang agak jauh dari tempat mereka menginap, mungkin di butuhkan waktu 20 menit jika berjalan kaki untuk tiba disana.

Hari semakin dingin dan semakin gelap, jam menunjukan pukul sebelas malam. Dalam hati Elina bertanya-tanya, benarkah Aldiro sudah menunggu disana.

Elina menggigit bibir bawahnya sembari bangkit dari tempat tidur, ia tahu betul bagaimana keras kepalanya seorang Aldiro. Mengingat suara nada suara Aldiro beberapa jam yang lalu, besar kemungkinan kalau pria itu sudah ada disana.

Mengambil napas dalam-dalam, Elina perlahan berjalan dan menutup pintu kamar dengan pelan. Pikirannya mulai melayang terutama pada pria yang menunggu di dekat tangga, mungkin saja Aldiro merasakan kedingin sama seperti yang ia rasa saat ini. Sesaat Elina merutuki kebodohannya karena lupa membawa jaket.

Setelah dua puluh menit Elina tiba di lokaso dengan napas terengah-engah, tubuhnya mengigil karena berjalan setengah berlari.

"Aldiro." Suara Elina begitu pelan memanggil nama itu, matanya menatap sekeliling untuk memastikan kalau tidak ada orang yang melihat.

Tidak ada respon...

Deburan ombak di dekatnya membuatnya terlonjak kaget, ia hampir saja melompat kaget namun dengan cepat berusaha tenang dan meletakkan telapak tangan nya di dada.

"Tenang El, tidak ada apa-apa." Gumamnya pada diri sendiri.

Lagi, Elina kembali memanggil Aldiro, kali ini suaranya sedikit lebih keras dari sebelumnya. Kaki Elina melangkah menuju bagian bawah tangga. Hari semakin gelap membuat Elina mulai ragu kalau Aldiro ada disana, mungkinkah pria itu ingin balas dendam dengan cara mengerjainya seperti ini. ?.

Kepala Elina menggeleng, ia yakin Aldiro tidak mungkin melakukan ini.

Elina kembali maju dan terus memanggil nama Aldiro, apa mungkin pria itu memutuskan kembali ke hotel karena Elina datang terlambat ?. Elina menghela napas dan berbalik, namun kakinya kehilangan keseimbangan hingga hampir terjatuh, beruntung sebuah tangan langsung menangkap tubuhnya dan menarik nya kedalam pelukan. Mata Elina terbuka dan mendengar suara Aldiro.

"Kamu gak papa ?." Tanya Aldiro sambil menatal wajah Elina.

Elina kembali menggigit bibir bawahnya dan memalingkan muka. Saat ini Aldiro sedang bersikap baik dan seharusnya Elina tidak memanfaatkannya. Datang kesini sama sekali bukanlah hal yang baik, seharusnya Elina mengakhiri semuanya.

"T-terima kasih, aku baik-baik saja." Balas Elina dan berusaha untuk bangun, namun tubuhnya kembali di tarik oleh Aldiro. Mata Elina terbelalak saat wajahnya menabrak dada pria itu, detak jantung Aldiro yang begitu cepat membuat Elina tersipu.

Kembali Elina hendak menarik dirinya dalam pelukan Aldiro, tapi kembali pria itu menarik tubuhnya untuk semakin dekat.

"Kau memang keras kepala." Ucap Aldiro, jari-jarinya membelai rambut Elina.

Tubuh Elina tersentak saat merasakan tubuh Aldiro begitu menempel padanya, ia bisa merasakan campuran yang membingungkan antara hangat dan dingin. Namun entah kenapa setiap kali Aldiro memeluk tubuhnya dengan erat, ia tidak bisa melawannya, ia tidak bisa mengendalikan dirinya.

"Al.."

"Ceritakan padaku El !. Ceritakan semuanya padaku yang perlu aku ketahui, kamu bisakan ?." Aldiro menjauhkan dirinya sedikit, wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. Entah bagaimana saat ini ia siap mendengarnya, ia tidak tahu dari mana mendapatkan keberanian itu. Tapi apapun alasan di balik perselingkuhan Elina, ia siap mendengarnya.

Tapi ada bagian dari tubuh Aldiro yang menolak untuk ingin tahu semuanya, ia takut ia bisa tidak bisa menerimanya. Namun di sisi lain Aldiro ingin tahu semuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Elina dan Dekta.

Ibu jari Aldiro menyusuri pipi mulus Elina, matanya masih menatap wajah cantik itu dengan penuh kasih sayang.

"Aku tidak bisa." Jawab Elina yang kembali memalingkan muka.

Aldiro mengerutkan keningnya, ia menghela napas dan menangkup kedua pipi Elina menggunakan telapak tangannya. Ia memperhatikan mata Elina yang berkedip, bulu matanya menghasilkan bayangan yang indah di bawah sinar bulan.

Udara dingin yang berputar tak membuat keduanya terpengaruh, mata mereka masih saling menatap. Tubuh Elina menggigil namun ia abaikan ketika Aldiro membungkuk dan mencium bibirnya.

Sebuah ciuman yang dalam dan penuh gair@ langsung membuat perlawanan Elina melemah. Tubuhnya seolah di tarik oleh Aldiro kedalam ciuman membara, dalam satu menit tanpa terasa Elina melingkarkan tangannya ke leher Aldiro dan membalas ciuman pria itu.

Saat Aldiro merasakan tubuh Elina menggigil, membuatnya menarik diri.

"Dingin.?" Tanya Aldiro sambil menatap wajah Elina yang memerah.

Elina mendengus sambil mengangguk, membuat Aldiro terkekeh sesaat. Menurutnya, Elina sangat menggemaskan. Tanpa menghraukan udara yang dingin, Aldiro segera melepaskan jaketnya dan melilitkan ke tubuh Elina.

Hati Aldiro terasa tenang, semua kekhawatiran dan kebingungannya menghilang saat Elina berada dalam pelukannya lagi. Seolah-olah apa yang terjadi beberapa minggu yang lalu hanyala mimpi buruk semata.

"Kita harus kembali !." Bisik Elina yang merasa nyaman dalam dekapan Aldiro.

Aldiro merasa angin berhembus melewati mereka, menembus kulitnya namun kembali di abaikan, karena saat ini ia terlalu menikmati saat-saat bersama Elina. Dengan gerakan lembut ia kembali membelai kepala Elina dan mencium puncak kepala wanita itu.

"Nanti." Balas Aldiro.

Elina bergeser, mulutnya hendak membuka suara lagi namun pelukan Aldiro yang semakin erat membuatnya langsung bungkam.

Elina tahu apa yang ia lakukan saat ini salah, tapi ia tak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau ia sangat merindukan Aldiro. Hingga rasa rindu itu begitu menyakitkan baginya.

"Aku mencintaimu El."

Elina merasa jantungnya akan berhenti, ia menatap wajah Aldiro dan melihat senyuman pria itu yang begitu lembut. Mata Aldiro bersinar terang melawan cahaya yang redup. Mata itu begitu banyak menyimpan emosi. Elina dapat merasakan dadanya berdebar kencang, pikirannya menjadi kabur. Ia tidak sabar untuk mengucapkan kata-kata itu juga. Walau sebenarnya Elina sadar kalau seharusnya ia tidak seperti ini.

"Al.. Aku juga-".

Elina baru saja akan mengatakan itu, namun terhenti ketika tiba-tiba terdengar suara yang membuat keduanya serempak menoleh.

" Sumpah, aku melihat hantu di dekat hotel itu. Seorang wanita berambut panjang, itu sangat menakutkan" Suara seseorang yang mereka kenali dari tim memasak.

"Kamu pasti akan terbayang terus, lagian mengapa kita harus mengambil kotak itu sekarang, aku juga kesal kenapa Pak Gio selalu menyuru kita ?" Balas pria satunya.

Aldiro menatap kedua pria itu dengan tajam, ia segera menarik Elina kebelakang tubuhnya supaya orang lain mengira hanya ada dirinya seorang. Namun sial kedua pria itu tetap melihat Elina.

"Aldiro..." Ucap pria satunya dengan kaki bergetar.

Aldiro memberi mereka tatapan maut, membut mereka menggigil karena ketakutan.

"Kami minta maaf.!" Ucap kedua pria itu, dan tanpa menunggu lama keduanya lari terbirit-birit.

1
ArlettaByanca
kemana lanjutannya ?
Cita Solichah
lanjuuutt!!!!
ArlettaByanca
terobsesi....terlalu berharap ..terlalu percaya diri....tdk terima kenyataan....jdnya maksa
Cahaya
jadilah anak yg baik al..
Rizal Langkahu
Thor mana eps slanjutnya? 😭
Rizal Langkahu
Huuaaaahhhchhhhh😭😭😭
Bagusss banget thor ceritanya,,,gantung bacanya 😔☹️
Rizal Langkahu
kok episode 20 nya sama bang
Rizal Langkahu: Tapi saya suka kok thor,,,pkoknya is the best thor.. Lancar selalu ya thor🥰
total 1 replies
and.ochre
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
Rizal Langkahu
Bagussss ceritanya,,lagi dong thor😢
Rizal Langkahu
Lagi thorrrrrrrr
Rizal Langkahu
Kapan kak lanjutanya 😢
Rizal Langkahu
Bagus,saya suka
Rizal Langkahu
Lanjut kak,,tanggung bacanya
ZULAYKHA NUR ADZKIYYAH
💪💪💪💪 maju terus dg novelnya , ini kkg in uwais. 💓💓💓💓
Rosee
semangat thoor sukses selalu buat novelnya 🤩
kapan-kapan mampir yuk ke novel aku makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!