NovelToon NovelToon
Pesona Istri Titipan

Pesona Istri Titipan

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:406.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wiji

"Shaka! Nimas sedang hamil anakku. Tolong nikahi dia, jaga dia seperti kau jaga orang yang kau cintai. Ada darahku yang mengalir di janin yang sedang di kandung. Terima kasih."

Itu adalah amanah terakhir dari Bryan, Kakak dari Shaka. Sejak saat itu Shaka benar-benar menjalankan amanah dari sang Kakak meskipun ia sendiri sudah memiliki kekasih yang ia pacari selama dua tahun.

Tidak mudah bagi Shaka saat sedang menjalani apa yang sudah di amanahkan oleh Bryan. Berbagai tentangan dari sang kekasih dan juga kedua orang tuanya tak bisa ia hindari.

Mampukah Shaka menjalani bahtera rumah tangga dengan wanita yang bahkan belum ia kenal? Sampai kapan Shaka kuat menjalankan amanah yang di limpahkan padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Rencana Rahasia Bu Marissa

Bentakan dari Pak Malik membuat kedua manusia itu bungkam. Pandangan mereka sama-sama tertuju pada pria berkacamata itu.

"Berhenti membicarakan amanah? Kalau begitu kalian juga berhenti untuk menentang apa yang akan aku lakukan. Kalian tidak mengerti bagaimana di posisiku. Tidak melakukan ini aku merasa bersalah, aku melakukan ini juga menyakiti hatiku sendiri dan orang lain. Kenapa kalian sebagai orang tua sama sekali tidak mengerti. Setidaknya beri aku dukungan dengan apa yang aku lakukan."

"Tidak akan pernah. Sampai kamu berani menikahi dia, jangan harap kamu bisa menginjak rumah ini lagi," ancam Pak Malik.

"Papa usir aku? Baik kalau begitu," tukas Shaka yang langsung dihadiahi kepergian anaknya ke kamarnya.

"Papa apa-apaan, sih? Mama cuman punya dia dan kamu usir dia!" Pak Malik ganti di serang oleh istrinya.

Wanita itu segera menyusul sang anaknya  Beliau tahu Shaka pasti melakukan apa yang diperintahkan oleh ayahnya. Bu Marissa hafal betul anaknya itu, jika sudah emosi tidak berpikir panjang. Dan jika ia sudah memutuskan pergi, baik dari kehidupan seseorang maupun dari suatu tempat. Ia tak akan pernah kembali.

Yang benar saja, begitu sampai kamar anaknya itu, beliau melihat Shaka sudah memasukkan bajunya ke dalam koper. Dengan wajah emosi dan kecewa pria itu tak henti-hentinya memindahkan bajunya.

"Shaka Mama cuma punya kamu. Kamu jangan ninggalin Mama. Kamu tega meninggalkan Mama di sini sendirian? Udah nggak sayang lagi kamu sama Mama?" ujar Bu Marisaa mulai terisak.

Shaka tak bergeming, ia terus melakukan hal yang sama sejak tadi. Bukan bermaksud untuk menjadi orang yang sok suci dan seakan tanpa dosa lalu berani menentangnya kedua orang tuanya. Shaka hanya tidak mau sepanjang hidupnya merasa bersalah baik pada Bryan maupun pada Nimas. Ia tak mau membuat seumur hidupnya menyesal dan menanggung dosa.

"Shaka, dengerin Mama dong, Nak. Kakak kamu baru saja pergi dan kamu juga mau pergi? Kita bisa bicarakan ini  baik-baik. Tidak perlu pakai emosi. Pasti akan ada jalan keluar untuk setiap masalah."

"Aku sudah menemukan jalan keluar, tapi kalian tentang, kan?"

Bu Marissa tidak bisa lagi berbicara apa-apa. ke tekad an Shaka yang bulat nampaknya tidak bisa beliau lengkungkan. Tidak biasanya Shaka seperti ini. Anak yang selalu patuh dan berperilaku baik pada semua orang kini terlihat berbeda di mata Bu Marissa.

"Baiklah, Shaka. Mama izinkan kamu untuk melakukan apa yang kamu mau. Jangan pergi, Nak. Mama mana bisa kehilangan kamu, Mama nggak bisa hidup tanpa kamu. Kamu membuat Mama sedih dengan seperti ini." Bu Marissa menarik-narik tangan anaknya seperti seorang anak kecil yang meminta jajan pada ibunya.

Mendengar ucapan dari ibunya, Shaka tentu saja langsung menghentikan aktivitasnya. Ia menatap lekat sang Ibu yang sudah sembab karena mungkin saja sebelum ia pulang beliau sudah menangis sesenggukan.

"Aku seperti ini bukan karena aku nggak sayang sama Mama ataupun Papa, bukan bermaksud aku untuk durhaka, tapi aku adalah orang yang dititipi amanah. Aku akan merasa berdosa dan bersalah sepanjang hidup aku kalau aku nggak melakukan amanah itu, Ma. Kalian juga harus mengerti posisiku, aku juga berat menjalani ini. Banyak yang aku korbankan untuk melakukan ini, Ma."

"Ya sudah. Ikhlas nggak ikhlas Mama memang harus mengikhlaskan. Kamu dari tadi di luar, udah makan?"

"Sudah. Aku sudah makan tadi. Untuk masalah pernikahanku dengan Nimas, aku ingin melakukannya dengan segera, Ma. Aku nggak butuh pesta yang mewah kok, yang penting aku sama Nimas menikah itu aja sudah cukup, nggak pesta pun nggak apa-apa."

"Mama akan mencoba bicarakan ini sama Papa."

Setelah aksi bujuk rayu itu, Bu Marissa keluar dari kamar anaknya. Beliau mencari-cari di mana keberadaan sang suami yang ternyata suaminya berada di teras samping. Menikmati angin malam seraya menatap bulan bintang yang bertebaran. Sudah bukan usianya lagi pak Malik menikmati udara malam seperti ini. Bukankah udara malam tidak baik untuk kesehatan seseorang yang sudah beranjak tua?

"Papa di sini? Ini terlalu malam untuk di luar, Pa."

"Apa dia sudah pergi?" Pak Malik tidak mengindahkan ucapan istrinya.

"Papa menginginkan Shaka pergi? Dia anak satu-satunya kita. Kita cuman punya dia, begitupun sebaliknya. Aku terpaksa menyetujui apa yang dia minta."

Pandangan Pak Malik seketika mengarah pada istrinya. Mencetak raut wajah tak percaya, bagaimana bisa istrinya itu semudah itu memberikan restu pada anaknya untuk menikahi gadis yang bahkan belum pernah mereka temui.

"Kenapa Mama semudah itu mengambil keputusan? Anak sama ibu sama saja!" ujar Pak Malik kesal.

"Pa, dia tadi sudah benar-benar mengemasi pakaiannya. Aku mana mungkin membiarkannya pergi. Mama juga mau lihat seberapa kuatnya mereka akan bertahan nantinya dengan pernikahan. Pernikahan dengan cinta saja terasa berat menjalaninya, apalagi tanpa cinta. Aku yakin kok, lambat laun Shaka akan menyadari kalau tindakannya ini tidak perlu dilakukan. Biarkan saja sekarang dia melangkah ke dalam langkah yang salah. Waktu akan menjawab dan membuat pikiran Shaka terbuka kalau dia memang salah."

Pak Malik hanya menatap istrinya sesaat, lalu kembali menatap hiasan yang berada di langit.

***

Kegelapan kini sudah berlalu, digantikan oleh hangatnya sinar mentari yang rupanya bangun lebih awal. Shaka pun sama. Pria itu bangun lebih awal dari biasanya. Hari ini ia akan mengurus sendiri pernikahan yang akan ia gelar. Ya, memang ia sedikit berbeda dari pria kebanyakan. Jika pria kebanyakan di luar sana terima beres dengan sesuatu, maka tidak dengan Shaka. Tidak semua yang Shaka butuhkan dikerjakan orang lain.

"Mau ke mana susah rapi? Ini masih pagi."

"Mau ngurus apa yang harus aku urus. Nanti aku akan pulang terlambat. Janji tak selarut kemarin, Mama nggak perlu nunggu aku pulang." Shaka mencium punggung tangan sang Ibu lalu beranjak pergi. Tak ada Pak Malik bersama ibunya, entah pergi ke mana pria itu, ia tak tahu.

Lakukan apa yang mau kamu lakukan, Shaka! Maka Mama juga akan melakukan hal yang sama nanti. Mengizinkan bukan berarti menerima kehadiran dia sebagai menantu tanpa syarat. Akan ada bayaran untuk waktu yang sudah terbuang.

Shaka saat ini sudah berada di jalan. Membuka sedikit jendela kaca adalah kebiasaannya berkendara saat pagi hari. Ia suka menikmati hangatnya mentari pagi dan angin pagi yang menyejukkan untuknya.

Kemarin Shaka sudah mengatakan tidak akan ke rumah, tapi nyatanya pagi ini ia berubah pikiran. Ia tiba-tiba ingin melihat Nimas terlebih dahulu sebelum melakukan tugasnya. Sudah ada rencana yang berjejer di kepalanya untuk pernikahan yang akan ia laksanakan.

Shaka membelokkan setirnya begitu ia sudah sampai di rumah sang Kakak. Ia melihat Nimas yang sedang menyiram tanaman entah sejak kapan ia mempunyai tanaman itu.

"Selamat pagi," sapa Shaka tersenyum manis.

"Selamat pagi, katanya nggak ke sini." Nimas sudah bertekad akan mencairkan hatinya agar tak terlalu kaku saat bersama dengan Shaka. Mau terima atau tidak, ia akan menjadi istri Shaka sebentar lagi.

"Nggak enak kalau nggak ke sini dulu. Bibi udah datang?"

"Udah. Baru saja."

"Dapat tanaman dari mana?"

"Ada yang jual tanaman lewat depan rumah, aku beli aja. Biar ada kegiatan juga."

"Udah makan?"

"Belum, nanti dulu. Aku masih bingung mau makan apa."

"Jangan terlambat makan, Nimas. Vitamin yang ditebus kemarin harus di minum. Aku pesankan online saja, berdua sama Bibi, ya." ujar Shaka yang memindahkan tubuhnya ke teras dan duduk di kursi yang terpajang di sana.

Nimas tidak tahu terbuat dari apa hati pria itu. Kenapa ia begitu peduli pada orang lain, bahkan orang yang belum ia kenal sekalipun. Beruntung sekali orang yang akan dicintai oleh pria itu, batin Nimas.

1
Juna Dong
suka bgt..
Surati
bagus
Ratih Hermansyah
part ini mengandung bawang/Sob/sedih jg jadi bryan
Ahmad Nashrullah
aneh,,,,,berzina,,,,meninggalkan aib n anak tak bernadab ke dirinya mo metong malah meninggalkan wasiat g genah,,,,,anehhhh
Yani Mulyani
Biasa
Ogi Ngatama
baik
Marlina Pardede
p
Erlinda
nimas ini super super goblo..hadeeeh sorry Thor aq stop sampai disini
Erlinda
yg aq ga ngerti kenapa author nya selalu menciptakan sosok wanita bodoh dan lemah disiksa dan dilecehkan jujur aq yg sudah ratusan membaca novel online ini baru 7 novel yg luar biasa karakter cewek nya.ga lebay ga bodoh .ini seperti sinetron ku menangis deh
Erlinda
ya Allah dasar mertua iblis semoga kau mati ditabrak mobil sampai hancur berkeping keping..
Erlinda
si nimas ini kenapa sih kok keras kepala banget ga nurut kata suami .lama lama benci jg aq dgn sikap nimas yg bodoh bin tolol ini
Erlinda
hei pak Malik itu adalah calon cucumu darah daging Bryan ..jadi orang kok seperti ga punya hati..ntar klo cucumu udah lahir dan besar jgn kau akui dia cucumu .seperti kebanyakan novel
Sri Sunarti
,lanjut
Dafila Nurul
bagus ceritanya tp banyak typo nya.
ayu irfan
Bu Marisa tega, pdhal ke cucu sendiri lo😢
ayu irfan
Shaka, kamu langka.
Susi Andriani
cintanya saka bikin aku baper😃😃😃
Susi Andriani
semangat mas saka💪💪💪
Susi Andriani
owalah ibu ibu jadi ibu itu ya mbok jangan jahat
Susi Andriani
mau aja aku mencekik ibunya saka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!