NovelToon NovelToon
Dinikahi Cinta Pertamaku

Dinikahi Cinta Pertamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:105.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ney-nNa

Naima, anak ABG yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta terhadap lawan jenis. Diam-diam ia mengagumi sosok laki-laki tampan yang terlihat sangat menyayangi keluarganya. Takdir membuat cinta pertamanya itu datang sendiri menghampirinya.

Siapa sangka suatu peristiwa telah membuat Naima berada pada situasi yang tidak terduga. Dia mengalami hal yang tidak seharusnya terjadi dengan lawan jenis. Namun, peristiwa itu telah membuat harapannya terwujud dalam sekejap. Ia dinikahi oleh cinta pertamanya.

Namun, apakah pernikahan itu akan berjalan dengan indah seperti harapan Naima sebelumnya? mampukah Naima bertahan jika mempelai pria sesungguhnya tidak mencintainya?

Seperti apa perjalanan nikah muda Naima?
Ikuti terus kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Sah

Reynand nampak terkejut ketika mendapati dinginnya tangan Naima saat menyambut tangannya dan mengecup punggung tangannya. Dilihatnya gadis itu terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.

Tiba-tiba mamanya mencubit pinggangnya sembari berbisik di dekat telinganya.

"Ayo Nand, kecup keningnya!" bisik Reyna.

Reynand nampak bingung sebab ia merasa canggung untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh mamanya. Namun semua mata tengah mengarah ke arahnya. Seolah menunggu sesuatu darinya.

Akhirnya iya memberanikan diri untuk mengulurkan tangannya ke depan dan mengangkat perlahan dagu gadis kecilnya itu, lalu mengecup kening Naima dengan lembut.

Sedangkan Naima reflek mengatupkan kelopak matanya, tatkala Reynand mengecup keningnya. Ia terharu merasakan hangatnya kecupan Reynand di keningnya. Tanpa ia sadari air matanya terpupuk dipeluk mata.

"Selamat ya, Sayang!" ucap Reyna kemudian memeluk tubuh Naima.

"Iya, Tante. Terima kasih!" jawab Naima.

"Kok, Tante sih! sekarang panggilannya Mama dong!" protes Reyna di balik cadarnya.

"Eh, iya Mama!" koreksi Naima.

Mendengar hal itu semua orang ikut tertawa.

Setelah prosesi ijab kabulnya usai semua tamu yang menghadiri acara itu dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan.

Sedangkan Naima dan Reynand diminta untuk menuju singgasana pengantin.

"Dek, agak merapat ya ke Mas'nya!" ucap sang fotografer saat mengarahkan agar Naima bergeser mendekat ke arah Reynand. Sebab mereka akan diambil fotonya untuk dijadikan dokumentasi.

Naima dan Reynand seketika berpandangan. Sebab, keduanya masih merasa canggung. Terlebih Naima yang merasa sangat gugup karena jantungnya seolah hampir melompat keluar. Akhirnya perlahan Naima menggeser tubuhnya mendekat ke arah Reynand.

"Badannya miring dengan berhadap-hadapan ya, sembari mengangkat salah satu tangan kalian yang dipakaikan cincin," ujar sang fotografer.

Naima dan Reynand seketika mengikuti arahan yang telah disampaikan oleh sang fotografernya dengan sedikit malu-malu dan masih merasa canggung.

"Agak merapat lagi ya!" ujar sang fotografer lagi yang membuat jarak di antara mereka benar-benar sangat dekat.

Naima bahkan dapat merasakan hembusan napas Reynand di wajahnya. Hal itu pun membuat Naima semakin gugup. Apalagi tatkala berganti gaya dan ia harus berpose mesra dengan Reynand. Hal itu cukup menguras hati dan pikirannya.

Hingga akhirnya acaranya pun telah selesai. Dan, tamu undangan pun berpamitan pulang.

Setelah kepergian semua tamu akhirnya Naima diijinkan untuk beristirahat di kamarnya. Dengan dibantu Alesha ia melepas kerudung dan kebayanya.

"Nai, kamu kok sampai nggak cerita ke aku sih kalau malam itu kamu dicium sama, Mas'ku," ujar Alesha yang masih keheranan.

"Ini gara-gara kamu tau, Kak. Coba Kak Esha waktu itu jangan tidur dulu jadi bisa temenin aku ambil handphone di kamar, Mas Reynand!" keluh Naima.

"Kalau aku nggak tidur berarti kamu sekarang gak nikah nih sama Mas Nand, pilih mana dinikahi apa enggak?" tanya Alesha.

"Em, dinikahi aja deh, kan emang udah dinikahi sekarang!" jawab. Naima seraya nyengir.

"Ciee ...berarti seneng ya, nikah sama Mas Reynand? Kamu sebenarnya diam-diam suka kan waktu itu!" ujar Alesha menggoda.

"Ih, apaan sih, Kak. Kepo deh! sana keluar! aku mau mandi dulu gerah nih, badan aku rasanya lengket!" ujar Naima seraya mendorong pelan bahu Alesha agar keluar.

"Iya-iya, aku keluar sekarang, Nih!" Alesha pun segera membuka pintu dan meninggalkan Naima seorang diri.

Naima segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah usai mandi dan mengganti bajunya lalu ia beranjak naik ke tempat tidur. Ia merasa lelah dan mengantuk. Ia pun memutuskan untuk segera tidur.

Sementara di bawah Reynand mengantar keluarga besarnya yang hendak pulang.

"Nand, antar Mama ke mobil ya, ada sesuatu yang ingin Mama berikan sama kamu!" pinta Reyna usai berpamitan dengan Mira dan Dipa.

"Oh, iya, Ma!" Reynand pun akhirnya mengikuti Reyna ke depan.

Reyna menggiring Reynand agak menjauh dari yang lain untuk berbicara sebentar dengan putranya itu.

"Nand, kamu inget pesan Mama di awal 'kan. Jangan melakukan yang satu itu dulu sebelum Naima lulus SMA. Tapi, kalau misalnya uda bener-bener gak bisa nahan kamu jangan lupa pake ini, ya!" ujar Reyna sembari mengulurkan sebuah benda keramat yang berbentuk kotak persegi empat kecil berwarna pink itu ke hadapan Reynand.

"Astaghfirullah, Ma. Seolah-olah Mama tuh nggak percaya banget ya sama aku. Ya udah siniin!" ujar Reynand kemudian mengambil kotak pengaman itu dan memasukkannya ke dalam saku celananya.

Setelah menyerahkan benda keramat itu Reyna masuk ke mobilnya di mana Abiyu dan Alesha sudah menunggunya.

Usai mengantar orang tuanya pulang Reynand masuk ke dalam rumah Naima. Dipa menunjukkan kamar yang akan ditempati oleh Reynand.

Ya, nantinya mereka tidak akan tidur dalam satu kamar. Sebab, para orang tua sepakat untuk memisahkan kamar mereka. Namun, kamar Reynand bersebelahan dengan kamar Naima di lantai atas.

Setelah Dipa keluar, Reynand lalu membersihkan diri juga. Ada perasaan kurang nyaman juga berada di tempat yang asing baginya meski sekarang ia adalah menantu rumah ini.

Namun, masih terasa sedang menumpang menginap di rumah orang. Karena merasa bingung hendak melakukan apa, akhirnya Reyna memilih untuk tinggal di kamarnya.

Sampai saat menjelang maghrib, Reynand baru keluar kamar untuk pergi ke masjid bersama Dipa. Usai dari masjid Mira memintanya untuk menuju meja makan agar bisa melaksanakan makan malam bersama.

"Reynand, duduk dulu ya Mimi mau panggil Naima dulu!" ujar Mira yang dijawab anggukan kepala oleh Reynand.

Saat Mira hendak naik ke atas ternyata Naima sudah lebih dulu turun. Akhirnya Mira mengurungkan niatnya dan berbalik ke meja makan.

Naima berjalan santai sembari bertukar pesan dengan Alena. Netranya hanya fokus melihat ke arah layar handphone dan juga lantai yang dipijaknya tanpa menghiraukan jika ada sosok laki-laki yang tengah menatap ke arahnya.

Sesampainya di meja makan, Naima masih cuek menggeser kursi lalu dengan santai mendudukkan diri di samping ibunya, tanpa mengalihkan pandangannya pada layar handphone.

"Astaghfirullah, Nai. HPnya di taruh dulu dong! Layani dulu suami kamu yang hendak makan!" omel Mira.

"Suami?" gumam Naima seraya mengalihkan pandangannya dari layar handphone ke arah depan.

"Aaaargghh ...!" Naima seketika menjerit dan beranjak meninggalkan meja makan dengan berlari tunggang langgang.

Dia baru ngeh jika ada Reynand di sana. Sementara dia hanya mengenakan piyama lengan pendek, bahkan tanpa memakai kerudung. Sehingga nampaklah auratnya.

"Lhoh, kenapa anak itu, Di?" tanya Mira dengan bingung kepada suaminya. Mereka pun menatap ke arah perginya Mira dengan bingung.

Kecuali Reynand yang akhirnya tersenyum simpul karena mulai paham dengan apa yang dilakukan Naima tersebut. Ia tahu jika Naima pasti malu karena memperlihatkan auratnya. Padahal Reynand sudah menikahinya dan berhak akan hal itu.

..._______Ney-nna______...

1
Wury Ayra
akhirnya up lagi....semangat nay
Uyhull01
alhmdulillah skian purna nonghol juga,,
ehhh kak Ney sehat ??
Wahyu Ariani
Alhamdulillah
semangat kak, selalu ku nanti kelanjutan ceritanya

sehat selalu kak
semangat
Rina Zahra
akhirnya sekian purnama ka Neyna up lagi....dilanjutkan lagi ya ka neyna...sehat" buat bumil..
Neyna 🎭🖌️: 😅 bismillah ya kak Rina semoga bisa lanjut sampe tamat, terima kasih buat dukungannya sll, aamiin makasih doanya 🙏🥰💕💕
total 1 replies
arfan
up
Rosnia Rahman
gas fulll
Subri Anty
apa ceritanya sampai ini saja
Ita baee
ini dah tamat apa gmn?
Uyhull01
tergantung masa suburnya Mas Reynand, meski cuma 1x semburan klo harus jadi ya jadi,
Evi Daniati
cerita nya kok nggak tuntas sih
Elicha
up ny ditunggu kk ney,,,lm amet
Rina Zahra
semoga ka neyna semangat up...💪😁😁
Neyna 🎭🖌️: 🤭 InsyaaAllah kak Rina 🙏💕💕
total 1 replies
Hidayati Yuyun
sip baru up lagi thor
Hidayati Yuyun: sama semangat semoga sukses
total 2 replies
Wury Ayra
akhirnya up juga....
tenang nai..mas reynand bakal lbh perhatian ga akan galak dan cuek lagi koq...
Neyna 🎭🖌️: terimakasih kak 🙏💕💕
total 1 replies
Siti Rejeki
akhirnya up jga kk.
Neyna 🎭🖌️: terimakasih kak 🙏💕💕
total 2 replies
lina
benerin yg belok 😊
lina
kabur aja rey 🤣🤣 ajaran sesat nongol nih 🤣🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
Sri Sari
gemes bngetz... lanjut ..
Uyhull01
akhirnya Unboxing jua,,
ehhh apa yng tertinggal Reynand gak peke pengaman kah atau semburan nya di dalam ??? 🙄🙄🙄🤭🤭🤭
Uyhull01
tersnyum aku dgan tingkah klian ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!