Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Alena dan Rudi memesan makanan sesuai keinginan Alena yang pengen makan shabu-shabu, sebelum masuk resto tadi bayangannya makanan tersebut akan membuat ia berselera makan dan segera melahapnya.
Ternyata sekarang suasana hatinya sedang kacau, ia bukan ingin melahap shabu tetapi ia ingin melahap Dave dan wanita yang ada di depannya.
Alena cemburu melihat kedekatan Dave dan wanita itu.
Rudi yang melihat wajah Alena berubah semenjak mereka masuk restauran jadi kebingungan, kenapa Alena tiba-tiba berubah?
"Alena..." Rudi menyentuh tangannya Alena karena sedari tadi Alena mukanya tanpa ekspresi dan setengah melamun.
"Kenapa? kamu gak suka makan di sini?'
"eeeh..." Alena kaget "kenapa Rudi?"
Baru ia tersadar saat Rudi menyentuh tangannya.
"Gak suka makan di sini?" Rudi mengulang kata-katanya.
"Suka, kata siapa aku gak suka?" sahut Alena
"Lah kalau suka kenapa muka kamu di tekuk kayak gitu? Muka kamu berubah jelek gitu" kata Rudi setengah meledek.
"Gak biasa aja, emang Napa dengan muka aku?" bertanya bingung
"Gak berasa apa mukamu di tekuk gitu, kayak gak selera, emang ada masalah? Cerita sama aku siapa tahu aku bisa bantu."
"Gak ada apa-apa, everything is ok." balas Alena
"Are you sure?" tanya Rudi penasaran
"I'm sure, you can believe me"
"Ya udah kalau begitu, habisin makanan kamu abis itu kita kembali ke kantor ya.
Kalau ada masalah cerita sama aku, kita itu sahabat jadi aku akan berusaha bantu kamu."
Alena mengangguk sambil ia menghabiskan sisa makanannya.
Sebenarnya ia sudah tidak berselera untuk makan lagi, tapi ia takut Rudi banyak bertanya jadi terpaksa ia lanjutkan makannya.
Setelah semua selesai mereka berdua berjalan menuju pintu dan ternyata saat mereka keluar tidak sengaja berpapasan dengan Dave dan Cyntia yang juga ingin kembali ke kantor.
Dave kanget melihat Alena dan Rudi yang berjalan lebih dulu di depannya.
Dari tadi ia tidak melihat Alena masuk dan makan di tempat yang sama dan Dave tidak mengerti bagaimana situasi hati Alena saat ini.
Alena kecewa ia pikir Dave sudah mempermainkan perasaannya.
Ingin rasanya ia lari sejauh-jauhnya menghindari bertemu dengan Dave, apalagi ia melihat Cyntia yang penampilannya yang bak model terkenal dandanan yang rada ngejreng.
Alena muak dengan pemandangan seperti ini, ia memilih pura-pura tidak melihat saja.
Rudi yang berjalan santai tiba-tiba tangannya di tarik Alena dan berjalan agak cepat.
Rudi benar-benar di buat bingung dengan sikap Alena yang tidak seperti biasanya.
Tiba-tiba terdengar suara dari belakang memanggil Alena "Alena...."
Rudi menoleh ke belakang melihat sosok seorang laki-laki yang melambaikan tangannya.
"Alena kamu kenal siapa dia?"
Langkahnya terhenti dan menampakkan muka bingung gak tahu mesti menjawab apa.
Alena terdiam sebentar menarik nafas panjang baru menjawab pertanyaan Rudi.
"Iya kenal, dia mantan suamiku."
"Ohalah..." Rudi jadi mengerti kenapa dari tadi Alena memasang muka juteknya.
Ternyata ia tidak suka melihat sosok pria yang di belakang itu.
Dave berjalan menghampiri Alena diikuti dengan Cyntia di belakangnya.
Dave memperkenalkan Alena kepada Cyntia bukan sebagai mantan istri melainkan sebagai istri Dave.
Alena dan Rudi agak kaget mendengar pernyataan Dave yang masih mengakui Alena sebagai istrinya.
Akhirnya Alena memperkenalkan Rudi kepada Dave sebagai rekan kerjanya.
Setelah berkenalan Cyntia pamit undur diri untuk kembali ke kantor duluan.
Rudi yang masih melihat wajah bingung Alena jadi merasa tidak enak dan memilih pamit duluan menunggu Alena ke parkiran.
"Alena aku duluan ke parkiran, udah ngobrol aja dulu nanti kalau udah selesai kontak aku nanti aku jemput di lobby" Rudi pamit sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Sampai di sini dulu aja ya
Tungguin kelanjutannya di episode berikutnya aku bakalan balik secepatnya.
******************************
Jangan lupa like, ❤️, 🌟 yang di bawah cover depan di pencet ya Readers
Jangan lupa vote pake point kalian
Makasih buat semua yang udah dukung aku
Jangan bosan baca ceritanya terus sampai tamat 😆😄🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2