NovelToon NovelToon
JOURNEY MY FOOTBALL

JOURNEY MY FOOTBALL

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Fantasi / Misteri / Fanfic
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mpi Apriyanto

seorang pemuda bernama Aryan, Aryan Pratama Radja bermimpi menjadi super Mega star sepak bola Dunia.

Dari menjadi tulang punggung keluarga hingga mengharumkan tanah air.

"Aku lahh Sang Super Starr... Arrghh"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpi Apriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 : Cemas?

Akhirnya Aryan memutuskan untuk menjadi eksekutor. Tama dan Adi sudah melarang namun Aryan masih bersikukuh mereka pun membiarkan dia menjadi eksekutor. Aryan membenarkan bola di titik putih, beradu tatap dengan kiper Angga, dia menyeringai remeh, mungkin Aryan telah mencabik cabik gawang yang dia jaga namun sekarang kaki Aryan sedang cedera terlihat dari cara berjalan tertatih tatih. Angga menebak Aryan pasti menggunakan kaki kanan karena selama permainan dia selalu menggunakan kaki kanan, dan kaki kanan cenderung kearah kanan gawang.

Aryan dengan tenang mengambil tiga langkah mundur, dia tahu sedang di remehkan akibat cederanya, "kau terlalu muda 1000 tahun untuk meremehkan ku kids" Batin Aryan menyeringai

Pritttt

Aryan mengambil ancang ancang lurus berlari kecil menendang bola, Angga dengan percaya diri melompat ke kanan namun Aryan menendang dengan sedikit mencungkil bola tepat ketengah menggunakan kaki kiri bagian dalam, bola melompat dengan indah masuk kedalam gawang, Angga mati langkah hanya bisa melihat bola merobek gawang yang dia jaga.

Aryan berlari kesudut lapangan berselebrasi merayakan golnya yang ke lima, dia sengaja menunjukkan dan memprovokasi menggunakan kaki kiri, kaki yang kena cedera namun Aryan tidak menyadari ada bercak noda merah merembes sepergelangan kaki kirinya di kaus kaki putih yang kontras, dan tak luput dari pengamatan para scout.

. . . . . . . . . .

Ketiga pelatih menikmati jalannya pertandingan, di atas lapangan Aryan menari nari mendribble bola memporak porandakan pertahan lawan, beberapa kali menampilkan skill individu, para pelatih tidak sabar menyaksikan Aryan tampil di kancah Asia tidak bahkan kancah sekelas Piala Dunia namun tiba tiba Aryan di tackle dari tiga arah.

"Astaga...!!

" Astaga...!!

"Astaga...!!

Teriak kaget ketiga pelatih berdiri dari tempat duduknya

" mengapa pemain itu main kasar..? Kena mental..?. "Tanya pelatih indra sjafri tidak mengerti

" Sialan,... Cepat panggilkan tim medis...!. "Teriak pelatih Fakhri Husaini khawatir pada staf di pinggir lapangan namun wasit memberikan sinyal 'oke'

"mengapa dia membiarkan begitu saja tanpa di cek tim medis... berengsek..!!." Kesal pelatih Andre

Ketiga pelatih begitu berang, suasana hati mereka tercampur aduk dari rasa khawatir, marah, kesal. Bagaimana pun mereka terancam kehilangan satu aset negara yang berharga.

Dengan cemas ketiga pelatih menonton pertandingan, Aryan mengambil eksekusi penalti.

"mengapa dia memaksakan diri mengambil penalti? Bagaimana jika keadaan dia tambah buruk?. " Ucap pelatih indra sjafri tidak percaya

"Mungkin dia punya alasannya sendiri, dia yang lebih tahu kondisi tubuhnya. " Ucap pelatih Fakhri Husaini dengan pandangan serius ke lapangan

Ketiga pelatih berwajah tegang khawatir terjadi sesuatu dengan Aryan, wasit meniup peluit Aryan mengambil ancang ancang dari gerakannya Aryan menendang menggunakan kaki kiri terlihat dari ayunan kaki kirinya terlihat jelas bercak merah di atas pergelangan mata kakinya membuat ketiga pelatih makin cemas, menghembuskan napas sedikit kelegaan setelah berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna menggunakan teknik panenka yang membutuhkan mentalitas yang kuat, setelah mencetak gol Aryan berlari kesudut lapangan berselebrasi tampak kondisi Aryan baik baik saja dapat dilihat dari cara dia berlari tanpa ada kendala, namun apakah para scout sepemikiran dengan mereka.

. . . . . . . . . . .

tribune Timur belakang bench

Mulai dari menit 36' selain tajam di depan gawang Aryan menampilkan kapabilitasnya memegang bola para scout mulai menandai namanya di catatan mereka. Tepat di penghujung pertandingan terjadi insiden pelanggaran keras pada Aryan yang memengaruhi penilaian para scout.

"Sangat di sayangkan...

" Itu akan memengaruhi kariernya...

"Bakatnya akan terbuang percuma...

" Aku merasa kasihan padanya...

"Sangat merugikan kehilangan aset yang berharga...

Para scout asing mulai berdiskusi dengan pendapatnya, dengan pelanggaran keras seperti itu seorang pesepak bola akan cedera jangka panjang, memengaruhi performanya dan akan sangat sulit mengembalikan performa terbaiknya dan diambang gantung sepatu dini.

Aryan mengambil eksekusi penalti, para scout mengapresiasi mentalnya terlebih dia baru saja di langgar yang akan memengaruhi performanya karena cedera. Saat menendang terlihat bercak merah di pergelangan kakinya, Aryan berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna menggunakan teknik panenka, ketangguhan mentalitasnya patut di acungi jempol, karena teknik panenka adalah teknik yang memerlukan mentalitas dan keyakinan yang kuat, yang digunakan oleh para bintang Eropa dan mereka pun terkadang gagal dalam eksekusi.

Walaupun Aryan memiliki kapabilitas namun setiap klub menginginkan pemain dengan performa terbaik untuk jangka panjang, menghindari pemain cedera karena dapat merugikan klub. Para scout. Masih mempertimbangkan Aryan karena pemain muda adalah investasi jangka panjang klub.

. . . . . . . . . .

tribune selatan

"Ishh, kok begitu sih mainnya,serem..." Riri meringis ngeri "Pah nanti dia cedera dong?. " Tanya khawatir Riri

"Kemungkinan... " Ucap Anton tidak kalah khawatir

"Ishh, kasian... Kok mereka jahat sih.? " Ucap Riri suara bergetar

"Dia tidak apa apa kok. " Ucap Anton menenangkan putrinya

"tidak apa apa bagaimana?... Liat itu dia kesakitan." Ucap Riri penuh perhatian

"Berdo'a saja dia tidak apa apa, oke?. " Ucap Anton tetap berusaha menenangkan putrinya

Anton khawatir akan sangat sia sia jika Aryan harus berhenti hanya sampai di sini, sedangkan dia belum memulai kariernya dan di paksa gantung sepatu dini. Aryan mengambil eksekusi penalti, Anton mengernyit tak mengerti bukankak dia cedera? Mengapa memaksakan diri mengambil penalti? Bukankah itu akan memperburuk keadaannya. Aryan bersiap mengambil penalti dari ayunan kaki kirinya terlihat bercak merah kontras dengan kaus kakinya. Sempurna dia mengeksekusi penalti dengan tenang menggunakan teknik panenka tidak semua orang bisa menggunakannya.

"Dia harus berada di tim ku tetapi kakinya... " Batin Anton khawatir

"Pah, dia berdarah... Hiks... Hiks.. " Riri tak kuasa menahan tangisnya

"Kok nangis sih, sayang? Liat dia tidak apa apa, buktinya dia bisa lari lihat. " Ucap Anton menenangkan putrinya

"gak tega liatnya... Hiks... " Ucap Riri mengelap air matanya

Anton memikirkan perkataan yang baru saja dia katakan, memperhatikan langkah kaki Aryan saat berlari "kakinya... tetapi terlihat jelas dia berdarah tetapi mengapa dia bisa berlari bahkan mencetak gol dengan kaki yang berdarah..?. " Anton yakin jika Aryan tidak mengalami cedera serius jika dia cedera mana mungkin dia bisa berlari dan bahkan mengeksekusi penalti jika dia cedera mungkin untuk berdiri saja sulit"tetapi apakah para scout itu memiliki pemikiran yang sama dengan ku?. "Batin Anton berspekulasi

. . . . . . . . .

Aryan berselebrasi di sudut lapangan di ikuti teman setimnya.

" Kaki kau tidak apa apa?. "Tanya Tama memperhatikan langkah kaki Aryan

" Sudah ku bilang, aku tidak apa apa. "Jawab Aryan

" Baguslah, gol kau mantap sekali... Nanti ajarin aku... Haha... "Ucap Tama

" Betu,ajari aku juga ... Hahaa.. "Ucap Adi

Permainan kembali di mulai, setelah beberapa passing wasit meniup peluit panjang.

Prittt prittt prittt

Semua pemain saling berjabat tangan sportsmanship

" Mohon perhatian..!!! "Teriak pelatih Andre

" Siap" Teriak semua peserta

"Kalian istirahat 15 menit, persiapkan diri kalian untuk pengumuman orang yang berhasil terpilih oleh scout asing, dan dapat kesempatan bermain di liga Eropa. Mengerti.. !!! " Jelas Aryan

"Aryan setelah 5 menit kau menghadap ku, mengerti anak muda!. " Ucap pelatih Andre

"Siap mengerti" Ucap Aryan

1
Jun Araki
kek novel cina nying,
RED: lanjutin novel bola lu min
total 1 replies
Eddy Kusnadi
nanggung ini cerita ya hadeuh
Readers setia
nyasar ke sini
AS™💨
semangat up
SHADOW
Yuk main bareng>>
Taaku
.......
Taaku
....
Taaku
.....
Taaku
....
Lthf
Gua tunggu
☠zephir atrophos☠
ini juga kok turun?
☠zephir atrophos☠
kok turun?
Mpi Apriyanto: turun gimana?
total 1 replies
☠zephir atrophos☠
aku baru ingat!, nomor punggung sepuluh kan dipakai juga sama tsubasa ozora
☠zephir atrophos☠
🗿🗿🗿
☠zephir atrophos☠
lu pengen kayak captain tsubasa kemana-man bawa bola?
Melisa M Ganda
next
Rubah Petir
udah nunggu lama bet mpe jamuran,eh cm satu chapter..resiko reader gratisan
Mpi Apriyanto: sabar ngab tunggu tgl maenya
total 1 replies
dennisad
👍👍👍
Lthf
up juga thx
Lthf
up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!