The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Fortis Hospital
Mobil yang di kendarai Swan segera menuju ke arah TSM Group, namun tiba-tiba ponsel Max kembali bergetar.
Max segera mengangkat panggilan masuk di ponselnya.
"Tuan, saat ini kami tengah berada di rumah sakit Fortis Hospital. Saat nona Natasha di bawa, kami segera mendapatkan perintah untuk mengikuti kelompok Borussia, namun di tengah perjalanan mereka menyadari keberadaan kami sehingga memaksa kami saling baku tembak." Ucap seseorang dari seberang telepon.
"Aku akan segera kesana, tetap awasi pergerakan mereka. Lakukan penjagaan ketat." Max memberikan perintah, lalu segera meminta Swan untuk menuju Fortis Hospital.
Swan dengan lihai mengendalikan mobil dengan kecepatan penuh.
"Jax, katakan pada Smith untuk segera menghancurkan perusahaan BxB Group, buat semua perusahaan yang berkerja sama dengan nya memutuskan kontrak."
"Baik tuan." Ucap Ajax yang kemudian segera mengeluarkan ponsel.
*
*
Max dan yang lainnya tiba di Fortis Hospital.
"Kalian bertiga tetap di sini, awasi tempat di sekitarnya. Jika ada anggota kelompok Borussia yang datang, segera habisi mereka." Max memberikan perintah, lalu segera berjalan masuk.
Bodyguard yang sedang mengawasi ruangan Natasha segera menatap kehadiran Max dari jauh. Kemudian mereka segera mendekat ke arah Max.
"Bagaimana?"
"Sangat sulit, penjagaan yang mereka lakukan cukup ketat."
Max terdiam, lalu menatap ruangan yang berada di lantai tiga.
Terlihat beberapa orang berpakaian kuning dengan menggunakan topi sedang berbaris rapih.
"Ini sangat aneh, mereka bahkan sudah mengetahui jika kami orang-orang TSM Group, namun mereka tidak takut dengan nama besar TSM Group." Ucap salah satu Bodyguard.
"Sepertinya mereka memiliki dukungan yang kuat. Tidak mengherankan jika mereka berani melakukan hal ini." Ucap Max tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kembalilah, katakan Ajax untuk bersiap di tempatnya. Aku akan naik ke lantai atas."
"Tapi tuan."
"Tenang saja, mereka tidak mengetahui identitas diriku bukan." Max dengan tersenyum, lalu pergi meninggalkan 2 Bodyguard TSM Group.
"Karakter yang berbeda." Ucap salah satu Bodyguard menatap kepergian Max.
"Kau benar, Tuan Max terlihat lebih tenang di bandingkan tuan Smith. Namun dari aura yang di keluarkan lebih mendominasi." Bodyguard satunya menimpali.
Mereka berdua kemudian segera pergi untuk melaksanakan perintah Max.
Max terus berjalan dengan tenang menaiki tangga, dia tidak menggunakan lift untuk tiba di lantai dua.
Max yakin di dekat lift banyak anggota Borussia yang berjaga, maka dari itu dia memutuskan untuk naik menggunakan tangga.
Max akhirnya tiba di lantai dua, dengan tenang berjalan ke arah di mana ruangan Natasha berada.
Kehadiran Max sendiri mendapatkan tatapan tajam dari anggota Borussia yang sedang berjaga di tempat itu.
"Pergilah, tempat ini sedang tidak bisa di lewati oleh orang lain."
"Aku hanya ingin menuju ruangan yang ada di lantai dua ini, jika aku harus pergi, lalu kemana lagi aku harus berjalan agar tiba di tempat yang aku tuju?" Max dengan berpura-pura bodoh.
"Kau bisa datang lain waktu. Jika kau masih memaksa untuk melewati tempat ini, jangan salahkan kami jika salah satu kakimu akan patah." Anggota Borussia dengan tatapan tajam.
Max menatap seroang pria yang sedang duduk dengan tenang tanpa memperdulikan tempat di sekitarnya.
"Tuan kalian bahkan tidak melarang ku, lalu mengapa kalian berbicara seperti ini terhadapku?" Max dengan terus berjalan.
Max sendiri sedang berusaha mendekati ruangan Natasha untuk mengetahui keadaan nya.
"Apa pasien yang sedang kalian jaga sedang dalam keadaan darurat sehingga aku tidak di perbolehkan untuk melewati tempat ini?" Ucap Max saat tidak dapat mengetahui keadaan Natasha.
Dengan bodohnya salah satu dari mereka mengatakan jika pasien di dalam ruangan yang mereka jaga sedang beristirahat.
Max tersenyum mendengar perkataan itu, dengan tenang terus berjalan tanpa memikirkan ucapan mereka yang terus meminta Max untuk berhenti.
"Apa kau tuli? Sudah kami katakan untuk berhenti, atau kami benar-benar akan membuat kakimu itu patah!"
"Lakukanlah jika kalian mampu." Tantang Max dengan tersenyum tipis.
"Kau yang memintanya." Anggota kelompok Borussia yang berjumlah 10 orang segera berlari ke arah Max.
Max sendiri masih berdiri dengan tenang, pandangannya mengarah pada pria yang saat ini masih duduk di tempatnya.
Saat kelompok Borussia sudah berada tidak jauh dari Max, tiba-tiba pria yang sedari duduk meminta mereka untuk berhenti.
Dengan segera mereka menghentikan gerakannya.
"Tuan."
"Aku katakan berhenti!" Ucapnya dengan tegas.
Tidak lama kemudian, lift yang berada sekitar 10 meter dari tempat mereka terbuka.
Terdengar beberapa langkah kaki yang keluar dari dalam lift. Terlihat Ajax, Swan, Cleon dan kedua Bodyguard yang berjalan beriringan.
Kedatangan mereka sendiri membuat anggota Borussia terkejut, apalagi saat melihat kedua jagoan yang terkenal. Siapa lagi jika bukan Cleon dan Swan.
"Kalian benar-benar telah membangun singa yang sedang tertidur. Mengatakan sesuatu yang buruk terhadap tuan Max saja sudah kesalahan terbesar yang kalian lakukan, namun sekarang ingin menghajarnya?" Ucap Cleon dengan terus berjalan ke arah kelompok Borussia.
Saat sudah berada di dekat mereka, Cleon menatap pria yang sedang duduk di kursinya.
"Hukuman apa yang pantas aku berikan kepada kalian?" Tanya Cleon dengan menatap tajam.
Pria yang sedang duduk tertawa kecil, lalu bangkit dari posisinya.
"Aku tidak menyangka tuan Cleon akan menjadi seorang bawahan pemuda yang tidak berguna. Bagaimana jika tuan bergabung dengan kami, aku bisa pastikan posisi yang tinggi untuk tuan Cleon dan tuan Swan." Ucap pria itu dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Max sendiri yang sedari tadi diam mulai melangkahkan kakinya ke arah ruangan Natasha.
Semua orang yang berada di tempat itu memperhatikan Max yang terlihat sangat cuek.
Max berdiri di dekat Cleon, lalu membisikkan sesuatu kepadanya.
"Baik tuan." Jawab Cleon dengan tersenyum.
Max kemudian berjalan ke arah pintu, dengan tenang membukanya.
Terlihat seorang wanita yang berada di atas ranjang dengan tatapan mengarah pada langit-langit ruangan itu.
Max tersenyum dengan santai, lalu masuk ke dalam.
Seorang pria yang berada di sudut ruangan segera berdiri saat melihat kedatangan Max.
Kelompok Borussia sendiri menatap Max dengan penuh kemarahan, mereka seperti ingin menghajar Max habis-habisan.
Namun mereka tidak berani bergerak sedikitpun, apalagi dengan adanya Cleon dan Swan yang di kenal sangat menakutkan itu.
Pria itu melangkah ke arah Max. "Siapa yang membiarkan kau masuk? Keluar sekarang juga! Biarkan pasien beristirahat." Ucapnya dengan menekan kata-katanya.
Pemuda yang sedang berada di hadapan Max sendiri bernama Henry, dia adalah ketua kelompok Borussia sekaligus pemimpin BxB Group.
Max hanya cuek dengan pandangan ke arah ranjang yang di tempati Natasha.
Natasha sendiri yang mendengar hal itu segera menatap ke arah pintu, hingga pandangan Max dan Natasha bertemu.