NovelToon NovelToon
Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:163.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ummy ni

Menghilang satu Minggu, Alistya seorang gadis dipaksa menikahi seorang pria yang bahkan tak ia kenali.

Dia yang mencoba bertahan hidup, berpura-pura menjadi istri yang baik pada pria itu, menunggu dan menyusun rencana untuk bisa kabur. Namun nihil semua yang ia lakukan sia-sia, tapi ia masih belum menyerahkan hidupnya begitu saja pada pria iblis itu.

Dengan segala cara ia lakukan untuk kembali pada Irena, melanjutkan kehidupan nya yang bahagia.

"Kau mau kemana?" Alka.

"Lepaskan aku!" Listya

"Lari lah..."

"Kemanapun kau lari. Aku akan menemukan mu, bahkan di alam lain sekalipun!!!" Alka.

"Kau iblis."


penasaran langsung baca, jangan lupa like and komen ya lovely 🥰

#sebelum membaca harap ikuti author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummy ni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : Danger

Aident menatap Listya yang asik memakan sebuah cake di restoran itu.

"Mmm,,,, Kau bilang kau lapar, kenapa tidak makan?" Listya tersenyum lebar dan juga kebingungan.

"Aku tak selera karena melihat kau." sarkas Aident.

Sementara Listya tak memedulikan ucapan pria itu dan lebih memilih melahap Cake nya.

"Seperti kau sangat senang." Ucap Aident meminum kopi nya.

Listya mengangguk cepat tersenyum lebar merasakan Cake itu.

"Aku biasa nya tak bisa bebas, bodyguard selalu mengikuti kemana pun aku pergi, itu sangat menyebalkan. " Ucapnya berdiri memperagakan gerakan.

Aident terkekeh melihat tingkah bocah itu, astaga dia benar-benar menguji iman seseorang, Aident tersadar dengan pikirannya.

"Cepat habiskan aku ingin ke toilet." Ucapnya berdiri dari duduknya.

Listya hanya mengangguk melanjutkan makannya, Aident pun pergi menuju toilet pria.

"Huhh lega~" Ucap Aident selesai menyuci tangannya.

Bankk...

Suara itu membuat Aident terkejut mengintip dari balik pintu toilet, dapat ia lihat orang-orang yang berlarian dan berteriak, tanpa tunggu lama ia bergegas keluar.

Situasi nya begitu kacau balau, Aident tersenyum ingin ikut berpartisipasi namun saat mengingat bahwa Listya juga ada disini

Senyuman itu luntur seketika.

"Listya!" Teriaknya berlari menuju tempat mereka sebelumnya.

"Kelinci bodoh!" Teriak seorang wanita tak jauh dari Jauh dari Aident.

"Huh.. Syukurlah." Lega Aident menatap Listya tengah berlari padanya.

"Ayo kita pergi." Ucapnya menarik tangan Listya tanpa aba-aba.

Bank...

Aident menarik Listya bersembunyi di balik dinding.

Hampir saja,...

Aident melihat situasi dari balik dinding, dapat ia Lihat segerombolan pria sedang melakukan aksinya, dengan tato ular yang terpampang jelas di lengan mereka.

Aident sudah lama menunggu ini, namun sialnya kenapa ada gadis bodoh ini, sebisa mungkin ia harus membawa Listya pergi dari sini.

Jika saja tak ada gadis ini Aident pasti sudah bersenang senang menghadapi mereka, tapi ia tak boleh meninggalkan Listya sedetik pun, ini sangat berbahaya.

Aident kembali menarik Listya menjauh dari sana.

"Aaaaa." Teriak Listya saat segerombolan pria lainnya muncul dibelakang mereka.

Aident tersenyum langsung mengeluarkan senjatanya dari jaketnya.

Bankk..

Bankk..

Bankk...

Tak ada satu pun bisa mengalahkan bidikan pria satu ini di dunia terkecuali Dehan.

Dalam sekejap pria-pria itu ambruk tanpa menunggu lama Aident membawa Listya pergi.

Bank..

Bank...

Sepanjang perjalanan Aident menggunakan pistol nya untuk menyingkirkan pria yang mencoba menyerang mereka.

Hingga mereka di kepung oleh pria-pria itu, Listya panik apa yang harus mereka lakukan sekarang, Aident masih tersenyum.

Bank..

Bankk...

Bankk...

Satu persatu menghabisi mereka dengan melindungi Listya yang ada di sampingnya.

"Cepat." Aident.

Bank..

"****... " Umpat Aident saat satu peluru berhasil melukai nya.

Dengan cepat Aident berbalik ke arah penembak itu dan membalasnya.

Bank..

Pria itu pun jatuh.

Aident menarik lengan Listya yang sempat terlepas, membawa nya ke suatu ruangan dan menutup pintu, Sesekali ia melirik dari balik jendela yang ada pada ruangan itu, ia melihat beberapa orang yang tengah mencari keberadaan mereka, Aident menyandar pada dinding memegang perutnya yang mengeluarkan darah.

"****... " Umpatnya lagi.

"Hey Kelinci bodoh kau berdarah. " Listya panik melihat baju Aident yang berubah merah.

"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu." Ucap Aident dengan nafas tersengal.

"Aku harus apa? Bagaimana ini." Listya menatap Aident khawatir.

"Shutt.. Diamlah mereka akan mendengar mu." Peringat Aident.

Wajah Listya memerah menahan tangisan,

melihat raut wajah Listya yang sangat ketakutan, entah kenapa membuatnya benci situasi ini.

Seharusnya ia tak membawanya pergi, seharusnya ia tak menuruti kemauannya.

Aident menyesal ia benar-benar lemas, jujur saat ini peluru itu membuat nya melemah.

Ada racun di peluru itu, ia bisa merasakan racun itu menjalar ke seluruh tubuh nya.

Deru langkah terdengar jelas,.

" Sila! Kenapa tak ada habisnya." Aident kembali mengintip.

Listya masih menahan tangisnya tapi saat darah Aident mengenai tangannya membuat nya terisak dengan air mata yang berjatuhan di pipi nya.

"Ahh, kenapa kau menangis? " Nafas Aident makin tersengal merasakan sakit yang makin menjalar pada tubuhnya.

"Hey ke- kelinci bodoh hiks, kau kenapa? Ayo jangan bercanda hiks, aku takut ayo bangun hiks." Ucapnya terbata mengusap Air mata yang menghalangi pandangan nya.

Pintu terbuka secara paksa dan itu membuat Listya terkejut, memeluk Aident saat pria-pria itu mendekati mereka.

Aident dapat rasakan dekapan Listya padanya, hangat benar-benar hangat, ia tak pernah di rengkuh seperti ini sebelum nya.

Bank..

Bank...

Listya menutup matanya tak mau melihat.

Senyap..

Ia kembali membuka kedua matanya, aneh ia tak merasakan apa apa pada dirinya.

Listya melihat seorang pria yang sangat ia familiar.

"Dehan!" Pekik nya berlari memeluk Dehan.

"hiks- cepat tolong Aident!" ucap nya menunjuk Aident yang terduduk lemas dengan darah di sekujur tubuh nya.

Tak tunggu lama Aident di bantu oleh para bodyguard , Dehan melirik Listya yang menatap kepergian Aident.

"Apa yang kau lakukan, apa aku pernah mengizinkan mu pergi kemana pun kecuali bersamaku?" Ucap Dehan dengan wajah murka menarik lengan Listya.

"Hiks-hiks maaf." Listya kembali terisak meminta maaf.

Dehan menghela nafas kasar dan menggendong Listya ala koala pergi dari tempat itu

.........

"Siapa yang mengizinkan nya? " Tanya Dehan menatapnya setiap pelayan dan bodyguard.

Kondisi sekarang, Listya sedang tertidur di pangkuan Dehan sejak dalam perjalanan pulang, mereka duduk diruang tamu dengan pelayan dan bodyguard yang sudah berkumpul.

Semua diam tak ada yang menjawab, inilah yang terjadi jika mereka melakukan kesalahan.

Listya membuka matanya lebar hendak berdiri namun Dehan menahan pegerakan nya, sehingga ia hanya bisa tetap di rengkuhan Dehan.

Listya menatap semua orang yang berada disana, hening ia pun tak mau membuka suaranya.

"Saya tuan." Ucap seorang bodyguard maju,Listya ingat itu adalah bodyguard yang kemarin sempat melarangnya.

"Hmm, ambil ini." Titah Dehan tersenyum.

Dengan takut setengah mati bodyguard itu mengambil pistol dari tangan Dehan.

"Tembak salah satu dari mereka."

Bodyguard melihat semua teman-temannya, tidak mungkin ia membunuh salah satu dari mereka. Sementara Semua pelayan menggigil ketakutan, mendengar ucapan Dehan.

"Lakukan dalam hitungan ke tiga." Ucap Dehan lagi.

Listya pun juga ikut terkejut, panik lah yang tergambar di wajahnya.

"Jangan lakukan ini." Lirih Listya menatap Dehan.

Dehan semakin tersenyum dibuat nya, Tak ada jawaban dari nya, ia hanya tersenyum dan itu membuat Listya makin panik.

"One, two,... " Dehan mulai menghitung.

"tree" ...

"Maaf tuan saya tidak.." Bodyguard itu menurunkan senjata nya.

Klik..

Dehan menjentikkan jemari nya

Bank...

Bodyguard itu tumbang dengan darah bercucuran dari belakang kepalanya.

Listya menutup matanya tak tega, ini semua kesalahan nya, padahal orang itu sudah melarangnya.

"Aku tak butuh orang yang pembangkang. " Ucap Dehan dengan wajah datar nya.

Disana Listya sudah terisak merasa bersalah dengan bodyguard itu, Dehan tak pernah segan membunuh siapapun jika membuatnya marah,bahkan sekalipun itu bawahannya.

"Hiks... Kenapa kau melakukan nya?  Itu bukan salahnya." Listya berdiri melepaskan pelukan Dehan secara paksa.

Ia menatap Dehan kesal dan berlari menuju kamar nya, Dehan hanya melihat setelah Listya pergi ia pun ikut menyusul.

Listya menatap tangan yang masih berbekas darah Aident, apa ini? Apa sekarang kehidupan nya akan dipenuhi cairan merah menjijikkan ini.

Dehan membuka pintu menghampiri Listya membalikkan tubuh gadis itu kasar menghadap dirinya, Listya menutup wajahnya dengan kedua tangannya tak mau menatap pria iblis itu.

"Jika kau keluar dari sini tanpa diriku, ku pastikan semua orang yang berada disini tak akan selamat." Ucap Dehan menatap Listya tajam.

Listya masih terisak, tangan kekar Dehan menyingkir kan tangan Listya yang menutupi wajahnya.

"Kau mengerti ?" Ucapnya tak lupa dengan tatapan tajamnya.

" Yaa! " Jawab Listya sedikit berteriak.

.........

Ok selamat membaca..

Komen dong biar seru...

See you...

1
Wahidah Wahidah
bagud
Azwaney Ramli
bagis ceritanya..bila nk update sambungannya
joyji
ljt
joyji
aku sangat suka sekali crta mu Thor....TPI sayang lama bnget nungguinnya...update terus dong Thor....biar BCA nya juga semangat
Leni Butarbutar
bagus
Leni Butarbutar
ditunggu Thor
Citra Aulian
ayooo author sering sering post 😎🤙
Citra Aulian
semangat author ngepost nyaaa,bikin yg bikin salting dong alka sama listya
Leni Butarbutar
lanjut Thor, suka sama ceritanya 🥰🥰🥰🥰
Wicih Rasmita
sadis😳😳😳
joyji
knp Thor ,,nggk muncul2
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sukses
fifid dwi ariani
trus sehat
joyji
4hor jangan tidur,,,udah kelamaan,crta mu blm muncul,,,,semngt dong Thor ,,keluar kn certamu yang bagus dan seru
joyji
𝚞𝚙 𝚍𝚘𝚗𝚐 𝚝𝚑𝚘𝚛
joyji
lnjut Thor,lebih bnyak lagi.....srmngat thot...jngn kelamaan lagi thir up nya
joyji
𝚔𝚙𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚞𝚗𝚌𝚞𝚕 𝚕𝚊𝚐𝚒 ....𝚝𝚑𝚘𝚛....𝚔𝚎𝚋𝚗𝚢𝚔𝚗 𝚔𝚛𝚓𝚊 𝚢𝚊....𝚜𝚊𝚖𝚙𝚎2 𝚌𝚛𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚕𝚖 𝚞𝚙 𝚓𝚞𝚐𝚊....𝚕𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚍𝚘𝚗𝚐 𝚝𝚑𝚘𝚛 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊
joyji
𝕥𝕙𝕠𝕣 𝕜𝕖𝕞𝕟𝕒𝕜𝕙 𝕕𝕚𝕣𝕚𝕞𝕦,,𝕒𝕡𝕒𝕜𝕙 𝕜𝕞𝕦 𝕥𝕚𝕕𝕦𝕣...𝕤𝕟𝕞𝕡𝕒𝕚 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕞𝕖𝕟𝕦𝕝𝕚𝕤 𝕟𝕠𝕧𝕖𝕝
joyji
𝑐𝑟𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑔𝑢𝑠 𝑙ℎ𝑜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!