NovelToon NovelToon
Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Kultivasi / Pendekar / Xianxia / Wuxia / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Atalim Official

disklaimer *Novel ini murni pemikiran author, kesamaan nama tokoh dan lokasi atau situasi mungkin terjadi*

Sebagai keturunan terakhir dari Naga emas, Long Tian berjuang sendirian setelah kehilangan kedua orang tuanya, dia berjuang menuju Puncak Kultivasi.

Tapi seiring perjalanannya ia justru mendapatkan ingatan masa lalu tentang dirinya yang merupakan penguasa dari 100 Galaksi sehingga membuatnya berusaha untuk membersihkan semua galaksi dan membantu para penduduk di galaksi galaksi kekuasaannya.


*ingin tau perjalanannya, yuck dibaca dan jangan lupa di klik tombol Like dan Favorit nya ya agar author semakin semangat menulisnya, silahkan tinggalkan jejak komentarnya*

"Terimakasih atas dukungan reader semua, Author hanya dapat mengucapkan terimakasih dan berdoa yang terbaik untuk para reader semua."

#kultivasi #reinkarnasi #dewanagaemas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atalim Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota 7 berlian dan Trisula Samudra

Jiang Mo kemudian membawa Jiang Li dan Long Tian ke Aula utama dan tampak ada satu singgasana mewah yang terbuat dari Es Abadi.

"Yang Mulia silahkan duduk di singgasana Anda" ujar Jiang Mo mempersilahkan Jiang Li untuk duduk di singgasana nya.

"Tuan Muda, anda lebih berhak untuk menduduki Singgasana Ini" ucap Jiang Li mempersilahkan Long Tian untuk duduk di Singgasana Kerajaaan Es.

"Jiang Li kau lah penguasa Istana Ini, duduklah disana dan pimpinlah Dunia Es ini, aku akan selalu mendukungmu" ucap Long Tian sambil duduk di kursi terdekat dengan Singgasana.

"Maaf Yang Mulia Raja Jiang Li, kenapa Yang Mulia meminta Tuan Muda ini yang menduduki singgasana anda?" Jiang Mo kebingungan dengan ucapan Jiang Li.

"Paman Mo, tuan muda ini bernama Long Tian, penerus terakhir dan penguasa sejati Dunia Long dan juga merupakan Tuan Muda saya, saya merasa tidak pantas untuk duduk di kursi singgasana yang posisi nya lebih atas dari tuan muda Long Tian" ucap Jiang Li menjelaskan.

Jiang Mo yang mendengar status dari Long Tian langsung berlutut dan bersujud tiga kali memberikan hormatnya kepada Long Tian "harap maafkan hamba yang tidak mengenali Dewa Long Tian" ujar Jiang Mo dengan sangat hornat.

"Bangunlah paman Mo, bukan salah paman Mo, tapi saya yang salah tidak memperkenalkan diri saya" ucap Long Tian.

"Paman Mo, bisakah Paman menurunkan Singgasana itu dan membuat satu kursi yang sama dengan singgasana dan diposisikan sebelahan." Jiang Li berkata sambil duduk di sebelah Long Tian.

"Baik Yang Mulia, saya akan meminta abdi istana untuk mengerjakannya, tapi yang mulia, mengingat Kehadiran Yang Mulia sudah diketahui oleh semua abdi istana dan para bangsawan kita sebaiknya melakukan Penobatan Raja terlebih dahulu" ucap Jiang Mo menjelaskan.

"Paman Mo benar, Jiang Li masalah kursi bukan hal yang utama, kau adalah saudaraku jangan kau permasalahkan hal kecil seperti ini" long Tian meyakinkan Jiang Li yang masih ragu untuk duduk di singgasananya

 "duduklah di singgasana itu" Long Tiab menambahkan.

Jiang Li yang terus di minta untuk di singgasananya kemudian menduduki Singgasananya dan setelah dia menduduki singgasananya, sinar putih keluar dari Singgasananya, menyebar ke seluruh istana dan keseluruh pelosok Pulau Istana Es.

Sebuah Mahkota yang terbuat dari emas murni serta bertahtakan berlian dan sebuah tombak trisula tiba tiba datang melayang, dan mahkota tersebut kemudian terpasang di kepala Jiang Li dan tombak trisula tersebut berdiri di depan Jiang Li. 

Jiang Li kemudian memegang tombak Trisula tersebut dan tiga cahaya keluar dari ujung trisula menembus langit.

Aura mendominasi dan penuh Wibawa keluar dari Jiang Li.

Jiang mo kembali berlutut dan memberi sujud kepada Jiang Li, dan berkata pelan dan dialiri dengan Qi mendalam sehingga terdengar sampai jauh dan berwibawa "SALAM UNTUK YANG MULIA RAJA JIANG LI, MAHKOTA 7 BERLIAN DAN TRISULA SAMUDRA TELAH MENGAKUI KEPEMIMPINAN ANDA DI ISTANA INI"

"Bangunlah Paman Mo, duduklah" ucap Jiang Li.

Jiang Mo kemudian bangkit dan duduk di kursi di depan long Tian.

"Paman mo, dapatkan kau memanggil seluruh abdi Istana dan pejabat Istana" Ucap Jiang Li.

"Baik Yang Mulia" ucap Jiang Mo dan Jiang Mo kemudian keluar dari aula utama isfana es.

Jiang li dan Long Tian tetap diam di aula utama dan long Tian kemudian berkata "Jiang Li aku akan membantumu menguasai semua wilayah di Dunia Es ini bukan hanya di pulau ini"

"Terimakasih Tuan Muda, hamba akan menyusun kekuatan besar di Dunia Es ini untuk membantu Merebut kembali Dunia Naga Emas" jawab Jiang Li.

Tidak lama kemudian banyak suara langkah kaki di terdengar dan Jiang Mo datan dengan 50 orang di belakangnya mereka kemudian masuk ke Aula Utama dan mereka langsung berlutut dan bersujud tiga kali dan kompak berkata "SALAM SEJAHTERA UNTUK YANG MULIA RAJA"

"Bangun dan duduklah" ucap Jiang Li.

Kemudian orang orang tua tersebut duduk di kursi kursi yang ada disana dan di aula utama itu terdapat lebih dari 200 kursi.

"Saya Jiang Li, penerus terakhir dari leluhur Jiang Bing" Ucap Jiang Li.

Orang orang tua tersebut kemudian Berdiri dan membungkuk tiga kali dan kemudiaj mereka berkata "Salam Sejatera Untuk Yang Mulia Raja Jiang Li"

"Aku perkenalkan kepada kalian semua pejabat Istana Es, ini adalah Tuan Muda Long Tian penerus terakhir Dewa Long Xi" ucap Jiang Li memperkenalkan Sosok Long Tian.

Mereka kemudian memberikan Hormatnya kepada Long Tian dan Long Tian pun membalasnya dengan sedikit membungkukkan kepalanya.

Mereka kemudian mengenalkan diri mereka masing masing dan jabatan mereka di istana ini sebelumnya.

"Kalian semua bertugaslah seperti semula sesuai yang biasa kalian lakukan dahulu saat Leluhur Jiang Bing disini" Ucap Jiang Li.

Mereka kemudian berdiri dan pergi keruangan masing masing untuk menjalankan tugasnya. Hanya tersisa 4 orang di sana yaitu Long Tian, Jiang Li, Jiang Mo dan Seorang pria tua lainnya.

"Jenderal Jiang Fu, bagaimana kekuatan pasukan perang kita dan bagaimana kondisi di luar Pulau ini" ucap Jiang Li kepada Jiang Fu yang merupakan Jenderal Besar istana Es.

"Yang Mulia kekuatan pasukan perang kita sangat besar, kita memiliki lima juta prajurit dengan kultivasi rata rata tinggal langit dan ada sepuluh  jenderal tingkat surga dan ada lima jenderal tingkat semi dewa termasuk hamba" Jiang Fu berkata dan kembali menambahkan "sejak Yang Mulia Raja Jiang Bing dan keluarga keluar dari istana ini jutaaan tahun lalu, segel yang menyegel pulau ini tidak dapat ditembus siapapun, dan pulau ini lokasinya juga selalu berpindah pindah hamba dan yang lainya tidak mengetahui kondisi di luar pulau" ucap Jiang Fu

"Jenderal Fu, perkuat kekuatan pasukan, dan siapkan mereka semua, nanti aku dan Tuan Muda Long Tian yang akan membuka segel tersebut" Ucap Jiang Li.

"Baik Yang Mulia" ucap Jenderal Jiang Fu sambil melangkah keluar aula istana.

"Paman Mo, bisakah kau tunjukan letak dari segel utama pulau ini" ucap Long Tian

"Baik Tuan Muda" ucap Jiang mo dan kemudian mereka bertiga keluar dari aula istana dan berjalan menuju Menara utama istana.

Ada 5 menara di istana tersebut dan menara utama terletak di bagian tengah dari istana es tersebut. Tinggi menara tersebut hampir mencapai 500 meter dengan lebar 100 meter.

Hampir satu jam mereka baru sampai di puncak menara utama karena ada hukum yang berlaku di istana yaitu dilarang terbang di dalam istana dan jika ada yang melanggar maka maka akan ada Trisula yang akan menyerang dan menghentikan mereka yang terbang di dalam istana atau di atas istana.

Ya ini adalah pertahanan yang di tinggalkan oleh Leluhur Jiang Bing sewaktu dia menjabat sebagai penguasa dunia Es.

1
Mang AGus
seperti sndiwara nga ada gregetnya
masak semua tau
Mang AGus
Luar biasa
Rino Wengi
ber kultivasi terus menerus tapi nggak pernah bertarung...tingkat kultivasinya sampai melebihi dewa ntar giliran berantem sama murid sekte keok karena nggak ada pengalaman alasannya
Rino Wengi
buat apa beli senjata banyak banyak.. pakaian juga semuanya dibeli mentang mentang banyak koin... seperlunya saja nggak usah terlalu mencolok
Rino Wengi
pedang pusaka cuma buat membelah daging... kasihan turun harga dirinya🤭🤭
Rusdi Bintang
gak seru ceritanya semua pasilitas sdh disediakan tekhnik kultivasi jurus pedang kristal roh buah2an roh pedang,siapa yg jadi lawannya coba skip aahh👎
Rusdi Bintang
kultivasinya terlalu cepat naiknya,harusnya bertahap agar ceritanya seru punya lawan yg seimbang
pauzi aja
dan terjadi lagi dan
pauzi aja
dan dan.
pauzi aja
kebabyakan dan kalau..dan
pauzi aja
ceritanya hampa
pauzi aja
belege..coba yg d beli kelas dewa aja.
pauzi aja
knpa ega d masukan aja si harimah k dunia jiwa.
pauzi aja
masah langsung mengeluarkan pedang.kn mcnya sdh ranah sewa,masah dengan tangan kosong aja ega bisah menghancurkan gerbabg sih
pauzi aja
mf masah cuma naik ranah kecil menerima kengsaraan petir sih.
pauzi aja
jadi waktu berendam d kolam darah naga belum menyjadi kulipator ,ko mcnya bisa menyerap kolam darah lehur.kn belum terbuka tuh dani mcnya
VirgoRaurus 31Smile
kalimat ini harusnya kalimat tanya... di tandai dg KENAPA... harusnya ada tanda tanya (?).
Yayax Thiese
kebanyakan kata"TERSEBUT min...
Widianto Dalang
sangat terlalu mudah sekali. lurus mulus kayak jalan tol.
Muh Nasrun
Thor, belajarlah buat cerita menarik, kenapa long tian jadi spt pedagang, dia kultivator kenapa borong harta, buat waras otaknya thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!