NovelToon NovelToon
Sang Dewa Perang Telah Kembali

Sang Dewa Perang Telah Kembali

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Balas Dendam / Pembunuhan / Militer / Anak Lelaki/Pria Miskin / Kasih Sayang Keluarga / Tamat
Popularitas:263.3k
Nilai: 5
Nama Author: liabobrok

Tamat


Seorang Pria Terlahir dengan kekuatan yang sangat hebat, hidupnya sungguh menyedihkan!..
sebelumnya ia cuman seorang pria yang lemah miskin dan tidak mempunyai apa-apa kecuali adiknya yang imut dan ayahnya yang tidak bertanggung jawab...

"Tiga tahun telah berlalu, akhirnya dia pulang ke rumah!"

[[ Warning Cerita bakalan menyebabkan : Darah tinggi, kesal, dan ingin membanting kan HPmu sendiri. Soo hati² aja.. Thor udh peringatan juga kan? ]]

Mohon dukungannya agar thor cepat update...like dan komenan kalian itu sungguh sangat membantu author ini...

Happy Reading Readers😘🤗📚





gambar bukan punya saya [saya cuman mengedit nya saja ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liabobrok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik yang Baik

Karena tidak mengerti karena apa sesungguhnya Agatha menangis,

Liam Lin pun tak lagi mengganggunya lalu berangkat bekerja.

Kebetulan hari itu akhir pekan, Agatha pun tak bersekolah dan seharian berada di rumah.

Sepulang kerja, Liam Lin melihat Agatha seharian tidak keluar rumah pun bingung.

Kenapa dia tak keluar bermain bersama kawannya? Apakah hatinya belum membaik?

Liam Lim lalu pergi ke kamar Agatha melihat kondisinya.

Sesampai di kamar, terlihat Agatha yang sedang berbaring di atas ranjang tak berkata

sepatah kata pun. Kelihatan jelas dari wajahnya bahwa dia masih tidak senang.

Liam Lin sadar, kalau sampai saat ini juga dia tidak membujuk Agatha, suasana hati Agatha pun pasti tidak akan membaik.

Lalu dia pun mendekati Agatha sambil menepuk bahunya.

"Kamu kecil-kecil begini jago juga ngambek yah? Ada apa sih sebenarnya?" tanya Liam Lin berusaha menenangkan.

Agatha tahu kalau kali ini dia tidak menyampaikan isi hatinya kepada orang yang tidak peka seperti kakaknya ini,

selamanya dia tidak akan dimengerti.

"Kamu ngapain masih mencari ku? Sana, cari guru Sophia Miao. Bukannya kamu terlihat sangat dekat dengannya?" jawab Agatha ngambek.

Akhirnya Liam Lin tau mengapa Agatha mengambek.

Rupanya karena merasa dia terlalu dekat dengan Sophia Miao.

"Dasar bocah ingusan. Kamu bukannya tidak tau mengapa aku dekat dengan guru Sophia Miao? Kalau bukan karenamu, karena apa lagi?" jawab Liam Lin menenangkan.

Mendengar jawaban itu, ditambah lagi memang demi dia,

hati Agatha pun menjadi sedikit membaik. Tetapi dia malah pura-pura ngambek dan marah sambil berkata,

"Karena aku? Aku tak percaya! Kalian bukannya malah bertukaran wechat?"

Liam Lin tau lewat kata-kata barusan yang diucapkan Agatha,

suasana hatinya sudah agak membaik.

Dia lalu menarik tangannya dan membangunkannya sambil berkata di hadapan mukanya,

"Aku sengaja bertukaran wechat dengannya dengan tujuan apabila nanti terjadi apa-apa denganmu dia langsung dapat memberitahuku.

Coba, kalau tidak ada komunikasi, apabila nanti terjadi apa-apa denganmu, bagaimana? Kakakmu begini juga karena khawatir denganmu."

Namanya juga wanita, perlu dibujuk dulu barulah mereka senang.

Agatha pun begitu, kemarahannya reda sepenuhnya setelah mendengar perkataan terakhir dari kakaknya.

"Begitu dong, berikan jawaban yang benar. Coba saja beri penjelasan lebih awal lagi,

kan aku tak perlu sampai marah seharian?" tutur Agatha.

Agatha dua hari ini terlihat tidak begitu bahagia,

Liam Lin sedang berpikir apakah dia perlu tidak masuk kerja dulu besok menemaninya.

Kemudian dia pun berkata,

"Besok aku tidak perlu masuk kerja. Bagaimana kalau malam ini aku menemanimu jalan-jalan keluar?" tanya Liam Lin sambil tersenyum.

Mendengarnya, Agatha sangat senang melihat kakaknya yang menawarkan permintaan ini duluan.

Padahal sebenarnya, yang diharapkan Agatha adalah hanya berada terus di sisi kakaknya.

Kakaknya biasa sibuk kerja, tak ada waktu menemaninya.

Hari ini akhirnya mengajaknya keluar, yang dinanti-nanti akhirnya datang juga.

"Kalau begitu, aku ganti pakaian dulu sebentar. Lalu kita berangkat." kata Agatha sambil mendorong kakaknya keluar kamar bersiap mengganti pakaian.

"Halah, pergi denganku buat apa sampai ganti baju segala. Bukan kencan juga lagian, mau ganti baju apa?" Lanjut Liam Lin.

Tiba-tiba suasana menjadi kelam sejenak.

Liam Lin sadar kata-kata ini tidak pantas diucapkannya,

lalu dengan cepat dia melanjutkan,

"Maksudku malam-malam keluar pakai pakaian bagus, bukannya tak aman?" Agatha karena omongan kakaknya itu pun tak jadi berganti pakaian.

Kemudian mereka pun berangkat.

Liam Lin pergi membawa Agatha ke taman bermain yang agak besar di tempat itu.

Namanya juga anak gadis, pasti sukanya tempat yang begini.

Ditambah lagi dari kecil Agatha memang suka dengan komedi putar.

Agatha terlihat begitu bahagia.

Entah karena ditemani oleh kakaknya, atau karena bermain komedi putar, yang jelas di wajahnya terlihat senyuman bahagia.

Terkadang, Liam Lin mau menemaninya bermain,

namun ada beberapa permainan yang tak terlalu disukai Liam Lin,

jadinya dia hanya berdiri saja dipinggir melihat Agatha bermain.

"Kak, aku mau ini." minta Agatha sambil menunjuk ke arah sebuah boneka barbie.

Rupanya boneka barbie itu adalah hadiah dari permainan tembak jitu.

Kebetulan itu adalah keahlian Liam Lin.

Dengan cepat dia setuju dan mereka pun berjalan mengarah ke sana.

Walaupun yang dibawa adalah senjata mainan, namun tak tau mengapa.

Setiap kali memegang senjata selalu merasakan sesuatu yang tidak biasa. Serasa

seperti perasaan dulu waktu di organisasi itu pun kembali padanya.

Dengan percaya diri dia membidik senjatanya. Perasaan saat latihan pun kembali,

tembakannya itu pun jitu langsung tepat sasaran.

Agatha mendapatkan boneka yang diinginkannya. Melihat wajah pemilik tempat bermain tembak jitu itu cemberut,

Liam Lin langsung menggenggam tangan adiknya membawanya pergi dari situ.

Kalau saja tetap di situ, pemiliknya bagaimana melanjutkan bisnisnya, pikirnya.

Agatha berjalan sambil memeluk bonekanya. Senyumnya tampak lebih bersinar kali ini.

"Kak, menurutmu, ke depannya kita akan sering main seperti ini lagi tidak?" tanya Agatha.

Nampak jelas bahwa Agatha sangat senang sekali ditemani kakaknya bermain.

Dengan yakin Liam Lin mengangukkan kepalanya.

"Boleh saja, asalkan kakak ada waktu, kakak pasti akan mengajakmu keluar.

Tapi, kamu juga harus belajar baik-baik." lanjut Liam Lin.

Agatha dengan sedikit cemberut sambil menggelengkan kepala seakan tidak mengerti perkataan kakaknya.

"Asalkan kamu belajar dengan baik, kamu nantinya pasti akan menemukan pacar.

Kalau sudah punya pacar, kamu juga pasti tidak akan aneh-aneh lagi." Lanjut Liam Lin menjelaskan.

≡◂▸

1
Kang Haryo
asewmoq...sjelaa preman Mc nya..wekkekek
Kang Haryo
dewa perang kokl misquin...lah
Raditya Vicky
Lumayan
Raditya Vicky
Buruk
Panusunan Hutasoit
Luar biasa
Andy Hermawan
awal kisah yg lumayan bagus
Supriadi
Yo
Supriadi
mantap
Mazaiat Habib
aduuuuh... MCnya Cemen bener. dewa perang apaan nih?
Mazaiat Habib
haisssssss utk liat ayahnya saja udh 2 episod...
Mazaiat Habib
belum menemukan gereget di ceritanya,karena terlalu banyak wanita2 menjengkelkan. saya kasih 2 dulu dah bintangnya
wah..ah..ah..
0k
Panungkek Yan
lanjut thor
Kahairul Aziz
ini crita nya kemana judul nya kemana.
tapi enak critanta.... 😆😆😆
Yolly Andaki
lanjutkan
Yolly Andaki
lanjut
Yolly Andaki
mantap
Bozies Dyfan
lanjut..bagus ceritanya
Panungkek Yan
lanjut ya thor
Panungkek Yan
teruslah menulis Thor mantaaap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!