CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Sayang Kamu
Gemericik air terdengar jelas dikamar bernuansa biru langit itu,didalam kamar mandi Nagara tengah mengguyur seluruh tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan air sower.
Kepalanya tertunduk, menumpu pada dinding kamar mandi.Ucapan Rodek membuat dia khawatir,bukan khawatir pada dirinya sendiri namun khawatir pada keluarganya terutama tuan putri kesayangannya itu yang ternyata sudah menjadi target kelemahannya, tanpa dia sadari sudah diketahui oleh mantan bossnya saat dulu dia masih berada dijalanan.
Rodek mengancam kalau dia tidak mau menerima tawarannya untuk menjadi salah satu petarung liarnya,pria tua itu akan menjadikan Lovyna taruhannya yang pertama.Walaupun,pria tua itu mengiming imingi bayaran yang tidak main main saat dia menang nanti.
Rodek tidak menyuruh Nagara bertarung dengan cuma cuma,pria paruh baya itu menjanjikan bayaran yang cukup membuat Nagara tercengang mendengarnya.Bayarannya setara dengan harga satu unit mobil Alphard milik Sang Mami.
Karena pertarungan liar ini bukan hanya kelas Teri namun sudah kelas Megalodon.Para rivalnya saja sudah kelas Internasional, yang dilakukan diberbagai negara walaupun masih ilegal.Namun pertarungan itu sangat terlindungi oleh para aliansi bawah tanah termasuk para Mafia yang menjadi tokoh utama disana.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang,bahkan aku tidak berdaya untuk memberitahukannya pada Papa Ilham karena ancaman si tua bangka brengsek itu!"
Nagara menghela nafasnya kasar,pria yang berusia 29 tahun itu bahkan meraup wajahnya dengan kasar setelah dia mematikan air sower kamar mandinya.Dengan cepat Gara meraih handuk yang menggantung dikaca bening pembatas antara sower dan bathup,lalu melilitkan sempurna diarea pinggangnya.
Gara menghela nafasnya berkali kali saat dia hendak membuka pintu kamar mandi.Nafasnya semakin tercekat saat kedua netra abu abunya menangkap seseorang tengah tertidur diatas tempat tidur miliknya.Perlahan namun pasti,Nagara membawa kedua kakinya melangkah menuju area tempat tidur.
Bahkan sejenak dia melupakan kalau dia masih bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk abu abu yang menutupi area terlarang miliknya.
"Kenapa kamu tidur disini gadis nakal,"
Dengan suara serta gerakan pelan,Nagara mendudukan dirinya disisi tempat tidur.Satu tangannya terulur untuk mengusap lembut kepala serta wajah gadis cantik yang beberapa hari ini berusaha untuk dia hindari.Dan akhirnya usahanya kini sia sia,karena gadis ini tidak akan pernah bisa menjauh dari hidupnya.
Apa lagi saat ini keselamatannya berada ditangannya dan tangan pria tua bangka itu.
Nagara tersenyum tipis sembari bangkit dari duduknya setelah dia memberikan kecupan singkat didahi gadis yang terlihat tidak terusik sama sekali dengan ulahnya itu.
Namun saat dia akan melangkah,tiba tiba tangannya dipegang erat oleh gadis yang masih memejamkan kedua matanya itu.Bahkan Nagara bisa mendengar kalau gadis itu bergumam tidak jelas.
"Abang,"
Nagara menghirup nafasnya dalam dalam saat mendengar gadis itu memanggilnya padahal dia masih berada dialam mimpinya.
"Abang jangan tinggalin Vy,"
Terpejam,hanya itu yang bisa Nagara lakukan saat ini ketika dia mendengar jelas kalau gadis itu mengigau tidak ingin ditinggalkan olehnya.
"Abang disini Cinta,"
Pegangan dilengannya semakin erat saat dia menjawab igauan gadis itu.Walaupun kedua netra gadis itu terpejam sempurna,namun pegangannya lumayan cukup kuat untuk menahan langkah Nagara.
"Jangan tinggalin Vy,Vy takut."
"Sssttt,Abang disini,"
Dengan tidak ragu Gara naik keatas tempat tidur miliknya.Pria dewasa itu langsung memeluk tubuh gadis muda yang terlihat tengah gelisah didalam tidurnya.Nagara tidak peduli dengan keadaannya yang masih half naked.
"Vy sayang Abang,"
Dekapan Gara semakin kencang,dia juga tidak lupa untuk memberi kecupan kecupan kecil dipucuk kepala gadis yang tengah berada didalam dekapan tubuh half nakednya itu.
"Abang lebih sayang kamu Cinta,sangat!"
Kayaknya sesuai kebiasaan panggilan authornya, maaf ya thor kalau komenku mengganggu.🙏🤭