Ilham Maulana merupakan mahasiswa ekonomi yang tinggal disebuah rumah susun. Ia tumbuh sebagai anak indigo, karena kebutuhan ekonomi yang menghimpitnya, ia pun menggunakan kelebihannya itu untuk bekerja sebagai pengusir hantu.
Cerita Ilham semakin seru ketika Ilham bertemu dengan sesosok hantu cantik yang gentayangan. Pertemuan Ilham dan si hantu cantik membuat babak baru dalam kehidupan keduanya. Si hantu cantik bekerjasama dengan Ilham sembari berusaha mencari akal supaya arwahnya berhenti gentayangan.
Hingga lama-kelamaan keduanya saling jatuh cinta. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta pasangan beda dimensi ini, akankah berakhir bahagia ataukah malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patah Hati
👻
👻
👻
👻
👻
Ilham dan Sinta berjalan berdampingan, Ilham tampak canggung dan sedikit jaga jarak tapi untungnya Sinta begitu hamble jadi Sinta bisa mencairkan suasana.
"Ini tadi aku beli es krim, cuacanya sangat panas pasti enak deh kalau makan es krim," seru Ilham.
"Terima kasih Am. Kamu beli es krim itu buat siapa?" tanya Sinta dengan menunjuk kantong kresek yang Ilham bawa.
"Oh, ini untukku karena aku juga suka es krim," dusta Ilhan.
Ilham sebenarnya membeli es krim itu untuk Bunga, entah kenapa walaupun Ilham sedang bersama Sinta tapi otak Ilham selalu teringat akan Bunga.
Sesampainya di villa, Sinta melihat ke arah belakang villa.
"Am, lihat deh ternyata ada danau juga indah banget ya."
Ilham melihat dan ternyata disana ada Bunga yang sedang duduk sendirian dipinggir danau. Ada perasaan bersalah karena dari tadi pagi Ilham mengacuhkan Bunga.
"Sebentar ya Am, aku mau panggil Joko dan Kiwil kayanya kalau kita foto-foto disana seru juga."
Ilham menganggukkan kepalanya, setelah Sinta pergi Ilham pun turun dan menghampiri Bunga.
"Duduk sendirian disini, kamu ga takut digangguin hantu," seru Ilham dengan mendudukkan tubuhnya disamping Bunga.
"Aku kan hantu, kamu lupa?"
"Iya sih kamu hantu, tapi kamu itu hantu yang penakut beberapa kali kamu menjerit karena melihat hantu lain, padahal kan itu satu marga sama kamu."
Bunga hanya diam tidak membalas ucapan Ilham..
"Nih..."
Ilham memberikan satu es krim kepada Bunga..
"Ga mau, sana lebih baik kamu temenin Sinta saja," ketus Bunga.
Bunga terlihat sok jual mahal padahal dalam hatinya bersorak riang karena Ilham membelikannya es krim.
"Beneran ga mau nih? ya sudah kalau ga mau, aku kasih saja ke----"
Ucapan Ilham terhenti karena Bunga langsung merebut es krim itu dari tangan Ilham.
"Jangan, sini buat aku saja," seru Bunga.
Ilham hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Bunga. Tidak lama kemudian, Joko, Kiwil, dan Sinta pun datang mereka bersiap-siap akan berfoto-foto ria.
Mereka berempat tampak senang dengan bermain air di danau itu bahkan Bunga pun tersenyum melihat Ilham yang tertawa bersama. Pasalnya baru kali ini Ilham mau bermain dengan orang lain setelah bertahun-tahun lamanya dia menutup hati untuk kehadiran orang lain dan memilih menyendiri.
Disaat Ilham hendak berfoto berdua dengan Ilham, Bunga dengan sigap merecoki mereka bahkan Bunga menjahili Sinta. Bunga hendak memisahkan Ilham dan Sinta dengan berdiri ditengah-tengah tapi Ilham menutup wajah Bunga dengan telapak tangannya yang besar dan mendorong Bunga sampai terjungkal ke belakang.
"Dasar menyebalkan," gerutu Bunga yang saat ini terduduk di tanah karena ulah Ilham.
Setelah puas bermain air, mereka pun memutuskan untuk membakar daging untuk makan mereka. Lagi-lagi Ilham dan Sinta semakin dekat dan itu membuat Bunga kembali kesal.
Bunga dengan sengaja meniup pembakaran ke arah Sinta.
"Uhuk..uhuk.."
Ilham menoleh ke arah Bunga dan melotot tapi Bunga sama sekali tidak takut malah saat ini dia menjulurkan lidahnya ke arah Ilham.
Malam pun tiba....
Mereka pun sedang duduk diteras villa sembari ngobrol-ngobrol ringan.
"Sin, apa kamu sudah punya pria yang kamu sukai?" tanya Kiwil.
Dengan malu-malu Sinta pun menganggukkan kepalanya dan itu membuat Ilham mengulum senyum, sedangkan Bunga terlihat duduk dipojokkan karena Ilham melarangnya untuk mendekat.
"Kalau boleh tahu, apa orang itu ada disini?" tanya Joko.
Sinta tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan itu membuat Ilham patah hati, ternyata selama ini Sinta menyukai orang lain.
Joko dan Kiwil saling pandang, mereka tidak enak dengan Ilham padahal tujuan mereka melakukan tamasya ini untuk mendekatkan Ilham dan Sinta. Sedangkan Bunga yang duduk di pojokan entah mengapa bukannya senang, Bunga malah merasakan sakit yang Ilham rasakan.
"Apa benar ya yang dikatakan Zeezee kalau aku jatuh cinta kepada Ilham?" batin Bunga.
***
Keesokkan harinya...
Sinta duduk sendirian di pinggir danau, bukan sendirian tepatnya berdua tapi Sinta tidak tahu kalau disana juga ada Bunga.
"Akbar, aku bela-belain pindah kesini tapi aku sama sekali belum pernah melihatmu bahkan pintu kamarmu pun selalu tertutup rapat," gumam Sinta.
Tiba-tiba tanpa Sinta sadari, dari dalam air muncul sesosok hantu menyeramkan. Bunga tidak sempat menolong Sinta, kaki Sinta ditarik oleh hantu itu dan Sinta pun tercebur ke dalam danau.
Bunga bingung harus ngapain, tapi untungnya Ilham, Joko, dan Kiwil segera datang. Ilham segera menolong Sinta, dan akhirnya Sinta pun bisa terselamatkan.
"Jok, Wil, tolong bawa Sinta ke villa," seru Ilham.
"Baiklah."
Setelah mereka pergi, Ilham menghampiri Bunga dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.
"Kenapa kamu melakukan semua ini?" bentak Ilham.
"Maksud kamu apa? kamu pikir aku yang sudah menyebabkan wanita itu jatuh ke danau?" seru Bunga dengan suara yang lantang.
"Memang itu kan kenyatannya? memangnya kenapa Sinta tercebur ke danau kalau kamu yang bukan mendorongnya. Kelakuanmu sungguh kekanak-kanakkan," tegas Ilham.
"Ya sudah kalau menurutmu begitu, aku minta maaf dan aku memang kekanak-kanakkan," teriak Bunga dan langsung menghilang dari hadapan Ilham.
Ilham pun segera menghampiri Sinta dan dia pun pergi keluar untuk membeli obat. Ilham pergi ke sebuah toko dan mencari minyak angin.
"Maaf, apa Mas yang menginap di villa itu?" tanya si Ibu tukang warung.
"Iya Bu."
"Mas mau beli apa?"
"Apa ada minyak angin atau obat apa ya aku bingung."
"Kenapa Mas bingung? memangnya siapa yang sakit?" tanya si Ibu kembali.
"Ini Bu, teman saya barusan habis terjatuh ke danau tapi saya bingung mau beli obat apa."
"Danau? apa teman Mas jatuh ke danau yang ada di belakang villa?"
"Iya Bu, memangnya ada apa?"
"Aduh Mas, danau itu angker ada penunggunya kalau ada orang uang duduk disana sendirian biasanya suka ada yang tiba-tiba narik dari dalam air, orang-orang sini sih bilangnya hantu air."
"Apa hantu air?"
"Iya Mas, jadi lebih baik Mas dan teman Mas jangan main lagi ke danau itu bahaya."
"Oh, terima kasih Bu ini uangnya saya beli minyak angin saja."
Setelah mendapatkan apa yang Ilham beli, akhirnya Ilham kembali ke villa dengan terburu-buru hatinya begitu merasa tidak enak, bukan karena khawatir kepada Sinta melainkan Ilham merasa bersalah karena tadi sudah memarahi Bunga dan menuduh Bunga yang tidak-tidak.
Sesampainya di villa, Ilham langsung menuju danau dan benar saja Bunga sedang duduk sendirian, Ilham hendaka menghampiri Bunga, baru saja beberapa lngkah sesosok hantu muncul dari dalam air dan menarik Bunga ke dalam danau.
"Bungaaaaa...."
Ilham segera berlari dan melompat ke dalam danau itu, Ilham cukup kesusahan mencari Bunga hingga akhirnya setelah beberapa menit mencari, Ilham menemukan sosok Bunga.
Ilham menarik Bunga dan melawan hantu air itu, hantu itu cukup kuat tapi lama-kelamaan akhirnya Ilham bisa menyelematkan Bunga. Ilham mengangkat tubuh Bunga tapi anehnya tubuh Bunga kadang-kadang tak terlihat dan kadang-kadang terlihat.
"Ada apa ini?" gumam Ilham.
Merasa ada yang tidak beres, akhirnya Ilham mengajak semuanya untuk pulang. Selama dalam perjalanan, Bunga masih belum sadarkan diri membuat Ilham semakin khawatir.
Setelah perjalanan panjangnya, akhirnya Ilham sampai di rumah susun tempat tinggalnya. Ilham membaringkan tubuh Bunga di sofa.
"Aduh, apa yang harus aku lakukan? masa iya aku harus bawa Bunga ke rumah sakit, bisa-bisa Dokter disana kena serangan jantung," gumam Ilham.
Ilham memutuskan untuk memindahkan Bunga ke kamarnya, Ilham memperhatikan wajah cantik Bunga.
"Apa iya Bunga seorang hantu? tapi kenapa dia bisa sakit dan berprilaku layaknya seorang manusia," gumam Ilham.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU