NovelToon NovelToon
POCONG FAMILY

POCONG FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Horor
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: Jo doang

cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.

kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia

Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.

akan kah mereka bisa damai.

Baca Kisahnya...

WARNING...!

JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.

SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Putra Bodong duduk termenung di teras rumah Junaidi, teman satu perjuangannya dalam pengangguran. Dibawah jilatan mentari sore dan di temani segelas teh hangat. Putra Bodong memikirkan kejadian kemarin waktu di dapur. Dimana dia melihat ibunya bermandikan keringat dengan mata melotot tajam, membuat pikirannya berkecamuk.

Dia sadar dan tau betul apa yang tengah menimpa ibunya, tapi Putra Bod tidak memberi taukan kepada anggota keluarganya yang lain. Sebagai pecinta film - film horor. Putra Bod tau betul kalau kemarin Ibunya di ganggu mahluk halus. Tapi bukan Putra Bodong namanya kalau tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. karena itulah dia memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari Putri, adiknya sendiri.

Tapi bukan pula Putra Bodong tidak perduli dengan keadaan yang terjadi menimpa Ibunya. Bahkan Putra Bodong sudah membahasnya bersama Junaidi. Dan solusinya adalah mencari Dukun.

"Woiiii..... ! Masih ngelamun aja.!" Junaidi datang dan menepuk bahunya. Membuat Putra Bod tersontak kaget.

"Aserehheeee.... Rehe....rehee....!" Putra Bod mengeluarkan jargon latahnya.

"Hahahahaha....! Put... Put. Ganteng - ganteng kok latahan..!" Ujar Junaidi yang kemudian duduk di kursi samping Putra Bodong.

Putra Bodong hanya manyun menanggapi candaan Junaidi.

"Putra.! Tuh lihat, ada si Surti !" Junaidi berbisik ke telinga Putra Bodong sambil menunjuk dengan lirikan matanya ke arah Surti, tetangga barunya Junaidi.

Namun hidung Junadi tiba tiba mengendus sesuatu, disusul dengan tatapan mata melotot.

"Mmmmhhh.... Kuping Lu bau Setan.! Tainya banyak, kuningnya ke emasan pula itu.!" Celoteh Junaidi dengan jijik.

"Ahhh... Biarin!" Ujar Putra Bodong santai, jari tangannya langsung mengorek lubang telinganya, kemudian jarinya itu di dekatkan ke lubang hidungnya untuk di hirup. Dan mengangguk ke arah Surti yang tiba tiba melihat ke arah mereka.

"Ihhhh.... Jorok ah, !"

"Brisik ah, Tai kuping aja di ributin.!" Ujar Pitra Bodong sedikit kesal pada Junaidi, Karena telah mengganggunya berbalas senyum dengan Surti.

"Eh... sialan. gue di karatin kayak besi tua. tuh anak masih gadis, tau.!" Ujar Junaidi mengingatkan Putra Bodong. karena dia tau obsesi Putra Bodong yang lebih suka dengan janda atau bibi orang daripada gadis.

"Hai kak! Aku Surti, tetangga baru kakak Junaidi. salam kenal ya kak. jangan lupa Feedback aku ya.!" Ujar Sutri pada Putra Bodong.

- ih... sialan. ganteng juga nih Cowok- Surti tersenyum malu pada Putra Bodong.

lain halnya dengan Putra Bodong yang hanya mengerutkan kening saat Surti mengatakan Feedback padanya.

"Feedback apaan si Jun?"

"Bilang salam kenal juga sama dia, berarti Lu udah feedback dia!" Junaidi menjelaskan pada Putra Bodong yang dia sendiripun tidak paham apa itu feedback. Putra Bodong tersenyum mendengarkan penjelasan Junaidi.

"Salam kenal Juga kak!" Ucap Putra Bodong pada Surti, ia melakukan sesuai dengan penjelasan Junadi

Sutri tersenyum. -Pria yang tidak sombong, aku suka, aku suka-

"Jun, gue nginap di sini aja dah, biar pagi pagi kita bisa langsung ke rumah tuh Dukun.!" Ujar Putra.

Hantu Dangdut dan Rocker yang sebenar mengikuti Putra Bodong untuk sekedar jalan jalan, kini saling pandang. Mereka tidak menyangka akan mendengar perkataan Putra Bodong yang ingin mencari Dukun untuk mengusir mereka.

"Kita harus segera buat laporan nih sama bang Pocong." Ujar hantu Dangdut dengan geram.

Hantu Dangdut dan Rocker ingin sekali sebenarnya untuk memberi pelajaran pada Putra Bodong, tapi mereka berpikir lagi. menyampaikan informasi ini lebih penting daripada memberi pelajaran pada Putra Bodong. Mereka berdua akhirnya Pulang.

"Bang orang mana?" Tanya Surti pada Putra Bodong.

Surti yang sudah terhipnotis pada pandangan pertama saat melihat ketampanan Putra Bodong, langsung tancap gas tanpa malu lagi.

"Orang rumah kak!" Jawab Putra sopan.

"ishh... si Abang doyan becanda juga!" Kata Surti dengan senyum nakal

Putra Bodong mulai tidak tidak nyaman denga Surti, dia melirik Junaidi. "bantuin napa Jun, kalau nggak dia pulang nih!" Ancam Putra.

Junaidi menahan senyumnya. "Sur...! Kami masuk dulu ya. mau ngerjain tugas Kimia dulu.!" Pamit Junaidi pada Surti. Dan mereka masuk kedalam Rumah setelah Surti mengangguk.

"Yang rajin ya belajarnya!" Teriak Surti.

Surti juga masuk kedalam rumahnya. Namun dia berhenti pas di pintu setelah mengingat sesuatu.

"eh... Tuh kan si Jun udah selesai sekolah dan dia kagak kuliah. Terus ngerjain tugas kimia apaan mereka!" Batin Surti tersadar kalau dia telah di kadalin oleh Junaidi yang pengangguran.

"Ahh... Kunyuk lu Juneha!" Teriak Surti kesal dengan mengganti nama Junaidi.

®®®®®®®®®®®®®®

"Maaaahhhh.... Maaahhh...!"

Putri Bodong memanggil manggil ibunya saat dia sampai di depan pintu rumah sepulang mengurus keperluan Kuliahnya. Tapi tak ada sahutan dari dalam, Putri Bodong mendorong daun pintu yang tidak terkunci.

"Hmmmm... Kok bau pesing ya....!" Kening Putri Bodong berkerut sampai tiga garis, saat aroma non Terapy menyeruak kedalam hidungnya.

"Mama ngapain tidur di situ.?" Batin Putri Bodong. Dia kemudian mulai mengendus aroma Pesing yang mulai semakin tajam.

Putri Bodong melihat daster bagian bawah Bu Bodong basa. ia pun membangunkan Ibunya yang tidur di atas sofa dengan posisi masih duduk. Beberapakali Putri Bodong membangunkan Ibunya.

"Mahh.... bangun mah.. Mam ngompol ya, issss... jorok ah.!"

Putri Bodong terus membangunkan Bu Bodong, Ia sedikit kesal dan juga tidak percaya, bisa bisanya mamanya ngompol. padahal udah tua.

setelah penuh kerja keras dan perjuangan Putri. Akhirnya Bu Bodong bangun juga, dia membuka matanya dengan pelan Dan....

"Setaaaaaaaaaannnnnnnnnnnn...... Setaaannn...!" Bu Bodong berteriak dengan panik.

"Mah...! Ini aku Putri Mah, bukan setan" Putri Bodong kebingungan, dia kemudian mencengkram dan memggoyang bahu Ibunya. "Mah.. Ini putri mah...!"

"Putriii...!" Bu Bodong tersadar kalau yang ada di hadapannya adalah putrinya.

"Mama kenapa teriak teriak setan. ini lagi pake ngompol segala.?"

Bu Bodong menelan air ludahnya. " Aa.... Aa... Ada.. Kuntilanak..! Mama tadi liat Kuntilanak..!" Ucap Bu Bodong terbata bata karena masih merasa takut dengan penampakan yang dia lihat.

"Kuntilanak...!" Gumam Putri Bodong tidak percaya. "Ada ada si mama... Mungkin itu bayangan mama sendiri kali. !" Surti asal nyerocos.

Mendengar perkataan Putri Bodong. Bu Bodong merasa kesal, ia menjewer kuping Putri. "Maksud kamu mama Kuntilanaknya, HAH!"

"Aduh...duh...duh... Mah. kuping Putri sakit mah!" Putri Bodong meringis kesakitan.

"Biarin sakit. Dasar anak jahil, kamu sama aja kayak Kakakmu. jahilnya satu dua!" Ucap Bu Bodong yang kemudian melepaskan tangannya dari kuping Putri yang sudah memerah.

"Aduh mah. kuping Putri panas nih!" Putri mengeluh karena kupingnya terasa panas.

"Mah... Papa pulang!"

Bu Bodong dan juga Putri menoleh. Terlihat Pak Bodong yang sudah masuk kedalam rumah menghampiri mereka. Bu Bodong berdiri dan menyambut suaminya pulang dengan ciuman pipi kiri dan kanan, kemudian menyalim tangan pak Bodong yang diikuti oleh Putri Bodong.

®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®

Hati hati di datangi keluarga Pocong. untuk itu jangan lupa Like, comen, fav, gif dan vote. agar keluarga pocong betah di alamnya

terima kasih.. jangan lupa bahagia dan tersenyum.

1
Dede
andai ini november yang paling horor
lady daisy
lgi thorr....
lady daisy
kapan dong kuntilanak sama tuyul dijumpai oleh pocong...
White Snake
Bang Novelmu akan selalu aku kenang
Tyara Lantobelo Simal
Selamat jalan sob.. semoga amal ibadah mu di tempat Jannah....amin
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
Tyara Lantobelo Simal: Jo Doang
total 2 replies
Konglomerat Sejati
dipanggil papa pingsan si ocong🤣
Konglomerat Sejati
seru tor👻👻
Konglomerat Sejati
ngakak woi.🤣🤣
Senajudifa
kutukan cinta
mampir thor
Senajudifa
mw dipanggil gmnpun panggilannya tetap lucu...kutukan cinta hadir thor
Senajudifa
hai thor salken dr kutukan cinta y mampirlah jika betkenan
Santai Dyah
up dong thor
Santai Dyah
ayo up thor
Santai Dyah
lnjjut thor
Ahmad Chris Sevin
saran walaupun untuk lucuan tapi beri penjelasan kalau yg hantu/setan itu bukanlah Arwah melainkan dari Golongan Jin baik jin biasa atau Jin khorin.

yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
weh.. pasti keliatan bokongnya
BANG Jo GANTENG🤭
ijin baca kak
Yen Lamour
Next bang 😊
Yen Lamour
Laku bgt sih 😂😂😂
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Yen Lamour
Ngakak sampe sakit perut🤣🤣🤣
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!