NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:291.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 14

Setelah makan malam bersama kedua orang tua Edwin beberapa hari yang lalu membuat Viviane sedikit lebih percaya diri karena keluarga Edwin sudah menerimanya. Kini tinggal satu hal yang masih mengganjal hati Viviane. Taitu tentang masa lalunya. Bagaimana jika nanti kedua orang Edwin menolaknya gara-gara masa lalu pahitnya yang akan berdampak mempermalukan keluarga Edwin bila mereka menikah. Viviane berharap ada keajaiban dalam hubungannya dengan Edwin.

Viviane menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan. Diliriknya sudah waktunya jam makan siang. Sejak pagi tadi Edwin tidak menelepon ataupun mengirim pesan padanya. Dan berangkat ke kantor hari ini juga Viviane naik taksi. Memang sih sudah kebiasaan Viviane sebelum kenal dengan Edwin kalau berangkat kerja selalu naik taksi. Hanya saja setelah dirinya resmi menjadi kekasih Edwin, pria itu tidak pernah absen untuk mengantar dan menjemputnya ketika bekerja. Kebetulan juga kantornya sama. Jika Edwin sedang sibuk pun pasti memberitahu kalau tidak bisa mengantar atau menjemput.

Viviane mengambil ponselnya mencoba menghubungi Edwin. Tapi sayang ponselnya sedang berada diluar jangkauan. Pikiran Viviane sudah resah. Kenapa Edwin hari ini tidak ada kabar. Apakah dia sudah menceritakan tentang masa lalunya dan kedua orang tuanya melarang hubungannya. Viviane benar-benar kalut. Namun tiba-tiba terdengar dering ponsel. Viviane sangat senang, pasti Edwin yang meneleponnya. Dan ternyata bukan.

“ya halo?”

“halooo calon kakak ipar!!!”

Viviane menjauhkan ponsel yang dipegang dari telinganya. Dia tahu id pemanggil itu siapa. Jessica yang tak lain sepupu Edwin. Lantas kenapa dia memanggil calon kakak ipar.

“ini siapa ya?”

“astaga Vi!! Aku Jessica. Kamu hapus no ponselku? Jahat kamu Vi!”

“Heii aku tahu itu kamu Jes, yang aku bungungin kenapa kamu panggil aku calon kakak ipar”

“ya udah gini aja. Kamu cepat keluar dari kantor kamu. Aku sudah ada di depan. Kita makan siang bareng”

“tapi Jes-“

Belum sempat Viviane membalas ucapan Jessica, Jessica sudah menutup panggilannya. Jadi mau tidak mau akhirnya Viviane menuruti kemauan Jessica.

Kini Viviane dan Jessica sudah berada di sebuah resto. Mereka sedang menunggu makanannya diantar.

“duh senangnya calon kakak ipar” goda Jessica

“apa’an sih Jes? Lagian aku nggak ngerti apa maksud kamu manggil aku calon kakak ipar?”

“dih pura-pura nggak tahu lagi”

Akhirnya Jessica menceritakan bahwa kemarin tante Sonya yang tak lain mama Edwin bilang kalau habis makan malam dengan calon istri Edwin. Mama Jessica sangat senang akhirnya keponakannya itu akan segera menikah. Namun beda dengan Jessica yang seperti kebingungan. Siapa wanita yang menjadi kekasih Edwin. Bukannya selama ini sepupunya itu sedang mendekati sahabatnya sendiri yang tak lain adalah Viviane. Dengan rasa penasaran akhirnya Jessica membuka mulutnya untuk bertanya tentang siapa wanita yang sudah menjadi kekasih Edwin.

Jessica menganga tak percaya bahwa Viviane, sahabatnya adalah kekasih sekaligus wanita yang sudah dikenalkan oleh Edwin pada orang tuanya. Memang selama ini dia sangat sibuk sekali hingga ketinggalan berita sepenting ini. Viviane juga belum menceritakan perilah hubungannya dengan Edwin pada Jessica. Dia hanya bilang sekadar teman dekat saja. Dan Edwin pun juga bilang seperti itu.

Akhirnya Jessica juga ikut senang mendengarnya. Dia senang akhirnya Viviane bisa move on dari masa lalunya. Dan melihat binary mata dari tante Sonya, Jessica juga yakin kalau kedua orang tua Edwin sangat menyukai Viviane.

“hei kenapa mukanya malah cemberut gitu sih Vi?”

“aku takut Jes. Aku taku kedua orang tua mas Edwin tidak menerima masa laluku”

“kamu jangan mikirin itu. Aku yakin kedua orang tua mas Edwin pasti menerima kamu apa adanya. Karena mereka sangat menyayangi mas Edwin”

“apa benar seperti itu Jes? Tapi perasaanku tidak enak. Hari ini mas Edwin sama sekali tidak mengabariku. Aku takut kedua orang tua mas Edwin sudah mengetahui siapa aku dan melarang mas Edwin berhubungan denganku lagi”

“astaga!!! Maafin aku Vi. Aku sampai lupa niatku mengajak kamu makan siang ini”

“maksud kamu?”

“aku tadi dapat pesan dari mama kalau mas Edwin dan kedua orang tuanya mendadak pergi ke kota J. kedua orang tua mas Edwin ada urusan keluarga, sedangkan mas Edwin ada urusan pekerjaan.tante Sonya tadi juga menghubungiku agar menyampaikannya pada kamu karena ponsel mas Edwin lowbat dan sepertinya juga sangat sibuk”

“apa benar begitu Jes?”

Jessica mengangguk. Akhirnya Viviane lega setelah mendengar penjelasan dari sahabatnya. Kini mereka berdua melanjutkan makan siangnya sambil bercanda. Mereka juga sudah lama tidak pernah bertemu karena memang sama-sama sibuk.

**

Setelah makan siang dengan Jessica, Viviane kembali melanjutkan pekerjaannya. Hari ini dia sudah tidak merasakan cemas lantaran tidak ada kabar dari Edwin. Dia sudah lega setelah mengetahui bahwa Edwin sedang ada di kota J.

Viviane segera pulang ketika jam pulang kerja sudah tiba. Hari ini cukup melelahkan pekerjaannya. Setelah sampai di apartemennya, Viviane segera masuk ke kamar mandi menyiapkan air hangat dalam bathup. Dia ingin berendam agar badannya kembali rileks setelah capek bekerja seharian.

Beberapa menit kemudian Viviane sudah menyelesaikan acara mandinya. Setelah berganti baju, dia segera pergi ke dapur. Dia ingin membuat spaghetti saja untuk makan malamnya. Entahlah kenapa dia sangat suka sekali makan spaghetti saat makan malam sendirian di apartemennya.

Selesai makan, dia bersantai sejenak di ruang tamu. Viviane melihat ponselnya dan mengecek ponselnya. Ternyata Edwin meneleponnya beberapa saat yang lalu saat dirinya sedang makan malam.

Viviane mencoba menghubungi balik Edwin. Namu belum sempat jarinya menyentuh icon memanggil, Edwin sudah terlebih dulu memanggilnya melalui panggilan Video.

“malam sayang” sapa Edwin

“malam mas”

“maaf sayang baru bisa memberi kabar. Kamu sudah diberitahu sama Jessica kan?”

“iya mas sudah. Mas Edwin nggak usah khawatir”

“sayang, ada yang ingin aku omongin sama kamu”

“apa mas? Ngomong aja”

“aku sudah melakukan seperti apa yang kamu minta kemarin”

“maksud mas Edwin apa? Aku nggak ngerti. Emangnya aku minta apa?”

“kamu minta aku menceritakan tentang masa lalu kamu ke mama dan papaku kan?”

Deg

“ii iya mas. Lebih baik memang begitu. Terus bagaiman reaksi kedua orang tua mas Edwin?”

“aku udah menceritkan pada mama dan papa semalam sebelum aku berangkat ke kota J. mama dan papa sangat terkejut mendengar ceritaku. Sayang maafin aku-“

Viviane sudah menutup panggilan video dari Edwin. Air matanya mengalir begitu deras apalagi saat Edwin mengatakan maaf. Sudah bisa dipastikan kalau ada sesuatu yang buruk yang akan diucapkan. Ya, dia tahu. Orang tua Edwin pasti marah dan tidak terima dengan masa lalunya. Lantas apa yang Jessica tadi siang katakana. Pasti itu hanya akal-akalan orang tua Edwin yang ingin menjauhkan anaknya dengan dirinya.

Edwin mencoba menghubungi Viviane lagi namun Viviane enggan mengangkatnya. Dia lebih memilih untuk menonaktifkan ponselnya.

Viviane menangis tergugu meratapi nasibnya. Seharusnya dia sudah mempersiapkan hatinya untuk hal ini. Tidak mudah bagi semua orang yang bisa menerima masa lalu buruk dari wanita yang akan menjadi calon menantunya.

Lagi dan lagi untuk ke sekian kalinya Viviane harus kehilangan seseorang yang sudah dia cintai. Apakah memang dirinya tidak berhak merasakan kebahagiaan.

“ya Tuhan!!! Apakah dosaku di masa lalu tidak termaafkan, hingga aku tidak pernah bisa merasakan bahagia” isak tangis Viviane memenuhi seisi ruangan.

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!