kisah 3 orang sahabat yang di pertemukan di suatu perusahaan yang ternyata banyak menyimpan misteri.
ternyata salah satu nya bisa melihat yang tak bisa orang lihat pada umumnya..
dapat kah ketiga nya memecahkan misteri yang ada dan tetap bersahabat walau banyak rintangan yang di hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiasri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misteri PAVILIUN Rumah Sakit
Seorang suster datang dan memeriksa keadaan Rizki.Dia mengecek semua alat medis yang ada tak terkecuali selang infus juga di periksa nya.
Kemudian suster tersebut menghampiri kami bertiga.
"Maaf jam besuk sudah selesai,bisa kembali lagi esok hari."ucap suster dengan ramah.
"Iya suster,tapi bagaimana dengan keadaan pasien?"tanya Meli.
"Kondisi pasien belum stabil, kemungkinan jika belum ada perkembangan akan di tindak lanjuti,kita semua berdoa saja semoga pasien di berikan kesembuhan."ucap suster lagi sambil menepuk pundak Meli dan berlalu pergi.
"Kak Rizki Meli pulang dulu ya,besok Meli ke sini lagi,cepet sembuh ya!"ucap Meli sambil mencium tangan kak Rizki.
Begitu tulus dan lembut cinta Meli,Asti dan Lala berpandangan melihat pemandangan yang begitu indah.
Tak lama pintu terbuka ternyata ibu dan adik perempuan kak Rizki,Ina namanya dia tampak seperti sedang merengek kepada ibunya.
"Kenapa Ina nya bu?"tanya Asti.
"Dia kesel kenapa kakak nya belum bangun juga,maklum dia kan baru kelas 3 SD belum ngerti."jawab ibu kak Rizki.
Asti ingat di tas nya masih ada coklat yang kemarin dia beli di koperasi.
"Ina kakak punya coklat,ini buat Ina ya,jangan nangis lagi ya,doa'in kak Rizki nya biar cepet sembuh."kata Asti sambil memberikan coklat.
Ina mengambil coklat langsung membuka dan memakan nya,tidak lupa ia mengucapkan terimakasih
kepada Asti.
"Ibu kita semua pamit dulu ya kalo ada apa-apa langsung hubungi kami ya Bu!"ucap Lala.
"Iya ibu kita pamit ya,tapi besok Meli kesini lagi ya ibu!"ujar Meli.
"Iya hati-hati di jalan ya nak!"seru ibu kak Rizki.
Kami bertiga keluar ruangan,ketika sedang melewati koridor rumah sakit banyak sekali di kiri dan kanan makhluk-makhluk halus yang bergentayangan.
Ketika sampai di belokan kedua,tiba-tiba ada yang memegangi kaki Lala.
"TOLONG AKU, TOLONG AKU, TOLONG AKU!" ucap makhluk yang ternyata tidak mempunyai kaki hanya badan kepala dan tangan nya saja.
"Aduh,maaf ya lain kali saja,kami sedang terburu-buru,kami akan memberikan doa untuk mu."ucap Lala sambil berusaha melepaskan tangan makhluk tersebut.
Makhluk itu pun menghilang.
"Untung langsung ilang!"ujar Asti.
"Iya Meli dah kaget banget,takut dia nya gak mau pergi."kata Meli.
"Iya rata-rata mereka semua penasaran,gak ikhlas dengan kondisinya."ucap Lala.
Sampai tepat di depan pintu tercetak tebal dengan huruf besar, PAVILIUN.
Disitu Lala dan merasakan hawa yang panas dan energi yang jahat serta rintihan orang-orang kesakitan.Asti dan Meli pun merasakan hal yang sama.
Ketika mereka mendekati pintu karena penasaran,
tiba-tiba 3 orang perawat,dua di antaranya pria dan satu lagi wanita sedang mendorong pasien dan membawanya masuk kedalam ruangan tersebut.
Lala mengintip ketika pintu terbuka,dan betapa kagetnya dia melihat ada sesosok makhluk yang sedang merayap di tembok.
Pintu pun segera di tutup kembali oleh perawat tersebut.
Lala sengaja tidak menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.Karena dia berpikir belum waktunya.
Mereka pun sampai di pintu keluar,seperti biasa Asti dan Meli mencari halte bus sedangkan Lala mengendarai motornya.
Tidak lama menunggu bus pun datang,Asti Lala dan Meli saling melambaikan tangan.
Di dalam bus ternyata masih tersisa kursi yang kosong,Asti dan Meli pun duduk berdua.
Tidak disangka Meli memeluk Asti sambil menangis.
"Asti maafin Meli ya, Meli keterlaluan sama Asti,sekarang malah kak Rizki kecelakaan."ucap Meli sambil sesenggukan.
"Iya Meli,Asti udah maafin Meli,lagian kak Rizki kecelakaan juga bukan gara-gara Meli itu musibah."kata Asti sambil mengelus rambut meli yang panjang.
"Meli takut kak Rizki kenapa-kenapa,Meli gak mau kehilangan kak Rizki!"ucap Meli lagi.
"Kak Rizki kuat kok Meli,dia pasti sembuh,kita doa'in aja ya kak Rizki nya."ujar Asti.
Ini momen yang ditunggu oleh Asti akhirnya dia berbaikan lagi dengan Meli sahabatnya.
Di lain tempat Lala sudah sampai di rumah nya,dia sedang duduk di meja makan, terbersit dibenaknya bahwa pasti ada yang aneh dengan ruangan itu.
"Besok Lala harus selidiki ruangan itu!"ucap Lala bersemangat.
Malam pun telah cepat berganti pagi,waktunya beraktifitas kembali .
Kini Asti dan Meli duduk di bangku bus yang sama,mereka pun saling mengobrol dengan akrabnya.
Dan hari ini mereka berencana untuk menengok bu Novi dan kak Rizki kebetulan mereka berdua satu rumah sakit jadi tidak repot.
Lala sampai ke tempat kerja lebih dahulu,dia tidak bisa menahan kantuk nya hingga tertidur di meja kerjanya.
Lala memimpikan seorang pasien yang sudah tidak berdaya dan dia di masukkan ke ruangan yang bernama paviliun tersebut,lalu muncullah makhluk yang seperti Lala lihat kemarin dia merayap di dinding dan jatuh di hadapan pasien ternyata dia menyedot darah pasien tersebut hingga habis,Lala ingin sekali menolong tapi dia tidak bisa menyentuh apapun bahkan teriakan nya pun tidak ada yang mendengar.
Dan pasien pun kehilangan nyawanya,sebelum pergi makhluk tersebut menatap kearah lala dengan menunjukkan gigi-giginya yang runcing sambil menyeringai mengerikan,Lala pun berteriak.
"AAAAAAAAAA."teriak Lala.
Kebetulan Asti dan Meli sudah datang dan langsung menghampiri Lala.
"Lala kamu kenapa,cepat bangun!"seru Asti.
"Iya la cepet bangun,kamu cuma mimpi."ucap Meli.
Sambil keduanya menggerak-gerakan tubuh Lala,dan menepuk-nepuk wajah nya.
Akhirnya Lala pun terbangun,dia langsung menceritakan mimpinya dan kejadian yang kemarin.
Serta dia meminta Asti dan Meli menemaninya untuk mengungkap Misteri PAVILIUN rumah sakit tersebut.
Asti dan Meli menganggukkan kepalanya tanda mereka setuju.
Sebelum itu semua mereka harus menjalankan kewajibannya sebagai karyawan,mereka harus bekerja untuk perusahaan sambil menunggu waktu pulang.
Waktu cepat berlalu,mereka bersiap berangkat ke rumah sakit mereka sepakat untuk menaiki bus agar tidak ada terpencar.
Ketika telah sampai mereka menuju ruangan ibu Novi terlebih dahulu,tak di sangka ternyata bu Novi sudah sehat dan bisa di ajak berkomunikasi.Ia pun menyambut Asti Lala dan Meli dengan hangat.
"Kalian yang dateng,gak usah repot-repot nih liat ibu udah sehat kan,oh iya ibu ngucapin banyak-banyak makasih ya berkat kalian dan Rizki ibu tertolong!"ucap ibu Novi lirih.
"Kebetulan aja ibu kita bisa bantu ibu,kita kan sesama manusia harus saling tolong-menolong."kata Lala.
"Ibu kok dari tadi gak liat Rizki ya,kemana lagi sibuk ya?"tanya ibu Novi.
"Kak Rizki kecelakaan ibu,dia juga sama di rawat di rumah sakit ini,ibu doa'in kak Rizki biar cepet sembuh."ujar Meli dengan nada sedih.
"Aduh,kok bisa.kasian Rizki,iya pasti ibu doa'in Rizki itu anak yang baik."seru ibu Novi.
"Iya kita sama-sama saling doain ya!"ucap Asti.
"Mumpung ada kalian disini,dan karena kalian juga bisa ngeliat makhluk-makhluk halus,ibu mau cerita ini jadi menurut yang ibu denger setiap ada pasien yang kemungkinan keluarganya sudah pasrah dan ikhlas jika dia sudah tidak ada dan pasti para perawat akan membawanya keruangan yang bernama PAVILIUN,besok nya yang mengerikan mereka para pasien pasti sudah meninggal dunia dengan wajah yang pucat pasi seperti tidak ada darah sama sekali,ibu ngeri ngebayangin nya,kalo menurut kalian gimana?"cerita ibu Novi panjang lebar.
"Iya ibu waktu Lala lewat ruangan itu juga,kayak ada yang aneh,makanya sekarang Lala sama kak Asti,kak Meli mau menyelidiki sebenarnya ada apa?"ucap Lala serius.
"Iya ibu doa'in kita ya,biar gak terjadi apa-apa!"kata Asti.
"Ya dah ibu kita bertiga penasaran banget pengen langsung ke tempat nya,kita berangkat ya ibu!"ujar Meli sambil mencium tangan ibu Novi.
"Kalian hati-hati ya,jangan sampai terpisah tetep barengan!"seru ibu Novi.
Asti Lala dan Meli pun bergegas menuju ruangan tersebut, untung nya ruangan tersebut sedang kosong,akhirnya hanya Lala saja yang masuk karena Asti dan Meli berjaga di depan pintu.
Didalam ruangan tersebut hawa nya sangat panas hingga Lala pun berkeringat,tanpa basa- basi.
Lala pun memanggil makhluk tersebut,dan makhluk tersebut pun keluar seperti sengaja menunggu Lala.
Makhluk tersebut tidak besar namun dia mempunyai gigi dan taring yang tajam,dengan mata yang merah dan tidak mempunyai rambut sama sekali seperti TUYUL.
" HA HA HA... AKHIRNYA KAMU DATANG JUGA, AKU SUDAH MENUNGGUMU, SEBENARNYA AKU JUGA MENGINGINKAN DARAHMU NAMUN APA DAYA KAU MASIH SEHAT, HA HA HA...."ucap makhluk tersebut.
"Apa maksud mu,kenapa kau tega melakukan itu terlebih mereka semua sedang sakit!"ucap Lala lantang.
"KAMU JANGAN IKUT CAMPUR, KARENA MEREKA SEMUA SUDAH BERJANJI KEPADA KU, UNTUK MENYERAHKAN DARAH PASIEN YANG SUDAH TIDAK BERDAYA AGAR RUMAH SAKIT TETAP BERJAYA DAN KOKOH BERDIRI HA HA HA.."ucap makhluk tersebut.
"Kenapa pihak rumah sakit seperti itu,mereka kesini untuk berobat dan sembuh!"ucap Lala dengan nada pelan.
"SEKARANG PERGILAH KAMU DARI SINI, JANGAN PERNAH MENGGANGGU URUSAN KU, JIKA KAMU BERANI MENCAMPURI URUSAN KU LAGI AKU AKAN MENGAMBIL DARAH TEMAN MU YANG TAMPAN ITU, HA HA HA...PERGI KAU SEKARANG!"seru makhluk tersebut.
Dia menghempaskan tubuh Lala hingga terpental keluar,hingga Asti dan Meli membantu nya untuk berdiri.
Lala terdiam tanpa berkata apapun didepan sahabat nya,ternyata lagi dan lagi keserakahan manusia untuk menghalalkan segala cara agar mencapai tujuannya.
Lala tidak bisa melanjutkan penyelidikan ini karena makhluk tersebut akan mengincar darah kak Rizki dan bisa-bisa kak Rizki akan kehilangan nyawanya. Lala menatap kearah Asti dan Meli sahabat nya diapun langsung memeluk dan menangis karena misteri akan tetap menjadi misteri.
Kak @Andini Andana yuk mampir.