NovelToon NovelToon
My Butler

My Butler

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Duda / Pengganti / CEO / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: RenMk

ROMANCE DEWASA
DIHARAPKAN BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN

Butler arti singkatnya adalah karyawan hotel yang bertanggung jawab mengurusi kebutuhan tamu secara detail.

Karya Ini Akan Mengajak Readers Terhebat Untuk Berkhayal Tentang Dunia Pariwisata Dan Perhotelan.

Berawal dari Yogyakarta - Batam - Pulau Bintan - Solo - Semarang - Karimunjawa - Surabaya - Bali - Lombok - Sumbawa dan balik ke Bintan...
_____

Gadis yang mendapat pekerjaan baru menjadi butler keluarga Pemilik Hotel, terjebak dengan perasaan cintanya kepada bosnya yang berstatus duda anak satu.

Sikap Robert Galang Wicaksono yang semaunya itu membuat Margareta Kasih seperti ditarik ulur hatinya. Cenat-cenut tidak karuan kalau menghadapi bosnya di villa resort

Ditambah dengan anak Galang yang memiliki sifat temperamen suka berteriak, membuat Kasih harus bekerja ekstra sebagai VIP Butler

Dari sinilah akan dimulai kisah mereka. Kedatangan mantan istri Galang, juga menambah daftar masalah untuk Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengadu Domba

Malam itu para pria mabuk berat. Joe yang sudah dari tadi bertahan agar terlihat berkharisma di depan teman-temannya dan Kasih, malah menghujani istrinya dengan ciuman bertubi-tubi. Seperti bibir singa melahap mangsanya. Clap clup clap clup… habis sudah kena gigit. Ternyata rakus. Akhirnya Joe dibawa pulang istrinya menggunakan buggy.

Kris yang melihat tingkah Joe mulai panas sendiri. Dia pergi menuju ke kamarnya. Sekarang tinggal lah Kasih dan Teo. Kasih membantu Teo untuk menuruni tangga rooftop villa. Bau alkohol sudah tidak karuan. Langkah kakinya gontai menabrak kemana-mana.

“Mabuk kalau gak bisa pulang kamar sendiri mending ga usah mabuk tahu, masS!” Kata Kasih dengan kesal.

Kasih memapah Teo menaiki buggy untuk mengantarnya balik ke villa milik Teo.

“Mas Teo…! Villa nomor berapa nih? Duh… mana lagi kunci buggy dia? Ish… tahu gitu aku tidur di kamar dari tadi gak usah join orang-orang mabuk,” Kasih mencari kunci buggy di laci depan setiran.

“Em… Hm… Nih…” Teo mengeluarkan kunci dari sakunya dan berbaring lagi di kursi buggy.

“Villa mas Teo nomor berapa?” tanya Kasih sambil menepuk-nepuk kedua pipi Teo.

“Hem…? Em...Tu… tujh… pan he he he...”

“Apa masS…? Gak jelas mas… Kalau salah masuk kamar tamu lain kan ga lucu!” kata Kasih semakin kesal mengerucutkan bibirnya. “Huft… Mending telpon resepsionis deh,” kata Kasih dengan merogoh handphonenya. Kasih mulai menelpon resepsionis untuk bertanya nomor kamar Teo.

Tak lama bercakap-cakap dengan resepsionis jaga malam, akhirnya Kasih mendapat nomor villa Teo. Ternyata nomornya adalah villa 78. Kasih segera menghidupkan buggy menuju villa Teo. Suasananya gelap karena lampu masih mati.

Kasih memapah tubuh Teo untuk masuk kedalam villa. Tapi baru sampai di depan villa, Teo menghentikan langkahnya. Dan tiba-tiba...

HWEEEKKK HWEEEKKK HWEEEKKK

Teo memuntahkan seluruh isi perutnya dan mengenai lengan, baju dan celana Kasih.

“Duh Gusti… paringi kulo sabar…” kata Kasih sambil memencet hidungnya.

(Ya Tuhan… berilah aku kesabaran)

Bisa ikut muntah nyium bau dia nih, batin Kasih dengan mengrenyitkan dahinya.

“Mmmm.. bau mu mas mas... Kalau gak karena mas Teo orang pertama yang bersikap baik ke aku disini… Mana mau aku nganterin orang mabuk kaya gini. Udah ngatain pak Galang bos sadis... bos gak jelas... Awas nanti kalau pak Galang sampai tahu. Habis kamu mas!”

Meskipun Kasih bicara panjang kali lebar pun, Teo tidak akan menggubris kekesalan teman kerjanya itu. Dia sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol.

Setelah Teo mengeluarkan muntahan, Kasih segera memapah Teo masuk ke villa. Membaringkannya di ruang tamu.

Kasih segera pergi dari villa itu karena sudah tidak kuat dengan bau alkohol dan muntahan Teo di bajunya. Jarak villa Teo ke kamarnya cukup jauh. Mau tidak mau harus jalan kaki.

_____

Pagi harinya Kasih mulai bekerja kembali. Dia mulai sibuk membantu pekerjaan butler yang lain. Berbaur bersama staff butler yang lain.

“Good morning dek…” kak Jun muncul tiba-tiba di resepsion lobby.

“Good morning kak. Hihiii... Gimana pak Joe semalam? Hmm...” Kasih menggoda kak Jun sambil mencubit lengan wanita itu.

“Ya… biasalah dek. Kerja lembur bagai kuda…” jawab Jun dengan senyam-senyum.

“Hahaha!”

“Hussshh…! Lobby ni dek. Banyak tamu tahu… Nanti cewek marketing itu muncul loh. Ruangan dia di belakang situ tuh,” kata Jun dengan menggerakan jari jempolnya.

“Iya iya kak…” Kasih mulai menggigit bibir bawahnya agar berhenti tertawa.

Tak lama kemudian, orang yang mereka bicarakan muncul dalam 5 detik. Gaya kibas rambut jalan lenggak-lenggok dengan rok mininya sudah berada di depan mata Jun dan Kasih.

“E'hm… Good morning…" kata Tania.

“Good morning,” Kasih dan kak Jun membalas sapaan Tania.

“Ada yang mojokK semalem... Bos aku sampai belum masuk kerja jam segini. Anak baru mah suka nemplok sana-sini. Cari muka terus ngekor ke VIP trip investor… Semalem juga nemplok terus ke mas Teo,” kata Tania dengan lantang.

Glek!

Apa-apaan dia? Kenapa terkesan mojokin aku? Perasaan aku gak nemplok sama mas Teo… Dia aja cuekin aku dari kemarin. Dah gila perempuan ini! Batin Kasih mulai mengepalkan tangannya.

“Maksudnya apa ya kak? Siapa yang nemplok terus ke mas Teo?” Tanya Kasih mulai geram.

“Tunggu aja ntar malem… Bakal tahu sendiri…” jawab Tania dengan ketus.

Kasih dan Jun saling bertatapan masih tidak mengerti apa maksud Tania. Tania kemudian berlalu masuk ke ruang kerjanya lagi.

“Udah biarain aja dek… Dia memang suka begitu... mengadu domba… Tapi staff sini udah hafal karakter dia. Nanti juga berlalu sendiri...” kata kak Jun membuat Kasih tersenyum kembali. Meski masih dongkol dengan sikap Tania.

“Ow ya… tadi pagi aku sempat ngobrol sama madam Lily lewat telpon. Dia bilang gak bisa balik besok. Dia ada urusan mau pergi ke Jogja sama Raka dan Caca. Maybe will spend a week there…” lanjut kak Jun lagi. (Mungkin akan menghabiskan seminggu disana)

Mendengar kata Jogja dari kak Jun, membuat Kasih melupakan kejadian dengan Tania barusan.

“Mau ngapain mereka ke Jogja kak?” tanya Kasih.

“Em… Entah. Pergi jemput tamu yuk ke LFT!” jawab Jun. Mereka pun melanjutkan pekerjaan hari itu.

Hari yang cukup padat dan sibuk. Karena banyak wisatawan dari Malaysia dan Singapore. Jarum jam terus berputar… Kasih dan Jun juga berputar mengelilingi area resort, untuk mengantar dan melayani kebutuhan tamu. Hari itu semua pekerjaan berjalan dengan lancar, meskipun harus bekerja lembur sampai malam.

Setiap malam Kasih selalu menelpon mama dan kakaknya. Tapi malam itu keluarganya tidak ada yang yang mengangkat telpon Kasih.

“Aneh… gak kaya biasanya. Masa sibuk sampai jam segini? Hum… kirim pesan aja deh ke mama.”

Setelah mengirim pesan, Kasih mulai tidur.

Tiba tiba saat tengah malam jam 00.30…

TING TONG… TING TONG… TING TONG… 

TOK TOK TOK… TOK TOK TOK…

Suara bel kamar Kasih berbunyi. Terdengar juga suara orang mengetuk pintu.

“Hmmm Ishhh…” Kasih masih malas membuka mata. Tapi Kasih mulai tersadar kalau suara handphonenya berbunyi dan bergetar.

DRRTTT DRRTT…

“Hmmm… Ha? Pak Joe?” Kasih mulai merespon panggilan. “Hallo pak…?”

“Kasih, sorry sudah telpon tengah malam. Bisa pergi ke villa pak Galang malam ini? Night Duty Manager (Manajer Jaga Malam) sudah ada di depan kamar kamu. Dia akan mengantar ke villa pak Galang.”

“Oh? Sekarang pak?” Masih mode kaget dan jantung berpacu kencang. Kasih melompat dari kasurnya membuka gorden jendela. Dilihatnya kondisi luar masih gelap. Kemudian mengecek semua jam. Keringat dingin sudah keluar dari tadi saat pak Joe menelpon. Seperti mengalami gejala hypnic jerk.

“Yes sorry, dia bilang urgent."(penting)

Mendengar kata ‘urgent’ Kasih hanya bisa mengiyakan. Segera menutup telpon, bergegas memakai seragamnya dan keluar dari kamar. Benar-benar panik dikejar waktu, dan gelisah memikirkan kenapa pak Galang memanggilnya.

“Good morning Kasih!” sapa seorang laki-laki.

“Good morning pak…” jawab Kasih yang masih sibuk mencepol rambutnya. Jurus tangan seribu menggrecep rambut sedang Kasih lakukan. Night duty manager itu hanya menahan senyumnya.

Mereka segera pergi menaiki buggy menuju villa 0199. Suasana sangat gelap dan sepi. Deburan ombak sangat jelas terdengar.

“Horror gini ya pak kalau malem... Hihii... Bapak dipanggil pak Galang juga ya?” Kasih bertanya sambil merapikan rambut yang beterbangan karena angin malam cukup kuat.

“Saya tidak, nak. Bapak hanya cari kamu saja. Katanya penting.”

“O… gitu… Maaf ya merepotkan bapak harus jemput saya segala,” kata Kasih sembari tersenyum.

“Penting kenapa ya pak? Kok tengah malam gini?" tanya Kasih penuh curiga.

“Kurang tahu juga saya. Kata Tania anak marketing… pak Galang cari kamu. Terus saya dapat telpon dari pak Joe buat mengantar kamu ke villanya.”

“Oh, gitu...”

Aneh… ada apa yaa? Kok bau-baunya mencurigakan? Hmmm, batin Kasih.

 

*****

Wah… Ada apa ya pak Galang memanggil Kasih tengah malam…??🤔

Hmmm Mencurigakan…😉

Bersambung...

Like Favourite Vote...

*****

 

1
Khairul Azam
lingkungan kerja aneh gak sehat, klo aku dipangil jalang udah aku tampar dia 🤭
mbak mimin
😂😂😂😂cuci mata y kasih
mbak mimin
😂😂😂😂😂dimaklumi kasih pak duda sdh 5 thn libur, sekali dpt nyosor trs
mbak mimin
😂😂😂😂dpt vitamin lg
mbak mimin
Sam 😂😂😂😂dikit-dikit bikin status pak bos
mbak mimin
😂😂😂😂akal-akalan galang jd banjir
mbak mimin
😂😂😂😂😂galang, menang banyak
mbak mimin
bc lg
Diah Andini
Seru banget🤣🤣🤣main lapor melapor
Diah Andini
Bagus keren suka kk author Terimakasih untuk novelnya
Diah Andini
Kasih selamat dapat roti sobeknya
Diah Andini
Seru lanjut
Diah Andini
Banyak yang sirik ya sama Kasih
Heryta Herman
prreeettt...
Heryta Herman
good job sekar. dan mbak lia..bls kan sakit hati sahabatmu...
Heryta Herman
pelajaran buat galang...jngn seenaknya memperlakukan orang lain krna merasa dirimu hebat dan punya segalanya...apalagi dgn wanita...harta dan kedudukan mu tdk ada artinya klo kau sdh berani merendahkan orang lain...karma di bayar tunai bro..
Heryta Herman
pokoknya jangan mudah balikan sama hitler..titik ga pakai koma koma.../Chuckle/
Heryta Herman
jangan beri kemudahan pada galang..biar dia tau rasanya menjadi orang bawahan...
kasih...jngn beei mukq pada galang...jngn jasi wanita yg nampak murahan...junjung tinggi harga dirimu...hanya itu yg kau punya kasih.../Pray/
Heryta Herman
setiap novel..sllu wanita yg tersakiti..baik fisik maupun hati...dan ujung"nya memaafkan atas dasar cinta....basiiiii...
kayak ga ada lelaki lain yg lbh baik...padahal bnyk lelaki baik di luar sana...
Heryta Herman
rasain lu galang..slmt berjuang...biar kamu tau rasanya di tinggalkan...selama ini kasih di dkt mu,kau tdk menghargainya sebagai wanita,kau melecehkan menghina mempermalukan kasih sedemikian rupa,sampai kasih tak bisa menatap muka ke dpn krna sikap mu yg egois arrogant..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!