Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dating Violence
Sebelum membaca, othor mau minta maaf sebesar-besarnya jika chapter ini mengandung banyak unsur kekerasan. Mohon jangan di report ya reader.
Kita ambil positifnya aja, bahwa hubungan yang toxic itu benar-benar tidak baik apapun latar belakangnya.
Para korban toxic relationship harus berani speak up, jangan biarkan diri kita ditindas dan diperlakukan semena-mena oleh pasangan. Jangan takut melawan selama kita benar..
So..untuk membaca chapter ini mohon membuka pikiran seluas-luasnya, ambil baiknya dan buang buruknya. Oke gaesss...!
Selamat membaca..
*********************************************
Author POV
Flash Back On
Tahun pertama ketika Hanum mengenal Daniel semua terasa indah. Perkenalan mereka terjadi ketika Daniel sedang melakukan perjalanan bisnis ke Solo. Suatu pertemuan tak terduga yang membuat Daniel jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Hanum.
Kelembutan dan kecantikan Hanum benar-benar menjadi candu untuk Daniel.
Daniel memperlakukan Hanum bak seorang ratu. Ketika Hanum berada dalam kesulitan karena kondisi keluarganya yang carut marut setelah sepeninggalan ayahnya, Daniel hadir bak seorang pahlawan. Membantu membereskan masalah utang piutang keluarga Hanum dan menyediakan hunian yang layak untuk Hanum dan ibunya.
Dia juga menawari Hanum untuk bekerja di rumah sakit yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh keluarga Daniel. Semenjak mengenal Daniel, semua kesulitan keluarganya mulai terurai. Hanum kembali menjalani kehidupan yang normal dan bahagia. Apalagi meski Daniel dan Hanum sempat LDR akibat Daniel yang bekerja di Jakarta, tapi tak mengurangi semua perhatiannya terhadap Hanum.
Daniel kerap kali datang ke Bandung, memberikan banyak kejutan untuk Hanum yang tengah bekerja sebagai dokter gigi di rumah sakit keluarganya. Semua pihak rumah sakit tahu bahwa Hanum begitu disayangi oleh Daniel.
Bahkan ketika Hanum baru bekerja selama enam bulan, Daniel memutuskan untuk bekerja di Bandung saja agar bisa selalu berdekatan dengan Hanum. Dia melebarkan usaha propertinya di Bandung. Semua terasa indah saat itu, Hanum bahkan sangat mencintai Daniel dengan semua perhatiannya yang luar biasa.
Tetapi kemudian, Hanum semakin mengenal Daniel setelah mereka tinggal bersama. Perangai Daniel yang asli mulai bermunculan, apalagi ketika Hanum melakukan kesalahan, sekecil apapun itu. Daniel mulai berani membentak Hanum dengan kasar.
Daniel juga mengontrol semua aktifitasnya. Handphonenya pun tak luput dari pemeriksaan. Kecemburuan Daniel semakin lama semakin menjadi. Bahkan hanya perkara Hanum salah menggunakan pakaian saja, dengan mudahnya Daniel akan memaki-maki Hanum.
" Lo gak bisa pakai baju yang normal sedikit emang? Harus ya terbuka kayak gini? Mau godain cowok lain? Gak puas cuma sama gue doang, hah?? Udah kayak perempuan murahan aja lo..!" begitu maki Daniel bila Hanum memakai baju yang sedikit terbuka.
Awalnya Hanum menganggap bahwa itu adalah hal yang lazim. Dia mengira Daniel melakukan semua itu untuk menjaga dirinya dari pandangan pria-pria hidung belang. Tapi kemudian, Daniel mulai berani menamparnya ketika suatu hari Hanum diajak mengobrol oleh rekan kerjanya di kantin rumah sakit. Padahal suasana kantin saat itu sangat ramai, jadi bukan hanya Hanum dan temannya saja yang ada disana.
Sepulangnya Hanum dari rumah sakit, Daniel langsung memukulnya dengan keras hingga bibir Hanum sobek dan berdarah.
" Itu adalah akibat yang harus loe terima karena berani ngobrol dengan laki-laki lain di belakang gue!!!" teriak Daniel sambil mencengkram kerah baju Hanum.
Tapi setiap kali Daniel selesai menyakiti Hanum, dia akan meminta maaf dan menangis meraung-raung sambil memeluk kaki Hanum. Dia selalu berkilah bahwa dia khilaf. Itu semua dia lakukan karena dia terlalu cemburu dan terobsesi dengan Hanum. Selalu seperti itu..dan anehnya lagi, Hanum selalu memaafkannya. Mungkin memang rasa cintanya terlalu besar pada Daniel. Belum lagi semua bantuan yang sudah Daniel berikan padanya dan keluarga, benar-benar mengikat leher Hanum dengan satu kata HUTANG BUDI..!!
Jadi meskipun Daniel melakukan semua kekerasan baik verbal maupun fisik padanya, Hanum selalu kembali memaafkan. Begitu terus hingga akhirnya Hanum kembali dipertemukan dengan Teduh.
Kekerasan Daniel semakin menjadi ketika Hanum dan Teduh bertukar kontak. Hanum kira Daniel tidak akan semurka itu padanya karena usia Teduh yang terpaut jauh di bawahnya dan lagi Teduh adalah teman dekat sepupunya Tania, jadi Hanum pikir tak masalah jika mereka mengobrol apalagi hal tersebut juga dilakukan di depan Daniel dan Tania.
Tapi malang memang tak berbau, ternyata Daniel tetap cemburu pada Teduh meskipun usia mereka terpaut jauh. Bahkan ketika Hanum berkunjung ke rumah Luna lagi, Daniel amat sangat murka hingga berani menyeretnya di depan umum. Hal yang biasamya jarang dia lakukan.
Di depan umum, Daniel ingin selalu tampil menjadi pria penyayang yang begitu memanjakan Hanum. Jadi setiap kali sifat kasarnya kambuh, dia selalu melampiaskan emosinya ketika berdua saja dengan Hanum. Otomatis tak ada seorangpun yang mengira bahwa Daniel seorang yang temperamental dan menderita Othello Syndrome.
" Heh..habis dari mana loe tadi?? Gue teleponin sampai berkali-kali, gak ada loe jawab telepon gue! Ternyata loe lagi jalan sama brondong sialan itu ya??? Ngapain aja kalian?? Ngew*????" tanya Daniel dengan kasar ketika mendapati Hanum diantar oleh Teduh.
" Aku gak ngapa-ngapain Mas..aku cuma ketemu Mbak Luna dan Mas Galang. Itu aja..!" jelas Hanum dengan suara bergetar. Dia mencoba menjelaskan dengan takut-takut.
" BOHONG LO BRENGSEK!!! Urusan apa lagi lo harus ketemu mereka?? Itu cuma masa lalu!!! Gue yang udah nolongin lo hingga lo kayak sekarang! Jadi ini balasan lo sama semua yang udah gue lakuin?? Hah?!!" Daniel makin kehilangan kontrol dirinya.
" Loe cinta sama si brondong itu?? Loe ingin cari yang lebih muda dari gue???!!!" sentak Daniel dengan kasar. Tangannya seketika menjambak rambut Hanum dengan kasar.
" Aaaah..mas, sakit. Tolong maafin aku!" ucap Hanum sambil berurai air mata. Kulit kepalanya terasa sakit karena jambakan Daniel.
" Apa yang loe cari dari si bangs*t itu hah??? kont*l??? Loe gak puas sama gue??!! Oh ya..hahaha..gue lupa! Loe selalu sok suci sama gue! Selalu gak mau gue ajak ngent*t!! Padahal di belakang gue, loe enak-enakan main sama berondong!! Iya kan???" Daniel makin meradang, ditariknya kemeja Hanum hingga kancingnya berhamburan di lantai apartemennya. Apartemen yang diberikan Daniel untuknya.
" Jangan, baby..ampun!! Aku gak ngelakuin itu semua! Aku cuma cinta sama kamu, baby..! Cuma kamu mas..!! Lagi pula Teduh itu pacar Tania. Mana mungkin aku mau sama dia..!" ucap Hanum sambil mencoba menutupi tubuh bagian atasnya yang sudah terekspose. Tapi Daniel malah merobek kemeja itu hingga tubuh mulus Hanum benar-benar telaanjang.
" Kalau loe tahu si brengsek itu pacarnya Tania, ngapain lo ajak dia ketemuan hah??! Mau jadi perebut pacar orang lo?!!" Daniel makin meradang, nafasnya menderu tak beraturan. Tatap matanya menyalang seakan siap membunuh.
" Mungkin ini yang loe mau ya?" Daniel langsung menarik rambut Hanum dan menyeretnya hingga terjerembab di tempat tidur. Kepalanya terantuk begitu keras pada headboard hingga Hanum merasakan pusing yang teramat sangat di kepalanya.
Daniel lalu menelanjangi tubuh Hanum dengan paksa dan penuh amarah. Semua pakaian dalamnya sobek tak tertolong. Dia mulai menggerayangi tubuh Hanum dengan menjijikan. Melakukan aksi gila di atas tubuh Hanum dan menikmatinya seolah Hanum adalah boneka tak bernyawa. Digigit dan diisapnya dengan kuat hingga tanpa sadar Hanum menjerit kesakitan dan melolong minta ampun, tapi dengan kasar Daniel membekap mulut Hanum dengan tangannya.
Kengerian begitu terpancar dari wajah Hanum manakala Daniel dengan gerilyanya meluapkan nafsu bejatnya diatas tubuh Hanum. Dan bila Hanum melawan, maka Daniel akan menamparnya hingga telinga Hanum berdengung menyakitkan.
Dengan kasar Daniel memasukkan tonggak tumpulnya hingga merobek kesucian Hanum. Tubuh Hanum ternoda, menggigil seketika dan merasakan sakit teramat sangat di daerah intinya. Saking sakitnya, Hanum sampai tak sadarkan diri. Dia diperkosa oleh calon suaminya sendiri, dengan begitu brutal dan tak berprikemanusiaan..!
Setelah selesai melakukan hajatnya, Daniel pergi begitu saja meninggalkan Hanum yang tergeletak tak berdaya dan kembali setelah beberapa jam kemudian.
Ketika tersadar dari pingsannya, dia lihat Daniel sudah duduk sambil memandang ke arahnya. Baru dalam tiga tahun berpacaran dengan Daniel, ini adalah perlakuan yang paling jahat dan menjijikan yang sudah Daniel lakukan terhadapnya. Hanum tergugu..dia merasa jijik dengan dirinya sendiri. Dia membenci Daniel tapi merasa tak berdaya, karena Daniel begitu memegang kehidupannya.
" Jangan sampai hal ini diketahui siapapun, atau nasib loe dan ibu loe di Solo akan hancur. Gue bisa bikin kalian jadi gelandangan! Gue bisa matiin ibu loe yang udah sakit-sakitan hingga loe jadi anak sebantang kara! Kalau loe macam-macam, gue akan hentikan semua biaya perawatan Ibu loe..!! Ingat ucapan gue..!!" bisik Daniel di telinga Hanum kemudian mematikan rokok yang sedang diisapnya di lengan Hanum hingga Hanum menjerit kesakitan.
" Kali ini gue serius dengan ancaman gue! Kalau loe sampai berhubungan dengan si brondong anjing itu atau lelaki manapun. Maka hidup loe bakalan habis di tangan gue. Loe itu milik gue, selamanya akan tetap begitu." ucap Daniel sambil mencengkeram kedua pipi Hanum hingga membuat bibir Hanum mengerucut kemudian menciumnya dengan paksa dan bernafsu.
Hanum merasakan desakan kuat di perutnya, dia merasa sangat mual tapi sekuat tenaga dia tahan. Air matanya luruh sudah, betapa menyedihkan hidupnya. Lelaki yang dia cintai, nyatanya tak lebih dari seekor binatang. Tapi posisi Hanum begitu pelik, di satu sisi dia begitu tersakiti dengan hubungannya bersama Daniel, tapi disisi lain dia juga harus tetap bertahan demi ibunya yang saat ini sedang mengalami sakit parah.
Ibu Hanum menderita sakit jantung dan biaya pengobatan serta operasinya di tanggung oleh Daniel sepenuhnya.
Flash Back Off
*
*
*
*
*
Fiuuuh..ternyata membuat chapter yang kayak gini tuh menguras tenaga dan pikiran ya? Besok-besok kita mulai yang bahagia aja deh yaa...
Met bubu gaesss...!
hehe😅
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
kangen iihh....😭😭😭
sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....
buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻
smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍
thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.