Jangan di baca, novel ini sedang diperbaiki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Opung di Samosir
Akhirnya rombongan duo gesrek tiba di pulau Samosir, mereka juga sempat mengambil beberapa foto tadi saat di Parapat dan di atas kapal.
Dari dermaga mereka bergerak sejauh tiga puluh menit dan tibalah di depan sebuah rumah sederhana yang berhadapan langsung dengan Danau Toba.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita tua sedang menanti mereka di depan rumah. Rombongan dua gesrek segera turun dan menghampiri wanita tua itu.
"Selamat datang di Samosir." Sapa wanita tua itu dengan logat khas Batak.
"Opung ...? Bukankah kata Mamak, Opung sakit? Tapi Opung terlihat sehat-sehat saja." Raja memandang bingung wanita tua yang dipanggilnya Opung itu.
"Rencananya memang aku mau sakit, tapi lihat nantilah, entah jadi atau tidak!" Balas Opung seenaknya.
"Lah ... jadi Opung cuma pura-pura sakit? Opung membohongi aku?" Tanya Raja.
"Bah ... tidak senang kau rupanya kalau Opung kau ini sehat?" Jawab Opung.
"Bukan seperti itu! Tapi aku sudah bela-belain kesini karena khawatir dengan keadaan Opung. Ternyata Opung sehat-sehat saja." Protes Raja. Dia merasa di bodohi.
"Oh, jadi kalau tidak sakit Opung, tidak mau kau datang? Durhaka kali kau jadi cucu!" Opung marah dan menjewer telinga Raja.
"Aduh ... ampun ... ampun ... Opung! Sakit!!! Bukan gitu maksud aku!" Raja berteriak heboh.
"Mak, sudahlah! Jangan Mamak siksa si Raja. Malu nanti dia dengan teman-temannya." Bonar memperingatkan Opung yang seketika melepaskan tangannya dari telinga Raja.
"Eh ... maaf ya, jadi tidak sopan aku gara-gara cucu durhaka ini. Mari semua, silahkan masuk." Ujar Opung ramah.
"Terima kasih, Opung." Jawab Vie dan yang lain.
Setelah masuk, pembantu yang menemani Opung segera menyediakan minum dan camilan khas Batak yaitu kue lapet dan ombus-ombus.
Raja juga memperkenalkan satu persatu rombongannya kepada sang Opung, wanita tua itu terlihat sangat senang karena ada banyak tamu di rumahnya. Selama ini dia hanya tinggal berdua dengan seorang pembantu, anaknya yaitu Bonar dan Mamaknya Raja sudah berulang kali mengajak Opung tinggal bersama mereka, tapi wanita berusia lanjut itu tidak mau.
"Jadi kalian Bos nya cucuku?" Tanya Opung.
"Cafe itu bukan milik saya, itu milik menantu saya, Bu." Sela Reino sembari menunjuk Andra.
"Oh ...! Terimakasih ya sudah mau menerima cucuku ini bekerja di cafemu. Kalau dia melakukan kesalahan, jangan segan-segan untuk memarahinya, bila perlu pecat saja dia." Opung beralih memandang Andra.
"Opung ..." Rengek Raja.
"Tidak perlu berterimakasih, Oma. Saya yang membutuhkan Raja." Balas Andra.
"Eh ... jangan panggil Oma, panggil Opung saja, biar sama seperti Raja." Kata Opung.
"Iya, Opung."
"Oh iya, kenapa Mamak kau tidak ikut?" Tanya Opung kepada Raja.
"Mamak masih banyak kerjaan, Pung. Tapi kalau ada waktu luang, Mamak pasti datang kesini." Jawab Raja.
"Opung sudah rindu dengan Mamak kau." Balas wanita yang jika tertawa mirip Woody Woodpecker itu.
"Nanti kita video call dengan Mamak ya, Pung."
"Iyalah." Sahut Opung. "Baiklah, kalau begitu, Opung ke belakang dulu. Kalian istirahatlah." Wanita tua boru Silalahi itu beranjak dan berjalan ke dapur.
"Boleh tidak kalau jalan-jalan di tepi danau?" Tanya Vie yang tak sabar ingin bermain di danau.
"Memangnya kau tidak lelah, Sayang?" Andra membalas pertanyaan sang istri dengan pertanyaan juga.
"Tidak terlalu. Kalau kau lelah, kau beristirahatlah! Biar aku berjalan-jalan sendiri." Jawab Vie.
"Hey ... kau pikir aku akan tenang membiarkanmu sendirian ditempat asing begini? Aku akan menemanimu!" Balas Andra.
"Ya sudah, pergilah! Biar Mama yang menjaga Al." Ucap Venus sembari mengambil baby Al dari gendongan Andra
"Terimakasih, Ma."
"Aku juga ikut!" Ucap Ayumi.
"Mau ngapain? Mau jaga nyamuk?" Ledek Raja.
"Bukan urusanmu!" Ayumi memelototi Raja.
"Memang bukan urusan ku! Itu kan urusanmu!" Sahut Raja.
"Lalu ngapain komentar?"
"Suka-suka aku dong!" Balas Raja.
"Heee ... sudah ... sudah ...!!! Kalian ini selalu saja bertengkar! Entar lama-lama jatuh cinta baru tahu rasa!" Ujar Reino berusaha menengahi pertengkaran Raja dan Ayumi.
"Iiiihhh ... amit-amit!" Jawab Raja dan Ayumi serentak.
Akhirnya Ayumi pun pergi mengikuti Andra dan Vie yang berjalan-jalan di tepi danau, mereka menikmati hari yang mulai memasuki senja. Langit biru sudah berubah jingga, dan betapa beruntungnya mereka karena bisa melihat matahari terbenam di ujung danau.
Tapi sayang, suasana romantis itu hanya bisa di rasakan oleh Andra dan Vie saja, sementara Ayumi hanya bisa menikmatinya seorang diri.
***
Author saranin pas dialognya Opung, Raja dan Tulang Bonar bacanya menggunakan logat khas Medan (Batak). Biar lebih seru.
Dan maaf kalau kalian agak bingung dengan percakapan mereka, maklum kita lagi ada di Samosir.
sikit kali kutengok,,🤭🤭
makasih cerita kocaknya thorrr..👍👍
Dino keren,,to the point & tegas meskipun kata-katanya g d saring tapi aku suka karakter laki2 tegas berterus terang gitu..suka bilang suka enggak bilang enggak..👍👍
ahhh cieee Ayumi menang banyak nih..🤭🤭🤭
ternyata kakak othor penggemar naruto sampe hafal nama2 jurusnya..
Aq tunggu bucin nya Raja 🤭