NovelToon NovelToon
Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

DISARANKAN UNTUK MEMBACA MARRIED WITH STRANGER LEBIH DULU.

Jevian R Hugo.

Seorang konglomerat abad 21 berdarah campuran Italia datang ke negara ini untuk dua tujuan, yang pertama adalah menemukan ibu kandungnya dan yang kedua adalah menemukan wanita yang telah mencuri hatinya tujuh tahun yang lalu.

Seperti sebuah keajaiban, wanita itu datang tepat didepannya di salah satu pertemuan bisnis, sayang statusnya sebagai istri orang lain.

Namun bukan senyum cantiknya yang Jevian terima, karena gadis itu memandangnya layaknya orang yang baru pertama kali bertemu.

Sebagai seorang pria sejati haruskah ia melupakan cinta terlarang di hatinya? atau malah memperjuangkannya meski harus memisahkan sang wanita dengan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan baru

"Sayang" Suara genit perempuan terdengar dari belakang Renald, dibarengi dengan tangan kurus yang melingkar di pinggangnya dengan mesra.

Pria itu masih berbicara di telfon dan hanya bisa sekilas mengecup puncak kepalanya untuk membalas sahutan.

Matanya masih memandangi lampu jalanan yang jaraknya bermeter-meter di bawah sana, melalui sebuah jendela kaca yang terpasang di sepanjang sisi kanan unit apartement itu.

Setelah tiga menit kemudian telfonnya mati. Barulah ia berbalik dan memeluk wanita di belakangnya.

Cindy, seorang aktris baru yang digadang-gadang akan menjadi calon idola baru di masa depan tengah tersenyum manja ke arahnya.

Bekas lipstik yang pudar dan berantakan serta mata sayu itu cukup bisa menjelaskan apa saja hal yang telah mereka lalui berjam-jam tadi. Ia bahkan masih menggunakan kemeja putih kebesaran milik Renald yang terpasang asal menutupi setengah tubuhnya.

"Aku harus pulang" Renald mencium sudut matanya. Berusaha melepaskan diri.

"Menginap saja" Cindy merengek tidak mau kalah.

"Tidak bisa, kau tahu aturannya" ia mengingatkan dengan tegas.

Gadis itu cemberut, namun kata-kata Renald berhasil membuat pelukannya mengendur. "Kenapa kau tidak bercerai saja?" tanyanya kesal.

"Sebentar lagi, setelah proyekku dengan Mr Jevian sukses dan aku tidak butuh lagi bantuan ayahnya, kami akan bercerai"

"Jika perusahaan kita sukses, karirmu juga akan cemerlang"

Ia berkata sambil menghampiri lemari, tempat beberapa pakaiannya tertata rapih disana. Ia lalu mengambil satu kemeja yang sama persis seperti yang dikenakan Cindy.

"Lagipula kau masih harus fokus pada karirmu" Renald memakai kemeja itu dengan cepat.

"Tapi aku cemburu kau serumah dengan wanita bodoh itu" ia masih merengek seperti anak kecil.

Renald mendesah, ia benci saat Cindy mulai susah ditangani seperti ini. Tapi ia harus menahan diri, Cindy adalah aset paling berharga di perusahaannya, basis penggemarnya sangat besar. Dia bisa menjadi ladang emas di masa depan.

"Bersabar sebentar lagi," katanya, kini pria itu mulai memakai sepatu, menandakan ia benar-benar akan pergi.

"Baiklah" meski masih cemberut gadis itu akhirnya mau berdamai.

Lagipula ia tahu Renald dan Seira tidak benar-benar seperti pasangan suami istri. Selama ia sabar menunggu, ia pasti akan menjadi istrinya, pada akhirnya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mereka berpisah.

"Aku akan menghadiri pertemuan penting malam ini. Jika aku bebas, aku akan menginap lain kali" tuturnya saat ia masih melihat Cindy kesal.

Gadis itu mengangguk, mengikuti Renald ke pintu apartementnya.

Cindy tidak mengantarnya keluar, ia hanya berdiri didepan pintu untuk sekedar melambaikan tangan. Privasi dan keamanan disini sangat ketat hingga mereka tidak terlalu khawatir, tapi tetap saja mereka tidak boleh terlihat terang-terangan didepan publik.

Tersenyum sekilas, Renald akhirnya berbalik dan berniat pergi meninggalkannya untuk pulang ke rumah, namun ia mengeluarkan ponsel lebih dulu lalu mengirim pesan pada Seira.

Mereka akan pergi nanti malam, ia harus menyuruh wanita itu untuk bersiap-siap dulu.

Terlalu fokus pada ponsel ditangan, pria itu sampai tak menyadari kalau ada rombongan orang dari arah berlawanan berhenti didepannya. Ia baru sadar saat tiba-tiba melihat sepatu hitam mengkilap berhenti dan dengan reflek mendongak.

Wajah tampan Jevian menatapnya lurus tanpa ekspresi, sementara orang di sekelilingnya masih berbicara terus menerus. Renald dengan reflek membungkuk dengan sopan.

"Mr. Jevian," ia menyapa dengan canggung.

Dalam hati ia bertanya-tanya apakah pria ini telah melihatnya keluar dari apartement Cindy barusan. Keringat dingin cepat menyebar di pelipisnya karena gugup.

"Tuan Renald, kebetulan sekali bertemu disini" Jevian menyapa seperti biasa, tidak terdengar aneh. Sejenak membuat rasa gugup Renald berkurang sedikit.

Sepertinya dia tidak melihat, ia berspekulasi dalam hati.

"Aku sedang ada urusan disini" ia berusaha menjawab setenang mungkin.

"Apakah ini menantu dari Bapak Walikota kita?" seseorang di belakang Jevian akhirnya menyadari siapa sosok pria ini.

"Senang bertemu kalian, sayang sekali aku sedang terburu-buru. Kalau begitu aku pergi duluan Mr. Jev" Renald menunduk sekilas sebelum berlalu melewati kerumunan.

Setelah pria itu berlalu Jevian melirik Renald dari sudut matanya, ia kemudian mengamati pintu nomor 107 didepan, tempat dimana Renald baru saja keluar. Matanya melihat dengan jelas ada sosok wanita berkemeja putih dengan rambut berantakan sedang melambai dibalik pintu apartement, mengantar kepergian lelaki itu.

Sementara orang di sekelilingnya sibuk mengoceh, Jevian hanya menatap lurus. Ia bisa menangkap kejadian itu meski hanya beberapa detik.

Apakah pria payah itu bahkan berani selingkuh dibelakang Seira?

Kepalan tangannya mengencang, meski pernikahan mereka palsu tapi Seira menolaknya mentah-mentah kemarin saat Jevian mengajaknya berselingkuh, wanita itu menghormati pernikahannya. Setidaknya Seira tidak dengan gampang menghianati Renald.

Tapi berani-beraninya dia?

"Mr Jevian? bisa kita teruskan?" suara pria disampingnya menyadarkan Jevian, pria itu melirik kemudian mengangguk.

Rombongan itu kembali berjalan sambil mengobrol, namun mereka merasa aneh karena tiba-tiba saja suasananya berubah menjadi mencekam.

Jevian jelas masih baik-baik saja beberapa menit yang lalu, tapi kenapa sekarang pria itu berwajah masam, seolah akan melemparkan siapapun yang berisik. Apakah mereka salah bicara? pria-pria itu saling bertanya dalam hati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mau berselingkuh denganku?

Seira mengacak rambutnya frustasi saat kata itu terus terngiang di kepalanya setiap waktu, saat bangun dipagi hari sampai malam sebelum tidur.

Sejak pertemuan terakhir mereka hari itu, ia menahan diri untuk tidak menampar wajah tampan Jevian, Seira hanya langsung bergegas keluar dan meninggalkan Jevian beserta senyum setannya yang masih menggantung disudut bibirnya.

Ini sudah hampir seminggu. Astaga!

Hanya karena satu kalimat singkat itu ia berulang kali tidak fokus, untung saja tidak ada yang mencurigai sikap anehnya dirumah ini. Biasanya para pelayan akan langsung melapor pada Renald jika Seira menunjukan gelagat aneh.

Apa mereka sudah bosan mengadu? Ia hanya bisa bertanya-tanya dalam hati.

Pesan dari Renald mengunterupsi lamunannya, ia akhirnya bangkit dengan malas dari kasur. Membaca pesan yang baru saja masuk itu.

Kita pergi satu jam lagi.

Ahhh... dia sedang tidak mood bersandiwara sekarang, kenapa harus hari ini?

Meski enggan namun ia juga tidak bisa menolak, pada akhirnya ia beranjak turun dari ranjang dan menyambar handuk. Masuk ke kamar mandi untuk berdandan.

Sudahlah, jangan memikirkan orang sinting itu.

Dia hanya orang asing yang kebetulan menjadi ayah anakmu. Tidak lebih, kau tidak boleh terlibat dengannya, cukup hanya satu kali saja seumur hidup.

Terakhir kali terlibat dengan pria itu hidupmu hancur berantakan, jadi jangan ulangi kesalahan yang sama.

Kata-kata itu berulangkali ia dengungkan di kepala, sambil menatap pantulan dirinya di wastafel seraya menggosok gigi.

1
Yunika Christina Minggu
Ternyata salah dugaan,bibi yu bukan ibu jevian🤭
Yunika Christina Minggu
💪💪💪💪💪💪
Yunika Christina Minggu
Deg degan💪
Yunika Christina Minggu
Suka bahasanya,ahhhhhh 😍
Yunika Christina Minggu
Thot jgn bnyk org jahat yah🤭
Yunika Christina Minggu
Rsnaldi msh aja mengemis kpx jevian🤣
Yunika Christina Minggu
Sukaaaaaa
Yunika Christina Minggu
Wowwww,mampir kesini krn kangen kai,ehhh ko ada tambahan episode, gassss laj😍
💞DARRA💞💖
laki2 gentle gini kenapa cuma ada didunia novel hiks hiks
💞DARRA💞💖
klo suami sah nya kayak renal lebih baik dukung pembinor
Rahmi Miraie
akhirnya keluarga renaldy tau kebusukanrenaldy yg telah menyianyiakan seira
Siti Aisyah
bagus...saya sangat senang membaca nya...
Zahra Cantik
next thor
Tiara Tiara
mantan oh mantan
Tiara Tiara
btw tq udah update kakak Othor
Tiara Tiara
aq ulang bacanya dari 10 bab terakhir biar inget , udah lama banget hehehehe
Rahmi Miraie
kmu pasti b8sa seira bersama je kamu akn bisa mewujudkan mimpi kmu
Rahmi Miraie
nyesek jd jevian
boleh sesih jev tp jangan berlarut karena hidup terus berjalan dan yg pasti ada seira dan kei yg akan sllu ada untuk kamu
Suci Yati
lanjut thor upnya dan tetap semangat 💪💪💪
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 1 replies
Eka Ichan
lanjuuttt thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!