NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 13

seperti sekarang ini, posisi Aluna sudah berada di sebuah perusahaan terbesar dan terkaya nomor satu yang sangat berpengaruh di dunia.

Bahkan di sana sudah tercetak jelas Nama perusahaan RY atau ROYAL YIELD COMPANY.

Aluna memandang kagum pada bangunan besar itu. Matanya tidak pernah lepas dari gedung megah itu karena ini adalah hari pertamanya datang ke perusahaan suaminya.

"Aluna, kita sudah sampai" ucap sopir yang mengantar Aluna lalu Aluna keluar dari mobil itu.

"oh iya, Aluna mau saya antar ke sana dulu?" tanya sopir itu dari cela kaca mobilnya

"tidak perlu, pak. cukup sampai di sini saja. oh iya, kalo Bapak ada keperluan lain Bapak bisa kok langsung pulang saja. biar nanti saya pulangnya pakai taksi aja"

"emang.. enggak apa-apa Aluna?"

"iya enggak apa-apa kok, pak. saya juga ingat kalo bapak kan lagi ada banyak tugas" ucap Aluna tersenyum manis

"ya udah, Aluna. kalo gitu bapak duluan ya. kalo ada apa-apa telpon bapak aja, jangan sungkan"

"iya pak. bapak juga hati-hati bawa mobilnya"

"siap, neng cantik" gurau sopir itu lalu mulai menjalankan mobilnya pergi.

Aluna yang mendengar ucapan sopir itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah.

Aluna berjalan ke arah perusahaan itu, lalu dia membuka pintu, betapa terkejutnya Aluna melihat banyak sekali karyawan yang berlalu-lalang dihadapannya.

terlihat sangat sibuk. ada yang berjalan sambil memegang kopi sembari menelpon, ada yang membawa setumpukan berkas-berkas, ada yang mengetik di komputer, bahkan ada yang menelpon sembari membuka-buka berkas tanpa melihat jalannya sendiri.

Aluna yang melihat itu jadi takjub dengan orang-orang di sana. sampai-sampai dia tidak sadar sudah menabrak seorang wanita yang sedang memegang secangkir kopi panas.

Akibatnya, kopi itu tumpah mengenai baju wanita itu.

"Akhhh!" pekik wanita itu sambil mengibas-ngibas bajunya yang terkena kopi

"Ah, maaf maaf saya tidak sengaja, nyonya. maaf, maaf" ucap Aluna membungkuk Beberapa kali sembari mengucapkan kata maaf

"maaf, nyonya. maafkan saya. saya benar-benar enggak sengaja nyonya maaf" ucap Aluna lirih.

wanita itu memandang Aluna dengan wajah kebingungan dan keheranan.

"Aduh, pasti panas banget itu hiks hiks" tangis Aluna sambil mengelap baju wanita itu dengan tisu yang terkena kopi

loh, kok malah nangis? batin wanita itu bingung

hingga pandangannya teralihkan ke arah beberapa karyawan di sana yang menatapnya heran. wanita itu yang ditatap seperti itu langsung menghentikan tangan Aluna yang masih saja mengelap bajunya.

"Ah, enggak apa-apa kok. kamu enggak usah khawatir" ucap wanita itu memandang wajah sedih Aluna

"Nyonya, hiks.... maafkan saya, hiks. saya benar-benar enggak sengaja tadi hiks"

"hahaha kamu ini. kok jadi nangis sih? udah, kamu enggak usah nangis lagi, saya enggak apa-apa kok. udah ya" ucap wanita itu menenangkan Aluna yang masih saja menangis

lalu wanita itu membawa Aluna menuju ke sebuah sofa yang tersedia di sana.

"maafkan saya, Nyonya. hik" ucap Aluna sesenggukan

"hahaha, kamu ini ada-ada saja. saya kan udah bilang kalo saya ini enggak apa-apa"

"oh iya, kamu sedang apa di sini? apa ada salah satu keluargamu yang bekerja di sini?" tanya wanita itu

"iya, nyonya. saya sedang ingin membawakan makanan siang untuk suami saya di sini" jawab Aluna sembari tersenyum

"oh benarkah?"

Aluna menganggukkan kepalanya antusias

"kalo begitu di mana suamimu dan siapa namanya? siapa tahu aku kenal atau tahu kan. dan mungkin saja aku bisa membantumu untuk menemukan suamimu"

"hehehehe.... Nama suami saya itu, Aryan nyonya" ucap Aluna menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Aryan?" tanya wanita itu dengan kening berkerut, menatap wajah Aluna yang masih menundukkan kepalanya.

Aryan menikah? batin wanita itu tidak percaya

°

Tok. Tok. Tok.

"masuk" ucap Aryan dari dalam ruangan

Ceklek.

"Aryan"

"hmm" dehem Aryan tanpa melihat siapa yang memanggilnya karena fokusnya sekarang hanya tertuju ke arah laptopnya.

"ada yang sedang mencarimu"

Aryan menolehkan kepalanya, menatap seorang wanita di depannya yang menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

dari tatapannya itu terdapat rasa kecewa dan sedih yang dia tunjukkan ke arah Aryan

"siapa?" tanya Aryan dingin

lalu wanita itu menggeserkan tubuhnya dan memperlihatkan seorang wanita cantik berdiri di belakangnya dengan senyuman yang tidak pernah luntur sama sekali

Aryan yang melihat itu melebarkan matanya, tersentak menatap Aluna yang sedang berdiri menatap ke arahnya.

"Aluna, sedang apa kamu di sini?" Aryan menghampiri kedua wanita itu dan sesekali melirik ke arah salah satu wanita yang menatapnya tadi.

"mas, ini aku mau antar makan siang untuk kamu. tadi pagi kan kamu belum makan, mas"

Aryan terdiam sesaat.

"Aryan"

"I-iya, ada apa" ucap Aryan gugup.

"A-anu kalo begitu aku keluar dulu ya. soalnya aku masih ada kerjaan sedikit"

"iya, hati-hati"

"oh iya nyonya terimakasih sudah mau mengantar saya ke ruangan suami saya" Aluna membungkukkan badannya

Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Aryan.

Aluna yang melihat interaksi suaminya dan wanita itu jadi berpikir. apakah suaminya kenal dengan wanita itu? terlihat dari percakapan mereka tadi sepertinya mereka sudah saling kenal. deh, tapi kan dia karyawan suaminya, jadi sudah pasti suaminya kenal kan? pikir Aluna bertanya-tanya

"oh iya mas, ini"

"Aluna, untuk apa kau datang kemari hanya karena makanan ini?" tanya Aryan

"mas, aku khawatir sama kamu. karena kamu belum sarapan tadi pagi, aku takut kalo lambung kamu kambuh lagi mas"

Aryan menghela nafas panjang, lalu dia menganggukkan kepalanya dan menyuruh Aluna untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangannya itu.

Aluna pun yang melihat hal itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. dengan antusias dia membuka kotak bekalnya.

dan memperlihatkan menu makanannya, yaitu nasi goreng dengan lauk ayam yang digoreng dan sedikit sayur kacang panjang yang direbus, tempe, dan tahu goreng.

Aryan yang melihat menu sederhana itu tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. bahkan bau dari masakan itu saja sudah tercium aroma lezat dan menggugah selera.

dengan ragu-ragu, Aryan menyendokan makanan itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

mata Aryan langsung terbelalak lebar. dia meresapi kenikmatan makanan itu dengan perlahan.

lalu dengan kesadaran penuh, dia makan dengan begitu lahapnya. dengan mulut penuh dia menutup kedua matanya dan mengunyah dengan begitu nikmatnya.

Aluna yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan. akhirnya masakannya dapat dihargai dan terasa begitu nikmat oleh suaminya.

Aryan menolehkan kepalanya, menatap wajah Aluna yang masih saja tersenyum ke arahnya.

"kau mau?" tanya Aryan, mengangkat kotak bekal itu di hadapan Aluna.

tapi Aluna hanya menjawab dengan gelengan kepala.

melihat Aluna hanya menggelengkan kepalanya, Aryan pun melanjutkan makannya dengan lahap dan terburu-buru.

jangan lupa di like sama komen ya ❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!