NovelToon NovelToon
Kabur Dari Tuan Muda

Kabur Dari Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Rania terlahir kembali ke lima tahun sebelum tragedi dalam hidupnya terjadi. Di masa depan setelah ia menikah dengan Arya, Rania dijebak oleh Salsa dan dibunuh tepat di malam pertamanya. Di kesempatan kedua ini, ia akan menghindar dari pernikahan itu agar tidak mengalami nasib yang sama.

Berhasilkah ia kabur dari genggaman sang Tuan Muda dan menghindari takdir kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Hari Ulang Tahun (2)

"nanti pakai gaun yang cantik ya."

Sesuai dugaannya, hari itu pasti akan tiba juga. Rania mendapat pesan singkat dari Arya yang memintanya memakai gaun. Ia turun dari ranjang lalu menuju ke lemari, mengambil sebuah kotak berisi gaun baru miliknya.

"untung aku punya gaun yang baru," gumamnya yang tanpa ia ketahui di seberang sana ada yang ikut tersenyum setelah mendengar ucapannya itu.

Setelah mempersiapkan diri dengan sempurna, Rania menelfon Salsa untuk menanyakan keberadaannya.

"aku sudah di vila dan tebakanmu benar ada satu orang yang baru aku lihat di lingkaran pergaulan mereka."

Setelah mengatakan itu, Salsa mengirimkan sebuah foto kepada Rania. Rania melihat dengan seksama siapa wanita di dalam foto itu untuk diingatnya. Dia adalah Feli, salah satu teman dekat Dona. Dulu dia ikut tergabung bersama Dona saat merundung Dewi. Karena statusnya hanya orang biasa, Feli tidak pernah terlihat bersama dengan Dona di depan umum. Dona memanggilnya hanya saat ia ingin melancarkan aksinya ke Dewi.

"dia ya yang akan menggantikan Salsa," gumamnya lirih dengan kepala yang mengangguk-angguk.

Sementara itu, di ruang kerja Arya di rumah. Asistennya datang dengan memberikan data seseorang.

"tuan muda, ini adalah data orang yang tiba-tiba hadir di pesta ulang tahun nona Rania nanti."

Arya melihat fotonya lalu membaca dengan seksama. Tidak ada yang spesial di data tersebut. Hanya seorang anak perempuan biasa dari keluarga biasa saja dengan kemampuan yang juga biasa saja. Tapi karena dia terlalu biasa, jauh lebih mudah untuk membuangnya setelah dipakai. Kandidat yang sangat sempurna.

"perintahku kemarin sudah dilaksanakan?"

"sudah tuan muda, CCTV sudah diganti dengan kamera tersembunyi. Setiap sudut dipastikan tidak akan ada yang terlewat."

"bagus, terimakasih paman."

Orang yang dipanggilnya paman sebenarnya adalah orang kepercayaan ayahnya dulu. Setelah ayahnya meninggal, dia tidak pergi namun mengikutinya sama seperti saat mengikuti ayahnya. Setelah berusia tujuh belas tahun, baru ia tau kalau ternyata ayahnya secara khusus meminta asistennya untuk menjaga Arya dengan baik.

Setelah itu, Arya meletakkan dokumen tersebut asal di atas mejanya dan ia bangkit lalu berjalan keluar. Sudah waktunya untuk menjemput tuan putri. Ia akan memastikan hari ini berjalan dengan sempurna.

"kita berangkat paman, hari ini Rania harus bahagia."

Rencana ulang tahun ini sudah terpikirkan sejak lama. Tepatnya setelah ia mendengar bahwa Rania memiliki keinginan untuk merayakan pesta di vila miliknya ini.

Rania keluar rumah dengan begitu anggun. Orang tuanya tidak sedang di rumah, sama seperti kehidupan yang lalu. Bedanya kali ini ia melangkah dengan mantap, bukan dengan ekspektasi penuh kebahagiaan. Salsa di sana sudah siap dan selalu mengawasi gerak gerik setiap orang yang datang.

"berangkat sekarang?" tanya Arya sambil meraih tangan Rania bak pangeran menyambut tuan putri.

"ya."

Jawaban yang terlalu singkat dan tanpa senyuman sama sekali. Setiap hal yang dilalui benar-benar mengingatkannya dengan kehidupan yang dulu. Hal itu membuat jantungnya semakin berdebar. Perjalanan panjang tidak membuatnya mengantuk atau lelah. Justru semakin dekat dengan tujuan, gelisah di hatinya semakin jelas.

Mereka sampai tepat di jam tujuh malam, sangat persis dengan sebelumnya. Semuanya sudah berkumpul di halaman dengan dekorasi yang sama persis. Rania terpaku di tempatnya setelah keluar dari mobil. Ia melihat kue di tengah halaman. Kue itu berbeda dari sebelumnya, dulu kuenya berwarna putih. Tapi kali ini berwarna biru muda, warna kesukaannya. Matanya menatap Salsa yang berdiri di kerumunan. Salsa mengangguk pelan lalu sebuah senyum muncul di wajah Rania. Senyum pertama yang berhasil dilihat oleh Arya hari ini.

"ayo." Arya berjalan ke arahnya yang masih berdiri di dekat pintu mobil. Meraih tangannya dan berjalan dengan bergandengan tangan. Rania melihat tangannya yang tertaut dengan Arya, lalu melihat wajahnya dari samping. Adegan ini juga berbeda dengan sebelumnya.

Dulu ia lah yang menghampiri Arya, ia juga lah yang meraih tangan Arya untuk menggandengnya. Acara berlangsung dengan meriah. Semua orang terlihat bahagia merayakan ulang tahunnya. Rania di tengah kerumunan hanya tersenyum sesekali. Ia merasakan dejavu, membuatnya sulit untuk merasakan bahagia seperti dulu. Matanya melihat ke setiap wajah orang yang hadir malam ini. Hingga matanya menangkap sosok Feli yang berdiri di samping Dona.

"kenapa Dona masih bisa datang?" pertanyaan itu ia berikan kepada Salsa di sampingnya. Tapi ia lupa kalau tangannya masih tertaut dengan lengan Arya, tentu saja pria itu bisa ikut mendengarnya juga.

"kamu tidak suka dengannya? perlu aku usir sekarang?"

Rania sedikit terkejut saat mendengar pertanyaan dari Arya.

"eh tidak perlu, ini hari bahagiaku jangan bikin ribut."

Arya mengangguk mengiyakan perintah dari Rania.

"sepertinya backingan mereka cukup kuat sampai keluarganya masih bisa lolos dari Arya," bisik Salsa tepat di telinga Rania, memastikan agar Arya tidak lagi mencuri dengar percakapan mereka.

Di cerita apapun, tokoh penjahat utama selalu kalah di akhir. Bagi Rania, Dona adalah tokoh penjahat utama itu.

"bagaimanapun juga keluarganya dengan keluargaku setara," bisik Rania di telinga Salsa.

Rania berasal dari keluarga yang tidak hanya berada, tapi keluarga berpengaruh. Baik dari kekayaan maupun bisnis, keluarganya bisa dibilang unggulan di kota ini. Dan Dona memiliki keluarga yang setara dengannya. Sementara Arya, dia adalah pemegang kuasa tertinggi di seluruh negeri. Meskipun tanpa jabatan, tapi ia berada di tingkat memiliki andil yang cukup signifikan untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini. Apalagi setiap tindakannya terlihat tegas di depan dan kejam di belakang, sudah diketahui oleh setiap pengusaha di ibu kota. Bagi pemula, mungkin ia terlihat seperti panutan. Tapi bagi yang mengetahui sisi gelapnya, dia adalah singa dan negara ini adalah hutan wilayah kekuasaannya.

"kalau begitu malam ini akan menambah daftar bukti kejahatannya," bisik Rania kepada Salsa yang diangguki olehnya.

Arya melihat dia gadis itu berbisik-bisik pun mengerutkan keningnya. Jika saja ia bisa menanamkan alat penyadap ke otak Rania, mungkin ia bisa membaca apa yang sedang gadis itu pikirkan.

"EKHM! Ayo masuk."

Suara deheman Arya yang cukup keras membuat Rania sedikit terkejut dan langsung berdiri tegak. Begitu juga dengan Salsa, keduanya sedikit gemetar dengan keringat dingin mulai keluar.

"a-ayo, ayo masuk, hehe."

Acara berlanjut di halaman belakang sama seperti sebelumnya. Kolam renang yang besar dan dalam itu terlihat begitu menyeramkan untuk Rania dan Salsa. Bagi Rania kolam itu adalah pembawa sial, sedangkan bagi Salsa kolam itu hampir merenggut nyawanya meskipun itu akibat dari kebodohannya juga.

Pesta berlangsung dengan begitu meriahnya. Arya berjalan ke sisi lain kolam karena ada panggilan masuk dari sekertarisnya. Sementara Salsa, ia berpamitan pergi ke kamar mandi. Jadilah Rania sendirian tepat di tepi kolam sambil memakan kue di tangannya. Ia melirik jam tangannya dan waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Dalam hatinya, ia mulai menghitung mundur mulai dari angka tiga, "tiga... dua... satu."

"Hai Rania."

Rania merasa telinganya memanas mendengar sapaan yang terasa familiar dengan suara yang berbeda. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat sosok Feli sudah berdiri dengan senyum di wajahnya. Rania diam memandang gadis itu dari atas sampai bawah. Gaun yang dipakainya pun sama, gaun panjang berwarna ungu muda. Bahkan model rambutnya pun sama persis.

"haha," tiba-tiba saja Rania tertawa kecil membuat Feli sedikit kebingungan.

"kamu dekat dengan Arya kan?"

Rania tidak menjawabnya, ia hanya mengangkat sebelah alisnya.

"kamu tau? kemarin Arya seharian menghabiskan waktu denganku."

Kalau dulu, dia pasti akan langsung merasa panas saat mendengar ucapan seperti itu. Tapi sekarang menurutnya itu terlalu lucu hingga ia tidak bisa menahan tawanya.

"lalu?"

"kalau kita berdua jatuh, menurutmu dia akan menolongku atau menolongmu?"

Raut wajah Rania berubah serius saat mendengar sesuatu yang terasa mengganjal.

Dulu yang dikatakan Salsa adalah, "kalau aku jatuh sekarang, menurutmu siapa yang akan disalahkan?" tapi saat Feli yang mengatakannya, kalimat itu berubah menjadi, "kalau kita berdua jatuh, menurutmu dia akan menolongku atau menolongmu?"

Kepala Rania terasa berputar, alarm bahaya berbunyi keras di dalam kepalanya tapi ia belum sempat merespon dan tubuhnya sudah ditarik ke dalam kolam.

"AKH! RANIA JANGAN!" Itulah teriakan Feli saat akan jatuh dan yang jelas berhasil menciptakan kesalahpahaman yang sangat fatal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!