NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Melihat adiknya yang hari demi hari semakin terlihat lesu, semakin sering mengurung diri di kamar, dan semakin kehilangan cahayanya karena terus-menerus disakiti, kesabaran Rian Adhitama akhirnya benar-benar mencapai batasnya.

Sebagai kakak, ia sudah berusaha bersabar selama bertahun-tahun. Sudah berusaha memberi dukungan moril, sudah berusaha melindungi Selly dari kenyataan pahit, dan sudah berusaha meyakinkan adiknya bahwa ia berharga.

Tapi melihat bagaimana Darren Wijaya memperlakukan Selly—seolah gadis itu adalah mainan yang bisa ditinggal-tinggal, atau seolah kebaikan Selly adalah hal yang murahan dan tidak penting—Rian merasa ia tidak bisa lagi tinggal diam.

Ia harus turun tangan langsung. Bukan untuk berantem atau main fisik, tapi lewat jalur pembicaraan yang dewasa, profesional, dan tegas. Rian ingin menegur Darren agar pria itu bersikap jelas, tidak main-main, dan jangan memberi harapan palsu yang hanya akan menyakiti Selly lebih dalam lagi.

Beberapa hari kemudian, Rian memanfaatkan momen setelah rapat kerja antar perusahaan untuk menemui Darren di ruangan pribadinya.

Suasana di ruangan itu terasa sangat berat dan mencekam. Dua pria tampan, muda, dan berkuasa itu duduk berhadapan di atas meja kerja yang luas. Namun suasana sama sekali tidak akrab, justru penuh dengan ketegangan yang membara.

Rian duduk dengan sikap tenang namun tegas, wajahnya serius memandang lawan bicaranya.

"Darren... aku mau ngomong serius sebentar sama kamu. Bukan soal bisnis, bukan soal kerjaan, tapi murni soal pribadi," buka Rian pelan, suaranya rendah namun penuh wibawa dan penekanan.

Darren yang sedang duduk santai memegang cangkir kopi hanya menoleh sekilas, lalu meletakkan cangkir itu di atas meja dengan suara dek yang pelan namun tegas.

"Bicaralah. Aku tidak punya banyak waktu," jawabnya datar.

Rian menghela napas panjang, mencoba menahan emosi yang mulai memuncak agar tidak meledak di sini. Ia harus bicara baik-baik demi Selly.

"Aku tahu kamu orangnya dewasa, pintar, dan pasti paham betul bagaimana cara kerja perasaan manusia. Jadi aku harap kamu juga bisa bersikap dewasa dalam menanggapi perasaan adikku, Selly," ucap Rian mulai membuka pembicaraan.

"Selama bertahun-tahun dia mengejarmu, memperhatikanmu, mengurusimu, dan menyayangimu dengan tulus. Aku tidak menyangkal itu semua. Aku tahu adikku memang orangnya keras kepala dan sangat menyukaimu."

Rian menatap mata Darren tajam, mencoba mencari setitik saja rasa kemanusiaan di sana.

"Tapi cara kamu memperlakukannya belakangan ini... itu terlalu kejam, Darren. Terlalu dingin, dan terlalu menyakitkan. Kadang kamu kasih perhatian lewat orang lain, kadang kamu biarin dia nunggu berjam-jam, kadang kamu terima kadonya... tapi di saat yang sama kamu juga tolak dia keras-keras dan bikin dia nangis."

"Itu namanya memberi harapan palsu!" seru Rian mulai menekan kata-katanya. "Kamu bikin dia berharap kamu bakal berubah, tapi kenyataannya kamu malah makin menjauh. Itu tidak adil buat dia."

"Aku minta kamu tolong bersikap jelas dan tegas. Kalau memang kamu tidak suka, tidak mau, dan tidak ada rasa sedikitpun sama dia... tolong bilang terus terang padanya. Jangan kasih celah sedikitpun biar dia bisa berhenti dan move on dengan hidupnya. Jangan biarin dia berharap kalau ujungnya cuma bakal disakiti dan hancur kayak gini terus."

"Kasihan adik aku, Darren. Dia itu masih muda, hatinya masih lembut, dan dia orangnya sangat perasa. Kamu hancurin kepercayaan diri dia perlahan-lahan kayak gini. Aku sebagai kakak sudah tidak tega melihatnya menangis setiap malam gara-gara kamu," tambah Rian panjang lebar, suaranya penuh emosi kekakauan dan permohonan yang tulus.

Rian sangat berharap, dengan bicara baik-baik begini, Darren akan mengerti. Pria itu pasti akan sadar, dan setidaknya akan berkata "baik, aku akan jelaskan padanya" atau "maaf aku tidak bermaksud menyakitinya".

Namun... apa yang keluar dari mulut Darren Wijaya selanjutnya benar-benar di luar dugaan, dan membuat darah Rian mendidih bak air yang mendidih di dalam ketel.

Darren menatap Rian dengan tatapan datar, dingin, tajam, dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tatapan itu seakan sedang menatap orang asing yang tidak dikenalnya.

Perlahan, pria itu membuka mulutnya, dan mengucapkan kalimat yang begitu mematikan.

"Saya tidak pernah meminta dia melakukan itu semua."

JLEB!

Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Rian terbelalak kaget, matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Ha? Apa katamu? Ulangi lagi?!" seru Rian tak terima.

"Saya bilang..." Darren mengulang kalimatnya dengan perlahan, jelas, dan sangat tegas, seakan sedang membacakan aturan hukum yang kaku. "Saya tidak pernah meminta dia mengejar saya. Saya tidak pernah meminta dia membawa makanan, tidak pernah meminta dia menunggu, tidak pernah meminta dia memberi hadiah, dan tidak pernah meminta dia mencintaiku."

"Itu semua murni inisiatif dia sendiri. Dia yang mau, dia yang berusaha, dia yang mengejar... Jadi... kalau dia merasa lelah, merasa sakit hati, merasa kecewa, atau merasa capek... itu bukan tanggung jawab saya. Itu resiko yang harus dia tanggung sendiri karena pilihannya sendiri."

Darren menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, melipat kedua tangannya di dada dengan pose superior dan angkuh.

"Dan soal harapan... saya juga tidak pernah memberi harapan apa-apa. Sejak awal sikap saya sudah jelas. Saya dingin, saya tidak mau dekat-dekat, saya tolak semua ajakan. Kalau dia yang berhalusinasi, kalau dia yang berharap lebih sendirinya, kalau dia yang mengartikan sikap saya seenaknya sendiri... itu bukan salah saya."

"Saya tidak berhutang apapun padanya. Saya tidak berhutang senyuman, tidak berhutang perhatian, dan tidak berhutang rasa sayang."

 

Sementara itu, di luar ruangan yang tertutup rapat itu...

Selly Adhitama berdiri mematung di balik pintu yang terbuka sedikit. Ia baru saja datang membawa bekal makan siang hangat dan juga sup ayam yang ia masak sendiri dengan penuh cinta, berniat ingin memberikan kejutan dan berharap hari ini suasana akan lebih baik.

Tapi niat itu urung seketika.

Awalnya ia hanya ingin mendengarkan sebentar karena mendengar suara Rian dan Darren sedang berbicara serius. Namun... apa yang dilihat matanya selanjutnya benar-benar membuat dunianya hancur berkeping-keping dan rasanya ingin mati saat itu juga.

Di sudut ruangan yang agak teduh, tidak jauh dari meja Darren...

Terlihat jelas sosok Darren yang sedang berdiri santai, dan di hadapannya ada seorang wanita cantik, anggun, dan terlihat sangat dewasa. Wanita itu adalah salah satu manajer senior di perusahaan itu, atau mungkin teman dekat Darren.

Dan apa yang mereka lakukan?

Wanita itu tersenyum manis, lalu dengan akrab dan mesra... ia merangkul leher Darren, dan tanpa rasa sungkan sedikitpun... ia mencium pipi pria itu lama dan lembut!

Cup!

Bahkan Darren... Darren yang selama ini dingin dan menolak Selly! Darren yang bilang dia trauma! Darren yang bilang dia tidak suka sentuhan! Darren yang bahkan gak sanggup senyum dikit buat Selly!

Pria itu justru membiarkannya! Bahkan tangannya terlihat mengelus punggung wanita itu dengan santai dan penuh kemesraan! Wajahnya pun terlihat jauh lebih lunak, jauh lebih hangat, dan jauh lebih manusiawi daripada saat berhadapan dengan Selly!

"Aduh, Om Darren jangan galak-galak dong nanti cepat tua..." canda wanita itu manja sambil tetap menempel di tubuh Darren.

Darren justru tertawa kecil! Tawa yang sangat jarang keluar! Tawa yang hangat dan menyenangkan!

"Kamu ini ya, sudah besar masih aja manja," jawab Darren dengan suara lembut, penuh rasa sayang dan bercanda!

Selly... gadis yang berdiri di balik pintu itu... rasanya dunia seakan runtuh menimpanya.

Kakinya lemas, tangannya gemetar hebat. Kotak bekal di tangannya hampir terlepas jatuh.

'Jadi... selama ini dia cuma benci sama aku ya?!' batin Selly berteriak histeris, rasanya hancur lebur.

'Dia bilang dia trauma parah! Dia bilang dia takut cinta! Dia bilang dia dingin sama semua orang! Tapi kenapa sama wanita lain dia bisa senyum?! Bisa ketawa?! Bisa biarin dicium seenaknya?!'

Rasa sakit itu luar biasa perihnya. Berkali-kali lipat lebih sakit daripada semua hinaan orang lain, atau semua sikap dingin yang pernah ia terima.

Ternyata... Darren Wijaya tidak dingin. Dia tidak trauma. Dia hanya... tidak mencintai Selly. Dia hanya tidak menginginkan Selly.

Itulah kenyataan pahit yang paling menyakitkan.

 

(Bersambung...)

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!