NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Colly Shen! Kurang ajar!” bentak Jason dengan keras. “Kau berani menghancurkan milikku di depan semua orang?!”

Di sampingnya, Josep sudah kehilangan kesabaran.

Tanpa berpikir panjang, ia mengeluarkan pistol dan langsung mengarahkannya ke Colly.

“Kalau begitu mati saja!” teriaknya.

Dor!

Suara tembakan menggema.

Peluru melesat cepat ke arah Colly.

Namun...di saat yang sama, sebuah koin meluncur dari arah yang tidak terlihat.

Ting!

Koin itu menghantam peluru di udara.

Arah peluru berubah dan meleset jauh dari tubuh Colly.

Koin tersebut terus melaju...dan menancap keras di batang pohon di sisi halaman.

Semua orang terdiam.

Mata mereka membulat, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Siapa pun yang melakukan itu ... tidak terlihat.

Tidak ada siapa pun di sekitar.

Colly dan teman-temannya langsung menoleh ke arah pohon hias tempat Micheal tadi duduk.

Tatapan mereka mencari ke setiap sudut. Namun... tidak ada siapa pun di sana.

Dahan pohon hanya bergoyang pelan, seolah baru saja ditinggalkan.

Colly menyipitkan mata.

Perasaannya mengatakan jelas... orang itu memang ada.

Dan baru saja pergi.

Tannia dan Roby saling pandang, masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.

Sementara di sisi lain, Jason dan Josep mulai terlihat waspada.

“Siapa di sana?!” teriak Josep dengan kesal, matanya menyapu ke arah sekitar.

“Sudah selesai?” tanya Colly dingin. “Sekarang giliranku.”

Ia sedikit menoleh.

“Roby!”

Roby langsung mengangguk, sudah paham maksudnya. Ia mengambil bola baseball miliknya dan melemparkannya ke udara.

Dalam satu gerakan...

Colly melompat.

Kakinya terayun kuat.

Duk!

Bola itu melesat ke arah Josep dengan kecepatan mengerikan, seperti anak panah yang dilepaskan tanpa terlihat.

Josep refleks mengangkat tangan kanannya untuk menangkap.

Ia berhasil menggenggam bola itu...

Namun...wajahnya langsung berubah pucat.

Kekuatan hantaman bola itu menghantam telapak tangannya dengan brutal.

Krak!

Suara retakan terdengar.

Tulang tangan kanannya tidak mampu menahan tekanan.

Rasa sakit menjalar seketika.

“Ahhh!” teriak Josep yang sambil memegangi tangannya yang mulai gemetar.

Bola itu jatuh dari genggamannya.

Sementara Colly sudah kembali berdiri di tempatnya, ekspresinya tetap tenang, seolah semua itu hal biasa.

“Ahhh!!” teriaknya keras, tubuhnya terhuyung sambil memegangi tangan kanannya yang jelas tidak lagi normal.

Keringat dingin mulai muncul di dahinya.

Rasa sakit itu begitu tajam... hingga membuatnya hampir berlutut.

“Ta-tanganku…!” suaranya bergetar, penuh kesakitan.

Di sisi lain, Jason yang melihat kejadian itu langsung panik.

“Josep!” serunya dengan wajah tegang.

Ia buru-buru menghampiri putranya, matanya membesar melihat kondisi tangan Josep yang mulai membengkak dan tidak bisa digerakkan.

“Kau… kau baik-baik saja?!” tanya Jason, nadanya tidak lagi setenang sebelumnya.

Sementara itu, Colly berdiri tidak jauh dari mereka.

Tatapannya dingin.

Tanpa rasa bersalah.

Seolah semua itu memang pantas mereka terima.

“Apa yang kau lakukan padanya?!” teriak Jason dengan cemas, suaranya mulai kehilangan kendali.

“Menghancurkan tangannya,” jawab Colly dingin. “Agar ke depan dia tidak bisa lagi mencari masalah denganku.”

“Tidak mungkin!” bentak Jason. “Hanya dengan satu tendangan bola kau bisa membuat tangan anakku seperti itu?!”

“Pa… tanganku sakit!” tangis Josep, wajahnya pucat, tubuhnya gemetar menahan nyeri.

“Cepat bawa dia ke rumah sakit!” perintah Jason dengan panik.

Anak buahnya segera mengangkat Josep yang terus mengerang kesakitan dan membawanya pergi.

Suasana masih tegang.

Jason menoleh kembali ke arah Colly, tatapannya penuh amarah.

“Colly Shen, kalau tangan anakku sampai cacat… aku akan mengambil nyawamu!” kecamnya.

Colly melangkah maju satu langkah.

Tatapannya tajam, tanpa rasa gentar.

“Biar aku beri tahu,” ucapnya tenang. “Tangan anakmu tidak akan sembuh. Tulangnya sudah hancur. Dia akan cacat seumur hidup.”

Ucapan itu membuat wajah Jason semakin gelap.

Colly terus melangkah mendekat.

“Aku ada di sini,” lanjutnya dingin. “Kalau kau ingin mengambil nyawaku… mari sini!"

“Colly Shen, aku tidak akan membiarkanmu lolos!” kecam Jason dengan amarah yang memuncak. “Walau di belakangmu ada Wilbert Lu, siapa pun yang membantumu akan mati mengenaskan!”

Tatapan Colly langsung berubah dingin.

Tanpa peringatan... tangannya bergerak.

Srett!

Cambuknya menghantam kaki Jason dengan keras.

“Aahh!” teriak Jason, tubuhnya langsung goyah hingga jatuh berlutut.

“Tuan!” seru anak buahnya panik, hendak maju.

Colly mengangkat cambuknya sedikit, membuat mereka langsung terhenti.

“Aku paling benci diancam,” ucapnya dingin. “Kalau kau mampu, bunuh aku sekarang juga. Tidak perlu menunggu.”

Tatapannya menekan.

“Kalau kau tidak mau kehilangan kakimu… lebih baik diam.”

Jason yang terlihat cemas langsung beranjak pergi dengan dipapah oleh anak buahnya. Kakinya tertatih, jelas masih terasa sakit akibat cambukan Colly.

Setelah mereka pergi, suasana kampus berubah.

Para mahasiswa yang sejak tadi menonton langsung bertepuk tangan. Sorak kagum terdengar di mana-mana.

“Colly, kau hebat sekali!” puji Tannia dengan mata berbinar.

“Aku bangga punya teman sepertimu,” ucap Roby sambil merangkul pundaknya.

Colly tidak banyak bereaksi.

Tatapannya perlahan beralih ke arah pohon hias di sisi halaman.

Koin yang tadi menancap masih terlihat di sana. Ia melangkah mendekat, diikuti oleh Tannia dan Roby.

Roby lebih dulu mencabut koin itu.“Siapa yang menyelamatkanmu tadi? Hebat sekali… koinnya bisa menancap sedalam ini,” ujarnya kagum.

Ia memperhatikan koin itu dengan seksama.

“Koin lama…” gumamnya.

Colly menatap koin tersebut dengan serius.

Matanya sedikit menyipit.

"Tenaga dalam"… batinnya.

Ingatan tentang seseorang langsung terlintas di kepalanya.

"Jangan-jangan… Micheal Xie…"

“Colly, siapa dia? Kenapa menyelamatkanmu tapi tidak menunjukkan dirinya?” tanya Tannia dengan penasaran.

Colly terdiam sejenak, matanya masih tertuju pada koin di tangan Roby.

“Aku juga tidak tahu,” jawabnya pelan.

Ia lalu menatap kedua temannya. “Roby, Tannia… mulai hari ini kalian harus lebih berhati-hati. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Aku tidak ingin kalian terluka karena masalahku.”

Roby tersenyum tipis, lalu merangkul pundak Tannia dan Colly sekaligus.

“Colly, tenang saja. Aku tidak takut,” ucapnya mantap. “Kita sahabat. Walau aku dan Tannia tidak sehebatmu… tapi kesetiaan kami tidak akan berubah.”

Tannia mengangguk setuju.

Suasana menjadi hangat di tengah ketegangan yang baru saja terjadi.

Micheal yang berada di dalam mobilnya sedang memperhatikan gadis itu.

"Colly Shen, Jason Long tidak akan melepaskanmu. Tangan putranya pasti cacat. Kau telah mengunakan delapan puluh persen tenagamu," gumam Micheal.

"Aku tidak menyangka kau sangat berbakat, kalau berlatih dengan rutin maka petarung mana pun akan kalah darimu," gumam Micheal.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!