NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26# Bertemu Rhea

Alya membawa kakak dan sang keponakan menuju salah satu cafe dengan fasilitas playground yang ada di Bandung, dia memang janjian dengan kakak sulung mereka di sana karena Rhea membawa si kecil Aretha.

Karin hanya diam selama perjalanan menuju cafe, suaranya hanya terdengar sesekali saat Alvian menanyakan beberapa hal pada sang mama. Selebihnya Karin terlihat melamun sambil melihat jalanan, sebenarnya Alya cukup penasaran. Namun dia tidak ingin suasana dalam mobil berubah makin hening, nanti saja dia minta tolong kakak sulungnya untuk menginterogasi Karin.

“Onty Yaya lagi mucuhan cama om Layen, ya?” tanya Alvian pada auntynya.

Alya mengerutkan dahinya saat mendengar pertanyaan dari Alvian. “Tidak ada yang musuhan,” jawab Alya.

“Ooo…Pian kila cedang mucuhan, biacanya celalu belcama. Nempel mulu cama om Layen,”

“Kamu pikir onty cicak di dinding? Nempel,”

Alvian terkikik. “Bukan cicak tapi Occal,”

Alya langsung menepuk keningnya. “Oscar, Vian. Pakai S dan R,” Alya membenarkan pengucapan keponakannya tersebut.

Alvian mengkopi paste auntynya, dia juga menepuk keningnya. “Onty ni cepeltinya lupa kalo Pian belum bica bilang hulup L cama Ec,”

Alya terkekeh mendengar jawaban Alvian, keponakannya tersebut memang termasuk cerdas. Tidak heran jika Ayu di buat pusing jika harus berhadapan dengan bocah berusia tiga tahun tersebut.

Saat mobilnya berhenti di lampu merah, Alya sempat memperhatikan Alvian yang mendongak melihat Karin yang masih melamun. Alya menghela napas, keponakannya tersebut sepertinya merasakan ke gundahan sang mama.

“Mbak Karin!”

“Hmm?” Alya membuyarkan lamunan Karin, mama Alvian tersebut menoleh ke samping kanan.

“Kasihan bocilmu tuh! Sudah mau mewek gara-gara mbak cuekin, ngelamunin apa sih kamu mbak?” keluar juga akhirnya pertanyaan Alya pada sang kakak, dia kembali melajukan mobilnya setelah Karin sadar dari lamunannya karena lampu sudah berganti hijau.

Karin menghela napas, dia kemudian mengusap kepala Alvian dan meng3cup gemas pipi sang putra. “Adek sedih mama cueikin, ya?” Alvian mengangguk, matanya bahkan sudah berkaca-kaca karena mamanya dari tadi hanya diam saja. “Mama minta maaf ya, nak. Adek jangan sedih lagi, oke!” Karin memeluk gemas putranya.

“Mama janji ndak cedih lagi tapinya. Janji jali kelingking dulu,” Alvian mengangkat jari kelingking yang diangguki Karin. “Janji,” Karin menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Alvian.

“Begitu baru mbak Karin yang aku kenal, masa iya sama nenek lampir kalah. Tidak ada ceritanya seorang Darmawan kalah,” ledek Alya.

Plak

“Bicaramu itu, Al. Ada Vian ini,” tegur Karin.

Alya terkekeh. “Ini baru kakak keduaku,”

Mereka berdua tertawa ringan, Alvian bahkan ikut tertawa meskipun bocah itu tidak tahu apa yang sedang di tertawakan mama dan auntynya. Suasana di dalam mobil tidak lagi hening seperti tadi, Karin menyalakan musik anak-anak untuk menemani perjalanan singkat mereka. Alvian bahkan menggoyang-goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, dia bersenandung bersama mama dan auntynya.

***

Mobil Alya sudah masuk kearea cafe tempat janjian dengan Rhea, setelah memarkirkan mobil barulah dia, Karin dan Alvian turun dari mobil. Melihat lokasi yang mereka tuju, Alvian langsung berbinar.

“Mama ayo kecana!” Alvian menggoyang-goyangkan tangan Karin. “Pian mau main itu!” tunjuknya pada perosotan yang terlihat dari tempat Alvian dan Karin berada.

“Iya, sayang. Nanti kita main itu,”

“Maunya cekalang, ma. Pian mau main pelocotan,” rengek Alvian.

“Yakin mau main itu?” tanya Alya diangguki Alvian. “Padahal kita mau ketemu onty Rhea sama kakak Aretha,” lanjut Alya.

“Ekhee…ada onty cama kakak cantik di cini?” Alvian langsung celingak celinguk, bocah itu mengedarkan pendangannya mencari Aretha dan Rhea. “Mama ayo macuk cana! Kita cali onty Lhea cama kakak Aletha,” Alvian menarik tangan Karin berjalan masuk menuju cafe.

“Pelan-pelan, Vian sayang! Onty Rhea sama kakak Aretha tidak ke mana-mana,” putranya sudah pasti mencari keberadaan aunty Rhea dan kakak Aretha begitu dia mendengar dua nama ke sayangannya di sebut.

Alya puas menertawakan Karin. “Apa aku bilang. Anakmu bakalan terbucin-bucin sama mbak Rhea,”

Karin ikut tertawa, dia ingat Alya yang bilang kalau Alvian nanti akan bucin pada Rhea kakak mereka. Dia mengatakan pada saat Karin dulu sedang hamil Alvian dan Karin justru mengaamiinkan. Akhirnya kejadian, putranya tersebut langsung dekat dan lengket pada Rhea sejak pertama kali keduanya bertemu sebagai dokter anak dan pasien.

“Kakak Aletha!” teriak Alvian begitu masuk ke dalam cafe dan menemukan Aretha di gandengan aunty Rhea, sepertinya mereka juga baru saja sampai.

Aretha menoleh. “Adek Pian!” Aretha melambaikan tangan kiri kearah Alvian, Rhea ikut menoleh dan tersenyum pada ketiganya.

Alvian sudah hampir lari mendatangi Aretha, namun Karin mencegahnya. Dia langsung menggendong putranya sebelum Alvian membuat kehebohan di sana, terlebih jika duo bocil dengan segela tingkah di luar BMKG sedang berkumpul jadi satu.

Karin dan Alya menghampiri Rhea dan Aretha.

“Sudah lama atau baru datang, kak?” tanya Alya.

“Kami juga baru sampai. Sudah pesan tempat atau belum, Al?”

“Sudah, kak. VIP, biar bocil-bocil bisa teriak-teriak dengan aman. Bisa ngoceh sama main sepuasnya,” jawab Alya sambil terkekeh.

Mereka berenam menuju ruang VIP yang sudah di pesan, membawa dua bocah dengan tingkat batre full sepanjang hari membuat mereka harus memilih ruangan yang aman dan nyaman untuk kedua bocah itu bermain.

Lihatlah sekarang! Alvian dan Aretha bahkan sudah saling bergandengan tangan, dua bocah itu berjalan paling depan mengikuti karyawan yang mengantar mereka ke ruangan yang di pesan.

Alya kembali tertawa melihat dua bocah itu. “Lagak sudah seperti orang dewasa itu dua bocil,”

“Aku juga mau ikutan ah,” sahut Karin yang tiba-tiba merangkulkan tangannya pada lengan sang kakak yang tidak lain Rhea, Alya langsung memicingkan matanya pada Karin. “Emaknya tidak kalah bucin ternyata sama kakak sulung,” ledek Alya, sejurus kemudian Alya ikut merangkulkan tangannya pada lengan Rhea yang masih bebas. “Dia kakakku juga kali, mbak. Enak saja mau kamu kuasai,” lanjut Alya mencibir Karin.

Rhea tersenyum, ada rasa hangat yang menjalar memenuhi hatinya. Sudah lama sejak hubungan ketiganya tidak baik, akhirnya hari itu mereka kembali bertemu sebagai pribadi yang baru.

“Kalau sudah begini ujung-ujungnya paling mau curhat,” sahut Rhea.

Karin dan Alya kompak mengangguk, ketiganya langsung terkekeh bersama. Setidaknya Karin sejenak lupa dengan segala kegelisahan yang dia rasakan saat itu, dia senang bisa kembali berkumpul dengan kakak dan adiknya. Karin berusaha menahan tangisnya saat mendapati seseorang mengirim photo Aiden dan Nala yang sedang bersama di ruang kantor yang menghubungkan kantor Setyadarma dan Aikav tersebut.

 

1
Nur Asiatun
Alhamdulillah,semoga kebahagian terus hadir...semangat untuk Author 💪💪
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semoga di mudah urusan,taubatan nasuha ya ibu ayu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... smg happy end
total 1 replies
partini
lah bukan karena nala 100% situ ya juga andil,,ibu ga tau diri sih anda ini pergi lama anak udah sukses nongol lagi
a yulaela_fa(Ayu Anfi): datang krn ada maunya sih mama ayu... bknny mmperbaiki tp malah menjadi. akhrnya kena hkmn jg 🤭.
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Penyesalan yang datangnya terlambat. Kalau sudah terjadi baru ada sesal
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hu um kk... semua ndak bs diulang, klo udh begini aja pd bingungkan mau minta maaf.. mama ayu emang rada2 wkwk
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah,semangat terus thor
Nur Asiatun: Alhamdulillah...semoga Allah permudahkan segala urusan
total 3 replies
muthia
semoga Alvian segera pulih 🙏
partini
lampir satunya Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aman kak. dia g bs kmn2, ada mbak nanik sm bodyguard mama indah yg jagain. biar ndak kabur 🤭
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Baru Nala yang kena. Mama Ayu apa nih karmanya? dari keluarga besannya ✔️ apalagi dari anak kandungnya ✔️😤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ada pastinya. mrk bakal dpt hukuman🤭
total 3 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semangat terus Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kakak... ❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
jgn biarkan sumala berhasil menghancurkan keluarga Karin Aiden 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Othor yang baik hati, bisa ditambah up nya ga sich? 🤭 nanggung amat ini😤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🫣🤣🤣... msh proses review sprtny kk. blm lolos, dtgg saja ya.
total 1 replies
muthia
Aamiin🤲
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
In
wah.. langsung jadi dedeknya Vian...
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 plg2 bawa oleh2 adek buat vian
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah... sudah kenal semua Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 pokoknya terimksh untuk dkgnnnya ❤️❤️
total 1 replies
muthia
maaf jarang buka hp soalnya lg pulkam 🙏❤
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Hiiiii.. gregetan banget sama sumala dan Mak Lampir 😤😤
partini
dah sat set lah Aiden ga usah di ulur lagi go cari rumah baru ayo Yo lelet
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 lg nyari rmh biara sumala g bs kesana
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Serba salah Karin dibuat nya atas kerandoman Alvian 😩
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wwkwk... serba slh mo marahin tp yg kshnide vian itu baby mochi, nala pasti jg tdk terima. ngasih th vian jg g bs keras hrs lmbutsoalnya msh bocil. mmg disini aiden yg pny peran pntg
total 1 replies
partini
aihhh tuan rumah kaya yg ngontrak yg ngontrak ga punya otak 🤦
a yulaela_fa(Ayu Anfi): emg mrk pgn nguasain rmh it sm aiden
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!