Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
“Gimana nih mbak, rayya gak mau ngasih sertifikat rumah itu. Apa yang harus aku lakukan, aku gak mau masuk penjara..” Ucap reino, ia meremas rambutnya. Strees rasanya memikirkan darimana ia mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 2 hari.
“Mbak juga gatau rei, Kamu itu kurang teges sama rayya. kenapa kamu ga pake kekerasan aja sih, biar dia ngasih tau dimana dia nyembunyiin sertifikat rumah itu, cuman itu cara satu satunya supaya kamu bisa dapet uang buat bayar kerugian kantor mu.”
“Mbak gak lihat, Di sudut rumah itu ada cctv. Kalau aku pake kekerasan, aku bisa aja di penjara karna melakukan kekerasan pada rayya. Rayya itu ga bodoh seperti dulu lagi mbak.” Sahut reino
Raisa hanya mengerucutkan bibirnya , Ia tak mau pusing memikirkan masalah yang menimpa adiknya. “Mbak gimana kalau aku pinjem sertifikat rumah mbak untuk aku gadaikan.” Ujar reino akhirnya, membuat raisa membulatkan matanya.
“Eh enak aja , gak gak rei. Mbak gak setuju!”
”Kenapa mbak? Apa mbak mau aku di penjara? Sekarang mbak pikir memang nya kalau aku di penjara siapa yang akan memberikan mbak uang untuk keperluan mbak sama maira? Sedangkan selama ini mbak selalu bergantung sama aku.. bahkan aku bisa memenuhi kebutuhan mbak pake uang yang aku korupsi, Jadi mbak juga makan uang korupsi itu. Aku bisa aja melibatkan mbak, Jika aku di penjara. karna polisi akan menyelidiki, siapa siapa saja yang menerima aliran dana dari aku. Apa mbak mau di penjara ?”
“Kurang ajar kamu ya rei, bisa bisa nya kamu mengkambing hitamkan mbak. yang korupsi kamu, tapi kenapa kamu malah mau menggigit mbak..” raisa jelas tak terima dengan ancaman reino, Ia benar benar takut jika ia di penjara. Bagaimana nasib anaknya nanti.
“Mangkanya mbak, cuman mbak yang bisa bantu aku. Aku janji aku akan melunasi angsuran nya tepat waktu, aku pastikan rumah ini gak akan sampai tergadai seperti dulu.” Ujar reino kembali meyakinkan raisa
Raisa tak menjawab, ia pergi berlalu dari hadapan reino. Bahkan ia tak menggubris panggilan reino membuat laki laki itu kesal bukan main.
Ia menyandarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan mata untuk sejenak melepas pusing, Tapi tak lama raisa kembali menghampiri reino “Nih.” ucapnya sambil menyodorkan sertifikat rumah nya. Reino membuka mata lalu menerima map itu, Sejenak ia terpaku lalu tersenyum sumringah..
”Inget ya rei, jangan sampai kamu telat mengangsur nya. Mbak gak mau rumah ini di sita gara gara kamu gak bisa membayar cicilan nya..” raisa mewanti wanti
Reino mengangguk mantap “Mbak tenang aja. Aku pastikan semua aman, lagian aku punya satu rencana supaya aku bisa kembali ke jabatan ku lagi mbak..” Ucap reino membuat raisa mengerutkan kening nya
“Apa?”
Reino membisikkan sesuatu di telinga raisa, Raisa mendengarkan sambil mengerutkan kening nya “Kamu yakin bakalan berhasil, Nanti kalau dia tau kamu masih beristri dan sudah punya anak. Mbak yakin dia gak akan mau sama kamu..”
“Tenang aja mbak, Aku akan buat cerita seakan akan aku ini suami yang terdzolimi. Supaya dia kasian dan percaya sama aku. lagian siapa sih yang gak mau sama reino, Aku ini tampan. Banyak perempuan yang ingin menggantikan posisi rayya..” Ucap reino dengan pongah nya
“Terserah kamu, Yang penting inget pesen mbak tadi.”
Reino hanya menganggukkan kepalanya.
***
Keesokan paginya.
Rayya mengajak arra untuk melihat sekolah baru yang nanti nya akan menjadi sekolah nya, Karna tahun ini arra sudah genap berusia 5 tahun . Yang artinya ia sudah mulai sekolah,
Arra sangat senang ketika ia di ajak melihat sekolah baru nya nanti, disana banyak sekali wahana permainan. Sekolah ini termasuk sekolah elit, Biaya nya cukup mahal. Tapi rayya tak masalah, Ia ingin yang terbaik untuk pendidikan anaknya.. ia juga akan membuktikan pada Reino bahwa ia bisa memberikan sekolah terbaik walau tanpa uang dari nya.
“Arra suka gak sekolah ini?” Tanya rayya
“Sukaa ma, sekolah nya bagus. Trus permainan nya banyak, arra ga sabar deh mau sekolah..”
“Yaudah, kalau gitu, ayo ikut mama. mama mau daftarin kamu buat sekolah disini, Yang terpenting arra kalau sudah sekolah harus rajin belajar ya supaya jadi anak yang pintar. Bisa buat mama bangga..” Ucap rayya sambil mengelus rambut putri nya.
“Siap mama..”
Rayya pun menggandeng arra menuju ruang guru untuk mendaftarkan arrabella di sekolah TK dharma ini. setengah jam berlalu akhirnya semua proses pendaftaran sudah selesai, Rayya pun berdiri di pinggir jalan menunggu taxi yang di pesan nya datang.
***
“Selamat pagi, ada yang bisa di bantu?” Sapa seorang resepsionis.
”Pagi mbak, saya mau gadai sertifikat rumah. Apakah bisa?” Ucap reino.
Resepsionis itu mengangguk “Bisa pak, Mohon di tunggu disana. Nanti akan ada petugas yang akan memproses pengajuan bapak.. Apakah bapak sudah membawa semua persyaratan nya? Begitupun sertifikat aslinya?”
“Sudah mbak, Saya sudah menyiapkan semuanya.”
”Baik, kalau gitu. Bapak bisa tunggu disana ya..”
Reino dan raisa duduk di ruang tunggu, ia sengaja mengambil cuti hari ini untuk mengurus gadai sertifikat rumah ini ke bank. Tak lama reino menunggu seorang laki laki seumuran reino, menghampiri reino dan raisa.
“Selamat pagi pak , bu. Apakah bapak dan ibu yang ingin menggadaikan sertifikat?” Tanya laki laki yang bernama Rayyan
“Benar pak.” Jawab reino,
Rayyan pun mengangguk. Ia duduk di samping reino, Mulai menjelaskan tentang persyaratan yang harus di penuhi reino. Reino yang memang sudah mempersiapkan berkas nya segera menyerahkan berkas itu pada rayyan.
Rayyan mengecek berkas nya, ia tersenyum karna semua nya sudah lengkap “Semua nya lengkap, berkas bapak akan kami proses terlebih dahulu. Nanti akan ada tim survey yang akan berkunjung kerumah bapak untuk melakukan survey.” Ucap rayyan
“Kira kira prosesnya berapa hari ya pak?” Tanya reino, karna memang ia hanya mempunyai waktu 2 hari untuk menyelesaikan tanggungan nya di kantor.
“3 sampai 4 harian pak. Tergantung proses acc dari atasan, tapi saya usahakan cepat. Kira kira berapa pengajuan bapak untuk sertifikat rumah ini?” Tanya rayyan
“Saya butuh sekitar 2.5M , apakah bisa pak?”
“Baik pak, nanti saya bantu pengajuan. Apa ada lagi yang ingin di tanyakan?”
“Tidak, terimakasih. Kalau gtu saya permisi dulu..”
rayyan mengangguk, reino dan raisa pun keluar dari kantor bank “Rei kamu yakin mau minjem 2.5M ? Gak kebanyakan? Mbak takut kamu ga bisa membayar angsuran nya.. karna mbak yakin angsuran perbulan nya pasti besar..” Raisa mulai khawatir atas keputusan adik nya itu
“Mbak , aku mau deketin anak pemilik perusahaan jadi aku harus punya modal dulu. Mbak tenang aja, percaya sama aku..”
raisa hanya bisa menghela nafas panjang, Lalu ia pun mengangguk pasrah. Berharap tak akan terjadi hal yang tidak terpikirkan kedepan nya..