NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Kabut Darah

Kabut merah yang menyelimuti Hutan Kematian terasa lengket, membawa aroma besi dan tanah kuburan yang busuk. Jarak pandang menyusut hingga kurang dari tiga tombak. Di keheningan yang mencekam itu, hanya terdengar dua macam langkah kaki: satu seringan hembusan angin, dan satu lagi berdebum berat disertai napas terengah-engah.

Zeng Niu berjalan di depan, matanya yang sedingin es menyapu setiap bayangan di balik kabut. Tangannya menggenggam erat belati berburu, siap mengoyak tenggorokan apa pun yang berani melompat keluar.

Di belakangnya, Bao Tuo berjalan dengan lutut yang nyaris bersentuhan karena gemetar. Tangan gemuknya mencengkeram erat ujung baju belakang Zeng Niu, menolak untuk melepaskannya meski sudah diancam akan dipotong jarinya.

"S-Saudara Niu," bisik Bao Tuo, giginya bergemeletuk merdu. "Firasatku... ugh, perutku mulas. Kabut ini adalah sisa racun dari letusan pembuluh darah bumi. Jika kita terlalu lama di sini, energi spiritual kita akan terkikis!"

Zeng Niu tidak menghentikan langkahnya, namun matanya melirik ke arah tangan gemuk yang mencengkeram bajunya. Melalui sentuhan itu, Zeng Niu bisa merasakan fluktuasi Qi yang mengalir di tubuh Bao Tuo.

Aliran energinya stabil, memutar di Dantian dengan mulus, dan terhubung ke meridian utama. Itu adalah tanda mutlak dari seorang kultivator Pengumpulan Qi Tahap 2. Sebuah ranah yang secara teori berada satu tingkat besar di atas Zeng Niu yang masih terjebak di Penempatan Tubuh Tahap 2. Di dunia kultivasi, perbedaan satu ranah besar adalah dinding absolut; seorang Pengumpulan Qi seharusnya bisa membunuh ahli Penempatan Tubuh hanya dengan lambaian tangan berlapis energi.

Langkah Zeng Niu terhenti sejenak. Ia menoleh, menatap wajah bundar Bao Tuo yang pucat pasi, lalu menatap perut buncit pemuda itu.

"Kau berada di Pengumpulan Qi Tahap Dua," ucap Zeng Niu datar. Suaranya memecah kesunyian kabut.

Bao Tuo membusungkan dadanya yang bergetar, mencoba terlihat bangga meski keringat dingin membasahi dahinya. "Hehe, tentu saja! Tuan Muda ini memiliki akar spiritual elemen tanah kelas menengah. Di klanku... yah, sebelum klanku hancur dimakan Bencana... aku adalah jenius yang diharapkan memimpin generasi muda!"

Zeng Niu menatapnya tanpa ekspresi. "Lalu, untuk apa kau berkultivasi?"

"Hah?" Bao Tuo berkedip bingung. "Maksudmu?"

"Dengan Qi di Dantianmu, kau bisa menggunakan teknik perisai energi atau pedang qi dasar. Kau bisa membunuh Kadal Sisik Besi tadi dengan satu serangan," ujar Zeng Niu dingin. "Tapi kau melempar batu bata dengan mata tertutup dan lari. Untuk apa kau menyerap Qi langit dan bumi jika kau sangat penakut? Apa gunanya kultivasi bagimu?"

Bagi para jenius di sekte besar, pertanyaan ini adalah sebuah penghinaan fatal. Mereka akan menghunus pedang demi membela kehormatan Dao mereka. Namun, Bao Tuo justru mendengus, seolah pertanyaan Zeng Niu adalah hal yang paling naif di dunia.

"Saudara Niu, kau ini terlalu kaku," jawab Bao Tuo, mengusap hidungnya. Ia menengok ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada monster yang mendengarkan kuliah singkatnya. "Dengar, apa tujuan utama para dewa dan kultivator itu bermeditasi ratusan tahun? Untuk mencapai keabadian, kan? Untuk hidup selamanya!"

Zeng Niu diam, membiarkan si gendut berbicara.

"Lalu, apa gunanya aku berdiri tegap, meneriakkan nama jurus keren, lalu ditebas jadi dua oleh monster kelaparan?" Bao Tuo melanjutkan dengan nada berapi-api yang tertahan. "Umur manusia fana hanya seabad. Dengan Pengumpulan Qi Tahap 2, paru-paruku bisa menahan napas di dalam lumpur selama tiga jam saat bersembunyi. Kakiku bisa berlari lima kali lebih cepat dari manusia normal. Dantianku memberiku energi agar tidak mati kelaparan selama sepuluh hari!"

Bao Tuo menepuk perutnya dengan bangga. "Aku tidak berkultivasi untuk menjadi pahlawan mati, Saudara Niu! Aku berkultivasi agar aku punya tenaga untuk lari lebih jauh, sembunyi lebih lama, dan bertahan hidup lebih ulet dari orang lain! Di Era Keruntuhan Surga ini, yang hidup sampai akhir adalah pemenangnya. Kehormatan tidak bisa dimakan!"

Zeng Niu terdiam. Matanya yang gelap memancarkan sedikit kilatan pemahaman.

Di dunia luar, prinsip Bao Tuo adalah lelucon yang memalukan. Namun di Era Keruntuhan Surga, itu adalah kebenaran yang telanjang. Para kultivator jenius yang sombong, yang memegang teguh "kehormatan pedang" dan "harga diri sekte", telah lama berubah menjadi kotoran monster sama seperti Kultivator Zhao yang ia temui sebelumnya.

Secara esensi, filosofi Bao Tuo dan Zeng Niu persis sama: Bertahan hidup dengan segala cara. Hanya saja, Bao Tuo memilih melarikan diri dari dunia yang ingin membunuhnya, sementara Zeng Niu memilih untuk membunuh dunia itu lebih dulu.

"Alasan yang masuk akal," gumam Zeng Niu singkat. Ia kembali menghadap ke depan. "Tapi jika kau terus menarik bajuku, lehermu yang akan kupotong lebih dulu."

Bao Tuo buru-buru melepaskan cengkeramannya, tersenyum canggung. "Hehe, maaf. T-tapi serius, Saudara Niu, kita harus segera keluar dari..."

Tiba-tiba, "Radar Bahaya" Bao Tuo bekerja. Bulu kuduk di tengkuk si gendut berdiri tegak. Wajahnya yang pucat kini memutih seperti kertas. Ia mundur dua langkah secara otomatis.

"Di atas!" pekik Bao Tuo tanpa sadar, menunjuk ke dahan bayangan di balik kabut merah.

Zeng Niu tidak membuang waktu mendongak. Insting mautnya bekerja selaras dengan peringatan Bao Tuo. Ia melentingkan tubuhnya ke samping dengan kecepatan maksimal, berguling di tanah yang basah.

SYAAAT! BLAAAM!

Sebuah duri tulang raksasa sepanjang tombak menghantam tempat Zeng Niu berdiri sedetik yang lalu, menancap dalam hingga tanah retak. Jika Zeng Niu terlambat sedikit saja, duri itu pasti telah memakukan kepalanya ke tanah.

Dari balik kabut pekat, terdengar suara kepakan sayap daging yang berat dan memuakkan. Sepasang mata merah menyala menembus kegelapan kabut. Bau darah membusuk yang seratus kali lipat lebih pekat langsung mencekik udara.

Itu bukan monster Tingkat Rendah. Tekanan energi yang dipancarkannya membuat aliran darah Zeng Niu melambat.

Yao Aberasi Tingkat Brutal – Mutasi Udara.

Bao Tuo sudah berada sepuluh tombak di belakang, berlindung di balik batu besar dengan kedua tangan menutupi kepalanya. "Saudara Niu! Itu Kelelawar Wajah Manusia! Monster Tingkat Brutal! Lari, Saudara Niu! Aku sudah mencari jalan aman di sebelah kiri!"

Zeng Niu bangkit perlahan, mengusap lumpur dari wajahnya. Ia menatap kelelawar mutan raksasa bermuka manusia cacat yang perlahan turun dari dahan. Monster itu memancarkan Qi kacau yang sangat padat.

Menghadapi musuh satu ranah besar di atasnya, Zeng Niu tahu belati fana-nya mungkin akan patah sebelum menembus kulit monster itu. Namun, menatap tekanan kematian di depannya, sudut bibir Zeng Niu yang selalu datar, sedikit tertarik ke atas.

Inti energi monster tingkat Brutal, batin Zeng Niu. Jika ia memakan itu, Penempatan Tubuh Tahap 3 ada di depan mata.

"Kau lari duluan," desis Zeng Niu sedingin es. "Aku punya urusan di sini."

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!