NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.

Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.

saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.

bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Kamu Sudah Masuk Perangkap

Kevin sangat paham.

Cara paling efektif untuk mempermalukan para pedagang licik dan “pemburu harta” sok kaya di sini bukanlah dengan memamerkan uang—

Melainkan…

Mengambil barang asli tepat di depan mata mereka, dengan harga murah!

Lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi!

Biarkan mereka menyesal, iri, bahkan tidak bisa tidur semalaman!

"Kalau aku berhasil mendapatkan liontin giok tadi… permainan ini selesai."

Tatapan Kevin semakin tenang.

Namun di balik ketenangan itu—

Sudah ada rencana matang.

Sementara itu, Berti Sumanto masih berdiri dengan wajah penuh kesombongan.

Ia melirik pedagang dengan nada merendahkan.

"Kalau si kurir ini tidak mau pergi… kenapa tidak kau tunjukkan saja barang bagusmu? Biar dia tahu dunia seperti apa ini."

Pedagang itu langsung mengerti maksudnya.

Ini kesempatan untuk menjilat orang kaya!

Dengan cepat, ia mengambil sebuah patung kecil dari balik meja.

"Hei, kurir! Lihat ini!"

Ia mengangkat sebuah patung Giok Guanyin.

"Ini barang bagus dari Cina! Harga aslinya 120 juta, tapi untukmu… aku kasih 40 Juta Saja!"

Kevin melirik sekilas.

Hanya satu detik.

Cukup.

Informasi langsung muncul di pikirannya.

Bahan palsu. Ukiran kasar. Teknik modern.

Nilai: hampir nol.

Ia tersenyum tipis.

"Maaf, tidak cocok."

"Ha?!"

Berti Sumanto langsung tertawa sinis.

"Tidak cocok? Kamu pikir kamu siapa?"

Pedagang itu juga mulai kesal, tapi masih mencoba.

Ia mengambil benda lain.

"Kalau begitu lihat ini!"

Sebuah batu tinta diletakkan di depan Kevin Sanjaya.

"Batu tinta Dinasti Ming! Barang koleksi! Nilainya 200 ribu!"

Kevin bahkan tidak perlu melihat lama.

Masih sama.

Palsu.

Ia menggeleng santai.

"Tidak tertarik."

Jawaban sederhana itu—

Justru membuat suasana semakin panas.

Pedagang mulai kehilangan kesabaran.

"Masih tidak tertarik?!"

Ia langsung membuka kotak kecil dari dalam brankas.

Sepasang gelang giok putih dikeluarkan dengan hati-hati.

"Ini barang langka!"

"Gelang Giok Buddha dari Dinasti Tang di Cina!"

"Harga 1,5 Miliar!"

Kali ini, kerumunan sedikit terdiam.

Barang dari “brankas” biasanya dianggap lebih berharga.

Namun, Kevin malah tertawa kecil.

"1,5 Miliar?"

Ia menatap gelang itu, lalu menggeleng.

Semua barang di lapak ini…

Tidak ada satu pun yang asli.

Tempat ini—

Benar-benar sarang barang palsu.

"Tidak tertarik."

Tiga kata itu keluar lagi.

Pedagang akhirnya meledak.

"Sialan!"

"Kalau tidak punya uang, jangan pura-pura hebat!"

"Lebih baik kamu kembali antar makanan daripada bikin masalah di sini!"

Tawa langsung pecah di sekitar.

Berti Sumanto juga tersenyum sinis.

"Kevin,Kevin.... kalau miskin ya bilang saja."

"Jangan sok pilih-pilih. Malu-maluin saja."

Namun—

Kevin tidak marah.

Ia hanya tersenyum dingin.

"Kalau kamu punya uang… kenapa tidak kamu saja yang beli?"

Ia menatap Berti Sumanto langsung.

"Dari tiga barang tadi, pilih satu."

"Atau kamu cuma bisa bicara?"

Seketika—

Suasana berubah.

Tatapan orang-orang langsung beralih ke Berti Sumanto.

Pedagang pun langsung menangkap peluang.

Ia berubah drastis, wajahnya penuh hormat.

"Bos Berti, tentu saja berbeda!"

"Tiga barang ini adalah koleksi terbaik saya! Jarang sekali saya keluarkan!"

"Tapi melihat Anda… jelas orang yang berkelas dan berwawasan!"

"Barang seperti ini… hanya cocok untuk orang seperti Anda!"

Beberapa orang di kerumunan langsung ikut bermain peran.

"Bos, boleh lihat batu tinta itu?"

Pedagang langsung membentak.

"Tidak! Ini khusus untuk Bos Berti Sumanto!"

"Kalian tunggu giliran!"

Aksinya begitu meyakinkan.

Seolah-olah barang itu benar-benar langka.

Berti Sumanto mulai tergoda.

Apalagi ia memang datang ke Jalan Antik untuk mencari hadiah ulang tahun calon mertuanya.

Tapi—

Ia tidak mengerti apa-apa tentang dunia ini.

Sementara itu, hampir semua pedagang di sini punya satu hal yang sama—

Brankas.

Tempat menyimpan “umpan”.

Barang mahal (atau terlihat mahal) untuk menipu orang kaya yang tidak tahu apa-apa.

Dan sekarang…

Berti Sumanto sudah menggigit umpan itu.

Kevin Sanjaya berdiri di samping, menyaksikan semuanya dengan santai.

Sudut bibirnya perlahan terangkat.

Tatapannya penuh arti.

"Masuklah lebih dalam…"

"Biar aku lihat sampai sejauh mana kamu jatuh."

Di dalam hatinya—

Ia sudah tahu hasilnya.

Berti Sumanto…

Sudah sepenuhnya masuk ke dalam perangkap.

Dan kali ini—

Kevin Sanjaya akan memastikan dia membayar mahal untuk kesombongannya.

1
Oktaviadi Ayu
S
Naga Hitam
okta
DD
typo Vanesa 🤣
Kenjiro Dominic: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
dhani satria
update yg banyak bang
Kenjiro Dominic
nanti malam author Update 10 Bab yaaa... maaf pagi ini blum ada update🙏
Naga Hitam: makasih
total 1 replies
DD
typo nona Yati, Thor 🤣
Kenjiro Dominic: 🤣 maaf ngantuk jadi Typo dikit nggak ngaruh kan 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!