DISKRIPSI
Tersebutlah di Distrik Ahinan Dusun Be jie
ada sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang Anak perempuan yang bernama Mey Ling. Dan anehnya di punggung Mey Ling seperti ada tatto yang bertuliskan Lady Ma,seorang selir dari masa Dinasty Ming
.
Pada saat berumur 12 tahun anak ini bermimpi di ajak ke sebuah goa oleh sang nenek dan di wariskan harta karun. Tersebarnya berita itu membuat banyak pihak memburu harta ini.
Suatu hari berita ini sampai keKaisaran, yang menyebabkan Mey Ling menjadi rebutan para pendekar dan para Prajurit Kekaisaran. Untuk mencari harta karun banyak terjadi pertempuran dan pertumpahan darah. Merasa menjadi ujung tombak permasalahan ini, May Ling akhirnya melarikan diri dalam kegelapan malam di sebuah hutan bambu.
Tapi sesuatu telah terjadi ke pada May Ling
Apakah Itu??
Silahkan Reader baca kelanjutan kisah Mey Ling Reinkarnasi Lady Ma.
Reader akan di ajak bernostagia di Negara Tirai Bambu, Mengenal gunung yang indah...
Lembah yang seperti sorga atau Sungai yang airnya bening berwarna hijau seperti permandian bidadari Sorga.
💜💜💜💜💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selir Ling.
Bab.13
Semua Pekerjaan yang di timpakan padanya amat berat dan selama berbulan-bulan ia melakukan pekerjaan itu sampai pundaknya lecet-lecet dan kakinya melepuh. Tapi lama kelamaan pekerjaan itu menjadi biasa dilakukan. Setelah lewat setengah tahun, dia dapat memikul kayu atau dua gentong air sambil berlari menaiki bukit! Tenaganya menjadi kuat sekali, tenaga ginkang-nya bertambah dengan cepat.
Menjadi murid di Perguruan Shaolin adalah idaman semua orang. Disini para hwesio yang mempelajari ilmu silat sebagai mata pelajaran yang diharuskan, dan dimaksudkan untuk menggembleng tubuh mereka agar kuat, tahan uji, dan sehat. Maka mereka itu kebanyakan hanya mempelajari ilmu silat sekedarnya saja, tidak seperti Pangeran yang sangat ambisius ingin memiliki semua jurus ilmu dari Perguruan Shaolin.
Sang Pangeran belajar dengan tekun sekali, bahkan secara diam-diam, kadang-kadang secara mencuri-curi, dia memasuki ruangan perpustakaan di waktu malam dan membaca kitab-kitab pelajaran ilmu silat Shaolin tingkat tinggi dalam ruangan itu, sering kali sampai pagi! Dan dia pun berlatih siang malam tanpa mengenal lelah sehingga pelajaran-pelajaran yang akan dikuasai oleh lain murid selama empat lima tahun, telah dapat diraihnya selama satu tahun saja.
Setelah lulus dari Perguruan Shaolin Pangeran kembali ke Kota Raja. Pangeran mendengar gosip dari Khasim istana bahwa Pangeran Fang Yin dari Selir yang paling disayang oleh Raja telah kembali dari merantau. Tentu saja hati Pangeran Fai Chen gusar dan membara. Karena menurut desas desus yang menggantikan Kaisar adalah Pangeran Fang Yin.
"Paman, Aku tidak rela kalau Pangeran Fang Yin menjadi Kaisar, Aku perintahkan kepadamu supaya Selir kesayangan Raja bisa terbunuh dan Pangeran Fang Yin masuk penjara," kata Pangeran Fai Chen serius.
"Ampun Paduka, Pinto (Saya) akan melakukan apa yang Paduka perintahkan," sahut Jenderal Huang Ming sambil menjura.
"Lakukan mulai malam nanti, karena nanti malam kebetulan ada pesta kembang api, tentu Kaisar akan menonton dan tidak sempat menghiraukan para Selir," kata Pangeran Fai Chen membuat siasat.
"Baiklah Paduka," sahut Jenderal Huang Ming mohon diri dan menuju ke pendopo.
Di Pendopo ada beberapa Prajurit sedang istirahat. Jenderal Huang memilih yang paling ganteng dan belum beristri.
"Prajurit Jing Mi marilah, Aku ada sedikit hadiah untuk Ibumu di Desa," kata Jenderal Huang tersenyum menghampiri Prajurit Jing Mi.
"Maaf Tuan, pinto merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Jenderal," sahut Prajurit Jing Mi menjura.
Mereka lalu pergi ke sebelah Ruangan Pendopo. Mata Jenderal Huang yang licik
memandang Prajurit Jing Mi dengan tersenyum.
"Begini Prajurit Jing Mi, sekarang ini Paduka sedang berbahagia dan dengan sukarela memberi sekantong Emas untuk Ibumu di Desa, karena Aku bilang Ibumu sedang sakit," Kata Jenderal Huang.
"Sungguh Pinto sangat berterimakasih, apa yang harus Pinto lakukan untuk kebaikan Tuan?" sahut Prajurit Jing Mi sopan.
"Aku tidak minta apa-apa, yang penting Ibumu bisa sembuh, jangan sampai Prajurit lain tahu. Aku tidak ingin ada yang iri melihat keberuntunganmu," kata Jenderal Huang lagi.
"Baik Tuanku," sahut Jing Mi gembira. Pikirannya langsung ke Ibunya yang sering sakit-sakitan.
"Nanti malam tunggu Aku di ujung Desa
sebelum Aku datang Kamu tidak boleh
pergi," kata Jenderal Huang sambil merogoh sakunya memberi sekantong Uang koin emas kepada Prajurit Jing Mi.
"Trimakasih Tuan sungguh Tuan baik hati," ujar Prajurit Jing lirih. Dia sungguh terharu.
Rasanya seperti mendapat Durian runtuh
Sudah berapa tahun Dia tidak pernah pulang karena tidak ada libur khusus untuk pulang ke Desa Ternyata Jenderal Huang sangat baik pikirnya. Kegembiraan itu Dia simpan dihati, jangan sampai yang lain tahu masalah ini, supaya tidak terjadi kecemburuan sosial.
*****
Malam ini semua Rakyat sudah berada di Balai Kota. Kaisar dan Permaisuri duduk di Singgasana. Lalu ada Selir berderet di Belakang dan Semua Pangeran berada di sebelah kanan. Putri Kaisar ada di sebelah Kiri. Malam ini Sangat meriah. Kaisar tumben ber Ulang Tahun dengan menghadirkan Rakyat. Mungkin karena Kaisar mau mundur dari tampuk pimpinan. Pikir Rakyat.
Sebenarnya semua pesta ini Selir Ling kesayangan Kaisar yang mengatur. Dua hari yang lalu Permaisuri dengan lembut memuji Selir Ling yang pintar mengurus Kaisar. Permaisuri yang biasanya menjaga jarak dengan para Selir tumben menjumpai Selir Ling dan memerintahkan Selir Ling ling membuat pesta kembang api di Ulang Tahun Kaisar yang ke 80 tahun. Untuk jerih payah Selir Ling Ling maka Permaisuri memberi sekantong Uang koin emas. Dengan gembira dan tampa curiga Selir Ling ling membuat semua kemeriahan itu. Kaisar yang mendapat surprise sangat senang dan terus memuji Selir kesayangannya.
Ketika pesta kembang Api mulai diadakan semua mata memandang ke Langit dan kegembiraan itu di barengi dengan tarian dan nyanyian indah dari para Sastrawan. Selir Jang he yang sudah bersekongkol dengan Jenderal Jing Mi mulai mendekati Selir Ling Ling.
"Selir Ling tolonglah Aku untuk mengantar hadiah kepada Jenderal Huang, Aku sudah terlanjur berjanji,"
bisik Selir Jang he ditengah riuk pikuk suara teriakan kegembiraan Rakyat.
"Tapi Kita para selir dilarang menemui siapapun kecuali khasim," sahut Selir
Ling Ling menolak.
"Ini perintah Permaisuri, karena hadiah
ini sangat penting. Kamu cuma ikut menemani Aku saja, tidak usah mendekat dengan Jenderal," kata Selir Jang he membujuk.
"Baiklah, cepatlah sedikit sebelum Raja mengetahuinya," sahut Selir Ling mengikuti Selir Jang he menyelinap keluar.
Mereka menghendap-hendap keluar
dari Istana. Dengan langkah cepat Mereka sampai di sebuah persimpangan yang sepi. Terlihat Jenderal Huang menaiki Kuda dan ketika dekat langsung menyerang Selir Ling. Tentu saja Selir Ling kaget dan kalah ilmu. Selir Ling dengan mudah bisa di lumpuhkan.
"Rupanya kalian telah bersekongkol,"
kata Selir Ling menitikkan air mata.
Dia ingat akan nasib Putra nya Fang Yin. Kemarahannya tiba-tiba meluap.
"Semoga keturunanmu semua terbunuh Jenderal dan untukmu Selir Jang he aku mengutukmu supaya Kamu di hukum gantung," teriak Selir Ling emosi.
"Tidak ada yang gratis Selir, semua butuh
imbalan," sahut Jenderal menotok jalan darah Selir Ling. Kemudian Mereka mengangkat tubuh Selir Ling ke atas Kuda. Jenderal Huang memacu kudanya kearah Hutan.
Sampai di Hutan Jenderal Huang menurunkan dengan kasar tubuh Selir Ling dan menaruhnya melintang di tengah jalan. Dengan tergesa-gesa Jenderal Huang menemui Prajurit Jing
Mi di ujung Desa dan memerintahkan untuk pergi ke Hutan.
"Prajurit Jing Kamu pergilah ke Hutan,
di Istana ada keributan Selir Ling menghilang. Aku akan memanggil pasukan untuk mencarinya," perintah Jenderal Huang seolah bersedih.
"Baiklah Tuan, pinto mengikuti perintah Tuan," sahut Prajurit Jing naik keatas Kuda.
Perasaan Prajurit Jing sungguh tidak enak, kenapa Selir kesayangan Kaisar bisa hilang. Apakah ada konspirasi di antara para Selir. pikirnya sambil memacu Kudanya dengan cepat.
Sampai di Hutan Prajurit Jing melihat
ada benda melintang di tengah jalan.
*****
tahta, waria, Echa ja yak😜😜
akupun punya Mey..jurus seribu akun🙈🙈🤭