"Apakah kegelapan selalu melahirkan kejahatan?"
Di dunia tempat para dewa menulis takdir dan setiap kehidupan telah ditentukan sejak lahir, seorang raja bangkit dari jurang yang paling gelap.
Mereka menyebutnya Raja Iblis. Musuh menyebutnya bencana. Namun, di balik semua itu, ia hanya menginginkan satu hal—kebebasan.
Saat kebenaran yang selama ini disembunyikan mulai terungkap, perang bukan lagi sekadar pertarungan antara cahaya dan kegelapan, melainkan benturan antara mereka yang tunduk pada takdir... dan mereka yang berani mematahkannya.
Ketika seluruh dunia memusuhinya, apakah ia benar-benar iblis... atau justru satu-satunya yang berani menentang kebohongan?
Penyesuaian tanda baca :
Tanda "teks" itu dialog antar karakter
Tanda [teks] karakter sedang berbicara sendiri/dalam hati yaitu Monolog
Catatan : Pada Novel ini tidak ada statistik untuk darah, mana, exp, dll
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nvrisensei_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Portal Dunia
Selama dua orang ini dibawa oleh Arzhem berpindah - pindah dunia
Sangat kagum, takjub dibuatnya
Tak mereka sangka jika dengan mudahnya menciptakan dunia sendiri
"lalu bagaimana...?"
"apa kesimpulan dari kalian?"
Mengangkat tangan, mereka bersemangat dan berteriak
"ini sangat indah..."
"kuat..."
"walaupun kami tidak tau caranya, tapi ini seperti sebuah mimpi..."
Tersenyum mendengar nya, Arzhem berbalik berjalan
"baiklah..."
"hari ini, sampai disini dulu"
"istirahat lah, besok pelatihan yang tidak kalian duga akan menanti!"
Menjentikkan jarinya lagi, membawa mereka kembali ke dunia Kayangan
Berjalan meninggalkan mereka berdua yang masih terduduk
Menuju ke aula...
Arzhem ingin keluar....
Hingga sebuah pisau makan tepat melintas di depan wajah nya dan menancap didinding
Menoleh melihat dari mana pisau itu berasal
Dua orang wanita, Cieal dan Neird berada di depan singgasana
Arzhem menatap mereka, melihat Cieal dengan posisi nya yang habis melempar sesuatu
Sedangkan Neird yang hanya berdiam diri menutup matanya
Mencabut pisau yang tertancap, dan membawa berjalan ke arah singgasana
Mendekati mereka berdua
"kalian berdua..."
"ada apa?"
Menggenggam tangan, Cieal terlihat geram
"paduka sendiri...!"
"kenapa memanggil kami?"
Arzhem yang kebingungan sambil memainkan melempar lamban pisau ditangannya
Setidaknya reaksi itu sedikit menambah rasa geram pada Cieal
"Nisha...."
"paduka meminta Nisha untuk memanggil kami....!"
Baru teringat, banyak hal yang dipikirkan oleh Arzhem
"hahaha....."
Tertawa..
"besok kalian....!"
"melatih dua anggota baru itu....!"
Terkejut dengan perkataan Arzhem yang tiba-tiba
"apa...!"
"kami yang akan melatih nya...?"
Cieal sedikit protes karna itu mendadak
"lihat Neird, dia setuju...."
Mengangguk walaupun matanya sendiri tidak dibukanya
Melihat Neird yang disampingnya dengan mudahnya setuju
"kenapa kau mudah sekalia setuju...."
"Nah Neird.....!!"
Cieal mengguncang guncangan tubuhnya Neird
Arzhem melanjutkan penjelasannya
"tunggu dulu..."
"kalian hanya akan menjadi pendamping, aku sendiri yang akan melatih mereka...."
Sampai Arzhem menjelaskan itu, Zesion langsung muncul berlutut di belakang Arzhem
Sempat sedikit melihat Cieal dan Neird yang dengan lantang dihadapan Arzhem
Cieal dan Neird yang dilihat oleh Zesion langsung berpaling dengan wajah panik mereka tidak ingin menatapnya
Membuat Zesion sedikit kesal dengan kelakuan mereka, tapi dirinya memendam itu
Ada hal yang ingin disampaikan nya
"Rajaku...."
"Paduka...."
"retakan dunia yang terkena dampak serangan Paduka..."
"tepat di utara kerajaan Etosia, Paduka"
"ada satu yang tidak tertutup rapat, dan sekarang sudah terbuka lebar..."
Setelah mengatakan itu, Wielona pun muncul disamping Zesion di depan Arzhem
Sama seperti Zesion ketika pertama datang, Wielona melihat mereka berdua berdiri dibelakang Arzhem
Reaksi yang sama dengan Zesion saat pertama melihat Cieal dan Neird
"retakan itu sudah menjadi portal dimensi antar dunia..."
"paduka..."
Laporan itu yang langsung diberitahukan oleh Wielona
"lalu..."
"dunia mana yang terhubung...?"
Tidak ada respon panik dari Arzhem
"dunia Coven..."
"dunia para vampir.... "
Mendengar nya, Arzhem duduk di singgasana nya
Tak ada kata - kata dari Arzhem, Wielona melanjutkan laporan nya
"saat ini, gerbang itu masih stabil..."
"belum ada tanda-tanda akan terjadi bentrokan dua dunia"
"aku tidak bisa memprediksi sampai kapan gerbang itu akan stabil..."
"dikarenakan reaksinya yang berbeda"
Mendengar nya, Arzhem segera memanggil sisa ketiga iblis yang belum ada disini
Hanya dengan mengangkat tangan tepat didepan wajah nya, dan menurunkan sedikit telapak tangannya
Mereka bertujuh berkumpul di hadapan Arzhem
Termasuk Cieal dan Neird yang dari tadi masih berdiri, ikut berlutut bersama mereka
"Dengan ini..."
"kalian semua ku panggil..."
Tak ada yang bersuara, hanya Arzhem yang menyampaikan perintah nya saat ini