NovelToon NovelToon
Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:566.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Saputri

Binar Amanda, seorang gadis yang secara mendadak memiliki banyak hutang setelah sang ayahnya meninggal dunia. dengan tekad untuk menyelamatkan ayahnya dari api neraka dan menghindari dakwaan sebagai anak durhaka Binar pun bertekad untuk melunasi hutang-hutang milik almarhum ayahnya yang kemudian malah mengantarkannya pada seorang Captain Pilot bernama Angkasa Baskoro. Bisakah Binar melunasi hutang ayahnya?
lalu masa lalu seperti apa yang telah terjadi diantara keduanya yang akhirnya menuntun mereka pada sebuah takdir.

Dapatkan jawabannya di Hutang Cinta Untuk Mr.Pilot.

Mari berteman, ig : Risasaputri790

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Jadi penerbangan kali ini butuh waktu berapa lama?" tanya Binar pada Angkasa yang tengah berjalan disebelahnya sembari menyeret koper berodanya.

"Masih sama seperti kemarin. Kenapa? Merindukanku?"

Binar mendengus mendengar jawaban Angkasa.

"Iya rindu, jadi aku harus bagaimana?" jawab Binar kesal.

Angkasa tersenyum, "Bagaimana ya? Haruskah diganti jadwal terbangnya?" tanya Angkasa jahil.

"Jangan mengada, banyak penumpang yang kecewa nanti."

"Asalkan tunanganku tidak kecewa" jawab Angkasa yang sengaja membuat Binar merasa jengkel.

Binar mendengus lagi, Angkasa benar - benar pintar membuat orang merasa jengkel pikir Binar.

"Aku lupa memberitahumu, ayahku sudah sadar. Dia ingin bertemu denganmu." ucap Angkasa ketika mereka telah sampai dan berhenti  didepan pintu keberangkatan.

"Syukurlah, kapan kami bisa bertemu?" 

"Setelah aku pulang, aku akan membawamu kembali bertemu dengannya" 

Binar mengangguk.

"Selamat pagi Kapten" suara para perempuan yang mengenakan pakaian pramugari membuat Binar dan Angkasa mengalihkan pandangannya.

"Pagi" jawab Angkasa dengan memberi senyuman pada para pramugari tersebut. Binar dapat melihat para pramugari yang antusias mendapatkan senyuman dari Angkasa. Binar juga tidak menyangkal jika para pramugari itu memiliki paras yang tidak boleh disepelehkan.

"Bagaimana kabarnya kapten?" tanya salah satu pramugari yang sedari tadi tampak berusaha berdiri  lebih dekat dengan Angkasa.

"Baik, bagaimana kabar kalian?"

"Baik dan sehat kapten."

"Syukurlah, kita akan bekerjasama selama tiga hari ini ku harap semua bisa menjaga kesehatannya" ucap Angkasa, sedangkan Binar yang berdiri disebelah kiri Angkasa hanya diam. Binar merasa keberadaanya disini tidak dianggap, bagaimana mungkin mereka terus mengobrol tanpa menghiraukannya. Bahkan Angkasa sekalipun, tidakkah Angkasa berniat mengenalkannya pada para pramugari itu? Melihat dari cara Angkasa yang asik mengobrol dan bagaimana para pramugari itu tampak menyukainya membuat Binar merasa kesal. Binar menggelengkan  kepalanya, "Tidak bukan kesal, hanya sedikit kesal" gumam Binar pada dirinya sendiri.

"Kamu kenapa?" tanya Angkasa pada Binar, ketika melihatnya yang tiba-tiba menggelengkan kepalanya sendiri. Sedangkan para pramugari yang tadi mengobrol dengannya nampak sudah memasuki pintu keberangkatan.

Binar tersadar lalu menoleh pada Angkasa kembali, "Tidak, tidak kenapa - kenapa"

"Aku akan segera masuk, nanti segera hubungiku ketika sudah sampai kantormu." 

"Iya, selamat bekerja. Salam pada para pramugari cantikmu itu" ucap Binar 

Angkasa tersenyum tipis, "Ahh iya, maaf aku lupa mengenalkanmu pada mereka tadi." 

"Ahh Tidak perlu, mereka tampak menyukaimu tadi. Aku takut mereka akan patah hati nanti jika tahu kamu sudah bertunangan." 

Angkasa terkekeh kecil, "Kamu marah? Atau cemburu" 

"Kata Siapa? Aku baik - baik saja. Sudah sana masuk" ucap Binar mengalihkan Angkasa agar tidak terus - terusan menggodanya.

Angkasa berdehem kecil mencoba menstabilkan diri.

"Oke, aku pergi. Ingat jangan lupa kabari aku jika sudah sampai dikantor."

Binar mengangguk, "Safe flight and take care".

***

"Aku sudah tahu apa isinya ibu" ucap Hadrian pada ibunya yang sedang menyiapkan makan malam.

"Isi apa?"

"Wasiat itu, aku sudah tahu isinya"

Ibu Hadrian menghentikan kegiatannya, lalu menatap Hadrian.

"Wasiat itu berisi perintah untuk menikahi seorang gadis bernama Binar Amanda. Dan jika berhasil, ayah akan menyerahkan seluruh asetnya."

"Maksudmu, Angkasa menikahi gadis itu karena imbalan yang akan dia terima?"  

Hadrian mengangkat bahunya, "Entahlah, seperti yang kita tahu selama ini Angkasa tidak pernah sekalipun tertarik masuk di perusahaan. Tapi satu yang harus kita ketahui di surat wasiat itu tidak pernah menyebutkan siapa nama yang harus menikah dengan Binar dengan kata lain bisa saja orang selain Angkasa menikahinya dan mendapatkan seluruh aset milik ayah" 

Ibu Hadrian menatap khawatir, "Kuharap kamu tidak melakukan apa yang sedang ibu pikirkan saat ini, ayah kalian masih hidup tidak perlu memikirkan wasiat itu."

Hadrian tersenyum tipis, "Tenang lah ibu, aku tidak akan melakukan apapun yang ibu pikirkan saat ini"

Hadrian mendekati ibunya, dipegangnya kedua bahu sang ibu.

"Tapi ibu, dibelakang namaku juga terdapat nama Baskoro. Aku juga bukan tipe orang yang menyerah sebelum perang. Aku juga suka berkompetisi secara sehat." ucap Hadrian 

***

Binar menikmati segelas coklat hangat sembari menonton tv. Semenjak kepergian ayahnya Binar jadi lebih menyukai kerja dikantor dibandingkan harus tinggal sendiri dirumah. Dulu sang ayah akan menunggunya pulang kerja sembari menonton tv, tapi sekarang berbeda Binar hanya akan mendapati rumah yang sunyi sepi. Dari dulu hidup berdua dengan sang ayah, Binar memang sudah terbiasa dengan sepi apalagi kalau sang ayah mendapatkan shift kerja dimalam hari. Tapi tetap saja Binar tidak pernah merasakan sepi seperti ini, memang benar manusia tidak bisa hidup tanpa bersosial.

~Tringg - tringg

Bunyi tanda panggilan masuk pada ponsel menyadarkan Binar pada lamunannya. Diambilnya ponsel yang terletak disamping dia duduk.

"Hallo" suara berat dari sang penelpon entah kenapa membuat Binar tersenyum.

"Hmmm hallo"

"Sedang apa?" pertanyaan klise namun entah kenapa Binar merasa senang, ditaruhnya gelas berisi coklat hangat yang sedari tadi berada pada gengaman tangan kirinya. Binar memperbaiki posisi duduknya, mencari posisi yang nyaman mengingat Binar tahu bahwa percakapan ini tidak akan memakan waktu sebentar. 

"Menonton tv sembari menikmati secangkir coklat hangat."

Terdengar hembusan napas disana, "Sayang sekali" ucap Angkasa.

"Kenapa" tanya Binar merasa heran

"Kupikir kamu merindukanku, jadi cuman aku yang merasakannya" 

"Rasa apa?"

"Rindu"

Binar diam sesaat, "Jadi kamu merindukanku?"

"Tentu"

"Disana kan banyak pramugari cantik" jawab Binar ketika mengingat kejadian tadi.

Binar dapat mendengar suara tawa Angkasa, "Entah kenapa aku jadi ingin pulang sekarang, dan melihat wajah jealous mu" 

"Siapa yang bilang aku jealous, aku tidak jealous" gerutu Binar pada Angkasa yang masih tertawa senang.

Dan sesuai perkiraan Binar, percakapan telepon itu tidak hanya memakan waktu yang sebentar. Mereka menghabiskan waktu hampir satu jam untuk saling bercakapan. 

Binar menutup telponnya ketika percakapan mereka telah selesai. 

~Clingg

Suara pesan masuk, 

"Aku dengar. Kamu sudah mengenalkan calon suamimu pada ayah, selamat untuk pernikahanmu nanti. Ingat, Aku juga tidak pernah lupa dengan apa yang telah kau perbuat denganku malam itu. See u next time Binar." Binar membaca isi pesan tersebut dengan tangan yang bergetar.

"Romi" gumamnya.

Tbc.

Jangan lupa like, komen dan votenya ya teman - teman 😊

1
Danny Muliawati
kejujuran itu sangat penting dlm rumah tangga
Sofia Dewi
bagus ceritanya
Sofia Dewi
smangat author aku sdh tekan subribe
Sofia Dewi
hallo k author.... senang bs bc karya anda
Danny Muliawati
wah apa yg akan terjadi thor ....
ayu
keren ceritanya 😍😍
ayu
bagus binarmending kamu nikah aja sm angkasa biar gak di ganggu lg ama sepupu mu
Baihaqi Sabani
-heee...binar berhrp d cium x....😄😄😄
Siti Nurjanah
tamara apa binar nih yg menunggu Hadrian
Siti Nurjanah
tanya angkasa
Siti Nurjanah
gumam hadrian
Vivi Bidadari
Binar kamu tuh knapa juga pake peluk2 Hardian, pastinya Angkasa kesel toh..

Sebel deh lihat nya
Vivi Bidadari
Binar mestinya kamu ga usaha dekat dgn adek tiri Angkasa bisa salah paham kan ... gimana sih kamu Binar
Vivi Bidadari
Knapa Binar dipertemukan dulu dgb Pak Burhan Thour
Rahmat Wijaya
kapan up
Ely Sawaliah
akhirnya othor benar2 menghilang. meninggalkan emak2 dlm kegalauan karna diphp in.kumenangiiiiiis......😭😭😭😭😭
Siti Umroh Anwar
Thor,kapan up lagi.udah ganti tahun gk up up terus.ceritanya jadi ngambang pdhl nunggu banget cerita selanjutnya
Rahmat Wijaya
ini tamat apa gimana ya, kok gak pernah up
🥀🥀🥀🥀
visual thorrrrrr
🥀🥀🥀🥀
visual thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!