NovelToon NovelToon
Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Harem / Misteri / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END

Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.

Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.

Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.

BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Lautan Abadi!

Dua minggu telah berlalu dalam keheningan yang penuh makna.

Di dalam kamar penginapan yang masih diselimuti sejuknya embun pagi, Tianqiong duduk diam di atas ranjang empuk berlapis kain sutra. Keduanya tangan bertumpu di atas lutut, punggungnya tegak sempurna, dan aliran Qi mengalir perlahan namun pasti, menyebar dari tubuhnya dan membentuk riak-riak halus di udara. Aura spiritual menyelubungi sekelilingnya, mengisi ruangan itu dengan tekanan yang lembut namun agung.

Cahaya pagi mulai menembus celah-celah jendela. Tirai tipis bergoyang perlahan tertiup angin yang membawa aroma dedaunan basah. Sinar matahari pertama jatuh di wajah Tianqiong, menyapu kulitnya yang pucat lembut dengan kilau keemasan. Seketika, matanya yang tertutup perlahan terbuka, dan gelombang energi Qi yang menekan langsung terlepas dalam satu hembusan napas. Udara di sekitarnya berguncang ringan, seperti riak air saat batu kecil dijatuhkan.

"Tidak buruk, dengan Bunga Teratai dan Batu Kristal Ungu itu aku sudah mengembalikan setidaknya 30% kekuatanku." Tianqiong mengangkat kedua tangannya ke atas, meregangkan tubuh yang telah lama duduk dalam konsentrasi. Derak halus terdengar dari sendi-sendinya, diiringi senyum tipis yang mengembang di bibirnya—senyum seorang wanita yang tahu bahwa kekuatannya perlahan kembali.

Sementara itu, di sisi lain kamar, Yun Zhi justru tertidur pulas di sebuah kursi kayu ukir, tubuhnya sedikit condong ke depan, kepala terangguk dalam posisi yang pasti akan membuat lehernya pegal nanti. Napasnya teratur, seperti bayi yang tengah bermimpi damai. Sinar matahari yang sama menyinari wajahnya, menyorot ketenangan yang jarang muncul saat ia terjaga.

"Dasar, anak ini."

Tianqiong berdiri, langkahnya tanpa suara. Ia menghampiri Yun Zhi dan—dengan gerakan ringan namun tegas—menjatuhkan satu tepukan vertikal ke kepala pemuda itu.

Seketika Yun Zhi terbangun, matanya mengerjap lambat. Rambutnya agak berantakan, dan ekspresinya masih diliputi kantuk.

"A—apa yang kau lakukan..."

"Aku sudah selesai dengan urusanku, kurasa ini saatnya kita pergi," ujar Tianqiong santai, matanya menatap keluar jendela, mengamati kota yang mulai hidup bersama pagi.

Yun Zhi bangkit perlahan, meregangkan tubuhnya yang kaku karena tidur dalam posisi tak lazim. Ia membuka cincin penyimpanannya dan mengeluarkan beberapa barang—kitab kecil, batu spirit, dan beberapa bahan obat. Ia memeriksanya sejenak sebelum kembali menyimpannya.

"Baiklah, kurasa ini waktu yang pas."

...---...

Waktu pun terus melaju, seakan tak pernah menoleh ke belakang. Minggu bertukar, bulan berganti. Dunia terus berubah—dan di suatu tempat yang jauh dari hiruk-pikuk manusia, di tengah hutan purba yang dipenuhi kabut dan kekuatan Qi yang begitu pekat hingga tampak seperti kabut nyata, dua sosok tampak melesat di langit.

"Sialan, apa-apaan monster-monster ini. Banyak sekali!" seru Yun Zhi, nada paniknya menggema di antara suara angin dan raungan. Ia menoleh ke belakang, wajahnya menegang. Di sana, puluhan makhluk aneh mengejar mereka, tubuhnya ramping seperti manusia namun kulitnya coklat seperti tanah kering, dan matanya—merah menyala tanpa ampun. Di kepala mereka menjulang dua tanduk melengkung, dan sayap kelelawar lebar berkibar di punggung.

Makhluk-makhluk itu bergerak seperti badai gelap, menembus pepohonan dengan ganas. Udara dipenuhi aroma amis dan bau tanah basah, bercampur dengan darah serta teriakan liar.

Yun Zhi, dengan wajah berkeringat dan tubuh penuh luka kecil, terus menghindar dan menyerang. Beberapa hari terakhir, monster itu tak berhenti mengejar. Dan Tianqiong? Ia hanya mengamati dari belakang, menolak ikut campur.

"Zhi'er! Samping kananmu!" seru Tianqiong, nadanya masih setenang biasa.

Yun Zhi reflek menoleh. Sebuah bayangan menyambar dari sisi. Ia segera mengangkat tangan, dan dari cincinnya muncul pedang hitam pekat—pedang itu berkilau dengan garis-garis merah seperti aliran lava. Dengan satu sabetan cepat, ia menebas monster di sisi kanannya. Darah biru menyembur liar, berbau menyengat dan panas seperti asam.

Mereka mempercepat laju terbang mereka. Angin memukul wajah, dan dedaunan serta dahan dari hutan tinggi bergoyang hebat di bawah sana. Namun hutan ini bukan hanya penuh bahaya—ia seperti labirin hidup yang terus mencoba menelan mereka kembali.

Tujuan mereka jauh ke depan, di balik cakrawala biru, melintasi perbatasan dunia—Lautan Abadi. Ada wilayah yang terkenal akan energi api yang murni dan liar.

Hanya sedikit lagi. Mereka hampir keluar dari hutan.

Yun Zhi menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Ia menghentikan terbangnya sejenak, lalu menyatukan kedua tangannya. Di dahinya, sebuah lingkaran mulai terbentuk, bersinar dengan tulisan kuno yang tak terbaca, mengalir seperti tinta petir.

"Petir Ekstrim!"

Seketika, cahaya terang melesat dari dahinya, membelah udara dan menghantam langsung ke salah satu monster yang memimpin kawanan. Tubuh monster itu meledak, menciptakan gelombang kejut yang membuat monster-monster lain terpaksa berhenti sejenak.

Mereka memanfaatkan celah itu. Dengan satu hentakan, Yun Zhi dan Tianqiong menerobos keluar dari hutan—meninggalkan keheningan dan kematian di belakang mereka.

Namun ketenangan tak menyambut.

Di depan mereka terbentang samudra luas berwarna kelam. Lautan Abadi. Gelombang pasang bergerak perlahan namun mengandung kekuatan besar. Di atas permukaan laut, batu-batu karang runcing menjulang tinggi seperti taring raksasa. Di atasnya, monster-monster lain bertengger, tubuh mereka besar, aura mereka menindas. Langit di atas laut itu kelam—seolah malam tak pernah pergi dari tempat ini.

"Hei, Tianqiong..."

"Hmm~ Ada apa?"

"Apa kau pernah bilang kalau lautan ini penuh dengan monster?"

"Kurasa tidak, setelah waktu yang lama aku kesulitan mengingat beberapa hal. Jadi kau tidak bisa menyalahkanku soal ini." Tianqiong menyapu rambutnya ke telinga dengan santai, seperti biasa, seolah mereka bukan sedang berdiri di ambang kematian.

Yun Zhi hanya bisa tersenyum masam. Angin laut menyambut wajahnya dengan asin dan dingin. Di bawah sana, monster-monster laut mulai bergerak, menatap mereka dari dalam air dengan mata berkilau merah.

Mereka masih terbang di atasnya, tapi para penghuni Lautan Abadi terkenal memiliki kemampuan untuk melompat tinggi—mencapai langit, menggigit burung yang melintas.

Di kejauhan, terlihat pulau kecil—diterangi kilau oranye samar, tanda bahwa energi api benar-benar ada di sana. Tempat itu adalah tujuan berikutnya.

"Lalu... selanjutnya bagaimana."

1
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
👌
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
bagus nih
Fiinnn
aku suka!
Fiinnn
lanjut thor
visa
bagian awal lumayan
avesy
oke aja
Yun'er
tidak mengecewakan
Nanik S
Bagus juga
Nanik S
Siapa wanita yang muncul
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
tak baik lah cakap macam tuh
Fairuz
semangat kak jangan lupa mampir yaa
qianyu
luar biasa!
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
hao.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!