NovelToon NovelToon
VARSHA

VARSHA

Status: tamat
Genre:Contest / Selingkuh / Anak Yatim Piatu / Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:633.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agustine

Varsha memiliki arti hujan menghiasi hidup seseorang dengan derai air mata.

Seorang wanita muslimah berdarah Asia Tenggara harus dijodohkan dengan pria asing tidak dikenal. Pria kejam memakai kursi roda meluluh lantahkah perasaan seorang Varsha, seolah ia barang yang bisa dipermainkan seenaknya.

Rania Varsha Hafizha, harus hidup dengan Tuan Muda kejam bernama Park Jim-in, asal Negara Ginseng.

Kesabaran yang dimilikinya mengharuskan ia berurusan dengan pria dingin seperti Jim-in. Balas budi yang harus dilakukan untuk keluarga Park tersebut membuat Rania terkurung dalam sangkar emas bernama kemewahan. Ditambah dengan kehadiran orang ketiga membuat rumah tangga mereka semakin berantakan.

“Aku tidak mencintaimu, hanya Yuuna... wanita yang kucintai.”

“Aku tidak bisa mengubah mu menjadi baik, tetapi, aku akan ada di sampingmu sampai Tuan jatuh cinta padaku. Aku siap terluka jika untuk membuatmu berubah lebih baik.”

Bisakah Rania keluar dari masalah pelik tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 13

...🌦️...

...🌦️...

...🌦️...

Tidak seperti biasanya, pagi ini keadaan di dalam mansion Park terlihat gaduh. Semua pelayan sibuk menyiapkan ini itu. Rania yang baru keluar dari kamar mengerutkan dahi, heran. Ia tidak tahu apa yang tengah terjadi lagi.

Ini kedua kalinya ia mendapati keadaan tersebut dalam rumah megah itu. Langkah kakinya pun membawa ia menuju seorang wanita yang tengah menyiapkan tas besar di ruang keluarga.

"Ami-ssi, ada apa ini?" tanyanya seraya melihat ke sekitaran.

"Nona tidak tahu? Hari ini jadwal tuan muda ke rumah sakit," ungkapnya mengejutkan.

"Eh!! Ru-rumah sakit?" gugupnya memandang lekat asisten rumah tangga itu.

Ami pun mengangguk berkali-lali lalu meninggalkannya begitu saja.

Rania terdiam masih tidak memahami apa yang terjadi.

"Setiap tanggal dua puluh enam tuan harus check up ke rumah sakit. Nona tidak tahu?"

Pertanyaan Sang Oh mengejutkan. Ayana pun menatap langsung ke dalam mata pria berusia enam puluh tahunan di hadapannya.

"Ti-tidak ada yang memberitahu saya. Selama hampir setahun ini kenapa saya tidak mengetahuinya?" ucapnya dengan suara yang semakin pelan.

Sang Oh tersenyum melihat kebingungan sang nona yang tidak pernah dianggap istri oleh tuannya itu.

"Tuan muda memang sengaja menyembunyikannya dari Nona," ungkap Sang Oh lagi.

"Eh! Kenapa?" tanya Rania bingung.

"Karena tuan tidak mau terlihat lemah."

Rania tercengang. Ini pertama kali ia mendengar jika Jim-in mungkin membahas dirinya dengan pria pelayan senior tersebut.

"Ka-kalau begitu sekarang saya akan menemaninya." Rania bergegas mempersiapkan diri.

Satu jam kemudian, Jim-in yang tengah menunggu supir pribadinya di dalam mobil dikejutkan dengan kedatangan Rania.

Wanita itu tersenyum manis seraya duduk begitu saja di kursi pengemudi, hal itu membuat Jim-in mengerutkan dahi.

"Sedang apa kamu di sini?" tanyanya sinis.

"Hari ini saya yang akan mengantarkan Tuan ke rumah sakit. Sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk menemani suaminya ke mana pun dia pergi. Sekarang Tuan duduk tenang serahkan semuanya pada saya."

Dengan percaya diri Rania langsung memutar kunci mobil dan menginjak gas membawa mobil itu pergi.

"Eh! Yak! Yak! Yak! Apa kamu punya izin mengemudi?" tanyanya takut-takut. Sekilas Rania menoleh padanya.

"Saya sudah lama tidak mengemudi dan tidak sempat mengambil surat izin mengemudi," balas Rania acuh tak acuh.

"MWO? Kamu jangan main-main yah, Rania." Jim-in menggertak cepat.

Sang istri pun tertawa dan berusaha fokus menyetir. "Tenang saja Tuan, saya mahir dalam mengemudi," jelasnya membuat Jim-in terdiam, baru kali ini melihat wajah tertawa pasangan halalnya.

Sepanjang perjalanan dihiasi dengan obrolan-obrolan ringan menambah kedekatan satu sama lain, meskipun Jim-in tetap saja bersikap dingin dan acuh. Namun, Rania cukup senang setidaknya ia tidak mengusirnya.

Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah sakit langganan sang tuan muda. Sebelum pergi, Sang Oh memberikan alamat tempat tuan mudanya menjalani terapi.

Dengan bantuan beberapa perawat pria, Jim-in kembali di dudukan ke kursi roda lalu membawanya ke ruang pribadi yang biasa digunakan di sana.

Sang dokter sudah menunggu. Kursi kebesarannya berputar dan berbalik melihat sang pasien. Rania terkejut melihat pria itu terlebih saat menangkap papan nama di mejanya.

M.Falah Hafidzuan. Rania tidak menyangka dokter yang menangani Jim-in seorang pria keturunan Indoneisa-Korea. Tanpa menghiraukan keheranannya dokter tadi pun segera mengambil alih Park Jim-in.

Sang suami pun kini berada dalam tanganan dokter tersebut.

"Em, dengan berat hati harus saya mengatakan jika keadaan kaki Anda masih sama. Apa Anda tidak berlatih berjalan? Bukankah sudah saya katakan jika ini tidak permanen?" ungkapnya membuat Rania melebarkan pandangan.

Jim-in menunduk dalam. Entah ekspresi apa yang ada di sana Rania pun penasaran.

"Tidak apa, Dok. Tidak ada bedanya jika saya seperti ini atau tidak. Saya tidak bisa menggapai mimpi itu lagi, kan?" katanya dengan nada putus asa.

Senyum terbit di wajah tampan sang dokter. Melihat itu Rania mengerutkan dahi tidak mengerti. Bukankah tugas seorang dokter menyemangati selain menyembuhkan pasien? Pikirnya. Ia melihat senyuman itu seperti mengejek di matanya.

"Ternyata setelah menikah Anda sama saja. Apa dia istri Anda?" tanyanya mengalihkan perhatian.

Rania pun tersentak dan langsung memperkenalkan diri.

"Ah, saya Rania Varsha Hafidzah."

"Senang berkenalan dengan Anda Nyonya muda Park. Saya Muhammd Falah Hafidzuan seorang muslim, nan nama korea saya Kim Seok Jin. Kamu bisa memanggil saya Falah atau Seok Jin yang mana saja," celotehnya riang.

Saat mendengar nyonya Park entah kenapa membuat Rania tersenyum. Ada noda merah di kedua pipi membuatnya mengangguk singkat seraya tersipu.

Jim-in yang melihatnya terperangah tidak percaya.

"Jadi Dok, apa suami saya bisa berjalan lagi?" tanya Rania setelah mereka memperkenalkan diri.

Dokter pemilik senyum manis itu mengangguk singkat. "Tentu. Bukankah dalam setiap penyakit ada obatnya? Asalkan kita yakin dan berusaha keras, tapi sepertinya Tuan Park ini tidak menginginkannya lagi."

Seperti sebuah sindiran kini Jim-in menatapnya dengan kedua mata membola.

Tanpa diduga Rania bersimpuh di hadapannya seraya menggenggam kedua tangan sang suami erat.

Pemandangan tersebut seketika membuat sang dokter menyemangati wanita itu dalam diam. Ia percaya apa yang hendak dilakukan istri dari pasiennya.

"Izinkan aku membantumu. Kita berlatih berjalan bersama-sama, okay? Aku ingin melihatmu berjalan. Anggap saja kamu melakukan ini untuk diriku."

Suara halus mengalun tanpa embel-embel formalitas pun menelisik ke dalam gendang telinga. Jim-in berkali-kali terkejut dengan sorot mata tegas milik istrinya. Entah kenapa wanita itu berhasil membuat ia terperangah. Meskipun perasaan itu disembunyikan begitu apik.

"Apa maksudmu? Aku tidak ingin melakukannya untukmu." Sarkas Jim-in melepaskan genggaman tangan Rania. "Aku akan melakukannya untuk diriku," lanjutnya lagi.

Riana dan dokter saling pandang lalu tersenyum.

...🌦️🌦️🌦️...

Ruangan fisioterapi saat ini hanya didiami seorang pria pewaris tunggal keluarga Park. Sang istri dengan setia menemaninya di sana.

Sejak ke datangannya, Jim-in masih duduk di kursi roda melihat dua buah besi membentang di depan. Sudah lama sekali terakhir kali ia berlatih menggerakkan kedua kaki membuatnya sedikit gugup.

Sekarang ia kembali datang. Rasanya, seluruh tubuh Jim-in mati rasa. Melihat tidak ada pergerakan apa pun Rania berinisiatif untuk memberinya semangat.

"Aku yakin Tuan Muda pasti bisa. Kalahkan ketakutan itu, tenang saja aku akan menunggumu di ujung sana." Rania pun beranjak dari belakangnya dan berjalan menuju ujung besi panjang tersebut.

Kini senyum menawan terpajang di sana, Rania menunggu Jim-in melakukan latihan. Dokter Falah pun membantunya berdiri.

"Lihat istrimu sangat bersemangat. Jangan kalah dengan wanita," ucapnya kembali setengah menyindir dan menghilangkan formalitas seperti sebelumnya.

"Jangan mengejekku, Hyung. Baiklah aku akan melakukannya," kata Jim-in kemudian menggenggam kedua besi tersebut.

Dinginnya benda keras itu menusuk kulit. Ia menatap Rania dengan pandangan sulit diartikan seolah mereka tengah melakukan sebuah permainan. Siapa yang berhasil maka ia akan menang. Seperti itulah yang tertangkap dari sorot mata kecil Jim-in.

"Tuan pasti bisa," teriak Rania menyemangati.

Setelah meyakinkan diri, Jim-in pun berusaha menggerakkan kaki kanan. Namun, baru saja hendak melangkah rasa sakit itu menjalar membuatnya meringis. Tidak ingin membuat dirinya malu di hadapan sang istri ia pun memaksakan diri.

Melihat keringat dingin bermunculan di pelipisnya Rania mengerutkan kening. Ia tahu saat ini Jim-in tengah menahan sakit.

"Tu-tuan." Gugupnya melihat sang tuan berusaha melangkah.

Tidak berselang lama pria itu berhasil menggerakkan kedua kaki. Namun, erangan demi erangan yang keluar dari mulut Jim-in memilukan pendengaran Rania. Hingga tidak lama setelah itu tubuh tuan muda oleng tidak sanggup menahan kesakitan lebih lama lagi.

Sampai, ia jatuh ke dalam pelukan sang istri yang lebih dulu berlari ke arahnya.

Seketika pandangan mereka bertemu. Jim-in bisa melihat keteduhan dalam matanya. Baru kali ini ia bisa sedekat itu dengan sang istri yang dianggap sebagai pelayan pribadi.

"Aku akan berada di samping Tuan untuk melindungi mu." Kata-kata Rania menghujani dada tepat mengenai sasaran membuat jantungnya berdebar tidak karuan.

...🌦️MENEMANI🌦️...

1
Nadien Najwa
Luar biasa
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah khairan kak 🙏🏻😆
total 1 replies
s
cincin pertunangannya buang sekalian
s
loh bukannya papanya Jimin udh tiada ya di bab awal²??
Agustine: oh itu ibu nya kak, Park Gyoung itu ibunya 😅😅
total 1 replies
s
lagi lagi kejadian
Yant08
Luar biasa
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah khairan kak 🙏🏻🥰
total 1 replies
Sindi Patikasari
ada apa? yaallah Gusti kirain mata aku yg keselipet ternyata emng bener typo😅😂
Agustine: eheheheh maafkeun kak, makasih banyak koreksinya 🙏🏻😅
total 1 replies
Sindi Patikasari
Humairah? bukannya Hafizah? sudah ganti namakah?
Agustine: ehh iya lupa kak, makasih banyak sudah mengingatkan 🙏🏻😅
total 1 replies
Sindi Patikasari
waa daebakk,,aku tidak bisa berword-word lagi
Agustine: makasih banyak kak, Alhamdulillah 🙏🏻😆💖
total 1 replies
Sindi Patikasari
Luar biasa
Agustine: maa sya Allah, Alhamdulillah makasih banyak kak 🙏🏻☺️🥰
total 1 replies
Berlian Arandita`
ko jadi gini ceritanya, malah melebar kemana2 jadi gak jelas. kalau udah tamat gak usah d lanjut. toh yg saya lihat puncak cerita season 2 itu ada di part Rania dan Mi Kyong berdamai. kalau mau bikin cerita detektif atau hal lainnya bikin novel baru aja.

GAK ETIS LANJUTIN NOVEL YANG SEHARUSNYA UDAH TAMAT, TAMAT YAH TAMAT JANGAN DI LANJUTIN. JADI KELUAR DARI ALUR.
Agustine: Iya, terima kasih banyak atas pendapatnya yang sangat amat membangun.
total 8 replies
Mimi
eps ini dan sblmnya cerita baru ya kak?
Mimi: jdul nya apa Kak?
total 2 replies
Ririn Yustinna
pingin tuh nyumpel mulut si jim-in pake cabe yang banyak mumpung cabe murah🤣🤣🤣
Agustine: yuk kak bisa 🤣🤣
total 1 replies
Rhenii RA
Karakter cowoknya terlalu letoy, dihasut gitu aja langsung percaya. Karakter Ranianya juga terlalu sabar jadi jatuhnya bego banget🙄
Ipratiwi
ceritanya bagus
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah kak 🙏🏻😍
total 1 replies
Mimi
semangat thor, kami setia menantimu
Agustine: masyaAllah, jazakallah kak 🙏🏻😆🤗🤗
total 1 replies
Echy Aurelia
huhu udah tamat 😭
makasih buat karyanya thor ,bunga sekebon buat thor 💜😍
Agustine: belum tamat kak masih berlanjut ini 🤭🤭 makasih banyak bunganya kak 🤗🤗😍
total 1 replies
Echy Aurelia
asik ada season 2 nih ,nanti ayang seokjin sm aku kayaknya jodohnya😂
Agustine: yyyeeee kak 😆😆 aku aamiin in yah kak 🤭🤭
total 1 replies
Echy Aurelia
kasian ayang aku kim seok jin dicuekin 🤣
Echy Aurelia
aku jg kalo jadi rania pasti milir keluar dr mansion sih
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤗
total 1 replies
Echy Aurelia
jimin-shi pen gue senyumi pake pedang 😐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!