NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Surgawi

Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Action
Popularitas:743.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Van_Liev

Tian Guo, ahli bela diri terkuat di Daratan Zhuyun yang dihormati sebagai pemimpin Istana Surgawi, menghadapi penderitaan terbesar dalam hidupnya ketika kekasihnya, Xie Mei, dan Ketua Sekte Naga Suci mengkhianatinya saat dia berusaha naik ke Alam Immortal. Dihancurkan oleh pengkhianatan yang tak terduga, Tian Guo hampir lenyap dalam petir kesengsaraan.

Namun, takdir berkehendak lain. Seratus tahun kemudian, jiwa Tian Guo reinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah bernama Tang Wuying. Dengan kesempatan kedua ini dari surga, Tian Guo bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Memanfaatkan pengetahuan dan kekuatannya yang luar biasa, dia kembali menapaki jalan bela diri yang terjal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van_Liev, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 - Penguntit

Setelah percakapan panjang yang dengan Bai Jian, Wuying akhirnya berpamitan dan kembali ke kediaman keluarga Tang. Setibanya di kamarnya, Tang Wuying segera duduk di meja tulisnya. Di hadapannya, sudah tersedia berbagai gulungan kertas dan tinta yang sebelumnya dia minta pada pelayan, menunggu untuk digunakan. Dengan hati-hati, dia mulai menulis beberapa teknik bela diri yang pernah dia pelajari dan kembangkan saat masih menjadi Tian Guo. Teknik-teknik ini bukanlah teknik sembarangan; mereka adalah teknik-teknik yang dikembangkan oleh ahli bela diri berbakat dari seratus tahun yang lalu. Teknik-teknik ini pasti akan laku mahal di pelelangan.

Setelah beberapa jam menulis tanpa henti, Tang Wuying akhirnya menyelesaikan pekerjaannya. Dia menggulung kertas-kertas itu dengan hati-hati dan menyimpannya di dalam kantong kulit yang kuat. Langkah berikutnya adalah meminta izin dari ayahnya untuk pergi ke Kota Yan.

Dia berjalan cepat menuju ruang kerja ayahnya, Tang Jinhai. Di sana, Tang Jinhai sedang duduk di belakang meja besar, meneliti beberapa dokumen. Saat melihat putranya masuk, dia meletakkan dokumen tersebut dan mengangkat pandangannya.

"Ayah," kata Tang Wuying begitu tiba dihadapan Tang Jinhai.

"Tang Wuying, ada apa? Ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Tang Jinhai dengan suara tenang.

"Ayah, aku ingin meminta izin untuk pergi ke Kota Yan. Aku mendengar bahwa akan ada pelelangan besar di sana, dan aku ingin melihat-lihat apakah ada barang yang bisa kubutuhkan untuk memperkuat diriku," jawab Tang Wuying.

Tang Jinhai mengangguk, merenung sejenak. "Pelelangan besar, ya? Itu memang tempat yang bagus untuk mencari barang-barang berharga. Apakah ada alasan lain mengapa kau ingin ke sana?"

Tang Wuying menggelengkan kepala. "Tidak, Ayah. Hanya itu. Aku berpikir ini adalah kesempatan baik untuk mendapatkan apa yang kubutuhkan."

Setelah beberapa saat berpikir, Tang Jinhai mengangguk setuju. "Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Berhati-hatilah di sana. Aku akan memberikanmu kartu keluarga Tang. Gunakanlah untuk membeli apa yang kamu butuhkan."

Tang Wuying menerima kartu itu. "Terima kasih, Ayah."

Tang Jinhai menepuk bahu putranya. "Semoga perjalananmu sukses dan kembali dengan selamat."

Tang Wuying meninggalkan ruangan ayahnya dengan langkah ringan. Baru beberapa langkah, inderanya mendeteksi kehadiran seseorang yang mengawasinya diam-diam. Meski demikian, Tang Wuying tidak bereaksi.

Dengan sikap tenang dan tanpa menunjukkan kecurigaan, dia melanjutkan jalannya menuju kamarnya. Ia tahu bahwa siapapun yang mengamatinya ini pasti memiliki tujuan tertentu dan kemungkinan besar terkait dengan konflik internal di keluarga Tang. Dan dugaan terbesarnya mengarah ke sang paman–Tang Zheng.

Sementara itu, di sisi lain kediaman keluarga Tang, seorang pria yang mengawasi Wuying segera melapor kepada Tang Zheng. Pria itu membungkuk hormat saat memasuki ruangan Tang Zheng.

"Tuan, saya telah mengawasi Tang Wuying seperti yang Anda perintahkan," kata pria itu.

"Apa yang kau temukan?" tanya Tang Zheng tanpa menoleh, fokus pada dokumen di depannya.

"Dia berbicara dengan Tang Jinhai dan meminta izin untuk pergi ke Kota Yan," lapor pria itu.

Tang Zheng menoleh, senyum licik muncul di wajahnya. "Bagus. Ini adalah kesempatan yang sempurna," katanya sambil mengangguk pelan.

"Apa yang harus kita lakukan, Tuan?" tanya pria itu, menunggu perintah lebih lanjut.

Tang Zheng mendekati pria itu dan berkata dengan suara rendah, "Sewa pembunuh bayaran terbaik yang bisa kita temukan. Pastikan mereka mencelakai Tang Wuying dalam perjalanannya ke Kota Yan. Aku tidak peduli bagaimana caranya, yang penting dia tidak kembali dengan selamat."

Pria itu mengangguk dan segera pergi untuk melaksanakan perintah tersebut. Tang Zheng berdiri di dekat jendela, menatap keluar dengan pandangan penuh rencana. "Tidak akan kubiarkan kau mengancam rencana ku selama bertahun-tahun, Tang Wuying. " gumamnya pada diri sendiri.

...********...

Tang Wuying meninggalkan kediaman keluarga Tang setelah berpamitan dengan ayahnya. Yang tahu bahwa dia pergi hanya ayahnya dan pelayan yang melayaninya. Sebelum pergi ayahnya memberinya kantong semesta–sebuah artefak ajaib yang mempunyai ruang dimensi untuk menyimpan barang. Semakin luas ukuran ruangnya, semakin mahal harganya. Tang Wuying menyimpan semua barangnya di dalam kantong ini.

Dengan mengendarai seekor kuda yang dia namai Xiao Lan, Tang Wuying memasuki hutan dengan kecepatan sedang. Perjalanan ke Kota Yan akan memakan waktu dua hari.

Kira-kira sudah tiga jam sejak Wuying meninggalkan kediaman. Sedari tadi, inderanya sudah mendeteksi kehadiran beberapa orang yang sedang mengikutinya. Tapi, orang-orang yang mengikutinya belum juga bertindak, padahal dia yakin sekali kalau mereka adalah kelompok pembunuh bayaran. Tang Wuying kemudian menghentikan laju kudanya.

"Tidakkah kalian lelah mengikutiku? Keluarlah sekarang," kata Tang Wuying sambil turun dari kudanya. Tangannya melipat di depan dada, memandang sekitarnya dengan remeh.

Seseorang dengan pakaian serba hitam dan mengenakan penutup muka melompat keluar dari semak-semak lebat. "Hebat juga kau bisa merasakan kehadiran kami. Pantas saja upah yang diberikan sangat besar."

"Yah, aku bisa apa. Kalian mengikutiku dengan niat membunuh yang jelas begitu. Kalian payah sekali untuk ukuran pembunuh bayaran," ejek Tang Wuying dengan nada remeh.

Pembunuh bayaran itu menggeram. "Padahal cuman tingkat 5 ranah praktisi, tapi kesombongan mu setinggi langit!"

Tang Wuying mendengus. "Astaga, Paman. Anda terlalu banyak mengoceh. Cepat serang saja aku."

"Kalian, hajar anak ini! Jangan berikan dia kematian yang mudah!"

Pembunuh bayaran itu berteriak, seketika muncul pembunuh bayaran lainnya dari semak-semak. Melihat itu, Tang Wuying tersenyum kegirangan.

"Saatnya peregangan!"

...*********...

1
baca yg gue suka
cepet amat naik tingkat, apa gak mikirin fondasi tubuh?
sibaweh abduh
nice thor
Kasno Dirjo Dirjo
lanjutkan👍👍👍👍
Kasno Dirjo Dirjo
lanjutkan
Rahmad
seperti kawan yg lain, saya baru baca dan lihat coment, seminggu lagi lupa cerita tak ada kelanjutan. tenang aja masih banyak penulis lain yg lebih bagus dan update
ahox
Luar biasa
Teman Lama Tian Dui
Sahabat Lama... kini bertemu dg suasana yang berbeda
Li Mei
Duel...
Laaaaanjuuuuut
Bahasa antara Anak dan Ayah perlu diperbaiki Tor
Tang Wuying
Lanjutkan
Hadir
Sukrisno Aji Prabowo
maaf ini cerita apa ya kok saya lupa
Hiro Yuki
kalo nda ada kelanjutannya tak delete aja ni SDH nunggu 2bln. tak kasi tanda utk penulisnya
Hiro Yuki
lama banget kelanjutannya sudah berminggu2. apakah tamat aja serial ini
Hiro Yuki
gmn lanutannya
Rehaan Aamir
Sengaaaaa Sumpaaaahhh MC Nya...Seolah merasa dirinya yg paling Digjaya D Atas Dunia...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!