NovelToon NovelToon
Aku Bukan Actor Genius

Aku Bukan Actor Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rohid Firmansyah

Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan Arthur

Aroma kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi cinnamon rolls yang baru keluar dari oven memenuhi udara Redwood Cafe. Sinar matahari sore yang temaram menembus jendela kaca, menciptakan pola cahaya keemasan yang menari-nari di atas meja kayu dan kursi-kursi berlapis kain beludru merah. James, dengan celemek hitam yang terikat rapi di pinggangnya, sibuk melayani pelanggan di balik meja kasir. Senyum ramah tersungging di wajahnya setiap kali ia menyapa pengunjung, menciptakan suasana hangat dan nyaman khas kafe-kafe di pinggiran kota Sacramento.

Lagu-lagu akustik mengalun lembut dari speaker yang tersembunyi di sudut ruangan, menambah suasana santai dan menenangkan. Beberapa pelanggan asyik mengobrol sambil menikmati kopi dan kudapan, sementara yang lain tenggelam dalam bacaan atau kesibukan mereka di laptop. Di luar, mobil-mobil lalu lalang di jalan raya, suaranya sayup-sayup terdengar dari dalam kafe.

Tiba-tiba, denting lonceng pintu kafe berbunyi, mengumumkan kedatangan seorang pelanggan baru. James mendongak dari kesibukannya dan senyumnya melebar saat melihat Arthur berdiri di ambang pintu.

"Arthur!" sapa James, kaget dan senang sekaligus. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Arthur melangkah masuk, topi baseballnya yang sedikit miring menambah kesan santai pada penampilannya. "Mengunjungimu, tentu saja!" jawabnya dengan seringai lebar. "Aku kan sudah bilang ingin melihat kafe tempatmu bekerja."

Arthur menatap sekeliling dengan penuh minat, mengamati detail-detail dekorasi kafe yang artistik. "Suasananya keren, ya," komentarnya, menunjuk ke arah mural bergambar pohon redwood raksasa yang menghiasi salah satu dinding kafe.

"Ya, aku juga suka tempat ini," James mengangguk setuju. "Tenang, nyaman, dan kopinya enak."

"Kau terlihat cocok menjadi barista," Arthur tertawa kecil, menatap James yang sedang meracik segelas cappuccino dengan lihai.

"Ah, aku bukan barista," James menggeleng. "Aku hanya pelayan dan kasir di sini. Tapi kadang-kadang aku juga membantu membuat kopi kalau sedang ramai." james sembari mengelap meja sementara arthur duduk di kursi kayu dekat dengan pintu masuk

"Sama saja," Arthur mengangkat bahu. "Yang penting kau bisa membuat kopi yang enak."

'nih orang keras batu bet'

"Kau bisa mencobanya nanti," James tersenyum. "Mau pesan apa?"

"Hmm, kopi latte dengan extra shot espresso, dan satu porsi chocolate croissant," pesan Arthur sambil mencari tempat duduk di dekat jendela yang menghadap ke jalan.

James mencatat pesanan Arthur dan segera menyiapkannya. Sambil menunggu, Arthur mengeluarkan ponselnya dan mulai menjelajahi media sosial. Ia men-scroll timeline Instagramnya, melihat foto-foto teman-temannya yang sedang berlibur, berpesta, atau sekedar menikmati hidup.

"Hei, James," panggil Arthur tiba-tiba. "Kau sudah membuat akun Instagram dan Twitter?"

"Belum," jawab James sambil menyajikan pesanan Arthur. "Aku lupa."

Arthur menatap James dengan tidak percaya. "Lupa? Bagaimana bisa kau lupa hal sepenting itu?" matanya membelalak tidak percaya apa yang baru saja ia dengar , mereka mungkid dekat namun ada beberapa hal yang tidak mereka bicarakan termasuk ini , arthur kaget karena merasa itu adalah hal yang harusnya di punyai oleh semua orang .

"Aku tidak terlalu peduli dengan media sosial," James mengangkat bahu. dia benar benar acuh tentang hal seperti itu karena james merasa sosial media tidak ada bedanya dengan dunia nyata , namun yang membedakan ini hanya di dalam genggaman tangan saja .

"Ayolah, James," Arthur mendesah. "Kau harus punya media sosial. Apalagi sekarang kau sudah jadi aktor."

"Aktor?" James mengulang dengan nada sinis. "Berhenti bercanda ,Aku hanya seorang figuran yang kebetulan mendapatkan sedikit adegan tambahan dan lagi kau tau aku ini orang yang melakukan sesuatu karena uang kecuali membaca dan impianku."

"oh ayolah kawan,Itu hanya permulaan," Arthur berkata dengan yakin. "Aku percaya kau akan menjadi besar nanti. Dan saat itu terjadi, kau akan membutuhkan media sosial untuk berinteraksi dengan fansmu, mempromosikan filmmu, dan membangun personal brandingmu."

James menatap Arthur dengan heran. "Kau terlalu bersemangat, Arthur. Aku bahkan belum tahu apa aku akan terus berakting atau tidak."

"Kau punya bakat, James," Arthur berkata dengan serius. "Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kau hanya perlu mengembangkannya dan mencari kesempatan."

James terdiam, merenungkan kata-kata Arthur. Ia tidak pernah memikirkan kemungkinan untuk menjadi seorang aktor terkenal. Ia selalu merasa dirinya biasa-biasa saja. Namun, Arthur sepertinya melihat sesuatu yang istimewa dalam dirinya.

"TIDAK" singkat padat dan jelas apa yang james katakan. "aku adalah orang asli bukan apapun Bhulls**t itu yang tidak nyata."

Mendengar itu arthur tahu james itu berpegang teguh terhadap apapun yang dia percayai , namun dia tidak menyerah, dia melihat ponsel james yang tergeletak di meja dekatnya , untuk itu dia mengambilnya . " aishh biar aku yang buat kalau kau tidak mau dasar kepala besi " mengambil ponsel james yang tidak memiliki kunci apapun untuk membuka ponselnya yang membuatnya mudah membuka ponselnya.

"bajingan ini hey " berusaha mengambil ponselnya kembali

"hahaha tidak mau kau sudah ditakdirkan menjadi aktor bodoh "

selama beberapa menit mereka ribut akhirnya james mengalah

"hah terserah padamu saja "

Saat James kembali ke meja kasir untuk melayani pelanggan lain, pintu kafe kembali terbuka. Kali ini, yang masuk adalah Lily, rekan kerjanya. Ia mengenakan jaket kulit hitam dan celana jeans sobek-sobek, menambah kesan tomboy pada penampilannya.

"Hei, James," sapa Lily dengan nada santai. "Kau sudah selesai dengan laporan penjualan hari ini?"

"Ah, Lily," James menoleh ke arah Lily. "Kenalkan, ini Arthur, temanku."

"Hai, Arthur," Lily mengangguk singkat ke arah Arthur, lalu kembali fokus pada James.

"Hai," Arthur menjawab, matanya terpaku pada Lily. Ia terpesona oleh kecantikan Lily yang unik dan berbeda dari wanita-wanita yang biasa ia temui. Rambutnya yang pendek dan diwarnai biru di bagian ujungnya, tatapan matanya yang tajam, dan aura percaya diri yang dipancarkannya membuat Arthur terpikat.

Lily merasa risih dengan tatapan Arthur yang intens. Ia berdeham pelan, mencoba menarik perhatian James.

"James," panggil Lily dengan canggung.

melihat itu, james langsung melihat arthur yang melihat Lily. 'oh dia tertarik pada wanita barbar ini hehe mari kita buat semakin menarik'. james memiliki rencana .

"oh lily perkenalkan lelaki tampan yang masih jomblo bahkan di tolak wanita 7 kali berturut turut itu bernama Arthur dia temanku". james dengan lengkap memperkenalkan arthur yang langsung melihat james .

dia terlihat kesal. "waw kau pecundang juga" ucap lily bersalaman dengan arthur .

Arthur tersenyum canggung sembali menatap kesal pada james yang berpura pura menghitung penjualan di meja kasir yang juga di kerjakan olehnya selain sebagai pelayan . Lily yang acuh masuk kedalam untuk mengganti Pakaiannya . setelah dia masuk arthur mendekati james .

"bajiangan ini , hey mengapa menatakan itu huh , ayolah james setidaknya kau membantu aku sekali untuk mendapatkan wanita , dan wanita itu " memegang kerah james .

dia tersenyum .

Lalu Berteriak "Apa kau tertarik dengan Lili arthur!" berteriak kearah pintu pegawai .

"Bajiangan!" berusaha menutup Mulut James yang semakin membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya lebih jauh lagi.

1
ADYER 07
oy thorr up ngakkkk?
Hari Sptra
authornya kemana dah nih di tinggal bae
Kiki Ginanjar
lanjut dong ini bagus
Kiki Ginanjar
kenapa gak di lanjut padahal seru loh
Fadli
up dong
Kiki Ginanjar
kenapa gak up lagi/Grin/
Baday ys
bague
Baday ys
mantab...up up
ADYER 07
walau penjabaran nya bertele² tapi alurnya lumayan bagus.
Hr⁰ⁿ
yang bener *arghhh bikin orng khawatir saja*
Hr⁰ⁿ
maaf Thor kritik dikit,
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya
Go Anang
Luar biasa
Farah Umaiha
thor gak up??🤔
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
Farah Umaiha
bentar lagi hp Arthur mati itu(meledak) 🤣🤭
Farah Umaiha
bagus
Farah Umaiha
bangus banget😀👍👍👍
Was pray
kok james gak tahu nominal uang dlm kontrak kerjanya? emang gitu ya dlm dunia perfilman ya thor? aktor gak tahu apa2 isi kontrak kerjanya?
Smeliy: dia sahabat James mereka sudah seperti saudara, Dan Arthur akan jadi orang paling berpengaruh pada cerita
total 4 replies
Farah Umaiha
ceritanya seru banget thor🤣😂😂😭😭💪💪
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!