NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: febyanti

Kiran, gadis cantik yang selalu setia menemani kekasihnya dalam suka mau pun duka. Ia mampu berdiri di belakang kekasihnya yang bernama Devgan, seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen. Karena Kiran ia mampu membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya layak menjadi pendamping sang pujaan hati.

Suatu ketika, Devgan yang kerap dipanggil Dev itu berhasil menjadi orang terkenal dengan lagu-lagu yang diciptakannya, menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil. Tapi, disaat ia berhasil, pertahanan kesetiaannya mulai goyah karena ada seorang gadis yang selalu mengisi kesibukannya di dalam dunia hiburannya. Tanpa ia sadari bahwa itu hanyalah godaan dalam kariernya yang tengah melejit.


Lalu, mampukah Kiran mempertahankan kekasihnya itu? Atau malah pergi karena tak ingin menghancurkan nama baik kekasihnya yang tengah naik daun dengan kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih yang dititipkan oleh kekasihnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Dev mulai mencari Kiran, dia pergi ke tempat di mana dia mengadakan konser kemarin. Dev menatap tempat itu sudah rata dengan tanah, hanya sisa-sisa puing bangunan yang berserakan. Jalanan pun terlihat becek.

Dev terdiam beberapa saat, dia menitikkan air mata. Tempat inilah yang mempertemukan mereka, itu artinya Kiran tak jauh tinggal dari sini. Namun, tempat itu sudah hancur lebur menjadi abu. Banyak yang menjadi korban kebakaran itu.

Dev terperosot, tubuhnya terasa lemas.

"Kiran.....!!" teriak Dev.

***

Kiran dan Neha sudah sampai di New Delhi. Rumah yang akan disinggahi terlihat kotor serta rumput liar tumbuh di depan rumah. Rumah itu terlihat kecil sehingga Kiran merasa ragu untuk ikut tinggal bersama mereka. Apa lagi pemukiman itu sangat padat, rumah saling menempel dengan rumah yang lainnya.

Jika Kiran ikut tinggal bersama Neha tentu akan menjadi bahan perbincangan orang. Karena semua orang yang ada di sana mengenal Akram juga Neha. Yang mereka tahu Neha mau pun suaminya tidak memiliki saudara.

"Neha, apa disekitar sini ada kontrakan?" tanya Kiran.

"Untuk apa? Kau akan tinggal di sini bersamaku," kata Neha.

"Tidak, Neha. Aku akan mencari tempat tinggal." Kiran nampak mengeluarkan uang dari saku bajunya, itu adalah harta yang dia punya. Itu adalah upahnya mencuci kemarin sore, sebelum kebakaran itu terjadi. "Aku rasa ini cukup untuk bayar kontrakan," ujar Kiran.

"Kau itu keras kepala sekali, Kiran." Neha tahu seperti apa wanita itu, jika kata dia tidak ya tetap tidak. "Baiklah, Akram akan membantumu mencari kontrakan. tapi kalau bisa jangan yang jauh-jauh, jika kau bekerja kau bisa titipkan Krish padaku."

Kiran mengerti apa maksud Neha, wanita itu selalu baik padanya. Kiran juga sangat percaya bahwa Neha bisa menjaga Krish dengan baik. Kebaikan Neha sangat tulus selama ini.

***

Berkat bantuan Akram, Kiran mendapatkan kontrakan yang sesuai dengan uang yang dia punya. Meski sempit tapi tempat tinggalnya cukup rapi dan bersih.

"Terima kasih, Akram," ucap Kiran.

"Sama-sama, aku pulang dulu kalau begitu," pamit Akram.

Selepas kepergian Akram, Kiran nampak berpikir. Apa yang akan dilakukannya setelah ini? Dia juga harus mencari pekerjaan baru demi menghidupi buah cintanya.

"Krish." Kiran menatap wajah putranya dengan sendu, meratapi nasib yang begitu sulit dijalani. Kiran memberi anaknya asi, dengan begitu dia bisa menitipkan anaknya pada Neha.

Rencananya, Kiran akan mencari pekerjaan. Dia sama sekali tidak memiliki uang, mau tidak mau dia harus pergi mencari kerja meski hari sudah larut.

Setelah bersiap-siap, Kiran pergi menuju rumah Neha untuk menitipkan Krish.

"Neha," panggil Kiran.

Neha dan suaminya baru saja merebahkan tubuhnya di kursi. Mereka baru selesai membersihkan tempat tinggal mereka. Mendengar ada yang memanggil, Neha keluar dan melihat Kiran.

"Ya, Kiran. Ada apa?" tanya Neha setelah membuka pintu. "Ayo masuk," ajaknya.

"Aku kesini mau titip, Krish. Aku akan pergi sebentar, aku sudah memberinya asi. Aku rasa dia sudah kenyang." Menurutnya anaknya akan tidur cukup lama karena sudah dibekali.

"Tentu, Kiran. Aku akan menjaga Krish."

"Terima kasih, Neha."

"Berhentilah berterima kasih, aku bosan mendengarnya."

Kiran hanya tersenyum tipis, lalu dia mengalihkan Krish dari pangkuannya.

"Aku tidak akan lama," ucap Kiran.

"Ya, hati-hatilah."

***

Tertulis di dinding sisi jalan, Kiran membacanya lalu dia tersenyum. Tidak mengapa walau hanya bekerja sebagai tukang cuci piring, yang penting dia bisa kerja dan menghasilkan uang. Kiran pergi ke tempat di mana lokasi itu tertulis.

Kiran pergi ke sebuah restoran yang berada di pinggir jalan, tempatnya tidak terlalu besar tapi cukup ramai didatangi pengunjung. Akhirnya, Kiran masuk dan langsung mendapatkan pekerjaan itu.

"Kau datang tepat waktu, ini masih ada sisa satu orang lagi. Tapi jadi tukang cuci piring di belakang," kata salah satu staf pekerja di sana.

"Tidak apa-apa, Tuan. Yang penting saya kerja," kata Kiran.

"Kalau bisa malam ini sudah mulai kerja, soalnya cucian piring sangat banyak. Dan pembayaran upahnya itu terserah, bisa ambil harian bisa juga mingguan," katanya lagi.

"Untuk sekarang saya ambil harian saja," ucap Kiran.

"Baiklah, kau ikut dengannya." Tunjuk staf itu pada salah satu wanita di belakang sana. Kiran mengangguk lalu undur diri dan mulai bekerja.

***

Kiran meregangkan otot-ototnya, pekerjaan malam ini selesai pada pukul sebelas malam. Karena restoran itu tutup pada jam sepuluh. Setelah selesai bekerja, Kiran pamit pulang. Namun, dia meminta sesuatu dari tempat itu. Kiran meminta sisa-sisa nasi yang masih bersih. Dia memisahkan makanan itu dari piring yang hendak dicuci.

"Untuk apa? Itu makanan bekas, tapi itu urusanmu. Terserahlah," kata kepala dapur di sana.

Kiran tersenyum karena telah mendapatkan izin, terus dia juga mendapatkan upah malam ini.

Kiran pulang dengan membawa bungkusan, dia sangat kelaparan. Sebelum pulang dia menjemput Krish. Tiba di rumah dia memberi anaknya asi karena Krish terbangun. Setelah memberi Krish asi dia pun mulai makan dengan makanan sisa tadi.

Hatinya menangis, sesulit apa pun ini yang pertama kali dia memakan makanan sisa.

1
Ryy
berasa ntn Mohabbatein
Surati
bagus
Dewi Kasinji
Luar biasa
Dewi Kasinji
si Rohit jahat banget
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Syifa Nur
dari cerita ini aku jadi mengerti bahwa kita gk selamanya di atas dan kita gk selamanya di bawah dan juga aku ngerti kalau kita gk boleh hidup jangan lihat di atas saja karena masih ada orang yg lebih susah dari kita
Febyanti: 🤗🤗🤗
😊😊😊
total 1 replies
Syifa Nur
aku kok ikut sedih ya melihat nasib Kiran 😭😭
Febyanti: cerita ini memang harus siapkan tisu, wkwk
total 1 replies
Majotiku
Luar biasa
Siti Romlah
kenapa Dev tidak tanya nama momy Krish.
Siti Romlah
🤣🤣🤣 sedih X kurasa thoor.
kiran anak orang kaya, hidup miskin dan jadi pelayan.
Kriss anak orang terkenal, cucu orang kaya. tapi mau makan sepotong daging saja tak tersampaikan.
Thoor pertemukan Dev dengan Kiran.
kebahagiaan mereka di ujung jari mu thoor.
semangat terus dan sukses bikin aku mewek trus mbak Febyanti
Porman Siahaan
sambunganx ini mana yathor
Atik Bunga
ceritanya betul2 banyak mengandung bawang
Sky Blue
Apakh ngak ad lagi bonchapnya kx🥺
Novi Yantisuherman
RESTI nama tukang pecel di sini Thor, ( Restu kali thor wkwkwk )/CoolGuy//Facepalm/
Holipah
dih othor terlalu banyak bawang cerita nya 😭😭😭😭😭
Patrick Khan
.smw cerita kak othor selalu sukses bikin q mewek😭😭
Patrick Khan
.dav yg kadi artis..rohit yg sok bgt kyk nya..😅🤔
Maya Ratnasari
IGD kali ya thor, bukan ICU
sweetpurple
ok
Pipit Suciati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!