Pasal kisah Abu-abu yang sulit terlupakan.
Tentang cerita berbagai warna yang tertorehkan.
Berkisah antara Kiana, Arga dan Afifah.
~~~
Bersahabat hingga menemui konflik tentang cinta yang mendasari retak hubungan mereka.
"Bukan kuasa aku untuk bisa suka sama siapa Ki. bukan mau ku juga untuk memecah persahabatan kalian. tapi mau di kata apa? kalau perasaan memang ngga bisa di paksa bukan?" Kata katanya begitu dalam sekali.
"Tapi kenapa aku Ga?" Tanya ku mencegah keadaan semakin rumit.
Lantas, hati atau sahabat yang tetap bertahan menemani kisah ini hingga bangku kuliah?
Salam Literasi !!
Stay safe and healthy everyone :)
Instagram author : putrinofa_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofa eka putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rese'
Kenapa ada arga segala sih?. batinku.
"eeh arga, kamu di sini? ngapapain. " tanyaku gugup.
"mau main futsal. ya makan lah ki. gimana sih kamu ?" jawab sambil melenggang duduk di depan ku dan di samping kak panji. ishh, kenapa duduk di situ sih.
"eeh iyaa. heheeehe. ya udah pesen sana! jawabku cengo. aah pertanyaan macam apa tadi.
"eitss, tunggu dulu. kamu siapa? " tutur kak panji. eh, kakak kan belum kenal sama sih arga. jangan sampai mikir yang enggak enggak ya. batinku.
hening sejenak.
"itu kak, temen kelas kia. arga namanya" sahut ku cepat. jangan salah paham dulu. hehehe". arga pun cengengesan santai.
"saya arga kak, temannya kia di sekolah. salam kenal ya ka." jawab sambil mengulurkan tangan nya.
"oh, arga. beneran teman sekelas kia? " tanya kak panji menyelidik.
"heheeh, beneran kak. suer." tak lupa jarinya membentuk huruf v.
"iya iya. katanya tadi mau pesan makanan ga. " sinis kak panji.
gila, ekspresi arga geram gitu. ya maap ga, nih kak panji emang gitu orangnya. hahaha. batinku.
🌻🌻🌻🌻🌻
kami tiba tiba di rumah sekitar selepas isya'. kenyang, alhamdulillah. aku langsung bergegas ambil wudhu', dan menunaikan ibadah salat isya'. mumpung tak ada tugas, nih badan butuh rehat. jadilah lebih awal tidur.
"assalamualaikum ayah," pamitku berangkat sekolah. ini pagi banget, ya udahlah daripada telat.
"hati hati, jangan ngebut. waalaikumsalam kia. " jawab ayah yang masih di depan gerbang rumah, mengantar ku ke depan tadi.
tak butuh waktu lama, jalanan yang tak terlalu ramai membuat ku lebih cepat sampai di sekolah. suasana sekolah pun masih cukup sepi, padahal biasanya sudah mulai ramai. apa karena benar benar aku yang terlalu pagi? atau karena sekarang adalah hari sabtu, makanya pada malas sekolah? ah tau ah, lebih baik langsung masuk kelas.
aku dengan santainya melenggang masuk ke dalam kelas, paling tak terlalu banyak orang. eh, ada arga ternyata. duduk di tempat biasanya, pojokan kelas. menatap lurus ke layar laptop di depannya. masuk nggak ya? kalau masuk cuma berdua dong? kalau nggak masuk kelas, ya masak nunggu sampai nanti? capek. au ah. masuk aja lah, ini juga kelas ku. batin ku berargumen.
"assalamualaikum," sapa ku. orang di pojokan itu tak ku pandang sama sekali.
"waalaikumsalam, tumben datang pagi? biasanya mau telat, baru nongol ki. " sinisnya tuh bocah pagi pagi gini.
"udah deh ga, nggak usah ngajak debat. malas aku debat ma kamu, bikin orang laper lagi. padahal tadi udah sarapan, ishh. " aku pun tak kalah nyolot, dan langsung menatapnya tajam.
"oh, yang bilang mau ngajak ribut apalagi debat itu siapa ki? aku terlalu sibuk, cuma untuk ngajak ribut sama kamu. " jawabnya yang begitu menohok.
"hemm, sok banget. tugas numpuk aja nggak gubris. apalagi itu, emang lagi ngerjain apa?." tanyaku dan dia menatap ku datar.
memang pertanyaan ku salah apa? datar banget tuh muka.
"tugas akhir mu dah selesai emang? hah? santai bener tuh hidup." sarkas arga, dasar cowok muka lempeng. emang nggak bisa apa tanya biasa aja, hah?. beraniku membatin doang.
.
.
.
cowok labil, kadang baik bahkan rese'dan sekarang galak dengan muka lempeng nya itu hiks.
Bersambung.
tunggu bab selanjutnya ya kawan:)
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
lama bgt g up
"antara cinta dan hobby"
terimakasih
saling dukung . singgah ke karya ku thor
yg baru belajar 🙏