Cinta yang telah mereka bangun mendapatkan berbagai ujian dari mantan dan juga keluarganya.
Percintaan dari lima sekawan ini begitu mengharukan, dengan penuh perjuangan dan ujian serta cobaan yang datang silih berganti untuk menguji kemampuan dan kesetiaan mereka satu sama lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13
Adrian setengah hati mengangkat telponnya Mami Elisabeth. Yah ternyata yang menelpon Adrian dan menjadi pengganggu aktifitasnya adalah mertuanya sendiri.
"Ada apa Ma, apa itu benar??" Tanya Adrian dengan nada bicara yang tidak percaya.
Adrian segera mengangkat telponnya yang tidak mau berhenti untuk berdering. Walaupun Adrian jengkel dan Marah karena kegiatannya terganggu, Adrian tetap tidak bisa melakukan hal itu, karena orang yang telah menelponnya adalah Mama angkat Sekaligus mama mertuanya yang sangat berjasa dalam hidupnya.
"Halo, Assalamu alaikum Ma," ucap salam Adrian.
"Waalaikum salam," jawab Mama Elisabeth dibalik telponnya.
"Ada apa Ma?" Tanya Adrian yang sedikit kesal karena lagi-lagi kegiatannya terganggu.
"Nak Tolong pulang ke Indonesia dulu yah," pintanya Mama Elisabeth.
"Emangnya ada apa Ma, kok Adrian disuruh balik ke Indonesia??" Tanya Adrian yang berusaha menahan jari lentik Emilia yang sudah mulai merayap ke mana-mana.
"Aku sudah menghubungi adik-adikmu Tapi satupun diantara mereka tidak ada yang mengangkat telponnya Mama," ucapnya Mama Elisabeth sambil menangis tersedu-sedu.
"Arya dan istrinya baru balik ke Indonesia 5 jam yang lalu, sedangkan Emilia mungkin sedang sibuk jadi gak sempat mengangkat telponnya Mama Elisabeth," jelasnya Adrian yang sudah cenat cenut dan Terus berusaha untuk menahan tangan Emilia yang sudah mulai nakal.
"Mama bisa minta tolong gak Nak??" Tanya Mama Elisabeth.
"Mama Elisabeth mau minta tolong apa yah Ma??" Tanya lagi Adrian.
"Nak Bisa gak kamu bawa pulang Emilia, Mama kangen sekali sama Dia, Mama baru Saja memimpikan Tentang Emilia Nak" ucap Mama Elisabeth.
Emilia yang mendengarnya langsung mengehentikan jari lentiknya yang sudah meraba-raba sesuatu. I langsung terisak dalam tangisnya tapi, Emilia mencoba untuk menahan tangisnya agar Mama Elisabeth tidak curiga. Adrian segera memeluk tubuh istrinya untuk memberikan kekuatan melalui pelukannya.
"insya Allah yah Ma, Adrian akan usahakan untuk membawa pulang Emilia dalam keadaan apa pun," terangnya Adrian.
"Alhamdulillah Kalau kamu sudah berjanji akan membawa pulang Emilia, kalau gitu Mama tutup dulu telponnya," timpalnya Mama Elisabeth.
"Do'akan saja yang terbaik untuk Emilia Ma," ucap Adrian.
"Mama selalu mendo'akan yang terbaik untuk anak-anak Mama, Mama tutup dulu telponnya lain kali mama akan telpon lagi, assalamu alaikum" ucap Mama Elisabeth sambil memutuskan sambungan telponnya.
Adrian dan Emilia bersyukur karena akhirnya bisa melanjutkan perjalanan mereka ke hutan belantara. Adrian langsung menon aktifkan handphonenya Karena tidak ingin membuat apa dilakukannya mendapatkan gangguan lagi.
Adrian mulai men ciu mi area aset paling penting dari tubuh Emilia. Lenguhan kecil keluar dari bibir Emilia. Emilia tidak kuasa menahannya sehingga Emilia menarik rambut suaminya. Emilia sudah tidak tahan untuk mengeluarkan sesuatu dari bawah sana.
Sedangkan Adrian masih terus meng hiii saaap buah segar itu. Adrian tahu kalau Emilia sudah siap dan tidak sabar lagi untuk dimasuki. Adrian mengatur letak posisi kursi mobilnya Agar keduanya mendapatkan kenyamanan. Emilia perlahan-lahan membaringkan tubuhnya.
Emilia sudah meracau tidak jelas, Adrian beralih ke daerah paling intim Emilia. Adrian kembali mempermainkan benda paling berharga dalam diri Emilia. Suara De sah an kembali keluar dari bibir seksi Emilia.
"Sayang Aku tidak tah an lagi," racau Emilia.
Adrian Akhirnya memenuhi permintaan Sang istri. Adrian tidak sabaran sekali Setelah punyanya memasuki goa yang ada di dalam hutan belantara. Emilia hanya Bisa menggigit kecil bibirnya saking enaknya yang dia rasakan.
Adrian bagaikan orang yang kesetanan karena tidak berhenti untuk menghujani dan membasahi goa Milik istrinya untuk menanamkan benih terbaik Adrian.
Kegiatan mereka tidak terusik oleh hiruk pikuk kota New York. Hal seperti itu bagi orang Amerika serikat lumrah dan biasa saja. Tidak akan ada yang berani bertanya atau pun berkomentar tentang mobilnya yang sudah lama terparkir.
................
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Kekuatan Cinta judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers….
dilanjutkan ga di judul ini?
balasan karena menghina rina sehingga membuar ayah rina meninggal karena serangan jantung setelah dimaki maki sama mama nya rangga