Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Pertemuan
Delapan tahun yang lalu
Seorang gadis sedang tertidur di atas tempat tidur, yang terbuat dari batu besar. Dia sudah tidak sadarkan diri, karena baru saja selesai meminum ramuan yang sudah diberi mantra oleh para Tetua adat. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
Gadis itu adalah persembahan untuk tahun ini, yang dikirim para Tetua pada kerajaan klan naga. Yang memang biasanya dilakukan oleh para manusia setiap tahunnya. Demi ketenangan dan perdamaian hidup mereka di dunia ini.
Setelah dirasa cukup, para Tetua mulai melanjutkan doa mantra-mantra dan juga beberapa lagu untuk memanggil utusan naga. Yang biasa mengambil persembahan mereka.
Tak lama kemudian, dari arah kejauhan terdengar kepekaan sayap yang sangat khas, dari seekor naga yang akhirnya datang karena panggilan para Tetua tadi.
Kwakkk... kwakkk...
Bleg bleg bleg!
Kepakan sayap itu mulai terdengar di atas kepala, dengan keadaan naga yang sedang berputar-putar sedang mengelilingi tempat tidur dari batu tersebut.
Salah satu dari para Tetua itu berkata kepada naga tersebut, "tahun ini aku persembahkan seorang gadis belia. Dia masih perawan suci, untuk persembahan kepada Raja kerajaan klan naga yang agung. Berikanlah kami kedamaian dan jauhkanlah kami dari bencana alam. Semoga Raja naga berkenan untuk menerima persembahan dari kami ini."
Setelah mendengar suara Tetua tadi, utusan naga mengambil persembahan yang akan dia bawa ke kerajaan. Dengan mengendong gadis tersebut dengan cengkeram kedua kakinya.
Utusan naga kembali terbang mengitari tempat tersebut, sebelum akhirnya terbang tinggi untuk kembali ke kerajaannya. Yaitu kerajaan klan naga yang tidak pernah diketahui keberadaannya.
para Tetua di bawah sana tersenyum penuh kelegaan, karena selesai melakukan upacara persembahan. Yang akan membuat kehidupan mereka lebih damai lagi kedepannya nanti.
Ini dilakukan oleh para manusia, di wakili oleh para Tetua adat, karena selesai melakukan persembahan seperti tadi, kehidupan mereka akan tenang.
Panen sawah berlimpah, hasil hutan juga cukup banyak. Gunung-gunung berapi tidak ada yang meletus. Pasir bisa mereka ambil dengan tenang. Begitu juga dengan bebatuannya yang berasal dari gunung-gunung tersebut.
Selama persembahan diterima oleh sang Raja Naga dengan baik, dipastikan manusia bisa hidup dengan tenang.
Itulah keyakinan mereka, yang sudah ada sejak dulu kala. Hingga menjadi kegiatan yang menang harus dilakukan setiap tahunnya.
"Kita kembali. Setelah ini, kita harus mulai mencari gadis lagi. Untuk kita targetkan menjadi persembahan tahun depan."
****
Di kerajaan klan naga, utusan tadi telah tiba. Dia meletakkan gadis perawan yang dia bawa dari dunia manusia, di sebuah ruangan yang memang biasa digunakan untuk menerima persembahan tersebut.
"Jaga dia!"
Naga utusan memberikan perintah kepada pengawal kerajaan, untuk menjaga gadis yang masih tertidur karena pengaruh minuman bermatra.
"Baik Tuan," jawab pengawal dengan patuh.
"Aku akan memberitahu pada Raja, bahwa persembahan telah datang," kata naga utusan lagi. Supaya naga pengawal menjaga gadis tersebut dengan baik.
Naga utusan pun kembali terbang, menuju ke kerajaan utama, di mana Raja naga tinggal.
Tapi sebelum itu, dia pergi ke telaga terlebih dahulu. Untuk membersihkan sayap dan juga tubuhnya yang sedikit kotor. Sedangkan pengawal kerajaan berada di tempat yang sama dengan gadis tadi.
Tanpa mereka ketahui, ada seekor naga muda yang mengintip. Dia tertarik dengan seorang gadis yang baru saja diletakkan di tempat tidur oleh naga utusan.
"Aku belum pernah melihat gadis cantik seperti itu. Meskipun di kerajaan ini banyak juga wanita dari dunia manusia, atau juga naga wanita yang berubah menjadi wajah manusia. Tapi mereka tidak ada yang secantik itu." Naga kecil itu pun mulai bergumam seorang diri. Terpesona dengan kecantikan gadis yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.
Dengan kekuatannya, dia membuat naga pengawal tertidur dan melupakan tugasnya, untuk menjaga gadis persembahan.
Dengan kekuatannya juga, Naga muda tersebut menyadarkan gadis tersebut. Tapi langsung bersembunyi, begitu dia sadar jika, wujudnya masih berupa seekor naga.
Naga kecil itu menyembunyikan diri, supaya tidak terlihat oleh gadis tersebut. Karena bisa dipastikan jika, gadis tersebut akan berteriak ketakutan, jika melihatnya masih dalam wujudnya yang sekarang ini.
Akhirnya, naga muda berinisiatif untuk merubah dirinya menjadi wujud manusia. Menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah, dan wajah yang masih belia. Karena memang seperti itulah wujudnya jika sedang menjadi manusia.
Naga muda yang sudah berubah wujud, mencoba untuk mendekati gadis tadi. Dia ingin tahu keadaan gadis yang baru saja sadar dari tidur panjangnya.
"Aku... Aku di mana?" tanya gadis tersebut dengan melihat ke sekeliling ruangan.
Pada saat dia melihat ada seorang pemuda di belakangnya, gadis itu akhirnya bertanya, dalam keadaan menunduk. "Kamu siapa?"
Tapi sebelum pemuda tadi menjawab pertanyaannya, gadis itu kembali melihat sekeliling. Dia sadar, jika ini bukanlah tempatnya yang tadi, saat bersama dengan para Tetua.
"Apa aku sudah ada di kerajaan klan naga?" tanya gadis itu lagi.
Dia bingung, karena pada kenyataannya, dia tidak menemukan seekor naga di tempat ini.
Naga pengawal yang tadi tertidur, sudah diubah wujudnya oleh naga muda menjadi seorang manusia.
"Apakah Kamu mau ikut denganku? Kamu akan aman bersamaku," kata pemuda itu memberikan pilihan kepada gadis tersebut.
"Aku ada dimana?" akhirnya gadis tersebut bertanya lagi, karena dia tidak tahu dan tidak menemukan jawaban yang ditanyakan tadi.
"Kamu ada di rumahku." jawab pemuda tersebut berbohong.
Bukan berbohong, karena di sini, di kerajaan ini memang rumahnya.
Tadi yang dimaksud dengan rumahku hanyalah keinginannya, untuk menenangkan gadis tersebut. Supaya tidak panik, karena telah berada di kerajaan klan naga.
"Ini rumah mu? ke mana para Tetua tadi? Aku bersama mereka. Aku mau dijadikan persembahan untuk raja klan naga."
Gadis tersebut menjelaskan tentang keadaan dirinya sebelum berada di tempat ini.
"Aku tidak tahu. Aku menemukanmu di pinggir hutan, sehingga Aku membawamu pulang," jawab pemuda itu berbohong.
Dalam hatinya dia pun berkata, "ini juga kerajaan klan naga. Tapi Kamu tidak usah tahu. Karena Kamu akan kembali ketakutan."
Pemuda tadi berpikir sejenak, untuk membawa gadis tersebut pergi dari tempat ini. Karena naga pengawal bisa terbangun sebentar lagi.
"Ayo ikut bersamaku pergi dari sini. Karena jika tidak, para Tetua yang mungkin sedang mencarimu akan menemukanmu, kemudian menjadikanmu persembahan ke kerajaan klan naga lagi."
Naga muda yang telah berubah wujud menjadi manusia itu, tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan gadis tersebut. Dia sangat bersyukur karena penyamarannya tidak ketahuan.
Gadis tersebut akhirnya mengangguk setuju. Dengan cepat dia turun dari tempat tidurnya, untuk pergi menyelamatkan diri bersama dengan pemuda yang menyelamatkan dirinya. Supaya para Tetua tidak bisa menemukannya lagi, kemudian menjadikan dirinya persembahan Raja naga.
Dalam perjalanan, pemuda tersebut bertanya kepada gadis tersebut, "siapa namamu?"
"Aku Ellie," jawab gadis tersebut sambil menunduk malu.
Dia belum pernah berpegangan tangan dengan bermuda manapun. Dan kali ini dalam keadaan panik dan takut, dia terpaksa bersama dengan pemuda yang belum pernah dia kenal. Hal yang menjadi larangan baginya dulu, karena dia memang dirawat sedemikian rupa, diisolasi. Supaya tidak mengenal dunia luar secara umum.
"Nama yang bagus. Namaku Zeero," sahut pemuda tersebut memperkenalkan diri. Dengan memuji nama Ellie.
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen